My StuPid Girl

My StuPid Girl
115. Married


__ADS_3

“Saya nikahkan dan kawinkan sagara braddy Kurniawan dengan putri kandungku Alquinsya Aurelia Tiandra binti Aliandra Rafazan Tiandra dengan mas kawin sebuah mansion mewah di jerman dan seperangkat alat sholat dibayar tunai” Ucap Papi Rafa dengan sangat lantang.


“Saya terima nikah dan kawinnya Alquinsya Aurelia Tiandra binti Aliandra Rafazan Tiandra dengan mas kawin sebuah mansion mewah di jerman dan seperangkat alat sholat dibayar tunai” dengan satu tarikan nafas dan suara yang lantang sagara akhirnya berhasil mengijab Quinsya.


“Bagaimana para saksi? Sah?” tanya penghulu pada para saksi yang ada.


“Sah!” jawab saksi yang menyaksikan ritual sakral itu, setelah itu penghulu membaca doa, berakhirlah proses sakral kedua orang itu.


Sagara tampak sangat gugup sekali saat menatap quinsya yang saat ini menjadi istrinya, terbukti sejak tadi tangan pria itu mengeluarkan keringat dingin padahal ruangan itu terasa sangat dingin.


Tangan sagara sedikit bergetar saat memasangkan sebuah cincin di jari manis Quinsya, mereka tidak memakai acara pertunangan lagi, karena semua serba cepat, namun semua persiapan sudah sangat bagus dan sempurna uang memang mampu membuat semua keinginan terkabul.


Tidak hanya sagara yang gugup, Quinsya juga begitu, walau tadi saat sedang di kamar rias gadis itu masih sempat berjoget riang menggunakan gaun pernikahannya, Quinsya tetap saja gadis polos yang masih bisa gugup.


.


“Yang, ke kamar bentar yuk” bisik sagara. Saat ini keduanya sudah menyelesaikan acara ijab qobul, dan sedang makan bersama dengan keluarga.


Wajah Quinsya memerah karena tiba tiba di ajak ke kamar langsung, memang sejak tadi mereka berdua tidak ada kesempatan untuk berduaan saja.


“Masih banyak keluarga muse, dan juga ini masih sore” balas Quinsya dengan berbisik juga.


Sagara mengulum senyum dan menahan tawanya, “jangan mikir aneh aneh yang, aku ajak ke kamar karena kecapekan ini, bukan untuk belah duren” kekeh sagara dengan suara pelan. Pria itu memang tampak kelelahan sejak pagi acara itu dilaksanakan, tidak ada kesempatan buat dia untuk berbaring.


“auuu sakit yang” rintih sagara, Karena merasa malu akibat salah sangka Quinsya baru saja mencubit perut sagara dengan tangannya.


“Heiii pengantin baru tidak bisa berduaan dulu dan jangan bisik bisik tetangga, pengantin pria masih harus di sini pesta lepas lajang!” ledek azmi.


Sagara geleng geleng kepala dengan tingkah abang iparnya, “yang ada pesta lepas lajang itu sebelum sah, ini sesudah sah mana ada itu”.


“ada, di keluarga kami biasanya malam pertama itu selalu di gangguin, gak ada yang bisa dapat malam pertama langsung, contohnya abang darel, sampai sekarang abang darel belum buka segel” ledek almeer.


Darel yang sedang menyantap makanannya langsung terbatuk batuk karena ucapan dari almeer. Sementara yang lain menertawakan darel.

__ADS_1


“enak aja! Udah buka segel ini!” protes darel, memang awal pernikahan mereka darel belum berani menyentuh Flora, takut gadis itu akan lari ketakutan, tapi seiring berjalannya waktu darel mulai bisa mencintai Flora dan Flora juga mengizinkan darel untuk menyentuhnya, jadi sudah di pastikan darel dan Flora sudah melakukan hubungan suami istri.


“lah kalau udah kok belum ada kabar hamilnya” ledek farel.


“jangan ngeledek gitu, mending darel udah buka segel, nah kamu kapan farel? Gak mau kan di langkahi adikmu si mira?” kali ini daddy king yang ikutan meledek.


“Abang itu tinggal lamaran aja dad, calonnya mah udah ada” ledek amira.


“Nah apa lagi bang? Mau opa temani lamaran?” seru opa harry.


“Stooop! Farel gak ngeledek ngeledek darel lagi, jadi pembahasan farel berhenti sampai sini” kata farel sambil mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.


“hahahha kasian deh bang farel” ledek almeer.


