
Sagara sejak tadi sibuk mundar mandir di depan Quinsya, hari ini adalah hari operasi ceasar yang akan dilakukan Quinsya. Mengingat kondisi Quinsya dan hamil kembar, papi Rafa lebih menyarankan untuk operasi, Rafa sampai memanggil para seniornya yang ada di luar negri untuk membantunya melakukan operasi pada putrinya sendiri, memang di dalam dunia kedokteran tidak di perbolehkan anggota keluarga untuk melakukan operasi pada anggota keluarganya sendiri, tapi karena itu adalah rumah sakit Rafa dan Rafa sudah lebih dulu melupakan tentang larangan itu jadi dia merasa tidak masalah.
“Saga~ papi ini hebat loh, dan lagi ada 2 dokter hebat yang papi panggil dari luar negri jadi gak masalah jangan cemas gitu” ucap papi Rafa.
Sagara menghentikan Langkah kakinya untuk menatap mertuanya, “Bukan sagara tidak percaya pi, entah kenapa sagara khawatir aja pi, gak bisa hilang ini kekhawatiran saga” ucap Sagara diikuti tawa orang orang yang ada di ruangan itu.
“Yakin bisa ikut operasi bareng papi?, ntar liat perut caca di belah langsung pingsan lagi” tanya papi Rafa sambil menahan tawa.
Sagara berpikir sebentar, mendengar ucapan papi rafa.
“nanti caca akan di suntik anastesi, lalu perutnya akan dibuat sayatan untuk mengeluarkan baby nya, baru menjahitnya kembali” jelas papi Rafa.
“Ja-jahit pi?” sagara memegangi jantungnya yang berdetak dengan sangat keras.
“Gini aja caca gak jadi operasi Caesar ganti tunggu lahiran normal aja” usul Quinsya tiba tiba.
“TIDAK! Operasi Caesar lebih baik!” Ujar papi rafa dan sagara serempak.
“Operasi Caesar lebih aman sayang,kalau lahiran normal lebih berbahaya bagi kondisi tubuh kamu yang sekarang, apa lagi kalian akan punya 2 anak laki laki__”
“papi! Kok di spill jenis kelaminnya” teriakan Quinsya menghentikan ucapan papi rafa.
Sagara dan Quinsya memang sengaja tidak mau mengetahui jenis kelamin anak anak mereka, namun sayang di detik terakhir sang dokter yang merangkap sebagai papi Quinsya sudah membocorkan jenis kelamin dari cucu cucu nya.
“Upppss anggap aja pada gak dengar, iya kan semuanya gak dengar apapun” ujar papi sambil melihat sekelilingnya.
“terdengar dengan jelas pi, berarti belum ada cucu perempuan yang keluar kan, dan pelopor cucu perempuan pertama akan azmi ambil” kekeh Azmi. Memang anak Darel dan Farel adalah laki laki juga, jadi belum ada cucu perempuan di keluarga tiandra.
__ADS_1
“Jangan hanya bilang Az, buktikan dulu bibit kamu memunculkan benih, baru umbar umbar tentang cucu perempuan” ledek papa prince.
Semuanya langsung tertawa lebih tepatnya menertawakan Azmi yang bilang mau punya anak cewek, tapi dia belum memberikan bukti dari hasil bercocok tanamnya.
“sabar pa, masih dalam proses, azmi juga masih di negri orang kasian nanti kalau istri azmi hamil” kekeh Azmi.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
“Ganteng banget ponakan gue!” puji Azmi ini sudah entah keberapa kali.
“Jelas lah soalnya mirip dengan gue” balas sagara, dia masih setia duduk di sebelah Quinsya yang baru saja sadar dari tidurnya.
“ngomong ngomong siapa nama mereka?” tanya Azmi penasaran.
Sagara menatap mata istrinya begitu juga dengan Quinsya menatap sagara sambil tersenyum keduanya kompak menatap Azmi untuk menyebutkan nama anak anak merek.
“Yang pertama Alvaro Raffasya Kurniawan dan yang kedua Alvino Raffasya Kurniawan” jawab Sagara dan Quinsya serentak.
