My StuPid Girl

My StuPid Girl
88. Ketua Osis


__ADS_3

Azmi yang sedikit risih terus melihat ke kiri dan kanannya, saat itu amira melintas di depan toko alat Lukis itu. Ide di kepala Azmi langsung muncul.


“AMIRA!” teriak azmi memanggil saudara sepupunya yang belum terlalu jauh dari toko itu.


Amira berhenti dan melihat kedalam toko, kepala gadis itu memiring bingung dengan gerakan tangan azmi yang menyuruhnya untuk masuk. Dengan malas Amira masuk, ketika gadis itu sudah ada dihadapan azmi, lengannya langsung di gandeng oleh azmi.


“Woo__” Amira yang hendak memberontak langsung bungkam karena tangan azmi menutup mulutnya.


“Gue senang akhirnya lo datang mir” ujar azmi sambil memberi kode pada amira untuk berpura pura menjadi kekasihnya.


Amira melirik gadis yang baru keluar dari ruangan belakang dan terlihat sedih melihat azmi yang menggandengnya.


“Dibayar berapa gue?” Amira sengaja berbisik agar tidak terdengar oleh orang orang yang ada di sana kecuali azmi.


“Apapun, gue gak miskin mir” balas azmi dengan berbisik.


“Ahhh, sepertinya amira gadis nakal akan beraksi” setelah berbisik seperti itu amira langsung bergelayut manja pada lengan Azmi. “Maaf ya telat, ini semua pesananku kan?” tanya amira sambil mengerling nakal pada azmi.


“Ahh iya, biar pak wanto aja yang ambil” ujar azmi, tidak lama setelah itu supir pribadi azmi datang dan membawa semua cat itu ke mobil, setelah itu azmi pergi dengan amira sambil terus berakting mesra.


Keduanya jalan terus bergandengan, hingga toko alat tulis itu tidak terlihat lagi, baru hanya dalam hitungan detik amira dan azmi melepaskan rangkulan mereka.


“wuuaaahhhh gila lo hebat ya, acting jadi gadis nakal, merinding gue” puji azmi sambil mengelus elus lengannya yang merasa merinding.


“Udah biasa, abang darel dan abang farel sering minta gue acting sebagai pacar mereka untuk menghindari cewek cewek yang mendekat” jawab amira acuh. Kini gadis itu menatap azmi dan menengadahkan tangannya pada azmi, “Bayaran gue” tagihnya.


“Ya elah, sama saudara sendiri pakai bayaran”.


“Gak ada, tadi udah janji, gue ke sini mau beli tas baru, karena tadi tas yang gue incer baru sampai ke indo, jadi mana bayaran gue” paksa amira. “Lo ngapa gak ladeni tadi gadis itu? Cantik loh” goda amira


Azmi menghembuskan nafas berat, kalau tau bayaran amira sampai berjuta juta bahkan ratusan juta dia gak bakal pakai jasanya. “Untung gue anak orang kaya” ucap azmi sambil menyerahkan black card-nya pada amira. “mau cantik mau sexy gue belum tertarik sama cewek manapun, karena dimata gue cewek cewek diluar sana Cuma liat harta kekayaan gue aja” jawab azmi.


“Justru karena lo anak papi rafa makanya gue tagihnya mahal, thanks bro, password nya seperti biasakan?” amira sudah tersenyum senang sambil memainkan kartu atm di tangannya.

__ADS_1


“Iya, seperti biasa” jawab azmi pasrah. “lo sendirian aja?” lanjut azmi.


“Yup, gue sendirian, habis abang darel dan farel keluar kota, bye bro, selamat menjomblo selamanya kalau mau cari cewek seperti gue atau caca!”ledek amira sambil melenggang pergi menjauh dari farel, gadis itu memang sangat hobi mengumpulkan tas bermerek, tapi jangan tanya dari mana dia dapat uang, karena gadis itu bekerja untuk mendapatkan barang yang dia inginkan, dia tidak pernah memaksa orang tuanya untuk membelikan, jika dia tidak bisa membeli maka dia tidak akan memaksakan diri, tas tas bermerek yang dia punya adalah penghargaan tersendiri baginya karena berhasil mendapatkan itu.


...🌿🌿🌿🌿🌿...