“kamu juga mana calon mu al? paling enggak, cari pacar lah” ledek daddy king.


“Almeer masih lama lagi urutannya dad, masih ada abang farel lalu amira kan amira kakaknya” ujar Almeer menaik turunkan alisnya.


“Alah kalau masalah pernikahan aja, pakai urutan, kemarin kemarin merasa diri abang, sekarang baru ngaku adek” sindir amira.


Pukul 11 malam baru Quinsya dan sagara bisa beristirahat di dalam kamar mereka, untung saja acara dilangsungkan di hotel milik Ayah Aditya, jadi mereka tidak perlu membantu membersihkan tempat pesta, dan kamar pengantin juga sudah disiapkan.


“Muse mau__” ucapan Quinsya terhenti karena sekarang bibirnya sudah di bungkam sagara. Sudah lama pria itu menahan diri untuk mencium bibir Quinsya, selama ini jiwa setannya sedang dikurung, dan tadi sagara hanya mencium Quinsya di kening, mau cium di bibir malu karena terlalu banyak keluarga dan tamu, yang ada, dia akan kena ledek satu keluarga.


“mau apa?” tanya sagara, pria itu sedang mengunci Quinsya di dinding dengan senyum menggodanya.


“Man-di du-lu-an?” ujar quinsya pelan dan terbata, saat ini gadis itu terlalu malu untuk menatap mata sagara, sedangkan sagara dengan jahilnya terus memberi kecupan pada hidung, pipi, bahkan bibir Quinsya. “Muse~ sana mandi dulu~” rengek Quinsya, gadis itu sangat malu, tidak pernah menyangka sagara bisa bersikap seperti itu.


“Akhirnya aku bisa menciummu dengan puas” ucap sagara dan kembali mencium bibir Quinsya kali ini sedikit berbeda karena ciuman itu cukup panas dan tidak pernah Quinsya bayangkan, awalnya Quinsya masih canggung saat merasakan benda lunak memasuki mulutnya dan mulai menjelajah di sana, namun lama kelamaan Quinsya mulai menikmati ciuman panasnya dengan sagara.


Quinsya melingkarkan tangannya pada leher sagara, untuk menahan dirinya tetap berdiri, karena saat ini kaki gadis itu terasa lemas, Quinsya berusaha membalas ciuman intens yang diberikan sagara, Walau ia tidak pandai berciuman, tetapi ia melakukannya mengikuti alur permainan bibir Sagara.


Gila, gadis itu merasa sangat gila, saat tubuhnya akan terjatuh, Quinsya langsung diangkat oleh sagara, kini pria itu membawa Quinsya di pinggir tempat tidur, sagara duduk dan memangku Quinsya yang masih berciuman dengannya.

__ADS_1


“haa haa haa” suara helaan nafas Quinsya terdengar sangat cepat, saat bibir mereka berdua sudah terpisah.


Dengan jarinya sagara menghapus bekas ciumannya pada bibir Quinsya, “Maafkan aku sayang, aku sudah tidak dapat menahannya tadi” bisik sagara.


Bukannya menjawab ucapan sagara, Quinsya malah menyembunyikan wajahnya pada dada bidang sang suami. Suami? Quinsya tersipu malu membayangkan apa yang baru saja dia lakukan dengan sang suami.


“Mau mandi bersama?” Goda sagara.


Kepala Quinsya yang berada di dada sagara menggeleng pelan, “Masih malu, seperti ini aja dulu” ucap Quinsya pelan.


Sagara tertawa kecil dan mengeratkan pelukannya pada Quinsya, sambil sesekali memberikan ciuman pada puncak kepala Quinsya.


Quinsya mengambil nafas panjang dan memberanikan diri mengangkat kepalanya dari dada sagara untuk menatap wajah pria itu. “Kenapa muse terlihat sangat ahli?” tanya quinsya dengan wajah yang sudah memerah seperti tomat.


“Aku mempelajarinya sendiri” jawab sagara.


“Muse nonton?!” seru Quinsya tidak senang.


Sagara kembali tertawa pelan, “baca, bukan menonton, hanya membaca dan mempraktekkan menggunakan tangan” ujar sagara.


“Tangan?! Kok bisa?!” pekik quinsya tidak percaya.


“Aku bisa apa saja sayang, apa mau aku goda pakai tanganku” bisik sagara Seduktif pada Quinsya.


“IHHH MUSE MESUM!” Quinsya sudah berlari menuju kamar mandi bersembunyi dari suami nya yang mendadak menjadi beruang mesum.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


bonus pict



__ADS_1



__ADS_2