
Pagi pagi sekali Sagara turun ke dapur bersama sang istri, tadi Quinsya meminta sagara untuk memasakkannya pancake dan quinsya ingin melihat bagaimana sagara memasak makanan itu.
Sagara sedikit bingung bagaimana cara memasak pancake yang diminta Quinsya, jadi dia membawa ponsel untuk melihat bagaimana cara membuatnya.
“pagi mam” sapa sagara dan Quinsya pada mami cessa yang sudah ada di dapur untuk memasak sarapan.
“pagi sayang-sayang mami, kenapa ni ke dapur, mami sedang masak, kalian tunggu aja dulu” ujar mami cessa.
Sagara tertawa pelan, “mam, mami pandai masak pancake? Bisa ajari sagara cara masaknya?” tanya sagara ragu ragu.
Quinsya menatap sagara, senyum lembut keluar dari bibir wanita 3 anak itu, “Sini belajar sama mami, caca duduk di sana ya, masih bisa lihat kok” ujar quinsya, dia tau putrinya sedang mengidam dan ingin melihat suaminya memasak seperti dia dulu yang sering mengidam.
Sagara segera mendekat pada mami cessa dan mulai mengikuti mami cessa memasak, di tempat duduknya Quinsya bertopang dagu sambil terus menatap suaminya, senyum bahagia terus terbit di bibir gadis itu.
“Senang banget putri papi” Rafa tiba tiba muncul dan ikutan duduk di sebelah Quinsya.
“Ihh papi jangan ganggu tontonan caca” protes Quinsya, matanya tidak lepas dari sagara yang tampak ahli mengikuti apa saja yang cessa lakukan. Quinsya mendekati bibirnya pada telinga rafa, “Pi caca berhasil dapat suami seperti papi” bisik Quinsya sambil tertawa kecil.
Melihat kebahagiaan putrinya rafa pun ikut bahagia, dia mengelus puncak kepala quinsya dengan sayang dalam hati dia bersyukur sagara mau berubah sesuai arahan darinya, pria itu juga terlihat sangat menyayangi putrinya Quinsya, “kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga putriku” batin rafa.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Tidak terasa kandungan Quinsya sudah memasuki bulan kedua, pernikahan amira dan Vito sudah berjalan beberapa hari yang lalu, sekarang dua orang itu sedang berlibur ke benua eropa menikmati bulan madu mereka. Sementara kabar Azmi dan Hana masih belum diberikan momongan seperti Quinsya dan sagara, memang awalnya azmi ingin memiliki anak lebih cepat tapi mengingat keadaan mereka yang berada di luar negri, dan adiknya yang hamil dia tidak ingin kedua orang tuanya harus memilih antara dirinya dan Quinsya jadi Azmi sengaja menahan dirinya dan hana untuk memiliki anak.
Kali ini Quinsya terbangun pukul 2 malam, gadis itu menatap sagara yang masih tertidur nyenyak sambil memeluk dirinya.
Perut Quinsya mulai tampak sedikit buncit, badan gadis itu juga mulai berisi, entah kenapa sekarang setiap Quinsya makan badannya ikutan naik, padahal dulu dia tidak perlu memikirkan tentang timbangan berat badannya.
Suara perut Quinsya terdengar karena dia mulai terasa lapar.
“Wajahku mulai tembam dan badanku mulai berlemak” batin Quinsya berusaha menahan diri untuk tidak makan di tengah malam seperti itu.
“hiks hiks hiks” tanpa sadar Quinsya mulai menangis terisak, “kalau aku makan akan menjadi tambah gendut” batin Quinsya. Tangan gadis itu menutup mulutnya sendiri menahan isakan yang keluar dari mulutnya, namun sayang niat Quinsya tidak ingin membangunkan sagara malam membuat pria itu terbangun.
__ADS_1
“Sayang? Apa terjadi sesuatu? Aku melakukan kesalahan atau kamu merasa kesakitan?” tanya sagara panik. Beberapa hari yang lalu dia melakukan kesalahan dengan dan membuat Quinsya menangis karena salah membeli ayam KFC tapi yang di inginkan Quinsya adalah ayam Mcdonald namun Quinsya salah menyebutkan nama jadi sagara membeli ayam kfc, dan berakhir gadis itu menangis kencang, untung saja papi rafa langsung mendiamkan quinsya.
“ti-tidak hiks hiks a-aku hanya sangat ingin sate madura saat ini pakai lontong dan kuah kacang yang banyak” isak Quinsya.
