My StuPid Girl

My StuPid Girl
121. Azmi ketahuan


__ADS_3

“Wuiiihhh pasutri kita akhirnya datang juga” seru Azmi, saat sagara dan Quinsya masuk ke dalam kamar inap ayah Aditya, hari ini adalah hari penting bagi Aditya karena dia akan menjalani operasi jantung dengan bantuan dokter Rafa alias papi dari Quinsya.


“Apaan sih, jangan ngeledek caca terus, nanti kalau caca balas kapok ntar abang” balas Quinsya, gadis itu mendekat ke arah para orang tua dan mencium tangan mereka semua diikuti dengan sagara.


Daddy king mengedipkan sebelah matanya pada papa Prince saat melihat bekas kissmark pada leher Quinsya, sepertinya gadis itu tidak sadar ada kissmark yang lupa dia tutupi karena tidak kelihatan olehnya.


“Ehem… sepertinya ada yang udah belah duren ni” goda daddy king.


“Belah duren itu apaan sih dad?” tanya Quinsya balik, berpura pura tidak tau, gadis itu duduk di sebelah sagara menggenggam tangan pria itu agar melindunginya dari para tetua yang kepo dan suka jahil.


“Ada yang pura pura gak tau bang, biasa pengantin baru, masih hot hot nya” tambah papa Prince.


Quinsya semakin bersembunyi dibelakang punggung sagara, membuat para orang tua tertawa lepas melihat tingkah pasutri baru itu.


“Dek, benaran gak mau honeymoon?” tanya darel tiba tiba, dia tadi mendengar pembahasan ayah Aditya yang mengatakan Quinsya dan sagara tidak mau honeymoon karena keadaan dirinya yang sedang menjalani operasi dan terapi pengobatan.


Quinsya akhirnya mengangkat kepala agar bisa melihat ke arah darel, kepala gadis itu menggeleng pelan, “Caca pengennya liburan bareng keluarga ke benua eropa” ujar Quinsya.


“wahh bahaya dek, pulang pulang kita nanti bakal tambah personal baru, padahal kita udah pada tua” celetuk darel.


“Personil? Maksudnya bang?” tanya Quinsya tidak mengerti.


“Kalau bawa papi rafa, daddy king, oppa harry, papa prince, bisa bisa pada mabar di tempat tidur, gara gara dikasih kesempatan buat liburan dan berduaan, emang mau tambah personil?” jelas darel.


“Boleh juga tu ide-nya ca, papa gak pernah tu liburan ke eropa bareng bareng semuanya” ujar papa prince.


“Daddy juga setuju” angguk Daddy king.


“papi setuju aja sih, tapi kalau tambah personil papi yakin tidak akan sampai terjadi, papi tidak mau liat mami kamu hamil” tambah Papi Rafa.


“Opa sih setuju setuju aja, apa lagi kalau kumpul keluarga” sahut opa harry.

__ADS_1


“Kami yang gak setuju” ucap serempak mama juli, mami cessa, oma dona, dan mommy Queen.


“Lah kenapa sayang?” tanya Prince.


“Kalian semua pada bugar dan sehat nah yang cewek ceweknya pada kelelahan di gempur terus selama liburan” ujar Juli di angguki oleh para wanita.


“Nanti rafa kasih vitamin biar kuat” canda rafa.


“Azmi juga gak setuju pi” celetuk azmi tiba tiba.


“Lah siapa yang ngasih izin anak kecil buat bersuara, kamu tidak bisa ikut memberi Vooting, yang bisa memberi voting hanya yang sudah menikah” kekeh papa Prince.


Serasa di tampar oleh kenyataan Azmi hanya bisa diam kembali, dia sudah tidak bisa apa apa jika menyangkut kata menikah karena dia masih jomblo saat ini.


Quinsya tertawa dan menjulurkan lidahnya pada azmi, “makanya cepat lamar Hana sana” ucap Quinsya spontan.


Flora yang ada di sana langsung menatap Quinsya, “hana? Hana adik kakak?” tanya Flora.


Azmi cepat cepat melarikan diri dari ruangan itu sebelum di interogasi mendadak oleh satu keluarga.


“Caca~ jelaskan pada kami, apa maksud ucapan caca tadi?” tegur Darel.


