My StuPid Girl

My StuPid Girl
89. Tersindir


__ADS_3

“Aduhhh siapa gadis cantik ini? pacar kamu vito?” puji mama vito.


Amira menggeleng cepat sambil tersenyum manis, “bukan tan, saya adik kelas bang vito, tadi saya shopping sendirian jadi bang vito temani karena mira gak ada teman” jawab amira dengan ramah.


“Ya ampun, kok sendirian, sama tante aja ya shopping nya, tante juga gak ada teman ini, vito malah pergi gak mau tungguin mami” ujar mama vito bersemangat.


“ma~ Amira sudah disuruh pulang sama mamanya, kapan kapan aja shopping bareng amira” ujar Vito.


“Yahh~ hari ini ulang tahun mama loh, masak mama sendirian cari hadiah buat mama sendiri” keluh mama vito.


“bentar ya tan, amira izin dulu sama mommy, nanti kalau boleh, amira temani deh jalan jalannya” ujar amira dengan lembut, dia segera menjauh sedikit dari kedua orang itu.


“Hebat kamu cari cewek, yang begini mama maunya” puji mama vito pada anaknya.


“Susah mam, dapatkannya, vito gak pernah dapat kesempatan” bisik vito.


“Yahhh masak nyerah, tenang, kalau udah dapat restu mama, semua akan aman Sentosa, mama suka yang ini” puji mama vito lagi.


Tidak berapa lama Amira kembali mendekati kedua anak dan ibu itu, “Ayo tan, kita shopping, mommy udah kasih izin”.


“Ayo, kamu harus jadi bodyguard mama dan mira, bawakan tas belanjaan mama nih” perintah mama vito.


Dengan senang hati pria itu berjalan sambil membawa tas belanjaan mamanya.


.


Habis berbelanja, amira akhirnya diantar pulang oleh vito dan mamanya, tidak henti hentinya wanita paruh baya itu tersenyum senang dengan kehadiran amira.


“Wahhh mira ternyata rumah kamu Cuma beda komplek sama rumah mama” kata mama vito. “itu mommy dan daddy kamu?” tanya mama vito sambil menunjuk dua orang wanita dan pria yang duduk di depan teras rumah.


Amira tersenyum dan tertawa pelan, “iya ma, mungkin takut amira pulang udah kemalaman” kekeh amira.


Vito dan mama nya langsung turun dan menyapa kedua orang tua amira, seperti amira yang mencium punggung tangan kedua orang tuanya, vito juga menyalami dan mencium punggung tangan orang tua amira.


“Assalamualaikum, maaf ya jeng, anaknya saya culik buat di ajak jalan jalan sama saya” ujar mama vito.


“Waalaikum salam, gak apa, tadi amira udah pamit, masuk dulu mbak, kita ngobrol di dalam” ajak mommy queen.


“Maunya sih gitu, tapi papa nya vito pasti nyariin saya, yang udah menghilang berjam jam, jadi saya pamit lebih dulu, tapi lain kali saya pasti mampir, lagian ini udah malam banget” kekeh mama vito.

__ADS_1


“Oh iya, hati hati dijalan mbak” ujar mommy Queen.


“Mira, mama pulang ya, makasih udah mau temani mama shopping” ujar mama vito.


“Iya ma, nanti kalau gak ada teman buat shopping panggil aja amira,amira siap jadi teman mama shopping, dapat oleh oleh lagi” goda amira. Dia memang tadi dibelikan satu pasang baju oleh mama vito.


“pastinya, jangan menolak ajakan mama ya” ucap mama vito sambil masuk kedalam mobil.


“Om, tan, mira saya pamit dulu” pamit Vito.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


“Mira!” panggil vito, pada amira yang sedang menulis di kelasnya.


Semua mata tampak terkejut ketua osis yang merupakan idola sekolah selain sagara memanggil Amira.


“Kamu kenal mir?” tanya almeer.


“yang semalam antar mira pulang” jawab amira sambil tegak dari kursinya.


.


Vito mengeluarkan kotak bekal yang berisi kue kering didalamnya, “mama titip ini buat mira, katanya dia buat kebanyakan, jadi mau dikasih ke amira”.


