My StuPid Girl

My StuPid Girl
113. Melamar lagi


__ADS_3

Rafa mengangguk, “ya sudah kapan kamu akan datang bersama ayah mu ke rumah?” goda rafa.


Sagara langsung menatap ayah Aditya yang masih tampak sedih.


“ada apa ini saga?” tanya Aditya pelan.


“hmm, saga sebenarnya tadi melamar putri om rafa " gumam sagara pelan.


Mata Aditya langsung melotot lalu pria itu menundukkan kepalanya ke arah rafa, “maafkan saya pak rafa, saya tidak bisa mendidik putra saya dengan baik, tolong anggap saja kejadian itu tidak pernah ada pak rafa”.


Awalnya Sagara hendak marah karena Aditya meminta maaf pada rafa akibat lamaran mendadaknya, tapi beberapa detik setelah ucapan yang pertama tadi, sagara tidak jadi marah.


“Besok saya dan putra saya akan datang secara resmi untuk melamar putri pak rafa, maafkan ketidak hadiran saya tadi” kata Aditya.


Tawa rafa terdengar pelan, “tenang saja pak adit, saya dan keluarga tidak merasa tersinggung, lagi pula sagara sendiri yang mendatangiku dan meminta bantuan untuk berbicara dengan ayah nya, makanya saya datang kesini”.


“meminta bantuan?” aditya membeo dan menatap bingung.


“Iya tentang anda yang mau menjodohkannya dengan anak gadis yang tadi” kata Rafa disertai senyum menggoda ke arah sagara.


Aditya tertawa pelan sambil geleng geleng kepala, “sepertinya saya masih belum di percaya oleh putra saya sendiri, saya tidak akan menerima perjodohan itu kalau putra saya tidak menginginkannya, sudah cukup selama ini saya diam dan tidak melindunginya” awalnya aditya memandang kearah sagara namun, kini Aditya memandang rafa dengan senyuman ramahnya, “terima kasih atas bantuan anda pak rafa, saya tidak menyangka seorang CEO terkenal seperti anda yang membantu saya, bahkan putra saya menyukai putri anda, saya sedikit merasa tidak pantas menerima semua kebaikan anda”.


Rafa ikutan tertawa pelan sambil menggeleng kepala sebentar, “kalau saya menolak lamaran putra anda, saya yang akan di amuk oleh gadis kecil saya” kekeh rafa.


“Putri pak rafa pasti cantik dan sangat baik, sehingga mampu meluluhkan hati putra saya yang dingin ini, berkat dia hubungan saya dan sagara juga mulai membaik” kata Aditya.


“hahahaha tentu saja pak adit, putra bapak beruntung mendapatkan berlian berharga milik saya” ujar rafa penuh kebanggaan.

__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Seperti ucapan Aditya kemarin, sekarang ayah dan anak itu sedang ada di ruang tamu milik keluarga Tiandra. Sagara tampak gugup dengan style lebih formal dan terlihat lebih tampan.


“Saya datang seperti janji saya pak Rafa, dengan ini saya melamar putri tercinta pak rafa untuk putra saya, apa saya bisa mendengar kabar baik dari lamaran ini?” kata Aditya, setelah cukup berkenalan dengan cessa dan sedikit berbasa-basi akhirnya Aditya menyampaikan maksud kedatangannya ke rumah keluarga itu.


Walau saat ini Aditya sedang menghadapi persidangan dengan Ezra dan Riri tentang pembunuhan yang mereka lakukan pada istri Aditya, tapi Aditya tetap melaksanakan janjinya, dia ingin mendahulukan sagara dan kebahagiaan putra satu satunya yang dia miliki.


“hmmm bagaimana ca? apa kamu bersedia menerima lamaran dari sagara?” goda Rafa.


Quinsya yang sejak tadi menunduk malu kini mengangkat kepalanya, “Bismillah, caca terima” jawab Quinsya sambil menunjukkan senyumnya yang sangat mempesona.


“Alhamdulillahirobil alamin” ucap Aditya dan sagara serentak.


“kalau begitu, bagaimana kalau pak adit dan saga ikut makan malam sekalian berbincang bincang” ajak Cessa.


.


