
‘tok tok tok’ Bunyi ketukan pintu di kamar Sagara membuat sagara yang sedang bekerja sedikit terkejut dengan tamu yang datang ke kamarnya.
Sagara membuka pintunya dan membiarkan Azmi untuk masuk ke dalam kamarnya, Rupanya tamu yang datang adalah azmi. Setelah membiarkan sagara beberapa jam untuk beristirahat. Setelah itu dia baru mau mengintrogasi sagara seperti papi Rafa.
“Ngapain bro?” tanya sagara yang mengintip pada layar laptop sagara yang sedang menampilkan pekerjaannya. “main saham juga? Wooaahhh tu uang semua bro?” Azmi sedikit terkejut saat melihat pembelian yang dilakukan sagara, dan dalam beberapa menit saja pria itu sudah menghasilkan 1 triliyun.
“hmmm, ngapain ke sini?” sagara kembali menutup layar laptopnya dan memulai bermain game di ponselnya.
“Itu pekerjaan lo?” azmi memang sengaja tidak bertanya langsung karena masih penasaran dengan pekerjaan sagara.
“Hmm” sagara hanya berdeham dan menganggukkan kepalanya.
“Uang itu uang lo?” tanya Azmi lagi masih tidak percaya.
“Iya, uang gue emang uang siapa lagi” jawab sagara.
“Sekali beli saham lo habiskan sampai 50 milyar yakin tu uang lo?” ulang azmi sekali lagi karena tidak percaya.
Sagara menghentikan permainan gamenya dan menatap azmi dengan wajah datar, seperti lo yang punya pekerjaan sampingan, gue juga punya, ini buat jaga jaga kalau gue mau kabur dari ayah gue” jawab sagara, pria itu sudah mulai bisa terbuka dan berbicara jujur pada Quinsya dan keluarganya.
“kembali ke topik serius, gue mau tanya soal tadi” ungkit azmi, “tentang belum mencium, emang lo ada niat mencium adek gue?”
Sagara mengulum senyumnya emang papi dan anaknya sama aja, terlalu over protective dengan quinsya. “gue kira apa tadi” ujar sagara sambil geleng geleng kepala “ada, niatnya baru muncul tadi” aku sagara, memang sejak dia mulai terbuka dengan Quinsya sagara mulai merasa ketergantungan dan nyaman dengan gadis itu, dia mulai sadar perasaannya melebihi perasaan untuk seorang teman.
Azmi melotot mendengar jawaban Sagara, dia kini menatap sinis sagara, “Lo niat mainin adik gue?”
“Apa gue pernah dekat dengan cewek selain adik lo?” kali ini sagara yang menantang azmi dengan pertanyaanya.
__ADS_1
“Enggak pernah sih…” azmi menjeda ucapannya untuk beberapa saat, “tapi bukannya lo tidak ada niatan untuk memulai hubungan” azmi kembali mengingat pembicaraan mereka di dalam perpustakaan.
“Gue emang ada bilang belum mau memulai hubungan, tapi kalaupun gue mau memulai sebuah hubungan hanya satu orang yang mau gue jadikan pendamping hidup gue yaitu quinsya” ungkap sagara jujur, tanpa kebohongan sedikitpun.
Azmi menatap tidak percaya pada sagara, pria dingin yang biasanya menjawab hanya satu atu dua kata kini sudah memiliki banyak kosakata, sejak berdekatan dengan adiknya, “lo Sagara Brady Kurniawan kan? Bukan alien yang masuk ke tubuh sagara atau hantu yang masuk ketubuh sagara kan?” tanya azmi masih dengan pandangan tidak percaya.
Sagara hanya menghela nafas tidak menjawab apapun, malah dia kembali bermain game.
“Benar yang tadi bukan sagara, diam seperti ini garu saga yang gue kenal” ujar azmi, “lo udah suka sama adek gue?” tambah azmi.