“waahhh enak nih, makasih ya bang, eh iya” amira mengeluarkan surat undangan ulang tahunnya yang akan di adakan minggu depan, “abang datang ya”.


Vito mengangguk cepat, “Iya abang pasti datang” jawab vito senang.


.


“Cieee yang di kasih hadiah~” ledek Quinsya, “bagi dong, kak” pinta quinsya yang mulai tergiur dengan bentuk kue yang terlihat lezat.


Amira geleng geleng kepala sambil membuka kotak bekal dan membagi kue itu pada saudara saudaranya.


“asikkk makasih mira cantik” ucap quinsya lalu kembali ketempat duduknya. Dia juga mengambil bagian untuk sagara yang menolak untuk mengambil.


Quinsya menatap sagara yang terus menatapnya, “buka mulut” perintah quinsya.


Sagara dengan patuh membuka mulut, setelah itu quinsya langsung memasukkan kue yang sempat dia gigit setengahnya kedalam mulut sagara.

__ADS_1


“Enak kan?” tanya quinsya.


Sagara tidak mengeluarkan suara dia hanya menjawab dengan anggukan kepala.


“Mohon maaf pada pasangan di depan saya, kalian belum berpacaran ataupun menikah, mohon jangan merusak pemandangan” gerutu azmi yang melihat pemandangan suap suapan sagara dan quinsya.


“apaan sih bang! Sirik aja, gini nih kalau udah terlalu lama berteman sama computer” sindir Quinsya.


“dek ingat pesan papi” ancam azmi.


Quinsya geleng geleng kepala, “pandainya Cuma ngancam, sana cari cewek, biar gak gangguin caca terus” gerutu quinsya.


“mana bisa ca, kemarin baru di dekati cewek malah langsung kabur, gue curiga azmi suka pisang” ledek amira.


“Apaan gue gak suka pisang! Gue normal ya! Almeer dan Aryan juga belum punya pacar, kenapa gue terus yang di sudutkan?” protes azmi.


Amira dan quinsya tertawa keras, “beda, lah, kalau almeer dia sudah ada yang dia suka, kalau Aryan memang terlalu serius, nah yang suka ngancam ngancam seperti azmi yang suka di ledeki” sorak amira.


“Jangan ngeledek gue! Lo juga jomblo, masak selalu jadikan abang darel sebagai pacar pura pura” sindir azmi balik, “lo juga dek! Adek kan gak ada hubungan apapun dengan sagara!” balas azmi lagi pada quinsya.


Melihat amira dan quinsya yang terdiam almeer akhirnya ikut bicara “udah az, jangan dibalas, diam aja, sama cewek itu harus ngalah” lerai almeer.


“mereka duluan yang mulai bro” gerutu azmi.


.


Quinsya masih terdiam setelah mendengar ucapan azmi, gadis itu bukan berharap sagara memintanya jadi pacar, hanya saja ucapan azmi membuat Quinsya menjadi sedih, Sagara belum pernah menyatakan perasaannya pada quinsya, gadis itu tidak meminta sebuah pengakuan hubungan hanya saja dia ingin tau isi hati sagara.


“kenapa?” tanya sagara sambil menggenggam tangan Quinsya.


“Hmm, gak ada apa apa, nanti lanjut melukis di apartemen kan?” elak quinsya.


Sagara mengangguk pelan.


.


‘bang, kapan pulang?’ Mira menatap pesan yang dia kirimkan pada darel, pria itu tidak pernah melihat chat yang dia kirim, darel juga tidak pernah mengangkat telepon dari amira, kata kata azmi tadi membuat amira sedih, sebenarnya gadis itu sudah mengakui bahwa dia memiliki perasaan pada darel, dia tau, dia tidak akan memiliki darel, tapi yang dia inginkan itu bukan menjauh seperti itu, Amira rela melepaskan cinta pertamanya, asal pria itu bahagia. Tapi dia tidak mau melihat darel yang menjauh darinya, amira akan menjadi adik yang baik asal pria itu tetap bisa menjadi abang amira.


...🌵🌵🌵🌵🌵...

__ADS_1


__ADS_2