My StuPid Girl

My StuPid Girl
99. Perubahan


__ADS_3

Setelah beberapa saat sagara akhirnya melepaskan pelukannya, dia menatap wajah manis quinsya yang selalu masuk kedalam mimpi nya setiap malam.


“Cantik” gumam sagara sambil mengelus pipi quinsya, dan kata kata itu berhasil menimbulkan warna merah pada pipi quinsya.


“Aku memang cantik” balas quinsya, berpura pura bersikap biasa.


“hmmm” sagara mengangguk dan masih menatap wajah quinsya dengan lekat, setelah itu dia mencubit hidung quinsya, untuk mengalihkan pikirannya, cubitan itu membuat Quinsya meringis kecil.


“Apa yang sedang muse lakukan disini?” tanya quinsya.


Sagara masih menatap Quinsya dengan lekat, tangannya terus mengelus bibir quinsya, ingin sekali merasakan bagaimana rasanya mengecup quinsya. Apakah otak sagara sedang konslet atau memang seperti kata Aryan ‘quinsya itu sangat menggoda’, makanya saat ini sagara sedang berperang batin antara menahan diri untuk mencium dan tidak mencium.


“hanya sedang memikirkan mu” ujar sagara pelan.


“Memikirkan caca? Kenapa?” Quinsya masih setia memeluk sagara dan membiarkan pria itu mengelus wajahnya, sepertinya papi rafa tidak tau jika putri nya menghilang dan sedang dirayu oleh seorang pria, dan beruntungnya papi Rafa sedang berada diluar negri bersama mami cessa.


Sagara menggeleng pelan, “Memikirkan bagaimana cara mendapatkan obatku” canda sagara.


“Obat? Muse sakit?” tanya Quinsya pelan.


“Hmmm”


Quinsya memperhatikan wajah Sagara dan gantian mengelus pipi pria itu, “Tidak pucat, sakit apa?” tanya quinsya dengan polosnya.


“Banyak setan yang sedang menyerang ku” ujar sagara ambigu.


Quinsya mengernyitkan keningnya, gadis itu tambah bingung dengan ucapan dari sagara.


“Tidak usah di pikirkan, aku akan menjawabnya saat ulang tahunmu nanti” ujar sagara sekali lagi.


“Ulang tahun? Ahhhh 2 bulan lagi caca ulang tahun!” seru quinsya. Ulang tahun ke 17 quinsya tidak terasa akan datang. “sudah setahun lebih kita kenal muse” lanjut quinsya dengan senyum cerah.


“Hmmm, dan aku tidak tau kalau saat ini akan datang” ucapan sagara kembali membuat Quinsya kebingungan.


“maksudnya?”


“gak apa, kembalilah ke rumah, nanti om rafa cari” perintah sagara, seolah lupa kalau Rafa tidak ada di rumah.

__ADS_1


“Muse udah gak sedih lagi?” tanya quinsya, gadis itu tau jika sagara sedang sedih atau kacau, makanya dia mendatangi sagara secepatnya, “Kemarin caca dengar muse akan melakukan tes DNA” Quinsya menjeda ucapannya agar bisa memegang kedua pipi sagara “apapun hasilnya dan apapun yang terjadi, Jangan tinggalkan ayah muse, saat ini kalian hanya tinggal berdua, mulai jalin hubungan baru walau semua itu terlambat, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali, caca tidak ingin muse menyesal jika satu satunya keluarga yang muse punya telah tiada, walaupun sulit terus coba, karena tanpa dia kita tidak akan ada di dunia ini” lanjut quinsya.


Sagara kembali memeluk quinsya dan menganggukkan kepalanya, “hmm aku tidak akan lari” ujar sagara pelan dalam pelukan quinsya.


...💐💐💐💐💐...


“Ayah baru pulang?” sapa sagara saat Aditya baru memasuki rumah, pria paruh baya itu sedikit tertawa kecil saat mendengar sapaan putranya. gantian biasanya dialah yang menyapa lebih dulu.


“Sedang makan malam?” tanya Aditya pelan.


“hmm, ayo makan bersama” ajak sagara.


Aditya mengangguk pelan lalu ikutan duduk untuk menyantap makan malamnya.


“Ayah dari mana?” sagara berusaha membuka pembicaraan, walau canggung dia tetap berusaha mencoba yang terbaik.


“Makam bunda mu” jawab Aditya.


Sendok makan sagara berhenti tiba tiba pria itu kini menatap ayah Aditya yang sedang tersenyum pahit kearahnya.


“Aku mengakui semua kesalahanku padanya, walau terlambat” ujar Aditya pelan.


Aditya menyunggingkan senyumnya mendengar ucapan sagara, “hmm, saga, ayah minta maaf karena kebodohan dan ketakutan ayah untuk membongkar kebohongan riri” ucap Aditya pelan.


