
“Alquinsya Aurelia Tiandra” panggil sagara dengan lembut, ini pertama kalinya dia memanggil nama lengkap quinsya dengan sangat jelas.
Tatapan Quinsya yang tadinya menatap kado yang diberikan sagara, kini beralih menatap sagara. Pria itu mulai jalan semakin mendekati Quinsya, dan Quinsya entah kenapa juga ikut mundur perlahan hingga dia terpojok di batas balkon, tanpa sadar Quinsya meneguk saliva nya, ‘gugup’ untuk pertama kalinya dia menatap sagara yang terlihat serius. Kerongkongan Quinsya juga mulai terasa kering sangking gugupnya.
Beberapa kali gadis itu berkedip dan menahan nafasnya karena sagara yang semakin dekat dengannya.
“Pertama kita bertemu,aku berpikir kamu adalah alien karena muntah mengenai bajuku, dan langsung memanggilku muse, serta memaksa hal yang aneh aneh, tapi entah kenapa aku mau saja mengikuti keinginan alien itu” Sagara tersenyum mengingat kegilaan Quinsya, yang selalu diluar kendalinya.
Begitu juga dengan quinsya, Senyum manis dan gugup muncul dari bibir gadis itu.
Tanpa sadar sagara mengangkat tangannya mengelus bibir Quinsya dengan jarinya. “Bagi aku cinta tidak ada artinya, karena selama ini aku tidak pernah mengenal yang namanya cinta, tapi alien yang mengganggu hidup ku telah mengajarkan apa itu cinta, bukan hanya ada kesakitan tapi juga ada kebahagiaan di dalamnya, alien itu mengajarkanku bagaimana caranya menyembuhkan Lukaku, tanpa sadar aku sudah jatuh cinta ke dalam pesonamu Quinsya, Aku mengakui telah kalah dalam perang batinku, aku menyukaimu alquinsya” bisik sagara, mata pria itu memancarkan kejujuran.
Quinsya yang mendapatkan serangan mendadak hanya bisa terdiam dan bengong seperti patung. Pertama kalinya sagara menyatakan perasaannya langsung pada Quinsya.
“Aku mencintaimu Quinsya” ulang sagara sekali lagi.
suara merdu sagara semakin membuat quinsya terdiam bagai patung, Quinsya masih dengan mata membulat sempurna, dan pipi merah semerah tomat rebus jantungnya sudah porak poranda di buat saga, tingkah quinsya itu membuat sagara semakin gemas dengannya. Sagara menutup bibir Quinsya dengan tangannya, lalu dia mendekatkan wajahnya dengan tangan yang tadi menutup bibir Quinsya.
'cup'
Bibir sagara mencium tangannya yang pas sekali dengan bibir Quinsya, “Kali ini memang ada penghalang tapi setelah kamu sah menjadi milikku, tidak akan ada tangan yang menghalangi, aku akan langsung mencium bibirmu” bisik sagara seduktif.
“. . .” kembali Quinsya hanya bisa menahan nafas dan melotot tidak percaya dengan apa yang sagara lakukan. Berkali kali Quinsya meneguk saliva nya karena kerongkongannya tiba tiba terasa kering.
“Maaf, aku hanya bisa menyatakan perasaanku, aku menghormati om rafa, dan tidak akan berpacaran denganmu, tapi aku akan melamar mu langsung Quinsya” ujar sagara lagi, dia lebih banyak bicara kali ini, kehidupan sagara mulai membaik dan sikapnya pun mulai berubah.
Kali ini quinsya tidak diam dia menganggukkan kepalanya dengan pelan. “Aku tunggu sampai kita resmi bersama” Kali ini quinsya yang menempelkan tangannya pada bibir sagara lalu mencium punggung tangannya sendiri yang menutupi bibir sagara sambil sedikit berjinjit karena tingga sagara yang berbeda darinya. “I love you too, sagara” bisik Quinsya setelah mencium sagara.
__ADS_1
“Hah!” sagara mundur dan berdiri disebelah quinsya sambil menghembuskan nafasnya sedikit berat. “Quin, kamu curang, sekali lagi kamu mencuri hatiku, membuatku gila” gumam sagara.
Quinsya tertawa pelan lalu menyandarkan kepalanya di bahu sagara, “aku tidak sabar kita lulus sekolah” kekeh Quinsya.
