My StuPid Girl

My StuPid Girl
91. Terkadang Cinta harus mengalah


__ADS_3

‘tok tok tok’ Darel memandang sedih pada pintu kamar Amira yang dia ketuk, sudah berkali kali dia mengetuk tapi Amira tidak mau keluar dari kamarnya, gadis itu tidak mau makan malam bersama keluarganya karena darel ada di meja makan.


“Dek~ makan yuk, ini abang bawa makan malam adek” Panggil Darel dengan lembut. Tapi tidak ada sahutan dari dalam kamar itu.


‘Tok tok tok’ Sekali lagi darel mengetuk pintu itu, tapi masih belum terbuka.


“Biarkan aja bang! Lagi ngambek sama abang itu” celetuk Almeer yang ada di tangga, setelah berkata begitu dia kembali melanjutkan jalan menuju kamarnya di lantas atas.


“Amira~ nanti sakit loh, makan bareng abang yuk~” bujuk Darel sekali lagi.


Arthur yang melintas melihat ke arah abang tertuanya, “mau arthur bantuin bang? Tinggal tendang aja pintu kak mira” kata Arthur santai.


Darel menggeleng, “Udah sana ke kamar, biar abang yang bujuk, kan abang yang buat kak mira ngambek” tolak darel.


“ya udah, Art ke kamar duluan” ucap Arthur acuh.


Darel menghembuskan nafas beratnya sambil menatap nanar pintu kamar Amira yang masih tertutup. “Mira~ kalau mira gak keluar abang gak bakal pulang ke rumah ini lagi! Biar aja abang tinggal di apartemen, gak bakal balik balik lagi” ancam Darel.


‘ceklek’ terdengar pintu kamar yang terbuka, Darel mengulum senyum melihat pintu kamar yang perlahan terbuka dan tampak kepala amira menyembul keluar.


“Masuk” ucap amira ketus, wajah gadis itu terlihat merengut kesal.


“Hah” darel kembali menghembuskan nafas beratnya sekali lagi, “dia adik lo darel, ingat dia adik” batin darel terus mengingatkan dirinya akan hubungan dia dengan amira.


Darel perlahan masuk kedalam kamar amira, kamar yang Nampak sekali nuansa ceweknya, amira yang sangat suka dengan jeruk menghias kamarnya kebanyakan dengan warna orange seperti warna jeruk, ada beberapa hiasan jeruk dan boneka buah jeruk, bahkan sekarang gadis itu memakai baju tidur tali satu dengan gambar jeruk. Darel berjalan menuju sofa dan meletakkan makanan amira di meja dekat sofa.


“kemari” perintah darel menepuk sofa kosong di sebelahnya.


Amira masih menatap darel dengan wajah kesal, tapi dia menurut duduk di dekat darel.


“Makan dulu, baru adek boleh marah marah sama abang” kata darel sambil menyuapkan makanan pada adiknya. Amira tidak menjawab hanya membuka mulutnya setiap makanan dalam mulutnya habis, memang biasanya jika amira ngambek Darel yang selalu membujuknya dan pria itu sudah biasa menyuapkan amira jika gadis kecil itu ngambek.


“minum” kata amira ketus.


“baiklah tuan putri” dengan sabar darel mengambil minum dan memberikan pada amira. “Seandainya kita tidak bersaudara” batin darel menatap amira sedih.

__ADS_1


Perlahan tapi pasti, makanan yang dibawa Darel habis semua, darel tersenyum dan mengelus puncak kepala amira dengan lembut. “pintar banget sih adik abang” puji Darel setelah amira menghabiskan suapan terakhirnya.


“jangan pegang pegang” Ancam amira sambil menatap Darel dengan mata memicing.


“adek marah sama abang?” tanya darel dengan lembut.


“Udah tau masih tanya” gumam Amira dengan sedikit ketus.


Darel mencubit gemas pipi Amira, “kenapa adek abang marah?” tanya darel lagi.


Amira kini merubah duduknya menjadi berhadap hadapan dengan darel, “Abang jahat! Abang mau nikah tapi gak bilang bilang sama mira! Abang janjikan selalu cerita sama mira kalau abang dekat sama cewek!” omel Amira.