“hmm” sagara hanya berdeham dan mengangguk pelan.


Aditya memperhatikan putra nya yang beranjak dewasa, “Apa gadis itu sangat cantik?” Aditya mulai mencari obrolan lain agar suasana canggung itu menghilang.


Wajah sagara yang dari tadi menunduk tidak melihat Aditya kini terangkat, sebuah senyuman muncul dari bibir pria itu, “sangat, dia sangat cantik dan menggemaskan” jawab sagara.


“ayah jadi penasaran dengannya, kapan kapan kenalkan dengan ayah”.


Kepala sagara mengangguk dengan cepat, “baiklah, aku yakin ayah pasti menyukainya”.


Aditya tertawa pelan, “bagi ayah bundamu tetap nomor satu, tidak mungkin ayah merebut kekasihmu” canda Aditya.


“Kami belum pacaran” aku sagara.

__ADS_1


Aditya semakin tertawa keras, “Wuuaahhh, apa putra ayah tidak berani menyatakan perasaan kepadanya?”


“Bukan, aku ingin melamarnya langsung, dia terlalu mempesona jika kami berpacaran aku tidak sanggup untuk menahan diri” ujar sagara sambil mengulum senyumnya.


Tawa Aditya kembali terdengar, “apa putra ayah sudah mimpi basah?” goda Aditya.


Wajah sagara langsung berubah merah, mata pria itu melotot menatap Aditya, “jangan menggodaku!” seru sagara.


“hahahha ternyata putra ayah sudah mimpi basah” gelak tawa Aditya terdengar sampai ke arah dapur, di sana beberapa pembantu yang bekerja mengintip sambil tersenyum melihat dua orang pria yang tidak pernah tertawa kini bisa saling menggoda dan tertawa di meja makan.


“Akhirnya tuan besar mulai berubah” ucap pembantu itu penuh syukur.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Bella tampak sedikit takut saat Darel membawanya bertemu dengan daddy king dan mommy Queen, gadis itu beberapa hari ini memaksa darel untuk menikah dengannya, bahkan dia berkali kali sengaja menggoda darel dengan menggunakan pakaian sexy saat sedang bekerja sebagai sekretaris.


“Lama tidak bertemu, apa kabar bella?” sapa mommy Queen.


“baik mom, mommy gimana kabarnya?” balas bella.


Queen tersenyum seadanya lalu menatap suaminya, “saya dan suami baik, ahhh saya dengar kamu dan darel akan secepatnya melangsungkan pernikahan?” tanya Queen.


Bella menunduk malu, “iya mom, mohon dukungannya”.


“Hmm baik,tapi sebelum kalian menikah mommy akan mengatakan rahasia di keluarga mommy, apa kamu siap mendengarnya?” tanya mommy Queen.


Bella mengangguk, “kalau soal darel yang bukan bagian dari keluarga bagaskara saya tau mom, saya memang sudah mendengar gosipnya, tapi saya tidak masalah, saya mencintai darel apa adanya” ujar bella, dia memang sudah di beri tau oleh darel, tapi gadis itu masih menganggap darel sebagai pewaris keluarga bagaskara karena keluarga itu tidak pernah terlihat buruk dimata umum.


“benarkah? Syukurlah, mommy selama ini takut kamu akan meninggalkan darel ketika tau putra mommy ini bukanlah pewaris kekayaan bagaskara, untung saja kamu bilang bersedia menerima putra mommy” ujar Queen dipenuhi bumbu kebohongan.


“Bukan pewaris?” tanpa sadar bibir Bella mengucap ulang kata kata Queen.


“Iya, karena darel dan farel bukan anak kandung mommy dan daddy king, jadi mereka bukanlah pemegang pewaris kekayaan bagaskara, syukurlah kamu bersedia menerima putra mommy, tadinya mommy bingung mau menjelaskan kepadamu dengan cara apa” Mommy queen mengambil tangan bella dan menggenggamnya, “Jangan tinggalkan darel saat posisinya hilang ya” pinta mommy Queen sambil tersenyum palsu.


“tapi semua urusan saat ini bukannya darel yang menyelesaikannya dan posisi direktur bukannya darel yang memegang mom?” tanya Bella.


“Tentu saja, darel hanya memegang sementara, dia akan mengembalikan semuanya pada putra pertama mommy, saat ini cucu tertua di dalam keluarga bagaskara masih berumur 17 tahun, bagaimana bisa dia yang memegangnya jadi menunggu putra pertama mommy sudah cukup umur baru semua urusan diberikan pada putra kandung mommy” Queen menatap sendu pada darel, dia sama sekali tidak ingin mengatakan itu, tidak mau putranya sakit hati dan menganggap ucapannya benar, tapi demi permintaan darel mommy queen akhirnya memberanikan diri mengucapkan itu.

__ADS_1


...🌴🌴🌴🌴🌴...


__ADS_2