
“yang kita pulang ke hotel dulu yuk, istirahat” ajak sagara, setelah diberi nasehat oleh mami cessa, sagara memaksa dirinya sendiri untuk makan dan membujuk Quinsya juga makan.
Mami cessa dan azmi lebih dulu pulang karena sagara tidak mau mertuanya itu ikut dengannya menunggu di Lorong tunggu keluarga pasien.
Hanya tinggal mereka berdua, sagara yang melihat istrinya kelelahan segera mengajaknya untuk pergi.
“Tapi papi belum selesai operasi” ujar Quinsya.
Sagara tersenyum dan memberikan usapan pelan pada pipi Quinsya, “Gak apa, aku yakin operasinya berhasil, hanya sebentar aku sangat Lelah, ingin berbaring istirahat” bohong sagara, dia tidak ingin istrinya kelelahan.
“Tapi_” ucapan Quinsya terhenti karena Aryan yang datang dan duduk disebelah Quinsya.
“Thanks udah datang bro” ucap sagara. Tadi dia meminta tolong pada Aryan untuk menggantikannya menunggu kabar tentang operasi, belajar dari ucapan mami cessa, sagara sadar istrinya juga perlu istirahat dan dia juga butuh bantuan, dengan memberanikan diri dia meminta tolong pada Aryan, tentu saja pria itu mau membantu adik ipar yang sedang kesusahan.
“Iya sana kalian pulang dulu” usir Aryan.
“ayo yang, bang ar udah gantikan kita” ajak sagara sekali lagi.
“Tapi abang sendirian gak apa?” tanya Quinsya.
Tanpa bicara Aryan mengangkat buku kedokteran yang dia bawa dari dalam tasnya dan menunjukkan pada Quinsya, “ganti tempat membaca tidak masalah” ucap Aryan singkat.
“ya udah, caca sama muse pergi, abang mau nitip sesuatu gak nanti pas kami balik kesini?”
Kepala Aryan menggeleng dan matanya sudah fokus pada buku bacaan.
“kami pergi bang, assalamualaikum” pamit sagara dan Quinsya.
“waalaikum salam” jawab Aryan tapi masih fokus pada bacaannya.
...🍀🍀🍀🍀🍀...
__ADS_1
Operasi ayah Aditya dinyatakan berhasil dan sekarang tinggal menunggu ayah Aditya sadar dari obat bius nya.
Semua keluarga menunggu di ruang sebelah karena takut mengganggu Aditya yang masih dalam penanganan dokter.
Tidak banyak yang hadir memang, karena para anak muda pada melakukan aktivitasnya sendiri dan hanya beberapa orang tua yang hadir di sana.
“Jadi gimana sidang tadi Fajri?” tanya opa harry.
Kebetulan jadwal sidang dilangsungkan bersamaan dengan jadwal operasi ayah Aditya, entah memang direncanakan pihak tersangka atau tidak tapi sidang tetap dilakukan dihari yang sama, jadi yang datang dalam sidang itu adalah fajri sebagai pengacara dan xelo asisten dari papi rafa yang selalu membantu apapun yang ingin dilakukan oleh papi rafa.
Sekarang fajri dan Xelo sedang memberikan hasil sidang yang terjadi, karena masalah operasi Aditya sudah berjalan lancar hanya tinggal masalah persidangan saja.
“Persidangan sedikit alot opa, karena pihak tersangka mengatakan kita hanya memberikan bukti palsu, tapi tenang aja, fajri sudah mempersiapkan semuanya” jelas fajri berusaha membuat kekhawatiran mereka semua hilang.
“Bagaimana saksi yang kita punya om?” tanya sagara.
“Saksi dokter dan perawat yang pernah bekerja dengan mereka sudah om amankan, memang sempat pihak tersangka mencarinya tapi berkat bantuan papi rafa mereka sudah di amankan” jelas fajri secara singkat.
“Om apa dokter itu mau mengatakan kebenarannya, karena jika dia melakukan itu, izin dia sebagai dokter bukannya akan ditarik” ujar sagara.
