My StuPid Girl

My StuPid Girl
63. Para Ulat Mendekati


__ADS_3

“Saga! Aww” seorang gadis tiba tiba saja berlari kearah sagara dan berpura pura terpeleset jatuh saat sagara baru saja hendak keluar dari kelasnya, dan gadis itu sengaja menubruk sagara agar bisa langsung dipeluk sagara. “makasih saga” ucap gadis itu malu malu diikuti dengan gaya centilnya merapikan rambut.


Bukannya menjawab ucapan gadis itu sagara hanya kembali melanjutkan perjalanannya, tanpa menoleh atau menjawab sedikitpun gadis yang tadi menggodanya.


Sagara merasa sangat risih dengan apa yang para gadis itu lakukan untuknya, karena Quinsya sendiri tidak selebai mereka memaksa sagara dan bertingkah manja, dia sadar ucapannya yang dia katakan di kantin tadi telah menjadi boomerang pada dirinya, dia tau tidak seharusnya dia menjawab pertanyaan Quinsya tadi jadi mereka salah paham dengan ucapannya, tapi sagara tidak mungkin tidak menjawab, dia tidak ingin gadis yang special di hatinya itu dihina satu sekolahan, lebih tidak ingin melihat wajah kecewa Quinsya.


“Saga! Saga! Tungguin gue!” teriak gadis yang baru saja menabrak sagara.


Quinsya menatap sebal para gadis yang bersikap over pada sagara, “Lo ngapain sih ngejar ngejar muse punya caca!” bentak Quinsya akhirnya. Sejak tadi dia memang diam saja, tapi lama lama risih juga liat gadis gadis yang berusaha mendekati sagara, padahal sagara sudah bersikap defensif pada orang orang yang mendekatinya.


“Loh kenapa lo yang sewot?! Lo kan bukan siapa siapanya saga! Lo pikir lo aja yang bisa bersikap manja dan memaksa saga! Gue juga bisa!” balas gadis itu dengan wajah tidak kalah mengerikan dari Quinsya.


Sagara menatap gadis itu datar, dia akhirnya angkat bicara, “entah kenapa kalau caca yang bersikap manja dan memaksa ke gue, gue merasa dia lucu, tapi kalian yang tiba tiba bersikap seperti caca malah kelihatan menjijikkan, bisa berhenti ngikuti gue?” sindir sagara, kali ini dia sengaja berbicara panjang agar semua gadis yang sedang menunggu antrian untuk menggodanya berhenti dengan kelakuan mereka.


“Gak bakal! Gue bisa juga bersikap seperti gadis ini, bahkan gue bisa lebih membuat lo senang saga” ucap gadis itu seduktif sambil meraih lengan sagara dengan erat dan menempelkan gunung kembarnya pada sagara.


‘Plak’ dengan sekali hentakan tangan gadis itu terlepas dari lengan sagara dan sekarang dia tersungkur jatuh.


“kalau gitu silahkan coba, karena gue akan mengusir kalian dengan sadis dan kejam” tantang sagara, dia langsung meraih bahu Quinsya dan mulai berjalan bersama gadis itu.


“Wah wah wah kasian banget sih, kalian pikir sikap kalian sekarang mirip dengan adik gue? Tolong pakai otak kalian, yang manja, agresif dan keras kepala bukan seperti yang kalian lakukan, dan sagara tidak akan memperlakukan kalian seperti saga memperlakukan adik gue, karena adik gue itu special, tidak ada yang bisa menggantikan posisi adik gue” sindir Azmi sebelum berlari mengejar Quinsya dan Aryan yang sudah jalan duluan.


...💐💐💐💐💐...


“muse hari ini temani caca ya ke mall mau cari cat dan kuas yang baru” rengek Quinsya pada pria yang masih dengan setia merangkul Quinsya.


“hmmm, ganti baju dulu, nanti gue jemput di rumah gimana?” tawar sagara.


