My StuPid Girl

My StuPid Girl
78. Persiapan Kejutan


__ADS_3

Kedamaian bagi Quinsya akhirnya datang, tidak ada lagi yang berani mendekati sagara setelah hilangnya 4 orang siswi yang selalu menjadi pemimpin bagi perkumpulan idola sagara.


Hari hari Quinsya terlihat lebih bahagia setelah hilangnya 4 orang itu, tidak ada lagi orang yang berani meremehkan Quinsya, tidak ada lagi pandangan menghina dan mengejek, semua orang takut padanya, walau sebenarnya bukan itu yang Quinsya inginkan, tapi bagi Quinsya cukup ada dirinya para saudara dan sagara yang selalu ada didekatnya, dia tidak membutuhkan teman.


Hari demi hari, hingga bulan demi bulan berlalu, Quinsya sekarang sedang menyiapkan pesta kejutan buat sagara di halaman belakang rumahnya, dia sengaja pulang cepat dan meminta sagara untuk menyusul kerumahnya saat sore hari.


Quinsya terlihat sibuk dengan berbagai macam makanan dan kue yang dia siapkan sendiri, sementara dekorasi pesta sudah di atur oleh azmi dan Aryan atas paksaan Quinsya. Ulang tahun sagara bukannya mengundang teman teman sekolah Quinsya malah mengundang semua saudara serta sanak paman dan bibi nya untuk membantunya membuat pesta kejutan.


Untung saja keluarga bagaskara sangat kompak dan kebetulan sedang kumpul bersama karena besok adalah hari minggu, jadi semua keluarga sedang menginap di rumah besar opa harry dan oma dona.


“Kak, ini pesta kejutan buat pacar kakak ya?” tanya Violet penasaran.


“Huss! Dia sahabat dekat kakak, partner lebih tepatnya” peringat Quinsya, dia takut papi Rafa mendengar dan membatalkan pesta kejutan yang sudah lama dipersiapkan olehnya.


“Kenapa berbisik kak?” tanya Vio, dia memang salah satu anak yang sangat ingin tau dan selalu penasaran.


“nanti papi dengar bisa berbahaya” ucap Quinsya.


“Apa yang berbahaya?” suara papi rafa tiba tiba mengintrupsi pembicaraan kedua orang itu.


Quinsya langsung nyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya yang berjejer rapi.


“Iya pi Vi_” mulut Violet sudah di bungkam oleh Quinsya, takut adik sepupunya itu menyiram minyak pada bara api yang hendak menyala.


“Gak ada pi bahaya kalau rencana caca gagal” elak Quinsya.


“Kamu gak berniat nembak sagara kan ca?” selidik papi rafa, matanya memicing pada Quinsya.


“Apaan sih pi, katanya caca gak boleh pacaran! Ngapain caca nembak, kalau pun iya caca nembak, caca gak minta jadi pacar tapi jadi istri langsung” balas Quinsya cepat.


“Huss! Mulutnya di jaga dek, jangan ngomong gitu! Masih kecil belum boleh pacaran apa lagi menikah, papi kirim ke opa dan oma di bali kalau kamu mau nikah cepat sama saga” ancam rafa, lalu berlalu pergi dari sana.


“Kak, sampai berapa lama meluk vio?” tegur vio yang masih berada dalam dekapan Quinsya.

__ADS_1


“hehehhe maaf dek”.


“Kak, ngapa gak mau pacaran dulu? Nanti abang ganteng itu di embat orang lain loh” ledek Violet.


“Gak boleh sama papi dan gak mau pacaran” jawab Quinsya.


“Kenapa gak mau kak, padahal enak loh pacaran” goda Violet, sambil menaik turunkan alisnya.


Quinsya langsung memicingkan mata pada Violet, “Dek, jujur sama kakak, kamu pernah pacaran?”


“Pernah, eiiyyy jangan bilang kakak belum pernah? Zaman sekarang bahkan anak SD pun ada yang sudah pacaran kak” ledek Violet, memang keturunannya papa Prince, bahkan sikap Violet dan Biru sama dengan papa mereka.


Mata Quinsya membulat sempurna, seakan bola mata itu ingin keluar dari tempatnya, “Apa papa Prince tau?” bisik Quinsya takut ada orang dewasa yang mendengar.


