My StuPid Girl

My StuPid Girl
44. Pertengkaran Saudara


__ADS_3

Menjelang pembagian rapor, sekolah Quinsya sedang mengadakan perlombaan olahraga antar kelas untuk mengisi waktu luang karena tidak ada kegiatan belajar mengajar karena guru pada sibuk mengkoreksi nilai para murid.


Quinsya bersorak riang di pinggir lapangan basket karena saat ini sagara, dan para saudaranya sedang bertanding melawan kelas lain.


di tempat sebrang caca ada amira dan para teman temannya.


“Auu!” ringis amira yang terjatuh karena terdorong oleh para supporter sagara, pelaku sebenarnya adalah Tina tapi gadis itu bersembunyi di antara kerumunan yang ada di sana.


Dari kejauhan Quinsya melihat itu, meihat amira yang terdorong dan sekarang terduduk di atas lantai, tidak ada satu orang pun yang membantunya, bahkan mereka hanya melirik sekilas dan cuek pada Amira.


Quinsya berlari mendekati amira, menolong gadis itu untuk berdiri, tapi sayang Amira mendorongnya dengan wajah marah, sejak beberapa hari ini dirinya terus di kerjai, dia tau ini karena kesalahannya bersikap bimbang antara membantu Quinsya atau bersikap acuh. Meja gadis itu di coret coret, tas nya disiram dengan bekas air pel dan air kopi, Rina bahkan terang terangan mengacuhkan dirinya, dan sekarang dia di dorong dengan sengaja.


Amira hanya anak remaja 16 tahun yang normal, dikucilkan dan di bulli merupakan ketakutannya, Dia pernah berniat melapor pada guru tapi yang ada dia langsung diancam dan disiksa secara langsung oleh tina dan yang lainnya.


“Mira?” panggil Quinsya kebingungan karena amira yang mendorong dirinya padahal dia berniat menolong Quinsya.


Kejadian itu tidak luput dari semua orang yang ada di sana, bahkan sampai para saudara mereka yang bertanding berhenti dan berlari mendekati amira dan Quinsya.


“Mira kamu kenapa?” tanya ameer dengan lembut, dia membantu Amira untuk tegak.


“Gara gara dia! Semua gara gara dia bang!” tunjuk Amira dengan air mata yang sudah mengenang di pelupuk matanya.


Ameer terlihat kebingungan, karena ini adalah pertengkaran saudara yang pertama kalinya.


Sementara itu, Tina Cs tersenyum melihat amira yang mengamuk menuduh Quinsya, memang itu niat mereka, merusak tali persaudaraan antara amira dan Quinsya.


“Apa yang caca lakuin mir?” tanya Azmi dengan lembut.


“Semua ini gara-gara dia! Jika caca gak pernah sekolah di sini, kehidupan mira bakal tenang! Mira benci_” ucapan Amira tidak dapat dilanjutkan lagi, karena ameer membekap mulut gadis itu dengan tangannya.


“Kamu perlu kena ceramah opa” ujar Ameer, dia menggendong Amira layaknya karung beras. “caca ikut pulang bersama abang” tambah Ameer sambil menatap Quinsya yang menunduk sedih.

__ADS_1


“saga, sorry kita gak bisa melanjutkan lagi, lo gak apa kan sendirian?” tanya azmi pada Sagara.


Sagara menganggukkan kepalanya pelan, lalu mendekat pada Quinsya, mengangkat dagu gadis itu ke atas agar menatap wajahnya. “selesaikan dengan cara caca, kalau membutuhkanku telepon saja ya” ucap Sagara lembut.


Quinsya tanpa sadar menganggukkan kepalanya pelan.


“ayo ca” ajak Azmi.


...🍀🍀🍀🍀🍀...


Quinsya dan Amira sekarang sedang di sidang dihadapan opa harry, papi rafa, dan daddy king serta oma Dona, mami cessa dan mommy Queen.


Ameer memaksa Amira untuk pulang dan menelpon daddy king, menceritakan pertengkaran saudara yang terjadi.


