
Semua orang kini menunggu sagara yang terdiam dengan pertanyaan Quinsya secara tiba tiba, tapi tidak lama sagara terdiam, pria itu kini mengelus pipi Quinsya dengan lembut.
“menggemaskan kok, siapa yang tidak suka” jawab sagara.
Tina membelalakkan matanya mendengar jawaban yang keluar dari mulut sagara, karena hal yang tidak mungkin telah terjadi di depan matanya, Sagara baru saja mengatakan menyukai Quinsya di depan umum, walau itu tentang sifat Quinsya, tapi tetap saja ini adalah sagara, pria dingin idola satu sekolah karena tidak pernah terjamah oleh wanita, kini mengatakan suka tanpa paksaan.
Bisa terjadi bencana di sekolah itu, atas ucapan yang baru saja sagara ucapkan.
“dengar tu! Banyak kok yang suka sama caca” ujar Quinsya bangga.
“Saga, ni cewek gak bisa apapun selain mengadu pada papi nya” tunjuk Tina pada Quinsya.
“Enak aja caca gak bisa apapun, walau caca bodoh tapi caca pintar di hal memasak makanan, dari masakan barat hingga masakan asia caca bisa membuatnya, jadi perut muse aman kalau masalah makanan, dan caca bisa menghasilkan uang dengan tangan caca, caca juga kaya raya, cantik lagi, apa lagi yang dibutuhkan selain itu” balas Quinsya tidak mau kalah.
Tina mati kutu akibat balasan yang dilontarkan oleh Quinsya, karena kini dia tidak bisa mengatakan apapun lagi, semua ucapannya mampu dibalas oleh Quinsya bahkan tina sendiri tidak bisa seperti Quinsya, dia memang cantik dan kaya raya, tapi dia belum bisa menghasilkan uang sendiri, dia juga tidak pintar memasak.
“Ada lo gak bakal bisa nyenangin kebutuhan ran_”
“Bisa lo hentikan!” potong azmi cepat, dia masih belum mau adiknya terkontaminasi dengan ucapan Tina. Karena Azmi sudah tau kepanjangan ucapan Tina.
“Apa sih! Abang kok main potong potong ucapan orang, caca penasaran ini” desak Quinsya.
__ADS_1
“Gak perlu dengarin lagi, ni orang gila terlalu menggebu gebu untuk ngalahin adek, adek sama mira balik ke kelas aja ya” bujuk Azmi sambil menarik adiknya agar berdiri dari tempat gadis itu duduk.
“Tapi bang~” rengek Quinsya.
“Saga tolong Tarik adik gue ya, atau gue Tarik surat izin gue” ujar Azmi tegas.
Saga mengangguk dan meraih tangan Quinsya, “yuk ke kelas, gue lupa kalau ada tugas yang belum gue buat” bujuk sagara.
“Muse kok bisa lupa, ayo cepat selesaikan” Quinsya dengan cepat menarik tangan sagara yang sudah saling bertautan, diikuti amira dan almeer. Sementara Aryan dan azmi masih berada di sana sampai Quinsya benar benar pergi dari kantin.
“Gue peringatkan kepada lo, jangan rusak otak adik gue dengan ucapan yang baru saja lo sampaikan, bukannya mendapat perhatian saga, tapi lo akan dianggap wanita gak benar dengan ucapan yang baru saja lo pikirkan” ancam Azmi, setelah itu pria itu beranjak pergi dari sana.
Aryan juga ikutan tegak dari kursinya, tapi saat dia berjalan satu Langkah pria itu berhenti dan berbalik “Ahhh! kalau adik gue memberi peringatan, tapi beda dengan gue, ini perintah, jangan pernah mendekati adik gue atau berbicara padanya, atau keluarga lo akan bangkrut, pemegang saham terbesar di rumah sakit bokap lo adalah bokap gue, jadi sebaiknya patuhi perintah gue” ujar Aryan, pria yang sangat jarang bicara itu akhirnya angkat bicara juga. “dan gue kasih saran, jangan merendahkan diri lo sendiri, ucapan lo barusan bakal membuat diri lo tidak lagi berharga sebagai seorang perempuan” tambah Aryan sebelum pria itu benar benar pergi dari kantin.