Aditya sedikit sulit untuk mengambil nasi dan lauk pauk yang ada, karena dia harus diet makanan khusus untuk orang sakit jantung.


Melihat keraguan Aditya rafa tersenyum pelan, “Pak adit tenang saja, semua makanan ini sudah di hitung gizinya dan batas lemak yang ada, saya sebagai dokter bisa memberi tau anda jika pak adit sudah makan berlebihan, pak adit tenang saja istri saya seorang ahli gizi, dan tadi saya sudah memberitahu kondisi bapak pada istri saya, jadi pak adit tidak perlu takut untuk mengambil semua makanan yang ada di meja ini” jelas rafa dengan lembut.


Aditya sedikit terkejut dengan ucapan rafa, kepalanya cepat cepat menoleh melihat kearah sagara yang sedikit kebingungan dengan ucapan rafa.


“Pak adit, sebaiknya bapak beritahu penyakit bapak pada sagara, dia akan menyalahkan dirinya jika bapak tidak memberi tahu itu, kemungkinan akan menambah trauma pada diri putra pak adit” kata rafa dengan lembut.


Aditya menghela nafas sedikit panjang, “pak rafa benar”.

__ADS_1


“ada apa ini yah? Ayah sakit apa?” tanya sagara pelan.


“ayah sakit jantung, tapi tenang saja ayah sudah menjalani terapi kok, hanya sedang mengontrol makanan saja” ungkap Aditya.


Sagara diam beberapa saat sebelum dia kembali berkata, “kenapa ayah tidak bilang pada saga? Ayah tidak menganggap saga ada?” ucap sagara terdengar penuh kekecewaan, tidak peduli dimana mereka sekarang sagara merasa kecewa dengan ayahnya.


“Saga~ wajar seorang ayah menutupi sakitnya pada anaknya, itu tandanya dia sangat menyayangimu, jangan kecewa, sekarang bukannya ayahmu sudah mengatakan semuanya, jadi dari pada kecewa, dampingi ayah mu untuk menjalani pengobatannya, kamu hanya memiliki ayah sebagai keluargamu satu satunya, jangan membuat dirimu menyesal karena mengabaikan ayahmu yang sudah berani berbicara” kata rafa dengan sangat lembut.


Sagara menunduk, “maaf yah, maafkan sagara, jadi bagaimana kondisi ayah sekarang?” ucap sagara pelan.


Aditya tampak takjub dengan cara rafa yang menasehati putranya dengan lembut, pria itu tampak lebih muda darinya tapi lebih dewasa dibanding dirinya, rafa juga telah menolongnya beberapa kali, melihat bagaimana putra putrinya tumbuh Aditya merasa sangat kecil karena dia tidak bisa membesarkan sagara seperti rafa membesarkan anak anaknya.


“Sudah tidak apa hanya menjaga pola makan dan berolah raga yang dianjurkan” ujar Aditya pelan.


“Pak adit, jangan berbohong, kasian putra pak adit, katakan yang sesungguhnya” sanggah rafa.


“apa maksud om rafa, yah?”


Aditya kembali menghembuskan nafasnya panjang, “ayah harus menjalani operasi pelebaran pembuluh darah” ungkap Aditya, pria itu tertawa pelan, tidak ada yang bisa disembunyikan di hadapan calon besannya.


“Bagaimana jika saya yang melakukan operasi itu, besan?” tawar rafa.


“Om rafa mau menolong ayah? Kalau di tangan om rafa, sagara yakin ayah akan baik baik saja” ujar sagara cepat.


“apakah saya tidak terlalu membebani anda pak rafa?” tanya Aditya.


Rafa tertawa pelan melihat wajah kekhawatiran putrinya, “Pak adit liat itu” rafa menunjuk putrinya yang sedang menampilkan wajah cemas, “saya yakin sepulang anda dari sini, putri kecil saya akan merengek meminta saya yang melakukan operasi itu” lanjut rafa.

__ADS_1


Aditya membalas senyum yang dilayangkan rafa padanya, “baiklah saya akan menerima pengobatan itu, mohon bantuannya pak dokter” ujar Aditya disertai tawa dari yang lainnya.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


__ADS_2