
“Boleh gue tanya apa yang lo takutkan?” kata Aryan, sambil fokus memasak.
Sagara sempat terdiam sebentar, lalu mulai membuka mulutnya, “lo tau kenapa ibu gue meninggal?” sagara menjeda ucapannya sebentar, lalu melanjutkan lagi, “dia meninggal karena depresi, akibat cemburu dengan ayah gue, tidak mau makan dan hanya bisa mendapatkan asupan gizi dari infus, lama kelamaan tubuhnya tidak bisa menerima makanan lagi dan akhirnya dia meninggal, gue takut caca akan seperti itu, atau gue yang berubah menjadi seperti ayah gue, bunda bilang gue ini monster seperti ayah gue, gue takut apa yang dikatakan bunda akan menjadi kenyataan, gue tidak mau menyakiti orang yang gue sayang” ungkap sagara, sesekali dia mengelus pipi quinsya dengan lembut.
“Apa menurut lo, adik gue bakal cemburuan seperti bunda lo?” selidik Aryan.
“Ntah lah, gue hanya takut untuk memulai” ujar sagara.
“Lihat lah caca, apa selama ini dia ketakutan dengan gadis gadis yang berusaha mendekati lo? Adik gue itu hebat, dia sudah dilatih sejak kecil untuk percaya diri, tapi bukan menjadi sombong, gue yakin caca tidak akan seperti bunda lo, pikirkan lagi baik baik, tidak mungkin selamanya hubungan kalian akan terus seperti ini, caca akan bertambah umur, sebentar lagi ulang tahunnya yang ke 17, semakin tambah usia dia akan semakin menjadi gadis yang menarik di mata orang orang, dan tidak menutup kemungkinan salah satu dari mereka akan berusaha untuk mendapatkan hatinya, caca punya impian ingin menjadi pengantin paling cantik suatu hari nanti, kalau lo masih takut untuk memulai hubungan, berarti adik gue akan menikah dengan orang lain di masa depan, lo Cuma bertugas untuk jagain jodoh adik gue, bukan gue memaksa kalian berpacaran, setidaknya berikan masa depan buat hubungan kalian” sindir Aryan.
Sagara terdiam mendengarkan setiap ucapan Aryan, dia tidak bisa membayangkan quinsya bersanding dengan orang lain, dan hatinya tidak menerima itu, rasa sakit di hatinya tiba tiba muncul setelah membayangkan ada pria lain yang menikah dengan quinsya.
“Cobalah perbaiki hubungan lo dengan ayah lo, dari sana semua benang kusut yang ada di hati lo mulai terurai, pecahkan semua teka teki dalam hidup lo, jika perlu bantuan gue atau keluarga gue siap membantu” celetuk Aryan karena sagara sejak tadi bungkam.
“Thank’s bro” ujar sagara.
Aryan hanya mengangguk pelan.
...🎄🎄🎄🎄🎄...
“Permisi” Azmi menepuk pelan salah satu bahu pekerja yang ada di toko alat lukis itu.
“Iya __” gadis yang di panggil azmi itu langsung terdiam di tempat, menatap wajah azmi dengan mata berbinar binar seperti tersihir.
Azmi melempar senyum ramah tamahnya pada pekerja itu. “bisa tolong bantu saya?” tanya azmi dengan lembut, tapi gadis yang ditanya azmi hanya bengong menatap wajah pria itu, gadis itu sudah terbang ke dunia mimpi, bunga bunga mulai berterbangan di sekitarnya.
“Hana! Hana! HANA RAFLESIA !” teriak kakak si pekerja.
“hah iya apa?! Nama gue hana rafelia bukan Raflesia!” pekik Hana tidak terima.
__ADS_1
“Di panggilin dari tadi, maaf ya mas, dia sebenarnya bukan peke_” ucapan gadis itu terhenti karena kakinya diinjak oleh hana.
“Maaf mas, tadi saya melamun , ada yang bisa saya bantu” potong Hana sambil nyengir kea rah azmi.
Azmi hanya berusaha mempertahankan senyum palsunya, “tolong carikan cat merek ini dan dengan warna yang sama, kalau bisa masing masing lima kaleng” ucap azmi sopan.
“Baik” hana dengan cepat menarik tangan kakaknya dan mengambil jenis cat yang dibutuhkan oleh azmi.
.
