
Sepertinya hari ini adalah keberuntungan Fani dan Dwi, mereka berhasil mengambil video Quinsya yang sedang tertidur di dalam kelas saat jam pelajaran matematika.
Kedua gadis itu cekikikan pelan sambil terus mengangkat ponselnya untuk merekam kegiatan Quinsya yang tidur sambil menghadapkan mukanya pada Sagara jadi wajahnya tidak Nampak pada ponsel milik Dwi, memang sedikit kesal karena tidak bisa melihat wajahnya tapi dengan melihat sekilas saja orang sudah bisa menebak siapa itu, dari bentuk rambut dan tas yang dikenakan Oleh Quinsya.
Aksi kedua orang itu ternyata di lihat oleh Azmi pria itu sudah mengeluarkan laptop kecilnya dari dalam tas dan bersiap untuk apa yang akan terjadi selanjutnya.
Dwi tersenyum senang karena berhasil mendapat rekaman memalukan dari Quinsya. Dia sudah meng upload video itu pada media sosialnya, “Fan like kan biar banyak yang tau” bisik Dwi pada fani.
“Bentar” Fani mengeluarkan ponselnya dan membuka media sosialnya dengan diam diam, tapi keningnya mengernyit bingung begitu melihat story Dwi, tidak ada video apapun yang Dwi Upload. “Lo udah upload Wi?” tanya Fani bingung.
“Udah kok” dwi kembali melihat postingannya keningnya juga berkerut sama karena postingan itu sudah terhapus begitu saja. “Bentar” dwi kembali mengulangi memposting ulang apa yang barusan dia lakukan dan benar-benar memastikan bahwa postingan itu tidak terhapus. “coba liat lagi Fan?” perintah dwi pada fani.
Fani mencari postingan yang ada, bibir gadis itu membentuk sebuah senyuman karena berhasil melihat postingan itu tapi beberapa detik kemudian saat dia mau memutar videonya kembali hilang dan terhapus, “wi kenapa lo hapus lagi?” tanya fani dengan suara pelan.
“hapus? Gue gak ada hapus kok” ujar dwi dengan yakin.
“lo hapus wi, coba liat lagi” perintah Fani.
Dwi mengikuti perintah fani, gadis itu kembali bingung dengan apa yang terjadi karena postingannya kembali hilang, “ponsel gue kenapa sih” gumam dwi kebingungan. Saat Dwi mau mengulangi postingan itu lagi, tapi videonya sudah hilang, simpanannya video itu hilang, tangan gadis itu berusaha mencari simpanan videonya tapi tidak juga ketemu, “Fan, video nya hilang” ujar Dwi dengan suara pelan.
“hilang gimana?” Fani menarik ponsel milik dwi dan membantu mencari video yang baru saja mereka simpan, “ponsel lo kenapa sih wi, kok bisa hilang?” kesal Fani sambil menatap Dwi sinis.
Video itu benar-benar hilang dan gak ada jejak sedikitpun, postingannya juga hilang.
‘drrttt’
‘drrttt’
Kedua gadis itu melihat ponsel mereka masing masing karena ada pesan yang baru masuk ke dalam ponsel mereka.
‘Jangan mengganggu Quinsya, atau kalian akan mendapat balasan yang lebih kejam’ isi pesan yang berasal dari hackknight2.
Kening kedua gadis itu mengernyit bingung ditambah ketakutan karena pesan yang baru mereka terima, Fani yang lebih dulu memberanikan diri untuk membalas pesan yang dikirimkan oleh si pengirim misterius.
‘Lo siapa? Gue gak takut, coba aja lakuin apapun itu yang lo ancam, gak ada yang bisa buat gue takut di dunia ini’ ancam balik Fani.
Dia berusaha menelpon si pengirim pesan tapi tidak bisa terhubung.
‘drrttt’
‘Oke’ hanya pesan itu yang Fani terima.
__ADS_1
Fani tersenyum sinis karena merasa berhasil mengancam balik si pengirim misterius tapi senyum itu sirna karena ponselnya tiba-tiba melakukan reset sendiri dan memulai ulang seperti baru pertama kali beli, seperti melakukan reset ulang pada ponselnya, dari data video foto aplikasi hingga apa saja yang ada hilang tidak bersisa dan tidak ada jejaknya.
“Ponsel lo kenapa Fan?” tanya Dwi panik.
Fani tidak dapat berkata apapun lagi, karena gadis itu sedang syok dengan keadaan ponselnya yang bergerak sendiri dan mulai memproses ulang seperti baru beli.
