My StuPid Girl

My StuPid Girl
30. Sagara & Quinsya VS putra


__ADS_3

Sagara diam diam menarik Quinsya menuju balkon yang ada di ruang pesta itu. Kebetulan saat itu Putra sedang sibuk berbincang dengan azmi dan ameer.


“Kenapa kita kesini?” tanya Quinsya kebingungan.


Sagara berhadapan dengan Quinsya dan mengeluarkan kotak kecil dari dalam sakunya. “Happy Birthday Queen” ucap sagara sekali lagi sambil membuka kotak yang dia keluarkan.


Quinsya terdiam melihat kalung berbentuk mahkota dihiasi dengan permata putih dan tengahnya ada berlian berwarna pink, “A-apa ini?”


“Hadiah untukmu” ujar Sagara.


Quinsya mengangkat kepalanya dari menatap kalung kini menatap mata Sagara, “Bukannya tadi udah? Bunga dan hadiah untukku?” kata Quinsya menunjuk ke arah belakang dimana tadi dia meletakkan bunga dan hadiah dari Sagara.


“Ini special buat patnerku” Sagara mulai mengeluarkan kalung itu dari dalam kotaknya, “apa kamu tidak menyukainya?” sambung sagara.


Quinsya cepat cepat menggelengkan kepalanya, “mana mungkin, ini indah sekali, aku menyukainya, bisa pasangkan untukku” Quinsya cepat cepat berbalik dan memegang rambutnya ke atas agar tidak mengganggu Sagara yang akan memakaikan kalung pada dirinya.


“dengan senang hati Queen” sagara menyunggingkan senyumannya selagi memasang kalung yang sudah dia persiapkan untuk Quinsya, dia sendiri tidak tau kenapa dirinya bisa membeli kalung itu buat Quinsya, saat tidak sengaja melihat Kalung itu sagara teringat pada Quinsya tanpa sadar dia membeli kalung itu.


Quinsya terus tersenyum senang saat sagara memasangkan kalung pada dirinya, “bagaimana?” tanyanya saat kalung sudah sagara pakaikan pada dirinya.


“Cantik” ucap Sagara tanpa sadar.


“Tentu saja Caca memang selalu cantik” ucap Quinsya bangga.


“kalungnya” ralat sagara.


Wajah Quinsya yang tadinya tersenyum langsung cemberut, “haiss muse emang bisa menghancurkan hati caca berkeping keping, tapi karena hari ini caca sedang bahagia muse caca maafkan”.


“terima kasih Quin” ujar Sagara di ikuti senyuman dari bibirnya.


Quinsya terus memperhatikan wajah sagara yang tersenyum, cahaya bulan tambah membuat pria itu terlihat semakin tampan dan mempesona.


“kenapa melihatku begitu?” tanya sagara bingung.


“Muse sangat tampan” ucap Quinsya to the point, dia sama sekali tidak sadar ucapannya barusan membuat telinga pria itu memerah karena malu.


“Caca! Kamu sejak tadi dicariin, sekarang acara pembukaan kado lagi” Suara Putra mengagetkan Quinsya dan sagara yang sedang tatap tatapan, Quinsya cepat cepat berbalik badan untuk melihat putra.


“Kau memang selalu suka menggangguku” Gerutu Quinsya kesal, “muse ayo” Quinsya menarik tangan Sagara untuk mengikutinya pergi.


“Aku yang ngajak kamu, malah dia yang di gandeng” gerutu Putra.

__ADS_1


“Biarinn, weeekkk” Bukannya melepaskan genggeman dari sagara Quinsya semakin bergelayut pada lengan sagara dan menjulurkan lidah ke arah putra.


“Caca emang super duper nyebelin” ledek Putra, dia tidak mau memperlihatkan ketidaksukaannya pada sagara di depan Quinsya, pria itu tidak ingin Quinsya menjauh darinya, putra akan bertanding secara adil dengan Sagara untuk mendapatkan hati Quinsya toh Quinsya belum dimiliki siapapun kan, berarti dia masih memiliki kesempatan untuk mendekati Quinsya.


...🎋🎋🎋🎋🎋🎋...


Satu minggu setelah Pesta ulang lahun yang tergolong mewah, sagara menepati janjinya untuk menjadi model Quinsya, terbukti saat ini pria itu sedang menjadi model secara suka rela untuk Quinsya.


“terima kasih masih memakai kalung dari gue” ucap Sagara pada Quinsya yang sedang asik melukis sagara.


