
author up lagi, tapi bantu dukung karya author ya, jangan lupa kasih vote, like dan yang lainnya
Terima kasih
...🌺🌺🌺🌺🌺...
Rafa kembali mengelus puncak kepala putrinya, “baiklah” ucap rafa pelan, lalu dia beralih menatap sagara, “aku akan menerima lamaranmu … jika ayahmu datang sagara” lanjut papi rafa.
Awalnya sagara tersenyum karena lamarannya diterima, tapi senyum itu langsung menghilang begitu rafa meminta ayahnya untuk datang.
“aku akan menemanimu untuk bicara pada ayahmu” Rafa kembali berbicara karena sagara yang mendadak menjadi patung. “kapan kita menemui ayahmu?” lanjut rafa lagi.
“Sekarang om, sagara siap sekarang juga” ucap sagara dengan penuh keyakinan.
“Baiklah, ayo” ajak rafa.
“caca ikut pi!” teriak Quinsya cepat.
Rafa berhenti untuk berbicara pada putrinya, “Tidak boleh, biarkan papi dan sagara yang menyelesaikan, adek mau semuanya berjalan lancarkan?”
“Baiklah” ucap Quinsya pasrah.
.
Sagara dan Rafa menuju rumah sagara dengan menggunakan mobil pribadi Rafa, yang menyetir adalah sagara, karena tadi rafa lah yang melemparkan kunci mobilnya pada sagara, sambil berkata, “ujian pertamamu”.
Dengan sangat hati hati sagara mengendarai mobil milik rafa, dia kagum dengan mobil rafa yang sudah di modifikasi, Rafa selalu membuat sagara kagum dengan sosoknya.
“apa di rumahmu sedang ada tamu?” tanya rafa.
“Iya om, dia orang yang sagara ceritakan”.
__ADS_1
Rafa mengangguk dan tersenyum misterius.
...💐💐💐💐💐...
“mana putramu?” tanya opa eddy pada Aditya. Setelah beberapa saat berbincang tentang pekerjaan opa eddy baru mulai membicarakan alasan kedatangannya ke rumah itu.
Aditya menunduk, “maafkan adit pa, sagara belum pulang sejak dia keluar dari rumah ini”.
“Apa?! Kamu masih memberikan uang jajan pada putramu?! Makanya dia tidak kembali ke rumah?!”
Aditya menggeleng, “sudah lama sekali dia tidak pernah menggunakan uang yang adit berikan padanya, dia memiliki pekerjaannya sendiri hingga tidak pernah menggunakan uang pemberian Aditya, jadi dia tidak merasa takut keluar dari rumah ini” jelas Aditya.
“Apa pekerjaan anak yang hanya berusia 18 tahun?! Atau kamu berbohong pada papa agar bisa membatalkan perjodohan putramu?” desak eddy.
Aditya yang tadinya duduk di sofa kini berpindah menjadi berlutut di lantai, “Pa, maaf kan adit, ini adalah hutang adit pada papa, jangan paksa putra adit untuk menikahi wanita yang tidak dia cintai pa, kasian cucu papa, hanya bisa mendapatkan raga nya bukan hatinya pa” ujar adit tertunduk lesu.
“Kau tau apa adit, papa juga dijodohkan, ezra juga papa jodohkan secara paksa, dan sekarang papa dan ezra bahagia dengan pasangan kami, jangan lembek seperti ini, paksa putramu, pernahkah papa meminta sesuatu hal padamu? Hanya menikahkan putramu dengan cucu papa, dan kamu tidak mau? Ini balas budimu pada papa?!” sindir eddy.
“Maafkan adit pa, adit tidak bisa memaksa saga, dia memang putra adit, tapi adit tidak ingin menyakiti dia lagi, adit tidak bisa memaksanya pa” lirih Aditya.
“liat, tanpa papi bantu, ayah mu sudah lebih dulu bertindak, seperti itu kasih sayang orang tua pada anaknya” bisik papi rafa.
Sagara mengangguk dan tersenyum pada rafa lalu kembali melihat ayah Aditya yang masih berlutut di lantai.
“Hahahhaa, adit adit! Apa ini balas budi yang kamu katakan?! Papa pungut kamu dari panti asuhan! Papa berikan Pendidikan yang layak dan uang untuk membuka usaha, sekarang hanya satu hal yang papa minta tapi kamu tidak mau?! Apa kamu bersedia menyerahkan semua kekayaan yang kamu peroleh pada papa?!” bentak eddy, disebelah pria itu ezra sudah tersenyum senang, karena manapun pilihan Aditya dia tetap pemegang kemenangan itu, karena semua pasti berakhir dengan dia lah yang mendapatkan kekayaan Aditya.