“Fan, fani?” panggil dwi sambil mengguncang bahu gadis itu.
“AKHHHHHKKK!” teriak fani akhirnya dan membuat semua orang kini menatap fani kebingungan.
“fani ada apa?” tanya guru yang sedang mengajar.
“Hiks hiks” fani mulai terisak membanting ponsel yang ada di tangannya karena bukan hanya di ponsel sampai data di dropbox hingga data di emai miliknya juga hilang tanpa jejak saat gadis itu mencoba membuka simpanan online nya. Semua video dan foto kenangannya hilang tidak berjejak.
‘Drrrrtt’ 1 pesan masuk kedalam ponsel Fani.
‘Sesuai permintaan’ pesan dari hackknight2.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Azmi terkikik geli saat melihat Fani sudah seperti orang stress berteriak dan menangis membuat guru didepan kelas serta teman temannya kebingungan, bukan hanya itu, fani juga menjadi bahan postingan bagi teman-teman sekelas mereka, ada beberapa yang mengambil video fani yang sedang mengamuk dan memposting dengan judul ‘kesurupan di kelas’.
“apa yang lo lakuin?” tanya Aryan dengan suara pelan pada Azmi.
Azmi menutup mulutnya menahan untuk tertawa melihat beberapa postingan yang sudah di like dan di komentar oleh orang orang tentang fani yang mengamuk.
.
“dia kenapa?” gumam Quinsya kebingungan. gadis itu terbangun dari tidurnya karena keributan yang di buat fani.
“kesurupan! Pak itu pasti kesurupan” teriak salah satu siswa pada guru yang mengajar.
“Baca ayat kursi semuanya!” teriak siswa lainnya.
Dengan polosnya Quinsya ikutan teman-temannya membaca ayat kursi bersama teman-temannya.
...☘️☘️☘️☘️☘️☘️...
“Wi, sebenarnya ada apa sih? Sampai fani seperti tadi?” tanya teman-teman kelas mereka, saat pulang sekolah sudah tiba, Fani lebih dulu pulang, gadis itu berakhir berpura-pura kesurupan agar tidak malu karena sudah berteriak dan menangis di kelas, setelah itu dia di antar pulang oleh guru sekolah.
“Ahhh gak tau” elak Dwi.
__ADS_1
‘drrrttt’ diam diam dwi membaca pesan yang baru masuk ke dalam ponsel miliknya.
‘jangan mencoba memposting apapun tentang Quinsya, karena aku akan menghapus semua memori yang ada di ponselmu, seperti milik temanmu’ isi pesan yang berasal dari hackknight2.
Dwi emosi membaca pesan itu dia mencoba menelpon si pengirim pesan tapi tidak terhubung. Dia kini tegak dan mendekati Quinsya, semua yang Dwi lakukan di lihat oleh teman-temannya.
“Ini kerjaan elo kan?” Amuk Dwi pada Quinsya sambil memperlihatkan pesan dari hackknight2.
Quinsya membaca pesan itu dan menatap Dwi dengan bingung, “kerjaan apaan?” tanya Quinsya polos.
“Ngaku aja lo! Elo yang kirim pesan ini dan menghapus momori yang ada di ponsel gue dan fani!” bentak Dwi.
“hmmm? Kok bisa?” tanya Quinsya lagi kebingungan, Quinsya sebenarnya tau siapa pengirimnya karena melihat id si pengirim, tapi gadis itu tidak tau dan tidak mengerti cara abangnya melakukan hacker, dia malah takjub karena mendengar kehebatan abangnya yang bisa menghapus memori di hp orang lain tanpa menyentuh. “bang gimana caranya?” Quinsya berbalik pada abangnya Azmi untuk bertanya pada pria itu.
Azmi tidak menjawab dia hanya mengedikkan bahu.
“hei! Gue bicara sama lo! Balikin semua memori Fani yang udah lo hapus!” bentak Dwi sambil mendorong bahu Quinsya dengan kuat hingga membuat gadis itu terdorong kebelakang, untung ada Sagara yang menahan badan Quinsya hingga dia gagal terjatuh dari kursinya.
Azmi dan Aryan langsung maju dan tegak didepan Dwi.
“Jangan menuduh tanpa bukti, berikan bukti baru menuduh dan nyakiti adik gue!” Azmi memberi peringatan pada Dwi dengan wajah marahnya.
“Ada bukti? Atau mau gue laporin ke polisi atas pencemaran nama baik?” ancam Aryan.
...🌵🌵🌵🌵🌵...
bonus pict
Fani
Dwi
Rina
Tina
__ADS_1