“Tin, lo gak papa kan” kata Rina dengan nada lembut, lebih tepatnya kasian dengan Tina. Dia tidak akan berani seperti Tina yang terus berusaha menyindir Quinsya walau dia berharap ada salah satu ucapan Tina yang berhasil membuat Quinsya mati kutu.
Tina hanya diam sambil mengepalkan tangannya, wajahnya sudah memancarkan kemarahan, karena mendapat peringatan dan perintah dari kedua abang kembar Quinsya.
“Seandainya gadis itu tidak ada! Sagara masih bisa gue dapatkan” umpat Tina dalam hatinya, “tunggu, gue masih bisa mendapatkan sagara, orang tua gue dan orang tua sagara adalah sahabat baik, papa gue juga pernah bilang gue itu dulu akan dijodohkan dengan sagara, walau rencananya gagal, tapi gue bisa minta papa untuk melanjutkan rencana itu” pikir Tina, gadis itu tersenyum setelah mengingat hal itu, membuat Rina bergidik ngeri pada temannya itu, karena tiba tiba tersenyum padahal tadi dia terlihat sangat marah.
“Lo tenang aja, kita kerjain anak itu lain kali, dan gue pastikan gak bakal ketahuan” ujar rina berusaha membujuk Tina.
__ADS_1
“Hmm kita pikirkan nanti” ujar Tina.
...🍁🍁🍁🍁🍁...
“Saga! Ini gue buat sendiri untuk lo, tolong terima ya” saat sagara baru menduduki kursinya, datang beberapa perempuan yang mengerumuni mejanya, bukan hanya satu atau dua, tapi sudah ada 10 orang yang datang dan langsung meninggalkan hadiah pada sagara tanpa bisa pria itu tolak.
Para gadis itu berpikir, mengikuti cara quinsya yang selalu memaksa sagara akan berhasil, dan mereka berpikir sagara menyukai tipe cewek seperti Quinsya, yang manja dan menyebalkan.
Padahal berita tentang sagara yang menyukai Quinsya baru tersebar beberapa menit yang lalu, tapi semua gadis di sekolah sudah mengetahuinya, dan langsung bertindak cepat.
“Muse mau di apakan itu semua?” tanya Quinsya heran.
Sagara menatap Quinsya, “lo mau salah satunya?” tanya sagara.
Quinsya menggelengkan kepalanya, “gak mau, caca cuma heran aja mau diapakan itu semua, meja muse jadi penuh dengan hadiah, padahal muse mau catat tugas yang belum muse kerjakan”.
“Buang, seperti ini” Sagara dengan entengnya menyingkirkan semua hadiah itu dari mejanya tanpa peduli gadis gadis yang tadi memberikan padanya menangis tersedu sedu, dan ada yang kecewa berat.
Quinsya menatap dengan heran hadiah yang sekarang sudah berada dilantai, menatap kasian dengan hadiah hadiah itu dan para gadis yang menangis, mereka tidak punya mental baja seperti Quinsya, yang bakal terus memaksa dengan berbagai cara agar sagara mau, dulu Quinsya juga sering mendapatkan penolakan dari sagara tapi tidak separah itu.
“Lantai lo jadi kotor bro” ujar azmi, pria itu geleng geleng kepala liat calon adik iparnya, memang senang karena hanya adiknya yang diperlakukan special, tapi kasian juga dengan para gadis itu.
__ADS_1
“Gak peduli, bukan punya gue juga” jawab sagara. Melihat para gadis yang mendekat padanya membuat sagara merasa ingin muntah, sebenarnya ini sesuatu yang sudah lama tidak dia rasakan, dulu pria itu dingin pada perempuan karena memang membenci perempuan karena berlama lama bicara dan dekat dengan mereka akan membuat sagara teringat dengan wajah bundanya, quinsya yang telah membuat rekor karena sagara tidak merasakan apapun saat gadis itu di dekatnya. Dan itu adalah rahasia yang dia simpan selama ini tidak ada yang tau bahkan pembantu di rumah saja tidak tau tentang itu, yang mereka tau sagara memang dingin pada setiap perempuan.
...☘️☘️☘️☘️☘️...