Ameer dan amira pulang menggunakan mobil jemputan mereka, sementara Quinsya dan kedua abangnya menggunakan mobil jemputan yang lainnya, karena akan semakin memperkeruh masalah jika Quinsya satu mobil dengan amira.


Amira saat ini menangis keras, dirinya masih belum bisa menceritakan pada para orang dewasa tentang apa yang terjadi pada dirinya.


Quinsya yang sejak tadi menunduk diam sebenarnya diam diam menahan air matanya, gadis itu tidak mau Amira semakin marah pada dirinya karena menangis dan terlihat seperti korban.


Papi rafa yang tau hal itu langsung mendekat dan seperti king yang memeluk Amira Rafa juga memeluk gadis kecilnya dan membisikkan kata-kata sayang pada Quinsya.


Sementara menunggu Amira yang masih menangis opa harry menatap ameer yang menjadi si pelapor.


“apa yang terjadi bang?”


“abang kurang tau apa yang terjadi karena abang sedang fokus tanding basket, tapi yang abang liat caca mau membantu mira untuk berdiri, tapi mira langsung mendorong caca dengan keras” ungkap Ameer.


“Bukan mira yang salah! Tapi caca!” teriak amira di sela tangisnya.


“Iya makanya kakak jelaskan apa kesalahan caca biar daddy bisa memarahi caca sesuai kesalahannya” Daddy king mengelus lembut puncak kepala Amira dan menghapus air mata putrinya.

__ADS_1


“Seandainya- ca-ca itu nor mal dan tidak se-per-ti seka-rang, pas-ti teman teman mi-ra gak akan mem-bulli mira! Se-mua ini salah caca! Ka-rena dia mem-buat mereka marah, mira yang jadi korban!” isak amira, karena masih menangis ucapannya jadi terpotong potong.


“Apa kakak di bulli karena caca?” tanya Rafa, tangannya masih sibuk mengelus punggung putri bungsunya yang masih menangis dalam diam.


“Iya! Ini semua karena caca!” teriak Amira, tangisannya semakin kencang saat dia mengakui dirinya di bulli.


“Mira! Mira liat opa!” panggil Opa harry.


Amira berusaha menahan tangisnya sambil menatap opa harry.


“kenapa amira menyalahkan caca? Kenapa amira tidak mengatakan pada opa dan daddy serta mommy mira, kalau amira di bulli?” tanya opa harry dengan lembut.


Amira diam, dia masih terisak tapi dia juga tidak tau kenapa dia tidak bercerita pada kedua orang tuanya.


Tidak ada jawaban dari cucunya, opa harry kembali berbicara, “Apa menurut amira, semua kesalahan ada pada Caca?” tanya opa harry dengan lembut.


“Opa! Daddy! Mommy! Semua nya pasti membela caca! Mira benci itu!” teriak amira kesal.


“Opa tidak pernah membela siapapun, jika salah maka opa akan memarahinya, kenapa mira malah menyalahkan caca, harusnya mira menyalahkan orang orang yang membulli mira, tanpa kehadiran caca, teman teman amira tidak akan membulli mira, apa mira yakin mau berteman dengan orang orang seperti itu? Justru karena ada caca, diperlihatkan bagaimana buruknya teman teman amira itu” nasehat opa harry dengan lembut.


“Tapi mira tidak sepemberani caca” isak amira.


“Kapan opa minta semua cucu opa menjadi pemberani? Mira punya daddy, mira punya mommy, mengadu pada daddy dan mommy jika mira di jahati teman sekolah, apa gunanya keluarga jika tidak bisa memberikan solusi? Daddy dan mommy mira pasti akan membela mira, jangan termakan hasutan orang jahat untuk menghancurkan persaudaraan mira” nasehat opa harry.


Amira kini hanya terisak kecil, dia sudah tidak menangis histeris seperti tadi.


“Sekarang mira tau siapa yang salah?” tanya opa harry.


Amira hanya menganggukkan kepalanya pelan.


“jadi sekarang amira bisa cerita pada opa dan yang lainnya kenapa amira menuduh caca yang salah? Apa yang mereka katakan pada amira?” selidik opa harry.

__ADS_1


...🌼🌼🌼🌼🌼...


__ADS_2