My StuPid Girl

My StuPid Girl
92. Saga Cemburu


__ADS_3

maaf yang di atas salah upload, udah di hapus tapi masih tetap ada jadi ini ganti permintaan maaf ya


...☘️☘️☘️☘️☘️...


“Kenapa abang membawa mira kesini?” tanya amira penasaran.


Vito mengeluarkan kotak kecil dari sakunya, “happy birthday Amira, semoga semua keinginanmu tercapai” ujar vito sambil membuka kotak yang ada di tangannya, tampaklah gelang indah di dalam kotak itu.


“Ya ampun indah banget, itu untuk Amira?” tanya amira tidak percaya.


Vito mengangguk pelan, “iya, dibuat khusus hanya untuk amira, boleh gue pasangkan?”


Amira balas menganggukkan kepalanya, “tentu saja” seru gadis itu senang, sambil menyodorkan tangannya pelan.


Vito memasangkan gelang yang memang dia pesan khusus untuk amira, keluarganya memang tidak sekaya keluarga amira, dia juga belum memiliki penghasilan sendiri seperti amira, walaupun begitu Vito berjanji akan belajar keras agar bisa menghasilkan uang sendiri seperti amira, banyak lelaki yang tidak berani mendekati Amira dan Quinsya karena merasa tidak sepadan dengan kedua gadis itu, keluarga amira san Quinsya bisa dikatakan sebagai pemuncak ekonomi di Indonesia.


Banyak pria yang minder karena keluarga mereka tidak sepadan dengan gadis gadis itu, tapi bagi vito, hal itu tidak masalah, dia tidak akan kalah, pria itu akan berusaha untuk mendapatkan amira bukan karena kekayaan gadis itu melainkan karena dia tulus menyukai amira.


“Cantik banget” puji Amira, jantungnya sedikit berdebar saat Vito memasangkan gelang itu padanya.


“Aku senang kalau kamu suka” ujar vito, sambil tersenyum senang.


“Hmm aku suka” seru Amira senang.


“bagaimana kalau kita berfoto?” tanya vito, pria itu memang sangat suka mengambil foto, jadi dia selalu membawa kamera kecil kemana mana.


“Boleh! Abang bawa kamera?” tanya Amira.


“Bawa” vito mengeluarkan kamera dan bersiap siap akan melakukan selfie dengan amira di sebelahnya, “Satu dua ti_” vito mencium pipi amira dengan tiba tiba, membuat amira terdiam terpaku karena saat ini detak jantungnya tidak menentu, pertama kali diberi hadiah gelang oleh seorang pria dan pertama kali mendapatkan ciuman di pipinya, jantung amira saat ini sedang berdetak cepat.


“Mir~ amira! Lo marah?” tanya Vito sedikit takut.


Amira masih bengong sambil memegang pipi yang baru saja dicium oleh Vito.


“maaf” lirih Vito karena amira tidak juga menjawabnya.


“kenapa minta maaf?” suara amira akhirnya keluar.


“Gue tiba tiba cium mira” ujar Vito tertunduk sedih.


Amira mengulum senyumnya, “Vito harus tanggung jawab!” kata amira.

__ADS_1


“Hah?” Vito sedikit terkejut dengan pernyataan amira, pria itu kini menatap amira dengan mata sedikit membulat kebingungan.


“Ini pertama kalinya amira dicium selain keluarga amira, Vito harus tanggung jawab karena menjadi pencuri” amira berkata sambil menyembunyikan senyumannya.


“Ba-bagaimana caranya?” tanya Vito.


“Mulai hari ini Vito harus bersumpah tidak akan mencium orang lain selain amira” ucap amira.


Vito terdiam sebentar mencerna ucapan amira, lalu senyum manis mengembang di bibir pria itu, “maukah kamu menjadi kekasihku amira, aku akan bertanggung jawab telah menjadi pencuri ciuman pertamamu” Vito bersimpuh layaknya seorang pangeran di depan amira.


Amira menyambut tangan Vito, “Mira terima, tapi jangan pernah mengkhianati mira, sekali abang melakukan itu, mira akan menjauh selamanya karena tidak ada maaf bagi penghianat” ujar amira.


“benaran? Kita jadian kan?” Tanpa sadar Vito memeluk amira sambil terus tersenyum bahagia. Didalam pelukannya amira juga tersenyum senang.


‘maaf menjadikan mu sebagai pengganti’ batin amira, gadis itu berusaha mencari pria lain yang mencintainya, agar perasaannya pada darel dapat hilang, dia tau hubungannya dengan darel tidak akan mungkin bisa bersatu karena darel adalah abangnya.


