My StuPid Girl

My StuPid Girl
105. Menolak Perjodohan


__ADS_3

“Pa, maaf, Aditya tidak bisa menerima perjodohan ini” ujar Aditya pada opa eddy.


Opa eddy hanya tertawa keras, “adit adit, kamu ini masih belum dewasa ternyata, putramu itu emang bisa apa diluar sana? Dulu ezra juga pernah kabur dari rumah karena papa jodohkan, tapi ujung ujungnya dia kembali ke rumah karena tidak bisa apa apa setelah diluar sana, blokir saja semua kartu kartu yang dia miliki, dia akan kembali” kekeh opa eddy.


“Gak pa, saga itu berbeda, adit tidak mau menghancurkan hubungan adit dan saga lagi pa” lirih Aditya.


“Sudah tunggu saja sampai mereka lulus sekolah baru bahas lagi” potong opa eddy.


Aditya terdiam dan menatap pintu dimana sagara tadi keluar.


“Om, maaf indah bicara begini, sebenarnya sagara seperti itu pasti karena ceweknya yang ada disekolah, dia bukan wanita yang baik om” indah akhirnya ikut bicara.


Aditya memang tau jika sagara menyukai seorang gadis yang sering dia bicarakan, tapi Aditya belum mengenalnya dan tidak tau asal usul gadis itu, hanya tau gadis itu berasal dari keluarga kaya raya juga.


“Kamu kenal dengan wanita itu indah?” tanya mama nana.


“Iya kenal ma, dia anak paling nakal di sekolah, dia juga suka buat guru guru marah dan suka membuat kerusuhan, paling sering tidur di kelas, dan bolos sekolah” bohong indah, memang dulu Quinsya suka tidur dan membolos, tapi dulu sebelum dia berjanji untuk memperbaiki nilai dengan sagara, sejak itu Quinsya mulai berusaha belajar dan menyimak apa yang diterangkan oleh guru.


“ya ampun, kamu mau anak kamu berjodoh dengan anak seperti itu dit, kasian masa depan putramu akan hancur” komentar ezra. Dalam hati dia bersyukur putrinya membantu rencana jahat yang sedang dia buat.


“bagi adit, asal saga bahagia, adit mau menerima apapun keputusan saga” ujar Aditya.


“adit! Begini jasamu pada papa, pokoknya papa mau mendengar kabar baik beberapa bulan lagi!” amuk opa eddy. “ingat semua jasa papa dit” sambung pria itu, lalu beranjak dari sofa dan pergi bersama keluarganya.


...🥀🥀🥀🥀🥀...


“nomor yang anda tuju_” Aditya langsung mematikan teleponnya begitu yang menerima teleponnya adalah operator telepon. Pria itu terlihat sangat cemas karena sagara yang pergi dari rumah.


Dia sudah mencoba mengirim pesan dan menelpon tapi tidak ada satupun pesan yang dijawab dan telepon Aditya tidak pernah tersambung dengan telepon sagara.


Sepulang keluarga indah, Aditya langsung mencari cara untuk menghubungi sagara atau mencari cara untuk mengetahui keberadaan putranya itu.

__ADS_1


“Maaf pak adit, sekarang jadwal bapak untuk pengobatan” asisten Aditya datang dan mengingatkan pria itu untuk menjalani pengobatannya, memang sekarang Aditya sedang menjalani pengobatan untuk penyakitnya, sagara sama sekali itu tidak tau tentang penyakit yang di derita Aditya.


.


Di dalam kamarnya Quinsya tampak gelisah karena ponsel sagara tidak bisa dia hubungi, sudah berkali kali gadis itu mengirim pesan dan berusaha menelpon tapi tetap tidak ada jawaban dari sagara.


Sudah tidak dapat menahan diri lagi, Quinsya segera mengambil tas nya dan berlari keluar kamar.


“Caca! Mau kemana malam malam hari seperti ini?” tanya papi rafa, pada gadis kecilnya. Quinsya saat ini sudah seperti orang yang akan pergi berperang, dengan sneaker dan pakaian panjang, serta tas kecil yang menggantung di bahunya.


“ke rumah muse pi” jawab Quinsya.


“Ngapain ke rumah pria? Malam malam seperti ini dek?” tanya papi rafa sekali lagi.


Quinsya menghembuskan nafasnya sedikit berat, “pi, muse sedang tidak bisa dihubungi, dan caca khawatir pi” ujar Quinsya.


