
“Chika?” panggil darel, gadis yang dipanggil Chika itu segera duduk disebelah darel dan tersenyum manis pada pria itu.
“Lama gak jumpa, apa kabar Rel?” sapa Chika.
“gue baik, kalau lo gimana?”tanya balik Darel.
“Gue juga baik” Chika kini menatap kea rah gadis yang duduk dihadapan darel, “ini pasti amira, adik cewek kesayangan lo” tebak Chika.
“Iya, kenalin ini adik gue, namanya amira” Darel mulia memperkenalkan amira pada Chika. “mir, ini sahabat abang di kampus dulu, namanya Chika.
Amira berusaha melengkungkan sebuah senyuman pada bibirnya agar tidak di anggap sombong, “Amira kak” ucap amira memperkenalkan diri.
“Ya ampun cantik banget sih, pasti idola deh di sekolahnya” Chika dengan gemasnya mencubit pipi amira.
Amira masih melengkungkan senyum palsunya sambil mengelus pipi yang tadi di cubit chika.
“Belum boleh soalnya masih 16 tahun masih kecil jadi belum boleh pacarana” sahut Darel.
“Ya ampun rel, sister complex banget lo sekarang, 16 tahun itu udah boleh lah mengenal yang namanya cinta, gue aja pacaran umur 14 tahun” ujar Chika santai. “ya kan mir? Pasti capek ya punya abang over protective seperti ini”
Amira menggeleng, “gak apa kok kak, malah mira senang di jagain seperti itu” ujar amira.
“ini tandanya adik lo juga sama brother complex” ledek Chika, “ngomong ngomong, gue dengar lo putus dari sisi?” tanya chika tiba tiba.
Darel langsung menatap amira yang wajahnya berubah masam sambil menatap pantai, gadis itu tidak mau banyak bicara lagi. “iya gue udah putus” jawab darel singkat.
“kenapa? Jangan bilang lo mau fokus sama karir lo?” sindir Chika.
“Iya” jawab darel singkat, pria itu masih sibuk menoleh menatap amira, dia yakin amira akan marah padanya, padahal dia selalu bilang dia tidak pernah pacaran, tapi sekarang ketahun oleh amira kalau diapernah pacaran.
“Gue senang loh lo putus dari dia, dia emang cewek yang gak benar, gue dengar dia anak pel*c*r” bisik Chika.
Darel langsung memandang Chika dengan muka menyeramkan, “Jangan pernah bicara hal seperti itu di depan gue, disini ada adik gue, tolong dia masih anak dibawah umur” kata darel dengan tegas.
__ADS_1
“oh sorry rel, mira gak dengarkan?” ujar chika.
“kakak bicara apa?” tanya balik amira berpura pura tidak mendengar ucapan Chika.
“tuh dia gak dengar, rel besok lo ada waktu gak? Boleh gue ajak lo jalan?” goda chika.
“Sorry chik, gue kesini niatnya liburan bareng keluarga gue, lagi pula di vila ada banyak adik adik gue, gue gak bisa meninggalkan mereka” tolak darel secara halus.
“ya udah deh, kalau gitu selesai liburan boleh dong kita jalan berdua, kan lo udah gak ada gandengan”
“Liat aja nanti ya, mir masih mau disini atau kita jalan lagi?” tanya darel dnegan lembut pada adiknya.
“jalan aja bang, kami duluan yan kak chika” pamit amira.
Selepas darel dan Amira pergi chika masih menatap jejak kepergian kedua orang itu, “kenapa wajah mereka tidak terlalu mirip? Dan ada pandangan lain dari mata adiknya darel” gumam chika pelan. “hah! Tidak mungkin, mereka saudara, mana mungkin bisa cinta kan?” sambung chika sambil geleng geleng kepala.
...🌿🌿🌿🌿🌿...
