
“Ciiieeeee pengantin baru jam segini baru turun” sorak azmi dan almeer bersamaan.
Quinsya dan Sagara yang menjadi bulan bulanan hanya bisa tertunduk malu, padahal mereka berdua belum sempat menikmati indahnya dunia.
“Udah lepas segel belum dek?” goda darel, memang saat ini restoran hotel itu penuh dengan keluarga Quinsya, entah kenapa sudah jam 8 pagi mereka semua masih pada ngumpul bareng dari yang tua sampai yang muda.
Bukannya menjawab, Quinsya melotot menatap darel, hingga darel tertawa pelan mendapat delikan tajam dari Quinsya.
“Jangan tanya tanya masih segel atau belum, kalau mereka turun makan berarti belum buka segel, benar kan dek?” papa Prince tertawa kecil sambil mengedipkan sebelah matanya, sudah lama dia tidak ikut bercanda bersama keluarga.
Quinsya yang di skak sama prince hanya bisa menunduk malu, suaminya juga tidak kalah malu karena ini pertama kalinya dia mendengar langsung perdebatan anggota keluarga yang memang isinya absurd semua. Bukan hanya sagara yang kebingungan ayah Aditya yang baru pertama kali masuk dalam keluarga itu juga kebingungan, berasa sedang ada di dunia lain.
“Jangan godain putri ku terus, godain anak sendiri sana” ujar rafa.
“Emang anak gue kenapa?” tanya papa prince heran, dia memang masih berasa muda jika berbicara dengan keluarganya.
“Vio? Apa kabar pacar baru mu?” tanya papi rafa.
Violet yang sedang minum langsung menyemburkan air minumnya hingga mengenai wajah Biru,membuat pria itu mengumpat kesal sudah terkena liur bersama jus jeruk yang adiknya minum.
“huk huk huk”
“V I O L E T!” tanduk papa prince berasa muncul saat dia menatap putrinya yang sedang terbatuk akibat tersedak.
“Ya papa?” jawab Violet dengan wajah polosnya.
“Kamu pacaran?” tanya papa prince, wajah pria itu sudah tampak mengerikan karena dua tanduk sudah keluar dari kepalanya.
Violet cepat cepat menggelengkan kepalanya “jangan percaya sama papi pa, bohong itu” dusta Violet.
Papi rafa tersenyum kearah violet, “yakin papi bohong, mau papi bongkar gak isi chat anak smp kalau pacaran?” ledek papi Rafa.
__ADS_1
Tanduk di kepala Prince semakin panjang mendengar ucapan Rafa, mata pria itu memicing menatap Violet.
“Viss Pa damai itu indah, Vio pacaran yang normal normal aja, gak pake sentuhan fisik pa, sumpah” Violet mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.
“Putus dari pacarmu Vio” perintah Prince.
“Oke pa” dijawab dengan sangat cepat oleh Violet. Hal itu membuat Prince semakin melongo.
“Putus?!” ulang prince.
“iya oke pa” Violet langsung mengirim pesan putus pada pacarnya, “Udah kirim dan papa Biru juga pacaran” ucap gadis itu dengan pasti.
“Biru baru putus kemarin” ucap biru cepat.
Mulut Prince sampai terbuka lebar tangannya menggaruk garuk kepala yang tidak gatal, “kok bisa anak gue sifatnya mirip gue semua, harusnya mirip mama nya satu jadilah” keluh Prince. “ni gara gara opa selalu manjain mereka berdua, jadinya seperti ini” tuduh prince pada opa harry.
“Jangan salahkan opa, tugas opa dan oma itu Cuma manjain cucu nya, tugas kalian para orang tua yang mendidik anaknya” ujar opa harry.
“Opa jangan lupa uang jajan, kan manjain cucu” kekeh Biru.
Opa Harry geleng geleng kepala lihat tingkah para cucunya. Untung saja tidak ada dendam dan benci di dalam keluarga itu, jika ada pertengkaran antar cucu, maka akan dicari jalan keluarnya bersama, seperti saat Quinsya dan Amira bertengkar, satu keluarga turun tangan, walau memang memalukan untuk ikut campur dalam urusan anak kecil namun di dalam keluarga itu kebersamaan adalah nomor satu, dan tidak ada kata malu untuk mencoba.