Kepala Darel mengangguk pelan, “iya, iya, abang yang salah, maaf ya, jadi gimana caranya biar abang dapat maaf dari adik abang yang cantik ini? besok ulang tahun mira loh, kalau mukanya masih cemberut gini bahaya para tamu bakal lari” ledek Darel.


“Abang~ Mira serius ini!” gerutu Amira kesal, darel masih sempat sempatnya bercanda di saat dia sedang serius.


“Abang juga serius, mira mau abang putus dengan pacar abang, baru amira maafkan abang?” kata Darel pelan.


Amira mendengus kesal kini gadis itu menatap mata abangnya dengan lekat, “abang cinta dengan wanita itu?” bibir amira sedikit bergetar saat menanyakan itu.


“Kenapa abang tidak mau kenalkan dengan mira?” tanya mira lagi, mata gadis itu mulai memerah, tapi berusaha dia tahan air mata yang ingin jatuh itu, amira tidak tau kenapa hatinya sangat sakit saat ini.


“Bukan tidak mau hanya tidak sempat” jawab darel, ‘aku ingin menjauh darimu’ ucap darel dalam hati.


“Apa abang akan menjauh dari mira jika abang sudah menikah?” kembali amira mengajukan pertanyaan.


“Tidak akan” balas darel, ‘jika bisa aku ingin menjauh’ batin darel.


“Selamanya mira akan menjadi adik yang abang sayangikan?” tanpa sadar air mata amira jatuh tapi dengan cepat gadis itu hapus.


“Iya” jawab darel singkat, kerongkongannya terasa tercekat, pria itu juga ingin menangis tapi berusaha dia tahan, ‘selamanya aku akan mencintaimu adikku’ batin Darel.


“Ya sudah, abang boleh menikah” Amira langsung memeluk Darel dan menumpahkan air matanya.


“kenapa adek nangis, abang tidak akan kemanapun” ujar Darel sambil mengelus punggung amira.

__ADS_1


“Adek sedih membayangkan berpisah dari abang” jawab amira, masih terisak di dada bidang darel.


“Tidak, hal itu tidak akan terjadi selamanya abang akan menjadi abang amira” ujar darel, kembali kerongkongannya terasa tercekik setiap dia mengatakan itu.


Sebuah cinta tidak selamanya berakhir dengan happy ending, ada cinta yang harus berakhir dengan sad ending, dua cinta yang saling bertepuk juga tidak bisa bersatu, kadang cinta harus mengalah dan harus bisa melepaskan.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


Pesta ulang tahun amira akhirnya dilaksanakan, cukup meriah mengingat Amira dan almeer adalah cucu dari keluarga bagaskara. Bukan hanya teman sekolah tapi teman kerja orang tuanya juga pada di undang bisa dibilang juga sebagai pesta tempat berkumpulnya orang orang penting, beberapa orang tua saling berbicara mengenai topik bisnis sementara yang masih sekolah membicarakan tentang artis yang diundang pada pesta almeer dan Amira.


Vito datang sambil membawa buket bunga besar, dan memberikan pada gadis yang berulang tahun.


Dari jauh Darel menatap lirih pandangan pria yang berusaha mendekati adiknya.


“Pesta nya sangat besar ya” komentar bella, kekasih darel.


“Cucu keluarga bagaskara tidak mungkin dirayakan dengan biasa saja” jawab darel pelan.


“Hebat banget ya cucu cucu keluarga bagaskara, nanti saat kita menikah pasti lebih meriah dari pesta ini kan?” tanya bella.


“ntah lah, aku tidak suka terlalu meriah” balas Darel.


“Loh kok gitu” Bella terlihat sedikit kesal dengan jawaban darel.


Darel mendekatkan bibirnya pada telinga bella, “Aku bukan anak kandung keluarga ini, aku hanya anak angkat, jadi aku tidak bisa memiliki kemewahan seperti anak kandung” bisik darel.


Hal yang baru saja dibisikkan darel membuat Bella membelalakkan matanya dan menatap Darel tidak percaya.


.


Amira tertawa kecil saat Vito membawanya sedikit menjauh dari keramaian.


“Kenapa abang membawa mira kesini?” tanya amira penasaran.


...🍀🍀🍀🍀🍀...

__ADS_1


__ADS_2