My StuPid Girl

My StuPid Girl
80. Kejutan


__ADS_3

Sagara sampai di rumah Quinsya hanya dalam 15 menit dengan berjalan kaki, dia memang sengaja tidak menggunakan kendaraan atau supir untuk mengantar dirinya ke rumah Quinsya, karena tadi Quinsya bilang ingin sagara menjadi modelnya jadi kemungkinan sagara dan Quinsya tidak akan pergi kemana mana.


Begitu sampai Sagara bukannya disambut oleh Quinsya, tapi oleh asisten rumah tangga itu.


“Mari ikuti saya tuan muda” ucap pembantu yang sudah sagara kenal.


Perlahan sagara mengikuti Pembantu itu, berjalan menuju taman belakang rumah.


‘Duuaarrr Duuaarrr Duuaarrr Duuaarrr’ Baru juga sagara melangkahkan sebelah kakinya menuju taman, suara petasan mengejutkannya, tidak berhenti sampai disitu, nyanyian selamat ulang tahun terdengar kencang karena dinyanyikan bersama sama oleh keluarga bagaskara.


“happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to Sagara” Nyanyi satu keluarga itu kompak, walau ada beberapa orang yang tidak hadir tapi suasana tetap tampak sangat meriah.


Quinsya dengan topi kerucutnya datang mendekati sagara dengan membawa kue ulang tahun yang sudah dia dekor sendiri.


“Abang ganteng itu kue buatan kak caca sendiri, hati hati kena jampi jampi!” teriak Violet bermaksud meledek kakak sepupunya.


“enak aja! Gak ada jampi jampinya ya!” protes Quinsya.


“Udah udah, sekarang nyanyi lagi” lerai Almeer.


Nyanyian tiup lilin mulai terdengar kembali, sagara langsung meniup lilin yang sudah menyala itu, mata pria itu berkaca kaca, tapi masih bisa dia tahan, seumur dia hidup ini pertama kalinya sagara merayakan ulang tahunnya dengan suasana kekeluargaan yang sangat hangat, pesta itu meriah dan hangat karena tamu undangannya bukan teman teman sekolah melainkan keluarga besar bagaskara, dari yang tua hingga yang muda ikut dalam pesta ulang tahun itu.


Sagara yang sudah pernah berkumpul dengan keluarga itu sudah tidak tampak canggung lagi, karena memang keluarga itu sangat humble dan mudah akrab dengan orang orang yang menurut mereka baik.


“Potong kue nya, potong kue nya, potong kuenya, sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga!” Azmi yang memulai bernyanyi sebagai pemimpin paduan suara kali ini. Agar sagara segera memotong kue yang sudah dia tiup.


“Bagi kuenya, bagi kuenya, bagi kuenya sekarang juga, sekarang juga, karena lapar!” biru kali ini yang bernyanyi dengan kencang ikut memeriahkan suasana.


“Abang ganteng, kue potongan pertamanya buat vio aja ya” goda Violet sambil tertawa kencang.


“Huss kamu ini, itu kak caca yang buat susah susah malah kamu yang makan duluan” tegur opa harry.


“Opa diam aja, sebagai opa itu harus berada di posisi yang netral tidak boleh timpang sebelah, jadi opa harus mendukung kedua cucu opa untuk bersaing adil” celetuk Biru.

__ADS_1


“Bagus Ru! Aku cinta padamu!” sahut Violet.


“Ru- ru! Nama gue biru! Mending gue belain!” amuk Biru karena panggilan yang dibuat saudara kembarnya.


Sagara masih tersenyum senang berada dalam suasana hangat itu, keluarga yang tidak pernah dia impikan, sekarang dia bisa merasakan kehangatan keluarga itu.


“terima kasih…” ucap sagara dengan mata berkaca kaca.


“Ga_” mulut biru yang mau memotong ucapan sagara langsung dibekap Violet.


“Jangan ganggu abang ganteng mau mengeluarkan suara emasnya” omel Violet. Semua keluarga tertawa melihat tingkah dua bocah smp itu.