Beberapa cucu Opa harry bahkan sering mendapatkan kerugian dari usaha yang ingin mereka coba, Amira juga pernah gagal mengembangkan usaha café nya, namun seiring berjalannya waktu dan dukungan dari keluarga amira kembali bangkit, sekarang dia sudah punya 3 cabang café yang dia buat sendiri, bahkan nama café amira sangat terkenal di kalangan anak muda, seperti Queen mamanya yang memiliki usaha restoran keluarga, amira memiliki café.
“Permisi pak rafa” seorang pria berjas coklat datang menghampiri meja rafa, di sana ada Aditya dan beberapa orang dewasa lainnya. Aditya mengenali orang itu sebagai pemilik salah satu perusahaan elektronik terhebat di beberapa kota.
“maaf pak, jika masalah pekerjaan, bapak bisa datang ke perusahaan saya, saat ini saya sedang bersama keluarga saya” tolak Rafa secara halus.
“tapi, saya sudah datang jauh jauh pak, bisa tolong berikan waktu pak rafa sebentar saja” pinta orang itu.
“Mohon maaf sekali lagi, datang saja ke perusahaan saya, saya tidak suka di ganggu saat sedang bersama keluarga” tolak rafa sekali lagi, orang itu akhirnya pergi dari sana.
__ADS_1
Aditya sedikit terkejut, jika dia, mungkin akan meluangkan sedikit waktunya, karena dia tau itu adalah perusahaan yang sedang terkenal saat ini, tapi rafa malah menolaknya tanpa ampun, dan para anggota keluarga yang ada di sana juga tampak acuh, padahal mereka juga pengusaha.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Sagara terus tersenyum begitu masuk ke dalam kamar hotel nya dengan Quinsya, membuat Quinsya sedikit kebingungan.
“Muse kenapa senyum senyum?” tanya Quinsya.
Sagara membaringkan badannya di atas tempat tidur dan menepuk tempat di sebelahnya yang kosong, setelah Quinsya duduk di sana, sagara baru membuka obrolan dengan Quinsya.
“Ini pertama kalinya aku merasa benar benar telah masuk dalam keluargamu yang sangat hangat”ucap sagara.
Kepala Quinsya bersandar pada bahu sagara dan tangannya menggenggam tangan sagara, “maaf ya, kalau keluarga kami kumpul pembahasannya itu absurd semua, opa itu sangat suka kebersamaan, jadi kalau udah ngumpul ya gitu, ada aja pembahasan mereka” ungkap Quinsya.
“kamu tau, aku tidak pernah merasakan bagaimana keluarga itu, aku bahkan tidak tau caranya bercanda bersama keluarga, tapi ikut tertawa bersama papi dan yang lainnya membuat aku sadar ternyata aku bisa juga tertawa, aku pikir aku tidak bisa tertawa” ujar sagara, tangan pria itu asik memainkan rambut Quinsya.
“caca senang muse tertawa bersama”.
“sayang..” panggil sagara pelan.
Quinsya menatap wajah sagara dan menaikkan alisnya tanda bertanya ‘ada apa?’
“Ayah bilang mau membelikan kita tiket untuk honeymoon ke jerman, sekalian ingin memperlihatkan mansion milikmu, apa kamu mau?” tanya sagara, Mansion milik sagara di jerman memang sudah diketahui oleh ayahnya, karena itu menjadi mahar untuk Quinsya, dan sekarang sudah jadi milik Quinsya, karena itu ayah sagara berniat untuk memberikan tiket liburan kesana agar mereka berdua bisa honeymoon.
Quinsya diam dan menatap kearah balkon kamar yang terbuka, “muse~ bisa gak, honeymoon nya saat ayah sudah selesai operasi dan sudah dinyatakan sehat? Caca ingin honeymoon bersama keluarga, apa di sana cukup menampung keluarga caca?” tanya Quinsya.
Ssagara tersenyum kecil, “kalau gitu bukan honeymoon namanya, tapi liburan keluarga, kamu yakin, mau seperti itu?”
Kepala Quinsya bergerak naik turun dengan cepat, gadis itu tidak peduli mau dibilang honeymoon atau liburan, dia ingin sagara merasakan bagaimana kebersamaan keluarga.
“baiklah apapun keinginan mu, my Queen” ujar sagara sambil memberikan ciuman pada kening Quinsya.
__ADS_1
...💐💐💐💐💐...