Sagara emosi dan hendak melangkah mendekati orang orang yang sedang mendakwa ayah Aditya, tapi segera ditahan rafa, “tenang, serahkan pada papi, bukannya kamu sudah meminta bantuan pada papi” bisik rafa, kini pria itu yang berjalan perlahan mendekati orang orang itu.
“Assalamualaikum” sapa papi rafa, dibelakang pria itu sagara mengikuti rafa dengan berjalan santai.
Tadi saat sagara menyetir mobil, rafa sudah lebih dulu mempersiapkan senjata perang untuk sagara, membuka semua rahasia keluarga Aditya hingga keluarga eddy, bahkan rafa tau semua wanita yang menikah siri dengan eddy dan ezra.
__ADS_1
“waalaikum salam” Aditya tampak kebingungan sagara datang bersama seorang pria tampan namun terlihat lebih muda darinya.
“Hai pak eddy dan pak ezra” sapa rafa sambil duduk disalah satu sofa, layaknya seorang bos.
“pa-pak Rafa?!” pekik Ezra tidak percaya, dia pernah melihat rafa di salah satu pesta cukup mewah tapi tidak pernah punya kesempatan untuk berbincang dengan pria itu.
“Wahh sepertinya hanya pak ezra yang mengenal saya, wajar sih, saya tidak suka tampil di depan public” ucap rafa santai. “saga, bantu ayahmu untuk duduk kembali di sofanya” perintah papi rafa.
Mengikuti kata rafa, sagara membantu Aditya untuk duduk di sofanya.
“Maaf anda siapa dan kenapa datang kesini?” tanya eddy dengan wajah mengerikan.
“Pa~ ini pemilik AR corporation dan king corporation” ujar ezra memperkenalkan Rafa. Memang Rafa banyak mengenali orang, bahkan pengusaha yang baru naik pun dia kenal, tapi orang tidak banyak yang mengenalnya.
Rafa mengangguk, “benar sekali, saya jarang tampil di depan public, jadi hanya sedikit yang tau tentang saya, sekalipun saya tampil di depan public, wajah saya tidak akan bisa di ekspos, karena saya bisa mengatur orang orang itu”.
Eddy sempat terkejut, namun berusaha menormalkan wajah keterkejutannya, “lalu kenapa anda datang ke sini?”
Rafa bertopang dagu sambil menyilangkan kakinya, “untuk membantu calon menantu dan besanku” jawab rafa santai.
“Maksudnya?!” pekik eddy dan ezra serentak.
“Kalian datang kesini dengan tujuan menikahkan putri terkecil kalian dengan sagara, tapi bagaimana ini?!” rafa tersenyum meremehkan, “sagara sudah saya tarik dari peredaran, dia hanya bisa menikah dengan putri saya” ucap rafa tanpa kekhawatiran sama sekali.
Sebuah ide jahat langsung muncul dalam otak eddy, karena ucapan rafa, “pak rafa, sagara harus membayar hutang budi ayahnya pada papa ku, bagaimana menikahkan putri anda dengan putra saya, dia sangat tampan dan lebih tampan dari sagara, jadi biarkan sagara menikah dengan putri saya” ujar ezra di angguki oleh eddy.
“hahahhaha” Rafa tertawa keras sambil bertepuk tangan. “kalian orang yang menarik! Terlalu gila dengan kekayaan, apa yang akan kalian lakukan jika kekayaan kalian bertambah? Kalian akan membeli pulau? Membeli rumah? Dasar orang tamak” rafa dengan sengaja menyindir ezra dan eddy tanpa kasian sama sekali.
“Pak rafa! Anda keterlaluan! Saya berbicara secara baik baik, tapi kenapa anda menghina saya?!” protes ezra karena merasa tersinggung.
“uppss maaf, kebiasaan di keluarga saya suka bicara secara spontan tanpa filter jika dengan orang orang seperti kalian” sindir rafa sekali lagi.
__ADS_1
Di tempat duduknya sagara mengulum senyum mendengar bagaimana rafa berbicara, mirip seperti Quinsya, Aryan dan azmi jika sedang menyindir orang. sekarang sagara tau darimana sifat itu berasal.
...🍂🍂🍂🍂🍂...