“ehem!” suara batuk seseorang menyadarkan dua orang yang sedang berpelukan itu untuk menjauh. “banyak orang, jangan membuat malu” sindir darel, ya, orang yang baru saja mengganggu waktu berdua Vito dan amira adalah darel.


“abang ganggu aja sih” gerutu amira, ia berjalan melewati darel.


Saat vito mau mengikuti amira, tubuh pria itu dihalangi oleh darel, “Lo udah jadi pacar adik gue?” tanya darel serius.


Vito mengangguk pelan, “iya bang”.


Vito mengangguk cepat, “iya bang, hal itu tidak akan pernah terjadi” jawab vito. Tadi Darel tidak sengaja melihat Amira dan Vito berpelukan, makanya dia bisa mengambil kesimpulan bahwa adiknya sudah berpacaran dengan Vito.


...🌿🌿🌿🌿🌿...


“Muse! Ayo maju maju!” teriak Quinsya di pinggir lapangan basket, dia bersama amira duduk hanya berdua di bagian pemain, bukan di bagian penonton, saat ini sedang berlangsung pertandingan basket antar sekolah, dan amira serta Quinsya menjadi manager tim basket.


Dari arah seberang putra yang duduk sebagai lawan untuk sekolah Quinsya tersenyum pahit. Dia menyatakan akan berperang melawan sagara, tapi melihat bagaimana Quinsya selalu ada di dekat sagara dan dengan terang terangan gadis itu mengelap keringat sagara serta memberikan minuman pada sagara membuat Putra sadar, tidak ada tempat untuknya sedikitpun tidak ada.


.


“gadis berisik itu yang lo suka kan?” bisik teman Putra.


Putra menatap pada Quinsya lalu menatap pada sahabatnya, “Hmmm, cantik kan?”


“cantik dan imut, tapi…”


“Dia menyukai orang lain, tidak menyukaiku” potong Putra.

__ADS_1


Sahabatnya mengangguk pelan, “Kalau gue jadi lo, gue gak akan menyerah untuk mendapatkannya” bisik sahabat putra lagi.


Putra kembali tersenyum pahit, “Gak, gue gak mau mengulangi sejarah pahit keluarga gue” lirih Putra, dia sudah pernah diceritakan oleh bunda revi bagaimana kisah cinta bundanya, hingga dirinya lahir, revi menasehati putranya agar tidak mengulangi kisah sedih bunda revi, jika memang quinsya adalah jodohnya mau dengan siapapun quinsya saat ini, dia dan quinsya akan berakhir bersama.


...🎋🎋🎋🎋🎋...


“Selamat bro, atas kemenangannya” putra dan azmi bersalaman sambil tertawa pelan.


“Woow makasih, sampai jumpa di pertandingan lainnya” jawab azmi.


“Putra! Apa kabar” sapa quinsya, gadis itu sedang merangkul sagara sambil melambaikan tangannya pada putra.


Putra menatap Quinsya dengan senyum di paksakan, “Not good” kekeh pria itu.


“Kenapa?!” tanya quinsya khawatir tapi dia tidak mendekat ke arah putra karena badannya sedang di tahan sagara untuk tidak menjauh dari pria itu.


“Im not the Winner” jawab pria itu, sebenarnya pemenang yang dia maksud bukan di pertandingan basket tapi di hati Quinsya.


“Lain kali pasti bisa! Semangat! Jangan patah semangat!” seru Quinsya.


Putra menganggukkan kepalanya pelan, tapi matanya menampilkan kesedihan saat melihat tangan sagara yang selalu bertengger manis di pinggang Quinsya. “makasih” ujar Putra pelan.


‘puk’ Azmi menepuk pelan bahu Putra. Dia tau arti tatapan putra, dan dia hanya bisa memberi semangat pada sahabat kecilnya melalui tepukan di bahu putra.


Sahabat putra yang tadi berbicara mendekat datang mendekati Quinsya dengan sebuah ice cream di tangannya.


“Ini untuk lo, salam kenal ya, nama gue Candra” tanpa kesempatan menolak, ice cream itu sudah ada ditangan Quinsya dan membuat gadis itu terdiam melongo.


“ca~ caca” panggil sagara.


“hah? Apa?” Quinsya malah balik bertanya.


“Lo mau makan itu?” tanya sagara.


Quinsya menggeleng pelan, setelah itu dalam hitungan detik ice cream yang ada ditangan quinsya langsung di ambil sagara dan di berikan pada anak kecil yang melintas di sana.


“Maaf caca gak boleh makan pemberian orang lain sembarangan” ujar sagara dengan tegas, sambil menatap Candra serius.


...💐💐💐💐💐...


bonus pict

__ADS_1



__ADS_2