Farel duduk di saah satu bangku di pinggir pantai, pandangan pria itu kosong menatap kea rah pantai, kalau bisa farel ingin menghapus rasa yang dia rasakan untuk adik sepupunya, tapi nyatanya perasaan itu sangat sulit untuk di lupakan.
Farel menoleh sebentar dan menganggukkan kepalanya.
“Makasih ya” setelah itu, wanita itu duduk disebelah farel. Dia mulai mengeluarkan makanannya dari dalam tas yang dia bawa lalu mulai memakannya, setelah itu dia kembali meletakkan makanan yang baru setengah dia makan ke dalam tas.
“iya kalian dimana? Gue udah disini dari tadi” gerutu gadis itu saat ada yang menelponnya.
Farel menoleh pada gadis itu mungkin karena merasa ketenangannya terganggu.
“Hehehe maaf ya, saya ribut” kekeh gadis itu, dia terus memandangi farel yang sangat tampan walau berwajah datar.
Farel hanya diam dan kembali melihat kearah pantai, sambil memakan makanan yang tadi dia makan, sebelum ada wanita berisik itu.
“Loh kok lo makan makanan gue tanpa permisi!” wanita yang duduk disebelah farel langsung meraih makanan yang ada di tangan farel. “kalau lo mint ague pasti kasih izin, ni lo gak minta sama gue!” gerutu wanita itu sambil memakan makanan yang tadi dia ambil.
__ADS_1
Farel hanya diam membiarkan wanita itu menggerutu, dia sangat malas menjelaskan pada wanita itu bahwa itu miliknya.
“lo ganteng sih ganteng, tapi mau ambil makanan orang itu harusnya permisi” wanita itu masih menggerutu kesal hingga makanan di tangannya habis.
Farel yang malas berdebat akhirnya pergi meninggalkan wanita itu.
“yee!! Malu kan lo! Makanya lari! Teriak wanita itu kesal.
“Vee! Maaf gue telat ini gara gara Lia makanya kami telat”
Wanita yang tadi di panggil vera masih mengerutu sebal, “gara gara kalian gue harus bertengkar dengan cowok!”
Lia dan Nina duduk di bangku kosong yang tadi di tinggalkan oleh farel. “emang bertengkar karena apa?” tanya Lia penasaran.
“Gue kan lagi makan, terus waktu gue makan karena kalian telepon gue letak disini makanannya, terus tu cowok langsung main ambil aja makanan gue, ya ngamuk dong gue” gerutu Vera.
“Ya ampun Vera! Gue kira apaan Cuma gara gara makanan lo bisa semarah ini, lo tu dari dulu emang gak pernah berubah ya” kekeh Nina, lia yang ada disebelahnya juga ikutan mengangguk.
“Lo ada bawa minum gak vee?” tanya lia sambil memegang lehernya yang terasa kering.
“Ada kok, bentar gue am_” Vera yang sedang merogoh tas nya langsung terdiam ketika melihat bungkus makanan yang berisi setengah ada di dalam tasnya, seingat wanita itu, dia hanya membeli satu buah, dan tadi sudah habis dia makan.
“mana vee? Kenapa lo malah ambil makanan, yang gue minta air minum vee!” desak lia.
Vera mengeluarkan air dan memberikan pada lia, lalu memegang bungkus makanan yang memang miliknya, “girls sepertinya gue yang salah” gumamnya pelan.
“Maksud lo apaan?” tanya nina dan lia bersamaan.
“gue marahin orang dan bilang dia pencuri, padahal itu memang punya dia, dan punya gue ada di dalam tas” kekeh Vera, gadis itu sudah nyengir sambil menunjukkan tanda ‘V’.
“Ya ampun vee!!! Lo kira kira marahin orang yang bukan kesalahannya, tu cowok untung gak mengamuk, dasar vera!!” umpat Nina kesal. Dia tau sahabatnya itu paling sensitive soal makanan, dan dia juga pelupa.
“hehehe” vera hanya bisa nyengir.
__ADS_1
...🍀🍀🍀🍀🍀...