“Enak aja culik culik, sana buat sendiri, gue sama azmi dari bibit yang sama dijamin bibit keluarga tiandra bakal top banget jadinya” ledek Quinsya.
Hana memberi kode pada Quinsya dengan lirikan mata, “Bukan gue yang gak mau ca, ada yang takut gue terlalu kesusahan selama belajar diluar negri, jadi selalu pakai pengaman kalau lagi cocok tan_” mulut hana langsung di bekap sama azmi karena Hana baru saja membocorkan rahasia azmi.
“hahahha ya ampun bang, gitu banget takut istrinya kenapa kenapa sampai jaga jaga ya” ledek papa Prince.
“Ya kan abang takut istri abang kesusahan pa, kasian kami Cuma berdua di sana, lagian adek lagi hamil, papi pasti pusing pilih jaga siapa, soalnya kondisi badan adek kan tidak seperti orang normal biasanya, dulu adek paling sering sakit sakitan, makanya abang kasih kesempatan papi jaga adek selama dia hamil dan melahirkan” jelas Azmi.
Quinsya memberikan kiss bye pada abang kembarnya itu dari tempat tidurnya, “Makasih abang ganteng ku, sekarang Cuma tinggal abang tertua yang belum punya pacar, abang AR~” panggil Quinsya sambil melirik pada Aryan yang sibuk bermain dengan keponakannya tidak terusik sama pembicaraan para couple.
__ADS_1
Aryan yang sadar namanya disebutkan mengangkat kepalanya dan melihat orang orang yang menatapnya.
“wanita yang abang kejar masih umur 15 tahun jadi jangan tanya tanya lagi siapa dia, masih lama jalan abang untuk mengejarnya” jelas Aryan acuh.
“wuuiiihhhh bang siapa tu?? Vio kenal gak??” seru Vio yang kebetulan ada di sana.
“Bukan pembicaraan anak kecil, jadi anak kecil diam aja” potong Aryan lagi, semua hanya bisa diam Aryan memang orangnya sangat misterius dan sulit di tebak pemikirannya, entah kenapa begitu padahal kasih sayang cessa dan rafa tidak berbeda dengan kasih sayang pada Aryan.
...🌼🌼🌼🌼🌼...
“Mas~” panggil Quinsya pada sagara yang duduk di sebelahnya.
“Ya sayang? Kenapa?” tanya sagara sambil tegak dan semakin mendekat pada Quinsya.
“Pengen ke kamar kecil” gumam Quinsya pelan.
Sagara mengangguk dan mengambil kursi dorong lalu menggendong istrinya untuk duduk di kursi dorong itu.
Para keluarga berada di sebelah kamar inap Quinsya, karena sudah malam jadi hanya ada sagara dan Quinsya serta si kembar di dalam kamar mereka.
Dengan sangat hati hati sagara menggengdong kembali Quinsya yang sudah kembali dari kamar kecil, pria itu mencium kening Quinsya sebelum kembali duduk di kursinya.
“yang~” panggil sagara dengan lembut.
“Apa?”
“Makasih untuk semuanya, makasih udah memberikan aku sebuah keluarga yang hangat, selama ini aku tidak pernah membayangkan bisa memiliki keluarga apa lagi memiliki anak, aku takut akan menyakiti keluargaku karena trauma saat aku masih kecil, tapi semuanya berubah karena kamu sayangku, terima kasih sudah hadir dalam hidupku, terima kasih sudah mengejar dan muntah di depanku, hingga membuat aku tertarik pada mu, aku sangat mencintaimu Alquinsya, sangat sangat mencintaimu hingga aku sanggup memberikan hidupku padamu” ucap Sagara sambil mencium punggung tangan Quinsya.
__ADS_1
Sebelah tangan Quinsya terangkat dan mengelus pipi sagara dengan lembut, “Aku juga terima kasih, sudah mau menerima wanita yang aneh sepertiku, terima kasih sudah bertahan di dunia ini sampai aku menemukanmu mas, aku juga mencintaimu sagara ku” balas Quinsya.
...💐💐💐💐💐...