My StuPid Girl

My StuPid Girl
77. Keluar Sekolah


__ADS_3

Pagi Harinya saat sagara menuruni anak tangga, ayah aditya sudah duduk dimeja makan dengan senyum hangatnya menyapa sagara.


“Saga, ayo sarapan sama ayah, kita belum pernah sarapan bersama” panggil ayah Aditya dengan suara lembut.


“Saga sudah mau telat, saga sarapan di sekolah saja” elak sagara.


“Ayolah saga, beri ayah kesempatan untuk lebih dekat dan mengenal putra ayah, bibik atik sudah membuatkan banyak sarapan ini” Aditya memelas berusaha membujuk sagara.


Sagara melirik jam di tangannya, memang masih banyak waktu, tapi dia sangat malas untuk berdekatan dengan ayahnya, tapi melihat ayah Aditya, sagara akhirnya mengalah, dia duduk dihadapan Aditya mengambil piring dan memasukkan nasi goreng buatan bi atik ke dalam piring itu lalu mengambil satu gelas susu.


“Ayah boleh bertanya apa hobi mu?” Aditya mulai melakukan introgasi pada sagara, dia ingin lebih mengenal sagara.


“Makan” jawab sagara singkat, pria itu sedikit tersenyum mengingat gadis yang sangat suka makan, yang selalu mengganggunya, jika dia tidak mau makan maka gadis itu akan terus mengarahkan sendok ke dalam mulutnya agar mau makan.


“Boleh ayah tanya apa pekerjaanmu?” tanya Aditya lagi.


“Cuma bisnis kecil kecilan” jawab sagara singkat.


Ayah Aditya sedikit menghela nafas panjang, “boleh ayah minta saga berhenti bekerja? Pakai saja uang yang ayah berikan, ayah tidak akan menuntut apapun, jika kamu tidak menggunakan uang yang ayah berikan, ayah merasa tidak berguna sebagai seorang ayah”.


Sagara menatap ayahnya lalu kembali fokus pada makanannya, “aku akan gunakan tapi aku tidak bisa berhenti bekerja” jawab sagara.


Kembali Aditya menghela nafas berat, “Saga, kamu tau dulu ayah dan ibumu menikah terlalu cepat karena kami memiliki anak duluan, untung saja saat itu sudah mau selesai sekolah, jadi begitu kelulusan ayah menikah dengan ibumu, ayah tidak punya banyak uang mulai merintis usaha dari usaha makanan, Awalnya ayah pikir hanya dengan usaha itu ayah bisa hidup bahagia bersama bundamu, tapi suatu kejadian merubah semuanya, kami yang masih terlalu muda, kehilangan putra pertama kami dengan cepat, dan itu merubah semuanya” Aditya memandang mata sagara dengan lekat, mata yang sangat mirip dengan mata bundanya.

__ADS_1


“Kenapa ayah menceritakan itu padaku?” tanya sagara datar.


“Ayah ingin kamu hidup normal seperti anak yang lainnya, jangan melakukan kesalahan seperti ayah, dan bersantailah selagi masih muda, karena jika kamu sudah memasuki dunia pernikahan maka semuanya akan menjadi berat, pernikahan tidak seindah yang dibayangkan” nasehat ayah Aditya.


Sagara menghabiskan sarapan paginya lalu menatap lekat mata Aditya, “Perlu ayah ketahui, karena ayah dan bunda aku takut menjalin hubungan seperti pernikahan, kata kata bunda tentang aku yang anak monster selalu membayangiku, aku takut akan menjadi seperti ayah yang menyakiti pasangannya, ayah harusnya sadar semua adalah kesalahan ayah, karena kurangnya komunikasi dan waktu untuk istri ayah, jangan menyalahkan tante riri atau siapapun, kalau ayah sejak awal selalu ada disisi bunda, bunda tidak akan tersiksa dan menderita, begitu juga denganku, ada yang bilang padaku uang bisa dicari kapan saja, tapi keluarga tidak bisa dicari jika hilang” kata sagara panjang lebar.


Aditya terdiam, setelah itu dia mengangguk pelan, “iya, ini semua salah ayah, ayah minta maaf, bisa kan kamu memberi ayah kesempatan kedua untuk menjadi ayah yang lebih baik?”


“Buktikan saja ucapan ayah, saga tidak berhak melarang keputusan ayah, saga pergi dulu” ujar sagara sabil beranjak dari kursinya.