“Besok bisa ketemu di sekolah, udah balik sana ke kamar, kalau gak ketemu dengan muse besok akan papi bantu carikan” ujar papi rafa.


“Tapi pi~” rengek Quinsya.


“Mami~” Quinsya kini memohon pada mami cessa yang duduk di sebelah papi rafa, wanita itu memang sejak tadi diam mendengarkan perdebatan suami dan anaknya.


“Ikuti perkataan papi kamu sayang” ujar mami cessa dengan lembut.


Quinsya mendengus sebal dan menghentak hentakkan kakinya kembali menuju kamar,kalau sudah tidak ada yang mendukungnya Quinsya tidak bisa apa apa lagi.


“hah!” helaan nafas papi rafa terdengar berat begitu quinsya sudah tidak ada didekatnya. “sulit banget jaga anak gadis yang sedang puber” keluh papi rafa, pria itu menyandarkan kepalanya di bahu mami cessa.


Cessa yang mendengar keluhan rafa hanya tertawa pelan sambil mengelus pelan pipi suaminya, “sabar yang~ adek emang sulit di atur, jadi papi harus bisa bersabar dengan sikap adek” bujuk mami cessa. Anak gadis mereka memang sedikit nyentrik dan berbeda, untung saja masih mau mendengar ucapan orang tua nya dan tidak membantah atau bersikap kasar.


“dulu kamu gak seperti itu yang”.

__ADS_1


“Kan dulu kita langsung nikah di umur 17 tahun, mana ada masa puber lagi bagi mami, semua rasa penasaran langsung dilaksanakan” kekeh mami cessa.


Rafa ikutan tertawa pelan mendengar penuturan cessa, “Kalau dulu kita tidak menikah cepat mungkin kamu seperti adek juga puber nya” ledek papi Rafa”.


...🌾🌾🌾🌾🌾...


Pagi harinya Quinsya masih tampak gelisah karena sudah pukul 7 tapi sagara belum juga menampakkan diri di sekolah.


“bang! Pokoknya kalau sampai muse gak datang sekolah caca mau minta tanggung jawab sama papi!” gerutu Quinsya sambil membalik kursinya ke belakang agar bisa berbicara menatap kedua abang kembarnya secara langsung.


“bentar lagi dia datang, tunggu aja dek” ujar azmi, sambil memberi kode pada Aryan agar ikut bicara tapi Aryan hanya diam dan menatap datar adiknya.


“Pokoknya kalau muse gak sekolah caca juga mau bolos! Titik!” ujar Quinsya penuh tekad.


“iya iya sana balik badan” perintah azmi.


.


Tidak jauh dari Quinsya, indah juga berkali kali melirik kursi sagara yang kosong, dia ingin membujuk pria itu untuk pulang kerumahnya karena ayah sagara terlihat cemas, dia juga ingin membujuk sagara untuk menerima perjodohan mereka, dengan alasan balas budi ayah Aditya, siapa lagi yang membalas budi aditya selain dia, seharusnya sebagai anak mengikuti apa kata orang tua, pikir indah.


“kenapa liatin kursi saga terus?” bisik amanda, sahabat indah.


“hmm gak ada” jawab indah berusaha mengelak dari pertanyaan amanda.


Amanda melirik ke bangku sagara dan Quinsya, lalu melihat sahabatnya, “kalau lo masih mau ngejar sagara sebaiknya mundur, udah jelas sagara itu hanya menyukai Quinsya” bisik amanda agar sahabatnya sadar akan posisi yang sulit dia dapatkan.


“Kenapa lo gak belain gue sih? Harusnya lo dukung gue buat dapatkan saga” gerutu Indah kesal.


“Justru karena kita sahabat gue gak mau lo merasa sakit hati, masih banyak pria yang lebih sempurna dari sagara, liat tuh si Aryan sama sama dingin seperti sagara, dia juga tidak kalah tampan, tuh ada almeer, ada azmi, ketiga pria itu masih jomblo dan tampan tampan, bisa kita incar, dari pada mengincar yang sudah dimiliki orang lain mending cari aman saja” ujar amanda.


“Gue lebih suka yang sudah dimiliki, lebih menantang dalam mendapatkannya” ujar indah penuh percaya diri.

__ADS_1


"ya ya ya rumput tetangga emang tampak lebih hijau" gumam amanda.


...🌻🌻🌻🌻🌻...


__ADS_2