Selesai berbelanja amira duduk sendiri di food court yang ada di mall, gadis itu memang biasa pergi sendiri jika tidak ada darel dan farel, apalagi sekarang dia sudah tidak memiliki teman.


“Hai amira, gue boleh gabung gak?” sapa seseorang yang sudah berdiri di depan amira, dia tidak mau duduk langsung di depan amira sebelum gadis itu memberikan kesempatan.


Amira menatap cowok di depannya, “ketua osis? Silahkan bang” Amira langsung mempersilahkan ketua osis itu untuk duduk.


“Jangan panggil ketua osis, panggil bang vito aja, gak masalah” ujar Vito.


“Iya bang, sendirian aja bang?” tanya amira.


Vito tersenyum sambil mengangguk pelan, “iya, gue lagi nungguin mama shopping, dia lagi keliling mall, capek gue, dan ketemu lo, boleh kan gabung? Lo sendirian aja?” ujar vito.


“Iya sendirian, abang abang gue pada sibuk, jadi gue jalan sendiri” jawab Amira santai.


“nomor wa?” ulang amira.


“Iya nomor wa, boleh gak?”


Amira mengangguk pelan dan mengeluarkan ponselnya untuk menunjukkan nomor wa nya pada Vito.


“Makasih ya, habis ini mau kemana?” tanya Vito lagi.


“Hmm tadinya pengen nonton sih, tapi udah keburu disuruh pulang sama mommy, jadi mau langsung pulang aja” jawab amira santai.


“Boleh gue antarkan gak?” kembali vito berusaha mendekati amira, ini pertama kalinya pria itu tertarik pada wanita jadi dia masih belum pandai cara mendekati wanita, masih terlihat kaku dan tidak menarik.


Amira tertawa pelan, “tadi katanya abang nungguin mama, kok mama nya malah di tinggal” kekeh amira.

__ADS_1


Vito semakin mengembangkan senyumannya saat melihat amira yang tertawa, “cantik” gumamnya tanpa sadar.


“Ehh apa bang?” seru amira, karena tidak terlalu mendengar gumaman Vito.


Vito menggelengkan kepalanya dengan cepat, “Gak ada, tadi gue Cuma mau bilang, mama gue kalau shopping lama banget, gue bisa tinggal bentar buat anter lo ke rumah baru kesini lagi nungguin mama gue” ralat Vito.


“hmmm, bentar ya bang” amira menelpon supir pribadinya yang tadi meninggalkan dia di mall.


📲“udah di mana pak?”


📲“Aduhh non, maaf, ban mobilnya pecah, saya lagi di bengkel buat ganti ban ini, agak lama non tunggunya” jawab si supir.


📲“Ohh ya udah gak perlu jemput mira, ada teman yang mau antar mira, bapak bereskan aja mobilnya” ujar amira.


Vito mengulum senyum mendengar ucapan amira, pria itu sangat senang karena berhasil dengan rencananya mengantarkan amira pulang, untung saja gadis itu mau dia antar.


“Jadi gimana mir?”


“boleh deh bang, tapi beneran gak nyusahin abang?” tanya amira.


“Ayo” ajak vito.


Amira mengangguk dan berjalan disebelah vito sambil memegang lengan pria itu, membuat vito sedikit terkejut, amira sudah terbiasa berjalan sambil memegang lengan orang disebelahnya, jadi gadis itu tidak sadar dengan kebiasaannya barusan.


“Vito!” suara panggilan itu menghentikan Langkah vito dan amira yang mulai berjalan, keduanya sama sama berbalik untuk melihat siapa yang memanggil.


“Mama? Udah siap belanjanya?” tanya vito.


Amira langsung tersenyum dan mendekat meminta tangan pada mama nya vito. “assalamualaikum tan, saya amira” sapa amira sambil mencium punggung tangan mama vito, dan hal itu membuat mama vito tersenyum senang.


Sejak kecil keluarga bagaskara selalu mengajarkan para anak dan cucu mereka untuk selalu memberi salam pada orang yang lebih tua dari mereka, dan kebiasaan itu sudah tertanam sejak kecil pada keturunan bagaskara.


“Aduhhh siapa gadis cantik ini? pacar kamu vito?” puji mama vito.

__ADS_1


...🎋🎋🎋🎋🎋...


__ADS_2