“Saga! Boleh ayah yang mengantarmu ke sekolah? Ayah ingin tau bagaimana bentuk sekolahmu” tanya Aditya pelan.


“boleh” jawab sagara sambil mengangguk.


...🎋🎋🎋🎋🎋...


Terjadi kehebohan di sekolah, karena kabar Quinsya yang masuk rumah sakit begitu menggegerkan sekolah tidak hanya itu pelaku yang membuat Quinsya sampai masuk rumah sakit juga langsung dikeluarkan dari sekolah.


Tina, Rina, Dwi dan Fani, keluar dari ruang kepala sekolah bersama dengan orang tua mereka masing masing, keempat orang itu di keluarkan oleh orang tua mereka karena takut dengan ancaman dari Rafa, mereka lebih mementingkan harta keluarganya dibanding nasi banak mereka.


Beberapa siswa terlihat bersorak riang ketiga genk cewek centil di sekolah mereka keluar dari sekolah, kini banyak siswa dan siswa yang mulai takut dengan kuasa Quinsya, karena gadis itu berhasil membuat 4 orang siswi kaya keluar dari sekolah.


Keempat gadis itu menangis selama perjalanan menuju mobil mereka masing masing, tidak pernah menyangka rencana mereka yang berhasil pertama kali langsung mendapatkan balasan.

__ADS_1


.


“sudah papa peringatkan kepadamu jangan mengangganggu gadis itu, ini akibatnya, untung saja tuan Rafa masih mau memberikan papa kesempatan” omel papa Tina.


Tina yang diomeli hanya bisa menangis tersedu sedu, “papa terlalu penakut! Apa pentingnya pria itu! Papa membangun rumah sakit itu sendiri tapi kenapa papa begitu ketakutan ketika orang itu menarik proyek kerja samanya” sindir Tina.


Papa tina menggeleng kecil, “sudah papa bilang berkali kali dia itu pria yang sangat berpengaruh saat ini di perekonomian dunia, alat alat canggih ciptaannya memudahkan rumah sakit untuk memeriksa penyakit pasien dan melakukan operasi, obat obat ciptaannya juga banyak yang digunakan oleh rumah sakit di luar negri dan terbukti lebih ampuh dari obat local yang biasa papa beli, karena pria itu rumah sakit papa semakin berkembang pesat dan bisa sampai sekarang ini, jika dia menarik semuanya maka rumah sakit papa akan kembali seperti dulu, tidak ada tekhnologi canggih yang mampu menyembuhkan pasien” jelas papa Tina.


Bukannya amarah Tina berhenti tapi amarah gadis itu semakin besar karena mendengar kekayaannya kalah oleh seorang gadis bodoh seperti Quinsya.


“Tina, papa dengar kamu melakukan itu hanya karena cowok, ingat jangan pernah mendekati Quinsya lagi atau mencari cara untuk mendekati cowok itu, menyerah saja, papa akan mencarikan cowok yang lebih hebat dari cowok itu”.


“Tina gak butuh, yang tina mau itu Cuma saga! Sejak SMP Tina mengejarnya! Tapi hanya beberapa bulan berkenalan dengan gadis bodoh itu sagara langsung dia miliki!” umpat Tina kesal.


Papa tina menghela nafas panjang dan mengelus puncak kepala putrinya, “Kamu masih 16 tahun, yang kamu rasakan itu bukan cinta, tapi obsesi, papa yakin kamu bisa melupakan dia, setelah kamu menjauhinya” komentar papa tina setelah mendengarkan cerita tentang sagara.


“Papa salah! Tina tidak terobsesi! Tapi Tina sangat mencintai sagara! Tina bahkan bisa melakukan apa saja untuk sagara, bahkan mengorbankan diri sendiri bakal tina lakukan untuk mendapatkan dia” bentak Tina.


“Silahkan kamu lakukan apapun, tapi saat kamu bertindak mengganggu usaha papa lagi, saat itu papa akan kirim kamu ke panti asuhan, papa akan keluarkan kamu dari kartu keluarga, cari kemewahan untuk dirimu sendiri, karena papa tidak mau mengurus anak yang tidak mau mendengar kan papa” ancam papa tina.


“Jangan pa! iya Tina tidak akan mengganggu gadis bodoh itu lagi!” umpat tina.


...🍀🍀🍀🍀🍀...

__ADS_1


__ADS_2