
Setelah mendapat sedikit nasehat dari mami cessa, Elmira berusaha membuka dirinya untuk Aryan, dia berusaha mengakui dirinya bahwa sudah kembali merasakan bagaimana atuh cinta dan itu adalah jatuh cinta pada suami sahnya sendiri.
Walau jantungnya masih berddetak sangat kencang, tapi Elmira sudah bisa bernafas lega, setelah mengikuti ucapan mami cessa.
"Mas~ mas masih marah ya karena tadi pagi?" tanya Elmira cepat.
Aryan menggeleng cepat dan tersenyum malu malu menatap istrinya. "aku tidak tau siapa yang menasehatimu, atau karena adikku tadi, tapi aku senang karena merasa diperlukan olehmu" aku aryan jujur, dengan cepat dia meraih sendok yang ada ditangan Elmira dan menyandokkannya pada elmira secara perlahan.
Aryan memperhatikan wajah elmira yang sedang makan, ada sedikit saos menempel di bagian bawah bibir gadis itu, aryan hanya menatap bekas saos itu karena tidak mau tangannya yang bergeak secara spontan membuat elmira kembali mundur dan menjauh darinya.
"apa ada saos yang menempel pada wajahku?" Tanya Elmira penasaran karena panddangan Aryan padanya.
Aryan mengangguk pelan dengan senyum hangat yang masih terlampir di bibirnya.
"hmm, di dekat bawah bibir" ujar aryan.
Elmira mencoba menghapus jejak saos itu tapi tidak kena dan saat kena bukannya menghilang jejaknya makin melebar.
"mas bisa bantuin?" tanya Elmira sambil memajukan wajahnya pada Aryan.
Sekali lagi Aryan terkejut dengan ucapan elmira, tapi tidak mau Elmira mengatakan dua kali atau membatalkan ucapannya barusan, Aryan segera menghapus jejak saos yang ada di bibir Elmira.
.
Elmira sudah selesai makan dan gadis itu kini menatap suaminya yang sedang membereskan piring bekas makanannya tadi.
"mas udah makan?" tanya Elmira.
Aryan mengangguk dan kini duduk di dekat tempatnya tadi duduk, "udah sebelum kesini tadi" ujar Aryan. Pria itu menatap Elmira sedikit heran karena nampak sekali gadis itu merasa sedikit risih.
"kenapa?" tanya Aryan.
"Pengen mandi mas, udah dari kemarin el belum mandi, rasanya gerah banget" ujar Elmira.
Aryan segera tegak dari kursinya begitu mendengar ucapan yang dilontarkan oleh elmira.
__ADS_1
"mas mau kemana?" tanya Elmira cepat sebelum Aryan belum sempat melangkahkan selangkah kakipun dari tempat dia berdiri.
Aryan menatap elmira bingung, "tentu saja panggil suster buat bantu kamu mandi, kamu boleh mandi tapi kalau bisa jangan sampai bekas operasinya kena, makanya kamu perlu bantuan untuk mandi" jelas Aryan sebagai dokter.
"kenapa gak mas aja yang bantuin?" tanya Elmira sedikit takut, detak jantung gadis itu saat ini seperti pompa air. wajahnya kini sudah memerah sekali karena sangat malu, tapi berusaha dia beranikan.
"E-emang boleh?" tanya Aryan pelan. Bukan hanya Elmira yang berdetak cepat, Aryan juga begitu, bahkan dia sekarang merasa sedang bermimpi karena Elmira membolehkan dia memandikan dirinya.
Elmira menganggukkan kepalanya secara perlahan, "mas kan seorang dokter, jadi mas lebih tau kan bagaimana memandikan pasien sepertiku".
Aryan mengangguk pelan, "secara teori aku tau, tapi kalau yang sebenarnya aku belum pernah memandikan seorang wanita_"
"apa mas tidak bisa?" potong Elmira sebelum aryan sempat melanjutkan ucapannya.
"bu-bukan gak bisa, selain seorang pasien kamu adalah istriku, yang ingin aku jelaskan adalah ada perbedaan perasaan antara pasien dan seorang istri, bukan aku tidak bisa, aku bisa tapi aku takut kamu akan lari ketakutan ketika melihat sesuatu yang on, berdiri tegak" aku Aryan ada Elmira.
"On? Berdiri tegak?" beo elmira dengan wajah polos.
