
Bella sempat terdiam setelah mendengar penjelasan mommy queen, dia menatap darel lalu menatap mommy queen.
“Bukankah kalian keterlaluan, bagaimana bisa kalian menganggap darel hanya sebagai pengganti, bagaimana jika putra kalian sudah besar dan posisi itu diberikan pada putra kalian, lalu kalian akan membuang darel?” ucap bella sedikit membentak.
“Saat posisi sudah diberikan, darel dan farel hanya bisa menjadi kaki tangan putra tante, darel sudah menandatangani surat untuk tidak akan merebut kekayaan keluarga bagaskara” ujar mommy queen. Semua kata kata yang dia ucapkan sebenarnya hanya kebohongan yang di minta oleh darel.
Darel dapat melihat raut kesedihan dari mata queen, saat meminta mommy queen untuk mengatakan itu mommy queen benar benar tidak mau, dia tidak mau mengucapkan kata kata yang bisa menyakiti perasaan darel, sebesar itu rasa sayang queen pada darel dan farel.
‘Bagaimana bisa aku mengatakan jika sebenarnya aku menyukai amira, aku tidak sanggup melihat wajah sedihmu mommy’ batin Darel.
Bella menatap darel, “kamu bersedia diperlakukan seperti budak oleh keluarga ini?” pekik bella tidak terima.
Darel mengangguk, “mereka sudah membesarkan ku bahkan sebelum aku belum bisa berbicara, aku bersedia melakukan apapun yang mereka inginkan” ujar darel.
Mommy queen kembali menggenggam tangan bella, “Terima kasih sudah marah untuk darel, sekarang mommy yakin jika mommy bisa melepaskan darel untukmu, kamu bersedia kan untuk tetap bersama darel apapun yang terjadi padanya”.
Bella sempat terdiam sebentar lalu mengangguk pelan, “ya mom”.
.
“bel, bella!” panggil darel saat gadis itu sejak tadi diam selama perjalanan menuju kos kosan milik bella.
“hah? Apa?” seru bella.
“Sedang melamun apa? Maaf aku harus memberi tau semua kenyataan padamu, aku takut kamu lari dariku setelah tau aku bukanlah anak kandung dari keluarga itu, karena sekali kita menikah aku tidak akan pernah melepaskan mu, aku ini egois menyangkut milikku” ujar darel.
__ADS_1
Bella kembali terdiam sesaat, “kenapa kamu tidak mau meminta sedikit bagianmu dari mereka? Mereka adalah keluarga kaya raya, pasti mereka mau memberikan sedikit bagiannya untuk mu” ujar bella pelan.
“untuk apa? Bagiku uang bukanlah segalanya, apartemen milikku itu juga bukan milikku, suatu hari aku akan mengembalikannya pada keluarga itu, aku bercita cita tinggal di rumah sederhana dengan istriku, dan aku sudah membayangkannya denganmu” kata darel dengan mata penuh kejujuran, karena memang yang dia katakan berasal dari hatinya.
“darel! Sekarang mana ada bisa bahagia hidup sederhana! Mereka keluarga kaya raya tidak mungkin mereka menolak permintaanmu” pekik bella kesal.
“apa kau marah karena aku bukanlah orang kaya yang sesungguhnya?” selidik darel.
“ya! Aku marah! Kita tidak bisa hidup sederhana, kita perlu uang untuk setiap Langkah kita, sekarang kamu bilang untuk apa? Kamu mau diperlakukan sebagai budak oleh keluarga itu?!” amuk bella, sepertinya gadis itu sudah tidak bisa menahan dirinya lagi.
“Aku sudah bersyukur mereka membesarkan ku, tanpa mereka mungkin aku tidak ada di sini aku bahkan belum bisa melindungi diriku sendiri saat mereka mengangkat ku sebagai anak mereka, dan kamu marah karena aku bersedia menjadi budak mereka? Aku bahkan bersedia membunuh orang yang ingin menghancurkan keluarga bagaskara” kata darel dengan tegas.
“maaf darel, aku cuma tidak terima dengan ketidakadilan yang kamu dapatkan” ujar bella sedikit ketakutan.
Darel kini merubah mimic wajahnya menjadi tersenyum, “iya, itu tandanya kamu sangat mencintaiku, dan ketika kita menikah aku tidak akan pernah melepaskan mu, aku punya jiwa sedikit psikopat” ancam darel di akhir kalimatnya.