“Terima kasih sekali lagi, Aku sendiri lupa kalau hari ini adalah ulang tahunku, aku belum pernah merasakan ini sekalipun selama aku hidup, biasanya hari ulang tahunku selalu berlalu begitu saja tanpa ada yang special, terima kasih untuk kejutan ini, Terima kasih semuanya” ucap sagara.


“Abang ganteng udah 17 tahun, udah bisa buat KTP untuk nikah!” seru Violet dengan suara melengkingnya.


“Huss! Vio!” kali ini papa Prince turun tangan untuk meredam kehebohan putri kecilnya.


“Viiisss Cuma bercanda pa, lagian abang ganteng harus tunggu beberapa tahun lagi menunggu vio umur 17 tahun” violet terkikik geli sambil menjulurkan lidahnya pada prince.


“Udah udah stop! Saga kuenya untuk siapa?” Papi rafa akhirnya ikut berbicara, pria itu tidak mau ada pembahasan tentang pernikahan dulu, karena takut putrinya tiba tiba dilamar saat itu juga.


Sagara masih tersenyum menatap mata Quinsya, “Quinsya, kamu mau menerima kue ini?”


Senyum cerah Quinsya langsung mengembang, “suapi_” ucapannya terhenti saat matanya bertatapan dengan mata memicing rafa, “Cuma suapi aja pi, bolehkan?” Quinsya meminta izin dari papi nya yang super duper protective.


“Kali ini saja boleh” ucap papi rafa pasrah.


Sagara dengan senang hati memberikan suapan pada Quinsya, tangan pria itu juga dengan spontan membersihkan cream yang menempel dibibir Quinsya lalu memasukkan ke mulutnya, tanpa sagara sadari kelakuannya itu membuat Quinsya bersemu merah, sedangkan papi rafa memerah menahan marah.


“calon pematah hati wanita ini” gumam papi rafa pelan.


Mami cessa yang berada di dekat papi rafa mengulum senyumnya, dan berusaha menahan papi rafa agar tidak marah di pesta yang sudah Quinsya siapkan untuk sagara.

__ADS_1


“Yaahhh gara gara opa ini, pokoknya vio gak terima, opa harus tanggung jawab buat hati vio terbelah jadi dua, nanti di belakang kasih kompensasi berupa uang opa” Violet memegangi dadanya berpura pura bersedih.


“alah bilang aja lagi pengen shopping dan uang habis, pakai nyalahin opa” sindir papa Prince.


Violet malah tertawa dan membentuk huruf ‘V’ pada jari tangannya.


“Potongan kedua buat siapa bro?!”seru azmi.


Sagara kembali memotong kue dan meletakkan pada piring kedua dan ketiga, pria itu menatap papi rafa dan mami cessa yang tidak jauh berdiri dari nya.


“Om rafa, tante cessa, maukah menerima kue ini sebagai pengganti orang tua saga” ucap pria itu.


Cessa langsung mengusap air matanya yang terjatuh tiba tiba, dia berjalan cepat dan memeluk sagara.


“selamat ulang tahun ya, semoga kebahagian akan menghampirimu” ucap mami cessa dengan tulus.


“Gak boleh lama lama sayang, peluknya!” protes Papi rafa yang di sambut dengan sorakan dari keluarga itu.


“Cemburu terus pi!” ledek Aryan.


“Selamat ulang tahun, semoga bisa menjadi pria yang hebat untuk mendampingi anak saya” bisik rafa yang memeluk sekilas sagara.


“cepat amat pi!” protes almeer.


“Gak boleh lama lama, papi bukan penyuka pisang” balas papi rafa.


“Ayo kita makan makan lagi” ajak opa harry yang sudah duduk pada kursi yang sudah disiapkan, para wanita mulai membakar daging dan beberapa seafood yang sudah disiapkan, mereka semua memang berencana barbeque setelah acara potong kue.


“Ayo saga” ajak mami cessa.


Sagara mengangguk pelan dan mengikuti keluarga itu untuk mengambil duduk di salah satu kursi yang tersedia. Senyum di bibir pria itu tidak pernah berhenti, pertama kalinya pesta yang diadakan khusus untuk dirinya, walau bukan pesta yang dirayakan seperti biasanya, tapi bagi sagara itu sudah sangat membuat dia bahagia.


...💐💐💐💐💐...

__ADS_1


bonus pict



__ADS_2