
Memasuki bulan ke lima Quinsya memiliki keinginan sedikit aneh dia ingin mengadakan acara resepsi pernikahannya, dengan menggunakan gaun pengantin khusus untuk ibu hamil. Atas permintaannya itu satu keluarga dibuat heboh, untung saja Para saudara kembar Quinsya sedang liburan semester jadi tidak perlu mengambil cuti kuliah.
“Mas~ caca terlihat jelek banget ya” lirih Quinsya sambil menatap dirinya di cermin, padahal saat ini Quinsya terlihat sangat cantik dan menggemaskan karena badannya yang sedikit berisi, sedangkan perutnya yang gendut tertutupi dengan gaun mengembang yang dia kenakan.
Sagara memeluk Quinsya dari belakan dan mencium tengkuk istrinya, “kalau bisa aku buka dress ini, akan aku buka sekarang, kamu sangat sexy sayang” bisik sagara seduktif.
Untung saja saat ini tidak ada siapapun dalam ruangan pasutri itu, Sagara memang sengaja menyuruh semua orang keluar karena dia ingin berduaan dengan sang istri.
“Ihhh mas gombal lagi! Mana ada gendut gini sexy” gerutu Quinsya, suaminya itu memang semenjak menikah sering melontarkan kata kata manis untuk Quinsya.
Sagara tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya pada Quinsya, “Mas udah gak tahan lagi sayang, kita lakukan sekarang ya” bisik sagara.
Mata Quinsya melotot mendengar ucapan sagara, “lakuin apaan gak ada!” protes Quinsya, ibu hamil itu langsung menjauh dari sagara, membuat suaminya itu tertawa lepas.
“tadi katanya gombal, mas benaran gak tahan lagi liat kamu yang sangat sexy sayangku” ujar sagara di sela tawanya.
“Mas~ ihhh nyebelin!” gerutu Quinsya sambil menutup wajahnya dengan tangan. Dalam hati Quinsya bergembira dan merasa sangat senang, walau dia gendut atau jelek sekalipun suaminya selalu mencintai dirinya. Quinsya melepas tangan yang menutup wajahnya dan menatap sagara lalu mencium pipi pria itu.
“Muse~ I love you soo much” bisik Quinsya sambil memeluk erat sagara.
Sagara membalas pelukan itu, “justru aku yang harus mengucapkan I love you soo much Queen”
“Hmmm” kepala Quinsya menggeleng dan menatap sagara dengan lekat, “caca 100 kali cintanya sama muse” lanjut gadis itu.
“Aku yang cinta 1000 kali padamu Queen” balas sagara.
“kalau gitu caca 10.000 kali cinta sama muse”
“Hmmm, aku sagara mencintai Quinsya seumur aku hidup dan tidak akan pernah hilang rasa cintaku padamu Queen”.
“Muse curang” gerutu Quinsya.
“Memang” sagara memegang pipi Quinsya dan mendekatkan wajahnya pada wajah Quinsya, “cintaku padamu tidak ada yang bisa menandingi, karena aku mencintaimu lebih dari kamu mencintaiku”setelah berkata begitu sagara mencium bibir Quinsya.
__ADS_1
...🌷🌷🌷🌷🌷...
“kamu capek sayang?” tanya sagara pada Quinsya yang duduk disebelahnya sejak tadi para tamu tidka berhenti menyalami mereka berdua, untung saja Quinsya duduk di kursi jadi tidak masalah berlama lama berada di atas pelaminan.
Quinsya menggeleng pelan, “tidak capek cuma ini twins kelaparan” Quinsya memegang perutnya yang mulai terasa lapar.
“baiklah sebentar mas carikan makanan, mau makan apa?” sagara segera tegak dari duduknya, menunggu pesanan yang akan di minta oleh Quinsya.
“Mas, sini bentar” permintaan Quinsya membuat sagara kembali duduk disebelahnya.
Begitu sagara duduk, Quinsya segera mendekatkan wajahnya pada telinga Sagara.
“Pengennya abang ar dan abang az yang suapi caca makan” bisik quinsya.
Sagara menahan tawanya, tidak habis pikir permintaan istrinya selalu di luar nalar sagara, “yakin gak mau mas yang suapi?”
Kepala Quinsya menggeleng, “gak mau, mas udah sering suapi jadi udah bosan” ungkap quinsya.