Tidak terasa 2 bulan berlalu begitu saja, hubungan sagara dan ayahnya mulai membaik dengan terbongkarnya kebohongan riri tentang anak yang dia lahir kan, sampai sekarang wanita itu masih dicari keberadaannya, sagara memang tidak meminta bantuan papi rafa dalam mencari keberadaan tantenya, karena menurut sagara sudah cukup meminta bantuan papi rafa, cukup hubungannya dengan sang ayah sudah bisa berjalan normal.
Sesekali mereka berdua makan sambil berbincang tentang apa saja, paling sering adalah gadis yang sedang Sagara taksir, dia sudah mengakui pada sang ayah bahwa dia menyukai Quinsya, tapi masih belum mengakui perasaanya pada quinsya, karena sagara butuh waktu untuk itu.
Ayah Aditya juga sering bercerita tentang hidupnya dulu hingga datang pasangan yang mau menjadi donatur baginya, sagara memang belum pernah melihat atau dikenalkan langsung dengan orang yang pernah menyelamatkan ayahnya dari panti asuhan, karena keluarga itu menetap di Malaysia sejak sagara hadir.
.
Sagara menghembuskan nafasnya sedikit berat begitu sampai di Gedung pesta ulang tahun putra putri dari keluarga tiandra. Pesta yang cukup meriah, tidak kalah dengan pesta Amira dan almeer beberapa bulan yang lalu.
__ADS_1
“Muse!” teriak Quinsya memanggil sagara yang baru saja memasuki gedung pesta itu.
Keluarga Quinsya yang melihat itu hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah Quinsya yang berlari seperti anak kucing.
Sagara sedikit salah tingkah begitu melihat tatapan papi rafa yang menyeramkan tidak jauh di belakang Quinsya. Bagi sagara papi rafa seperti seorang penolong dan pahlawan yang diberikan Quinsya untuknya.
“Your soo pretty” puji sagara begitu Quinsya sudah sampai dihadapannya.
“Jangan menggodaku muse! Nanti caca jadi besar kepala” kekeh Quinsya.
“Aku jujur dengan ucapanku” ulang sagara, dia mengelus pelan pipi Quinsya lalu dengan cepat melepaskan tangannya karena merasakan sinyal berbahaya yang ada disekitarnya.
Sekarang sagara berada dalam wilayah keluarga Tiandra dan keluarga bagaskara, dia tidak bisa dengan mudah mencubit, mengelus atau merangkul Quinsya.
.
Suasana di balkon saat ini sangat kosong, sagara dan Quinsya berhasil mendapatkan kesempatan untuk berduaan saja di balkon. Malam itu membuat suasana sagara dan quinsya tambah romantic.
“Jadi apa yang muse mau katakan?” tanya Quinsya penasaran.
Sagara mendekati Quinsya hingga jarak mereka hanya tersisa sedikit, Pria yang tidak pernah berpikir tentang cinta dan bagaimana cara mencintai kini telah sadar akan perasaannya pada gadis manis pengganggu dalam hidupnya.
Sagara merasa senang karena dia masih belum terlambat untuk mengakuinya, mala mini pria itu bertekad akan mengakui semua perasaannya pada Quinsya, memang belum resmi, dia tau papi rafa tidak akan membolehkan dia pacaran dengan Quinsya namun setidaknya pria itu ingin mengakui perasaannya pada Quinsya, bukan hanya sekedar nyaman lagi, tapi sagara sudah ketergantungan pada quinsya seperti kecanduan.
“Happy birthday Quinsya” sagara menyodorkan kotak kado pada Quinsya, “aku tau ini tidak terlalu mahal dan bagus, tapi aku berusaha membuatnya sendiri” lanjut sagara.
__ADS_1
Quinsya mengambil kotak kado itu dan langsung membukanya, tanpa menunggu persetujuan dari sagara, senyuman manis langsung muncul dari bibir mungil gadis itu, “terima kasih, aku akan menggunakan ini” ucap Quinsya, mata nya menatap peralatan melukis yang dibuat khusus oleh sagara untuk dirinya, bagi quinsya tidak perlu hadiah yang mewah, cukup ketulusan dalam membuat sesuatu untuknya sudah sangat cukup.
...🥀🥀🥀🥀🥀...