Sagara tidak percaya karena papi rafa sangat banyak membantu dirinya bahkan sampai bisa menguak tentang kematian bunda airi yang sama sekali tidak dia ketahui dan menguak tentang kakek kandungnya, walau sagara merasa tidak pantas mendapatkan itu semua, tapi pria itu berjanji akan membahagiakan Quinsya untuk bisa membalas semua kebaikan rafa, sagara juga berjanji akan lebih cepat tanggap terhadap Quinsya, sejak diberi nasehat oleh mami cessa pria itu mulai berubah menjadi lebih baik dan lebih mirip kearah papi rafa.
“Bagus lah semakin cepat selesai maka semakin bagus, jangan sampai orang orang itu tidak mendapat hukuman” kata opa harry.
“Baik opa” angguk Fajri.
...🌺🌺🌺🌺🌺...
Seperti ucapan papi rafa, Azmi memutuskan untuk memberanikan diri melamar Hana, walau pria itu sedikit takut ditolak tapi berkat dorongan dari semuanya azmi akhirnya mau maju juga.
Kedua orang tua Flora dan Hana sedikit bingung dengan kedatangan keluarga Quinsya ke rumah mereka, Flora memang tidak diminta untuk memberitahu masalah kedatangan papi rafa dan mami cessa ke sana, Flora hanya diminta menyampaikan pesan ingin bertemu dnegan kedua orang tua flora beserta hana.
__ADS_1
“Ada apa kedatangan bapak kesini?” tanya papa Abi, papanya flora.
Ditempat duduknya Azmi tampak cemas sambil menatap Hana sesekali, sementara hana hanya kebingungan dengan kedatangan keluarga itu.
“Sebenarnya kami datang kesini ingin melamar putri pak abi untuk menjadi menantu keluarga Tiandra” ujar papi Rafa.
Hana yang ada di sana langsung tersedak dan terbatuk batuk sementara Flora, darel, Quinsya dan sagara mengulum senyum mereka.
“Tunggu sebentar pak rafa, maksud anda ingin melamar putri saya hana?” seru papa abi tidak percaya.
Rafa mengangguk dan menyenggol lengan Azmi agar putranya itu memiliki keberanian untuk berbicara.
Azmi mengambil nafas panjang bersiap siap untuk bicara, tapi keduluan oleh Quinsya.
“abang suka denganmu hana_” mulut Quinsya langsung dibekap oleh Sagara.
“Maaf silahkan lanjutkan” ucap sagara, pria itu lupa bahwa alien disebelahnya bisa saja mengacaukan lamaran abangnya.
Hana yang mendengar ucapan Quinsya melotot kaget, karena pasalnya selama ini dia berpikir Azmi tidak memiliki perasaan padanya, dia memang masih menyukai azmi tapi gadis itu tidak mau mengejar ngejar orang yang jelas jelas menunjukkan ketidaksukaannya sejak awal.
Sementara Quinsya sudah mewek karena sagara langsung membekap mulutnya.
“Jangan ganggu abang sayang, maaf ya” bisik sagara dengan suara pelan, hanya Quinsya yang dapat mendengar itu.
Azmi kembali mengambil nafas panjang bersiap siap untuk bicara. “Saya Azmi Alfarrizi Tiandra ingin melamar Putri bapak Hana untuk menjadi istri saya, saya mohon tolong terima lamaran saya karena saya sangat mencintai putri pak abi” ucap azmi dalam satu tarikan nafas, tangan pria itu sudah mengeluarkan keringat dingin sangking gugup dan cemas.
“Lo pasti bercanda! Tiap hari lo suka gangguin gue mana mungkin lo suka sama gue” ujar Hana tiba tiba.
Azmi menatap mata hana lebih lekat, “Gue gangguin lo agar bisa berkomunikasi dengan lo, karena sejak awal pertemuan kita tidak bagus dan gue udah buat kesalahan fatal dengan pertemuan kita, cara satu satunya untuk mendekati lo hanya dengan mengganggu lo dan mengejek lo tiap hari” ungkap azmi.
...🍁🍁🍁🍁🍁...
__ADS_1
maaf untuk chapter nya tidak banyak upload, soalnya tangan kanan author terkilir dan susah buat ngetik, dan agak lama. jadi mohon maaf ya semuanya
Terima kasih