“Sate madura?” bukan sagara tidak mau membelikan, tapi saat ini pukul 2 pagi, siapa orang yang masih menjual sate di tengah malam seperti itu.
“hiks hiks hiks gak bisa ya mas, gak papa caca gak papa hiks hiks” bibir Quinsya mengatakan tidak apa apa, tapi dia semakin menangis kencang membuat sagara semakin kebingungan.
“Tunggu sebentar ya, mas carikan keluar kamu di sini aja, gak baik ibu hamil jalan di tengah malam, mas carikan ya” Sagara segera mengambil jaket dan kunci motornya, dia sama sekali tidak merasa terbebani dengan keinginan Quinsya tapi cari sate madura malam malam begini itu yang paling dia bingungkan.
.
Sagara baru mengeluarkan motornya dari gerbang rumah, beberapa satpam terlihat bingung dengan dirinya yang keluar tengah malam, setelah mengatakan jika istrinya sedang mengidam para satpam yang menjaga tertawa senang melihat kesusahan tuan mudanya.
“semangat cari sate nya tuan saga, saya rasa di simpang itu masih ada orang jual sate madura tuan” ujar satpam yang menjaga rumah.
“baik pak makasih banyak infonya” ujar sagara, dia mulai menjalankan motornya menuju tempat yang dibilang oleh satpam tadi.
“loh bang darel, kak flo ngidam sate juga?” sapa sagara.
Darel mengangguk dan bergantian bertanya pada sagara. “caca ngidam juga ya?”
“iya bang, pak masih ada 10 bungkus gak?” tanya sagara pada penjual sate itu.
“Aduh den, sisa 5 bungkus gimana itu?”
“Ya udah 5 bungkus aja, hmm dua di pisahkan kuahnya ya pak” pinta sagara.
“baik den”
“kenapa di pisah ga?” tanya darel bingung.
Sagara menatap darel yang bertanya padanya, “takut caca mintanya kuah dipisah, nanti nangis kejer lagi, mana ini yang terakhir gak bisa beli lagi nanti”.
__ADS_1
Darel mengangguk mengerti, “saya juga pak satu dipisah kuahnya” ujar darel pada penjual.
“baik den, senang deh istri aden pada hamil dan borong jualanan saya, setiap hari aja ngidam sate nya den” celetuk si penjual sate.
“kasian penjual lainnya yang nunggu antriannya pak” canda sagara.
.
Begitu sampai di rumah sagara memberikan dua pada satpam yang menjaga sebenarnya mereka bertiga tapi sagara tidak bisa memberikan langsung 3 pada satpam itu, karena takut istrinya ngambek.
Quinsya terlihat senang melihat bungkusan sate yang sudah dipindah sagara kedalam piring, untung saja sagara bertindak benar, Quinsya lebih memilih yang dipisah kuahnya, dan satu buah yang sudah bercampur kuah langsung saga kasihkan ke satpam yang belum kebagian.
“lain kali kalau lapar langsung kasih tau sayang, apapun itu dan kapanpun” ujar sagara pada quinsya yang asik menyantap makanan.
“tapi caca sangat gendut sekarang” lirih Quinsya.
“hanya sedikit gendut” quinsya yang lagi mengunyah langsung berhenti mengunyah, sagara tertawa kecil dan membersihkan bibir Quinsya dari kuah kacang yang menempel, “tapi kamu masih sangat cantik bahkan lebih cantik sekarang” lanjut sagara.
“perutku berlipat mas dan ada stretch mark” keluh Quinsya.
“Ya benar, itu indah terlihat seperti tattoo” balas sagara, samih menampilkan senyuman indah pada bibirnya.
“tangan caca akan menjadi bengkak dan cincin pernikahan kita jadi tidak muat lagi” keluh Quinsya lagi.
“Ayo kita shopping, mas akan membelikan yang baru, jadi jangan takut untuk meminta apapun dan makan apapun sayang, minta saja padaku, aku menikahi mu untuk membuatmu bahagia kan?” sagara berkata sambil menyuapkan satu tusuk sate pada Quinsya.
“tapi papi bilang berat caca akan semakin tambah”
“Jika kamu sangat khawatir tentang itu, ayo kita olah raga bersama, atau gendut bersama bukan ide yang buruk kan?” jawab sagara.
Senyum dibibir Quinsya semakin mengembang. Dia bahagia sagara tidak pernah mengatakan dirinya jelek atau menghina dirinya yang sekarang.
...💐💐💐💐💐...
__ADS_1