Violet melirik ke kiri dan kanan memastikan mereka saat ini jauh dari keramaian dan sudah tidak ada orang dengan jarak yang dekat untuk mendengar pembicaraan mereka, “Backstreet dong kakakku yang imut” bisik Violet.


Quinsya yang masih polos semakin penasaran dengan adik sepupunya itu, “gimana caranya? Emang boleh cium cium kalau backstreet” tanya Quinsya dengan polosnya.


“Kalau gitu kakak juga bisa tanpa hubungan pacaran, kakak sering kok godain muse” kekeh Quinsya.


“Kak, jangan lama lama di anggurin, nanti lari loh abang saga nya” ledek Violet.


“Kalau lari berarti dia bukan orang yang tepat buat kakak, masak gak mau nunggu beberapa tahun untuk mendapatkan kakak” balas Quinsya.


“Caca! Kuenya udah matang kata mami!” teriakan Amira, telah mengganggu dua gadis yang sedang berbicara tentang percintaan, Quinsya segera berlari kearah amira.


“Lanjutin buat hiasannya vio! Kakak lanjut buat kue lagi” seru Quinsya sebelum berlari pergi.


“ya elah kak, emang semena mena, adik adiknya dijadikan pekerja, malah gak ada upah lagi” gerutu Violet.


...🌻🌻🌻🌻🌻...


Quinsya memasuki dapur dengan cepat, dilihatnya mami cessa baru mengeluarkan kue buatan Quinsya dari loyangnya.

__ADS_1


“Ini udah siap, tinggal di hias lagi” kata mami cessa.


“Makasih mi” Quinsya berjalan dengan riang mendekati kuenya dan menyiapkan beberapa hiasan untuk kue ulang tahun sagara.


“Ngapain sih buat kue sendiri dek? Kan bisa beli, bikin capek adek aja buat buat kue” celetuk mama Juli yang kebetulan juga ada di dapur bersama mommy Queen, Amira dan mami cessa.


“Kurang berasa feel nya ma, kalau buatkan Nampak ketulusan caca untuk merayakan pesta kejutan buat muse, caca juga bisa mendapatkan nilai plus dari calon suami caca” balas Quinsya penuh percaya diri.


Mama Juli dan yang lain tertawa mendengar ucapan Quinsya.


“Hati hati, jangan bicara tentang suami di depan papi kamu, nanti dia marah” tegur mami cessa.


“Iya tau mi, papi kan terlalu over protective sama caca, padahal kan Cuma calon mi, apa salahnya berhayal kan?” gerutu Quinsya sambil mulai membuat prakarya kuenya.


“Semua pria di keluarga ini sama ca, pada over protective sama anak perempuan mereka, tapi kalau yang pria dibebasin gitu aja” sahut mommy Queen.


Quinsya menatap mommy Queen sekilas tampak raut khawatir dari wajahnya, “Mommy kenapa? Kok seperti banyak pikiran gitu?” tanya Quinsya.


“Abang kamu, kemarin dia memperkenalkan calon istrinya sama mommy, tapi mommy kurang suka dengan calonnya itu, tapi daddy kamu bilang biarkan saja” keluh mommy Queen.


“Siapa mom? Siapa yang mau nikah?” Amira yang sejak tadi mendengarkan langsung bertanya dengan panik.


“Abang tertua mu si darel, dia kan sudah lulus kuliah, dia juga sudah bekerja, jadi mommy gak bisa menolak keinginannya” kata mommy Queen.


“Kok mira gak tau! Abang gak boleh nikah mom! Kenapa mommy gak larang!” teriak Amira dengan emosi.


“Abang darel sudah di umur yang wajar untuk menikah, dulu mommy menikah bahkan diumur lebih muda dari abang darel” ujar mami cessa.


“Gak boleh pokoknya! Abang gak boleh nikah!” bentak amira, dia sudah berlari keluar dari dapur mencari darel, abangnya itu sudah berjanji akan menikah saat dia akan menikah, tapi ternyata darel mengingkari janjinya.


“Itu tuh kalau abang sama adek sangat dekat, jadi gak rela abangnya di ambil orang lain” ujar mommy Queen salah paham, dia berpikir amira tidak terima karena terlalu sayang sama abangnya.


...🌿🌿🌿🌿🌿...

__ADS_1


__ADS_2