Aryan menganggukkan kepalanya sekali lagi kini dia menunjuk kearah bagian tubuh bawahnya, "ini yang aku maksud" ungkap Aryan secara jujur.
"Apa saat operasi diriku, itu bangun?" tanya Elmira penasaran.
kali ini Aryan menggelengkan kepalanya, "tidak, saat itu kamu adalah seorag pasien, aku tidak tertarik sama sekali dengan tubuh pasien yang aku tangani, aku hanya tertarik pada cara pengobatan pasien itu" ujar Aryan.
"kalau gitu anggap saja sedang memandikan pasien" ujar Elmira.
Aryan kembali menggelengkan kepalanya, "tidak bisa, pikiranku saat ini hanya memikirkan tentang persetujuan tentang malam pertama kita, karena kamu sudah mengizinkan aku untuk memandikanmu" aku Aryan sedikit takut.
"kalau gitu ya biar saja" ujar Elmira lagi.
"apa yang dibiarkan?" tanya Aryan bingung.
"biar saja bangun, tapi aku tidak bisa membantu karena keadaanku, apakah aku dosa?" tanya balik elmira.
"ti-tidak sih, kamu benaran sudah mengizinkan?" tanya Aryan dengan wajah bengong, masih tidak percaya dengan keputusan istrinya.
__ADS_1
Gantian kini Elmira yang menganggukkan kepalanya, "beneran aku tidak dosa kan, tidak membantu suami yang sedang menginginkan hubungan suami istri di atas ranjang?" tanya Elmira sekali lagi.
"I-iya benaran, kamu benaran mengizinkan aku memandikanmu sayang?" tanya Aryan sekali lagi karena masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan Elmira.
"Iya benaran" ucap elmira dengan penuh ketegasan.
"untuk malam pertama kita?" tanya Aryan sedikit takut.
"bisakah kita melakukan malam pertama saat ku sudah sembuh dari masa bekas operasi? Karena aku takut jahitannya terbuka, memang mas adalah seorang dokter, tapi aku masih takut menggerakkan tubuh karena bekas operasi ini, bukankah aku tidak boleh banyak bergerak?" ujar Elmira secara lancar dan jelas, hingga membuat Aryan menganggukkan kepalanya cepat dan bersorak gembira hingga hampir memeluk Elmira secara tidak sada namun dia langsung menghentikan gerakannya karena takut Elmira akan lari darinya.
Menurut aryan Elmira itu seperti kucing, etika di dekati secara langsung dia akan langsung mengeluarkan taringnya atau melarikan diri, tapi jika di dekati secara perlahan dia akan menjadi jinak.
"kalau gitu aku akan menyiapkan perlengkapan mandimu, dan bajumu, kamu mau cuci rambut yang?" tanya Aryan semangat dan sudah berlarian ke lemari dan kamar mandi dengan wajah ceria, tampak sekali pria itu sangat bahagia.
Elmira teersenyum saat melihat wajah bahagia Aryan. 'Mami cessa benar, aku hanya perlu mengakui kalau aku sudah jatukh cinta pada dokter tampan itu' batin Elmira.
"Sayang! Air hangatnya udah siap, kamu mau cuci rambut juga?" tanya Aryan bersemangat.
Elmira menganggukkan kepalanya dan merentangkan tangan meminta di gendong menuju kamar mandi.
tentu saja dengan senang hati Aryan menggendong dan membawa Elmira menuju kamar mandi.
Di dalam kamar mandi tangan Aryan bergetar untuk membuka satu persatu kancing baju rumah sakit yang Elmira kenakan, Elmira mengulum senyumnya melihat aryan yang berusaha menahan nafasnya agar tidak membuat dirinya takut.
Bahkan Aryan dengan perlahan membuka celana yang Elmira kenakan.
Dapat elmira lihat jakun Aryan naik turun menatap dirinya yang hanya mengenakan dalaman dan dada yang dibungkus perban.
"Apa ikatan di dada terlalu ketat yang?" tanya Aryan.
"gak apa, jadi kapan aku mandinya, jika hanya di lihatin gitu?" tanya Elmira.
"Iya sayang, maaf kamu terlalu indah" ucap aryan jujur.
Dia mulai memandikan Elmira seperti teori yang dia tau.
__ADS_1
...🌹🌹🌹🌹🌹...