“karena gue menyukainya, makanya gue masih memakainya” ujar Quinsya.


“Tapi si putra juga memberikan kalung bukan?” ujar Sagara, memang saat acara pembukaan hadiah, Quinsya mendapatkan banyak kalung dan salah satunya dari Putra.


🌼Flasback ON🌼


Quinsya membuka hadiah kalung dari putra, sebuah kalung berbentuk kupu kupu terlihat sangat cantik, “terima kasih putra hadiahnya sangat cantik, pasti malak tante Revi kan?” ucap Quinsya diikuti tawa para tamu undangan.


“enak aja, itu uang jerih payah gue, gak pakai malak bunda ya! Mau gue pasangkan gak?” tawar Putra.


“Hmmm.. gak deh, gue bisa pasang sendiri, ntar lo cekik gue dari belakang” kekeh Quinsya.


🌼Flasback OFF🌼


“Iya tapi leher caca Cuma satu, caca masih mau pakai yang ini” ujar Quinsya sambil memegang kalung di lehernya.


Sagara mengulum senyumnya merasa senang dia telah menang dari putra.


Sedang asik membaca Sagara tiba-tiba ingat dengan teman-teman baru Quinsya yang sedang sok akrab belakangan ini, dia bahkan merasa sangat risih dengan para teman lintah si Quinsya.


“Ca!” panggil sagara pelan.


“Hmm?”


“Lo yakin mau temanan dengan para lintah dan rubah licik?” tanya Sagara.


Quinsya melihat mata sagara sekilas lalu kembali fokus pada lukisannya. “Siapa bilang caca berteman dengan mereka? Mereka aja yang pede bilang caca temanan sama mereka, lagian caca gak rugi kok, malah untung banyak” kekeh Quinsya.


Sagara kembali mengingat kelakuan Quinsya pada orang yang dikatakan sebagai teman oleh Quinsya.


🌼Flasback ON🌼

__ADS_1


“Ca! gue teraktir lo makan hari ini, tapi kita jalan jalan bareng yuk nanti sepulang sekolah” ujar Tina.


Quinsya yang lagi menunggu piring pesanannya datang menatap heran kearah tina and the gank. “Jalan jalan? Boleh, tapi traktirnya benar ya” Quinsya langsung tersenyum misterius pada kedua saudaranya.


“Iya, ini kartu gue bisa digunakan untuk lo” Tina mengeluarkan Kartu gold nya pada Quinsya. sekalian mau pamer karena punya kartu gold yang jarang orang punya, padahal quinsya sendiri punya ada 5 buah.


“Oke deal” Quinsya mengambil kartu itu dan memberikan pada petugas kantin.


Tidak lama setelah itu petugas kantin datang meminta pin pada Tina. Dengan senang hati Tina memberikan pin itu.


“TERIMA KASIH TINA” pekik satu kantin pada Tina setelah pembayaran selesai.


Tina mengernyitkan keningnya bingung kenapa semuanya mengucapkan terima kasih ada dirinya, tapi beberapa saat kemudian dirinya sadar apa yang telah terjadi, saat pesan masuk ke dalam ponselnya dan menyatakan uang yang baru saja Tina keluarkan lebih dari 3 juta rupiah.


“Makasih traktirannya, ngomong-ngomong kita pergi kemana?” tanya Quinsya sambil memasukkan sebuah bakso ke dalam mulutnya.


“Lo makan apa aja sampai sebanyak ini ca?” desak Tina sedikit kesal.


“Kan katanya teraktir, ya sekalian aja teraktir satu kantin, caca pengen belikan semua teman teman caca makanan” ujar caca dengan polosnya.


Ingin rasanya Tina berteriak kesal dan menjambak Quinsya, tapi apalah daya dirinya tidak bisa melakukan apapun lagi dan hanya bisa pasrah uang tabungannya hilang sebanyak itu.


🌼Flashback OFF🌼


Pria itu tertawa kecil dan mengangguk setuju, “memang benar sih, lo gak rugi, malah untung, tapi kalau mereka mengganggu lo, kasih tau gue ya” ujar sagara.


“Siap patner” kekeh Quinsya.


Sagara memegangi perutnya yang mulai terasa keroncongan, “sebagai patner gue sekarang kelaparan” gumam Sagara sambil menatap Quinsya.


“Kita makan?” tawar Quinsya.


“Oke, gue lapar”


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Bonus pict


Sagara


__ADS_1


__ADS_2