Sagara kembali menghentikan permainannya, “gak tau az, gue gak tau ap aitu perasaan suka gue gak pernah tau karena gue gak pernah merasakan bagaimana rasanya dicintai, yang gue tau Cuma satu, gue gak bisa jauh dari caca, dan perasaan ini beda dengan para wanita yang selalu mendekati gue, gue gak pernah merasa risih jika caca ada di dekat gue, malah gue mau dia selalu ada di dekat gue bahkan sampai gue pengen menyentuhnya dan selalu memeluknya, udah jelas?” ungkap Sagara.
Azmi melongo mendengar semua penuturan sagar dia sempat tidak berkedip sangking terkejutnya dengan perubahan sagara.
“caca itu sangat manja, egois, kekanakan, yang paling parah dia sering bertingkah memalukan, kalau tidur paling sering ngorok, suka kentut sembarangan, dan paling gila diantara semua anggota keluarga” azmi mulai sadar dan menjabarkan semua kejelekan adiknya.
“wahhhh” azmi bertepuk tangan dan mengangguk anggukkan kepalanya, “adek gue emang hebat bisa hancurkan bongkahan es kutub sampai seperti ini” puji azmi.
Sagara tidak membantah dia hanya membiarkan saja ucapan yang keluar dari mulut azmi.
“ngomong ngomong selain uang yang tadi lo punya apa lagi untuk memenangkan hati gue sebagai calon abang ipar lo” tantang azmi.
Sagara mengambil laptopnya dan mencari folder bertuliskan mansion lalu meletakkan laptop itu di hadapan azmi.
“Foto foto yang ada disana adalah mansion yang gue miliki di jerman, gue membeli rumah itu menggunakan nama ayah gue, tapi saat berumur 17 tahun akan berpindah dengan nama gue” kata sagara santai.
Azmi terus memperhatikan foto foto yang ada di dalam layar laptop sagara, ada gazebo yang besar bisa mencakup seluruh keluarganya jika berlibur disana, ada kendang kuda dan tempat berlari kuda, ada juga kebun dan kolam renang, mirip seperti resort tapi lebih mewah dan luar biasa besar. “Ini benaran milik lo semuanya?” tanya azmi tidak percaya.
__ADS_1
“iya gue kumpulin uang buat beli itu rumah, dan tepat saat gue berumur 16 kemarin baru gue membeli tu rumah, tapi menggunakan identitas ayah gue karena gue belum cukup umur untuk membuat surat suratnya” jelas sagara.
“Gimana caranya?”
“pandai pandai gue, wajah bokap sama gue gak beda jauh, Cuma dia lebih tua gue lebih muda, gue bawa aja kartu tanda pengenal bokap saat tanda tangan pembelian, dan gue juga bisa meniru tanda tangan bokap” ungkap sagara.
“keren juga lo bro, udah punya penghasilan sendiri” puji azmi.
“emang lo gak punya? Lo juga punyakan” kata sagara, membalikkan ucapannya pada azmi.
“benar banget, kita harus pandai pandai untuk mencari uang itu, tapi kenapa ambil di jerman bro?”
“kebetulan gue mau kuliah ke sana makanya cari yang ada di sana” aku sagara.
“Caca udah tau lo mau kuliah ke sana?”
Sagara mengangguk, “udah”
“dia gak sedih?”
“sedih sih dia mint ague untuk tetap di sini, karena ucapannya gue jadi bimbang sekarang, itu adalah keputusan gue sebelum caca muncul dalam hidup gue, gue gak pernah menyangka ada gadis seperti caca yang mampu masuk ke dalam dunia gue yang monoton”
“Pastiin perasaan lo yang sebenarnya jangan salah ambil keputusan bro, yang pasti kalau lo udah nyakiti perasaan adik gue, gak ada ampun buat lo, dan gue gak bakal memberikan kesempatan kedua” ancam azmi sebelum Sagara mengambil keputusan yang salah.
Karena menurut azmi pria itu lebih baik bersama adiknya di banding hidup sendiri.
...🍁🍁🍁🍁🍁...
__ADS_1