Tawa sagara semakin kencang akibat ucapan Quinsya, dia mengangguk dan mengelus puncak kepala quinsya dengan lembut,”akan dilaksanakan tuan putri” ujar sagara seperti seorang dayang.
.
“dek manja banget sih makannya minta suapin abang, istri abang aja selalu nolak buat abang suapin” ujar azmi dengan suara kuat, sengaja agar hana yang duduk di dekat sana mendengar suara Azmi.
“Bukan gak mau, tapi malu bang, coba aja sesekali abang suapi tanpa bertanya mau atau tidak” sindir Quinsya sambil tersenyum penuh kemenangan. “ngomong ngomong abang udah lepas perjaka?” celetuk Quinsya tiba tiba.
‘Huk huk huk’ Azmi langsung terbatuk batuk memandang kiri dan kanan berusaha mengalihkan topik pembicaraan. Tidak hanya azmi Hana juga terbatuk batuk mendengar pembicaraan adik dan abang itu.
“belum ya~” goda Quinsya.
“enak aja udah dek! Tapi masak bicarain itu di sini? Ada yang masih perjaka dek, kasian belum pernah ngerasaain” sanggah azmi cepat.
Kini Quinsya dan azmi kompak menatap Aryan yang memegang piring berisi buah dan segelas air minum.
__ADS_1
“Kenapa ngeliatin gue gitu?” tanya Aryan tidak terima.
“bang adek mau tanya, abang gak ada keinginan buat cocok tanam jamur? Apa sebagai dokter ada obat untuk menahan diri buat cocok tanam jamur?” tanya Quinsya dengan polosnya. Sagara dan beberapa kerabat yang ada di sana langsung tertawa keras mendengar pertanyaan Quinsya.
“Pertanyaanmu dek, abang calon dokter bukan calon petani” elak Aryan.
“dek kayaknya gak mempan pakai kata kiasan, langsung aja to the point dek” perintah Azmi.
“Baik” angguk Quinsya, kini dia kembali menatap Aryan, “Abang gak ada mimpi basah pengen s** liat cewe cewe bule di sana?” kalau begini saja azmi dan Quinsya bisa kompak untuk membully Aryan.
“ayo bang jawab pertanyaan adek” tambah papi Rafa yang ada di dekat sana juga.
Aryan yang tadinya mau mengelak hanya bisa pasrah melihat semua mata kini menatapnya, “Biasa aja belum ada keinginan buat melakukan itu” jawab Aryan datar.
“Lo normal kan bro?? jangan bilang lo melenceng karena sudah terpengaruh budaya luar” ujar Sagara bergidik ngeri.
“100 persen normal, alat gue masih berfungsi dengan baik” jawab Aryan datar, dia sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan sagara. “berhenti bully gue, ada yang lebih tua dari gue tapi belum laku juga” kini Aryan mengganti target menjadi Farel yang ada di sana.
“Abang udah punya cewek, jadi tinggal menunggu 2 tahun lagi” ujar farel sambil mengangkat tangan gadis manis di sebelahnya.
“Kok dua tahun bang?” tanya amira.
“Soalnya kalian pada nikah tahun ini kasian tamu kehabisan uang buat sawer, jadi nunggu uang para tamu kembali terkumpul baru rayakan pesta pernikahan abang” kekeh Farel. “balik lagi ke topik awal, kok Aryan gak tertarik sama bule bule yang sexy di sana?” ledek farel.
“sedang menunggu seseorang yang selama ini Aryan cari cari, dan stop membahas Aryan, ar masih normal!” akhirnya pria dingin itu bisa mengamuk juga.
“Gimana orangnya bang, biar papi bantu carikan” seru rafa.
“Please papi! Tolong jangan bully Aryan terus!” keluh Aryan yang sudah tidak sanggup buat menahan diri lagi.
Semuanya tertawa melihat wajah Aryan yang sudah memerah karena malu. Biasa satu keluarga kalau kumpul pembahasannya bisa absurd dan kadang berbobot.
...🌹END🌹...
__ADS_1
Jangan terlalu kecewa kenapa udah END aja, tunggu saja bonus chapter yang akan author rilis, karena masalah utama udah pada kelar makanya author tamatkan, cerita lainnya itu adalah selingan saja jadi author masukkan ke dalam bonus chapter.
Terima kasih sudah membaca novel ini sampai akhir