“jangan dekat dekat Quin, aku bisa tidak menahan diriku saat ini” peringat sagara.
Quinsya tertawa pelan lalu menggeser sedikit badannya menjauhi sagara.
...🍀🍀🍀🍀🍀...
Pesta pernikahan Darel akhirnya dilaksanakan, bella tetap pada pendiriannya dengan mau menikahi Darel sampai akhir, hingga mommy Queen akhirnya menerima keberadaan Bella. Suasana yang tentram tidak mewah dan sangat sederhana, Darel memilih upacara pernikahannya lebih sederhana dibanding yang diinginkan mommy Queen.
Pesta di adakan di rumah, hanya beberapa pengusaha dan teman dekat yang datang ke dalam pesta itu, semua adalah permintaan darel karena dia memang tidak mau membiasakan istrinya dengan kemewahan.
Darel tau apa yang ditakutkan mommy Queen maka dari itu dia masih berakting sebagai anak angkat yang tidak di perhatikan di depan bella.
.
Flora kakaknya hana juga ada di sana ikut dalam pesta pernikahan itu karena flora adalah sahabat darel dan farel di kampus dulu.
“Salam kenal tante, om, dan kak flo” salam Quinsya.
“Salam kenal cantik, terima kasih sudah mau berteman dengan putri kami ya” ujar mama Hana.
“Sama sama tan” balas Quinsya.
Saat sedang asik berbincang, mata Quinsya menangkap sosok abang farel yang tampak panik berlari keluar dari ruang ganti darel.
__ADS_1
“Abang!” panggil Quinsya dengan suara sedikit kencang, membuat pria itu menatap kearahnya. Mata farel langsung berbinar begitu menangkap sosok yang dia kenal dan berlari mendekati orang itu.
“Om, tante, flora maaf bisa ikut saya sebentar” ujar farel sedikit memohon pada tiga orang yang dia mintai.
Flora memperhatikan wajah farel yang panik, lalu dia membantu farel untuk membujuk kedua orang tuanya mengikuti farel.
.
“Maaf mom, abang tidak tau jika bella akan melarikan diri di hari pernikahan kami” darel berkata sambil menunduk sedih, dia sudah membuat kedua orang tuanya malu karena pernikahannya terancam batal di hari H. Bella ternyata mengirim pesan tidak mau menikah dengannya, dan gadis itu sudah melarikan diri tepat di hari pernikahan mereka, darel baru tau pagi tadi ketika melihat pesan yang di kirimkan padanya.
Daddy king dan mommy Queen menatap sendu kepada putra angkat mereka, “sudahlah bang, untung saja kalian belum menikahkan, jadi tidak masalah” ujar daddy king.
“Tapi, semua tamu undangan kita? Maaf membuat kalian malu” lirih darel.
Mommy Queen menggelengkan kepalanya pelan, “mommy dan semuanya tidak masalah, mommy justru bersyukur kejadian ini terjadi, kita semua tidak akan hancur hanya karena gossip abang yang gagal menikah” ujar mommy Queen dengan lembut.
“Maaf mom” lirih darel sekali lagi, bibirnya hanya bisa berucap maaf, berkali kali karena sudah mendatangkan masalah pada keluarga angkatnya.
‘ceklek’ pintu ruangan itu terbuka, dan masuklah farel bersama flora dan kedua orang tuanya serta beberapa orang lainnya.
“Gue bawa bantuan bang” ujar Farel.
Darel menatap flora yang masuk bersama keluarganya lalu berjalan dan berlutut di depan flora.
“Flora, aku tau ini lancang banget, flora maukah kamu menikah denganku? Aku tau ini terlalu tiba tiba dan mendadak, kita juga tidak saling cinta, tapi aku berjanji akan belajar buat mencintaimu, aku tidak akan mengkhianati sumpah pernikahan kita jika kamu menerimaku, aku mohon bantu aku dan keluargaku” ujar darel.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
__ADS_1
maaf untuk keterlambatan dalam upload novel ini, karena beberapa hari ini sistem upload dalam noveltoon sedang error, tulisan author sering dianggap v*lg*r jadi harus diperiksa sama editor.
dan butuh berjam jam untuk diperiksa. jadi Mohon maaf untuk yang menunggu pagi hari ya, karena biasanya bisa up saat siang akibat proses dari noveltoon.