“Kak, gue rasanya bersedia mati sekarang, malaikat gue udah muncul” gumam gadis itu setelah sudah jauh dari azmi.
“Mati aja sana!” ujar kakaknya acuh dan langsung mengambil sampel yang ada di tangan Hana.
“Kak Flo!” pekik hana kesal sambil memanggil nama kakaknya itu. “kak, gimana caranya kenalan sama dia ya?” rengek Hana sambil mengikuti Flora yang sibuk mencari cat pesanan azmi.
Flora yang di ajak bicara masih sibuk memilih milih cat pesanan azmi.
Flora akhirnya berhenti mencari cat dan menatap adiknya dengan kesal, “Tanya sana sendiri, udah besarkan! Udah 16 tahun! Jangan minta bantuan kakak terus, kakak sibuk ini” Omel Flora.
“Ihh kakak nyebelin!” Hana akhirnya pergi dari sana dan mulai mendekati Azmi kembali.
.
“Permisi mas” panggil Hana selembut mungkin.
“ya? Apa cat yang dibutuhkan tidak ada?” tanya azmi.
Hana dengan cepat menggelengkan kepalanya, “Bukan mas, saya kesini mau menawarkan diskon khusus pada mas, apa mas tertarik untuk mengambilnya?” tanya hana basa basi.
__ADS_1
Azmi menggelengkan kepalanya pelan, “gak perlu, tolong carikan saja cat yang dibutuhkan” tolak azmi dengan sopan.
“Mudah kok caranya mas, Cuma tinggal daftar kartu langganan disini, menggunakan kartu pelajar atau ktp, tidak di pungut biaya apapun, dan juga tidak ribet kok” bujuk hana lagi.
“Gak perlu mbak, saya tidak masalah tidak dapat diskon, masih lama ya pesanan saya?” tolak azmi sekali lagi.
“Mungkin sebentar lagi, warnanya sedikit sulit dicari, jadi perlu waktu sedikit lebih lama” jelas hana, lalu gadis itu berlalu dengan lesu, dia gagal mengetahui identitas azmi, karena pria itu tidak mau menunjukkan kartu tanda pengenalnya.
.
Azmi sudah di panggil ke depan kasir karena pesanannya sudah selesai diambilkan, “total seluruhnya_” ucapan hana terhenti karena azmi langsung menyodorkan black card miliknya tanpa menunggu nominal belanjaannya selesai di ucapkan.
“baik pembayarannya menggunakan kartu ya” Hana mengambil kartu di tangan azmi dan mulai menggesekkan kartu itu pada mesin atm nya. “Wahhh selamat mas, mas memenangkan undian kita, mas adalah pelanggan kita yang ke sepuluh ribu, dan mas berhak memenangkan hadiah istimewa dari kita..” lanjut hana.
“ta__” ucapan flora kembali terhenti karena hana baru saja menginjak kakinya dengan keras.
“Bisa tolong tunjukkan kartu identitas mas? Jadi biar bisa langsung diproses, hanya sebentar, lima menit selesai” ujar hana dengan sangat lancar.
Azmi menghela nafas sedikit panjang, dia akhirnya mengeluarkan kartu pelajar miliknya, bukan karena ingin hadiah itu, tapi dia tau akan sangat lama belanjaannya di hitung jika azmi tidak mengikuti kata pekerja itu. Dia tau gadis di depannya ini tertarik pada dirinya, jadi untuk mempersingkat waktu azmi menyerahkan kartu pelajarnya.
“mohon cepat prosesnya” ucap azmi dengan senyum palsu.
“baik mas” dengan cepat hana mengambil kartu pelajar milik azmi dan membawa sedikit menjauh lalu pergi kebelakang mengambil syal yang dia beli di luar negri untuk abangnya, malah untuk azmi sebagai hadiah special yang dia katakan.
“lo gila dek, sejak kapan toko kita ada event itu?” sindir Flora.
“Sstttss kak flo diam aja, bukannya tadi kakak sendiri yang bilang hana harus cari tau sendiri” kekeh hana sambil terus mencatat identitas yang ada di kartu pelajar milik azmi. “kak! Sepertinya aku bakalan satu sekolah dengan dia!” pekik hana tertahan.
“Cepat aja catat, nanti kegirangannya tu cowok udah mulai ngamuk karena kelamaan” gerutu flora.
__ADS_1
“oke oke!” jawab hana dengan cepat.
...🌹🌹🌹🌹🌹...