Quinsya masih tidak mau menunjukkan dirinya, karena masih takut sudah keceplosan, Sagara lah yang membongkar rahasia Azmi, karena merasa bertanggung jawab akibat ulah sang istri. “Iya kak, Azmi suka sama hana, dia sedih pas kakak nikah sama abang darel”.


Flora dan darel tertawa pelan diikuti orang orang yang ada di ruangan itu. “Owalah, kan gak papa mereka tetap bisa bersama, mereka tidak satu susu, dan tidak sedarah jadi gak apa, iya kan mom?” Flora meminta bantuan mommy Queen untuk menjelaskan.


“iya, kamu dan Almeer baru gak bisa bersama selain saudara sepupu, kamu juga satu susu sama mommy, kalau hana dan azmi boleh boleh aja kalau bersama” kata mommy Queen.


“namun masalahnya, azmi terlalu gengsi untuk mengakui pada hana mom, sampai sekarang kerjanya hanya bertengkar terus seperti tom and jerry” kata amira.


“itu tanda nya cinta sayang, benci itu beda tipis dengan cinta” jelas mommy Queen.

__ADS_1


“Caca sebagai saudara jangan di ledek terus abangnya, kasih support biar abang az mau maju mendekati hana, bukannya malah di ledekin” ujar oma Dona.


“Tapi oma, kalau gak gitu abang gak mau gerak, udah di kasih support tetap aja sok cool, gak mau ngalah, maunya hana duluan yang maju” gerutu Quinsya.


Flora yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara mengenai Hana adiknya, “Hana juga suka sama azmi, aku tau itu, tapi kayaknya mereka gak bakal bisa bersama”.


“Kenapa Flo?” kali ini mami cessa ikutan berbicara karena ini menyangkut kisah cinta putranya.


Flora menatap mami cessa dengan wajah sendu, “hana akan Kuliah di universitas Cambridge, jurusan Art, beberapa hari yang lalu dia dapat surat dan dinyatakan lulus masuk ke sana, dan 3 bulan lagi dia bakal pindah kesana” ungkap Flora.


“Kuliah dimana kak?!” Azmi yang tadinya menghilang tiba tiba muncul dari pintu, dia sebenarnya tidak pergi jauh hanya bersembunyi di balik pintu.


“Universitas Cambridge” ulang Flora.


Azmi terdiam, dia sebenarnya juga dapat undangan dari universitas itu tapi belum dia tolak, masih dia simpan di kamarnya.


Rafa yang memperhatikan raut wajah Azmi yang cemas dan takut segera ikut bicara, “jadi bagaimana boy? Mau mengikuti gadis itu ke sana, atau tetap pada pilihanmu disini?”


Azmi menatap rafa, lalu Quinsya, “Az_”


“Jangan jadikan caca sebagai penghalang, caca tau abang menerima surat undangan dari beberapa universitas di luar negri, salah satunya universitas Cambridge, caca udah ada Muse yang jagain caca, jadi abang gak perlu jagain caca lagi” potong Quinsya cepat, dia tau arti tatapan saudara kembarnya itu.


“Abang boleh kuliah di universitas Cambridge pi?” akhirnya azmi mengucapkan keinginannya juga.


Namun sayang kepala rafa bukan mengangguk melainkan menggeleng pelan, “Papi gak izinkan” tolak Rafa.


“Kenapa pi? Abang ar boleh kuliah diluar negri, dan caca sendiri bilang gak perlu perlindungan abang lagi” tanya azmi sedikit panik.


“Azmi, apa tujuan azmi kuliah di sana?” opa harry akhirnya ikut bicara.


Azmi tidak menjawab, dia sebenarnya sejak dulu sangat ingin kuliah di sana, entah kenapa dia sangat tertarik dengan jurusan yang ditawarkan oleh universitas itu, tapi karena Quinsya azmi mengalah dan memilih mendapatkan kampus di Indonesia, memang dulu dia tidak pernah ingin kuliah diluar negri sama dengan Aryan, tapi seiring berjalannya waktu pemikiran kedua pria kembar itu semakin luas dan mereka semakin ingin menjelajahi dunia mereka.

__ADS_1


“kalau tujuan abang Cuma buat ngejar hana, sebaiknya tidak usah, tapi kalau memang abang pengen mengejar Pendidikan di sana, opa yakin papi rafa baru mengizinkan” ujar opa harry lagi.


...🍀🍀🍀🍀🍀...


__ADS_2