Quinsya mengangguk cepat, dia langsung berbalik menghadap Aryan dan menengadahkan tangannya pada pria itu.


“Apa dek?” tanya Aryan kebingungan.

__ADS_1


Quinsya menaik turunkan alisnya dengan senyum misterius, “kartu abang” ucap Quinsya dengan semangat.


Aryan geleng geleng kepala, padahal adiknya itu sudah memiliki kartu untuk dia belanja sendiri, tapi Quinsya selalu menjadikan dia dan azmi sebagai atm berjalannya.


“emang adek gak ada uang lagi?” tanya Aryan, tapi masih tetap mengeluarkan dompet dan mengeluarkan 2 buah kartu black card pada Quinsya.


“Gak mau adek pakai” kekeh Quinsya riang, dia sudah mengambil dua kartu black card yang ada di tangan Aryan.


“Iya gitu dek, dari kemarin abang terus yang di palak sekarang gantian bang ar yang di palak” seru Azmi dari belakang Aryan, pria itu senang sekarang Aryan yang mendapat giliran untuk membayar belanjaan Quinsya.


“Emang siapa bilang abang az gak kena, sini kartu” Quinsya gantian memalak azmi dengan menengadahkan tangannya pada pria itu.


“Emang gak cukup 2 kartu unlimited itu dek?” tanya azmi tidak percaya, memang kartu yang di berikan Aryan adalah kartu unlimited yang artinya dengan satu kartu saja Quinsya bisa membeli isi satu mall, tapi Aryan memberikan dua kartu padanya, yang berarti dia bisa membelanjakan apa saja tanpa meminta pada azmi lagi.


“Adek mau main jebakan batman, jadi nanti kasirnya ambil salah satu kartu yang caca bawa, jadi siapa yang bayar, adek gak tau” kata quinsya dengan santainya.


Azmi tidak habis pikir lagi dengan kelakuan adiknya, tapi dia tetap mengeluarkan kartu yang dia miliki pada Quinsya, “ampun abang, punya adek kerjanya malak terus” omel Azmi.


“Iya, sana ganti baju dulu” jawab sagara.


...🌼🌼🌼🌼🌼...


“wah banyak banget beli cat nya” celetuk seseorang dari sebelah Quinsya. “hehehe maaf, ganggu waktunya, lo pelukis ya?” tanya gadis itu lagi pada Quinsya.


Quinsya mengangguk pelan, dia memang selalu membeli cat dengan sangat banyak karena terlalu malas untuk kembali membeli, sementara dia sangat sering melukis dari cat minyak hingga cat air.


“Boleh ganggu waktunya sebentar gak?” tanya gadis itu lagi dengan sopan.


“Ya silahkan” angguk Quinsya.


“begini, adik saya punya tugas sekolah untuk melukis dengan cat air, bisa kasih tau gak merek cat air yang murah tapi sangat bagus, kalau gak ada yang bagus gak apa kok asal murah” ucap gadis itu sedikit takut.

__ADS_1


Quinsya mengangguk pelan, “untuk tugas sekolah? Bagi pelajar?” tanya Quinsya.


Gadis itu mengangguk cepat, “Iya benar banget, gue lagi gak ada uang buat belikan dia yang mahal, gue juga baru aja diterima kerja”.


“Kalau gitu beli maries watercolor poket aja, udah ada kuas, spons dan keramik untuk mencampur warnanya, harganya Cuma seratus ribu dan ada banyak warna, ada lagi sih yang lain tapi kalo sekalian fungsinya itu yang paling bagus” terang Quinsya dengan sopan.


“Benarkah? Makasih banyak ya, boleh kenalan kan, gue Vera” ujar gadis itu sambil menjulurkan tangannya pada Quinsya.


“Gue Quinsya” jawab Quinsya sambil menyambut tangan vera.


“sekali lagi makasih banyak ya, gue gak tau kalau gak ada lo harus cari yang mana” ujar vera.


“Iya gak apa” jawab Quinsya, dia kembali mengambil cat yang dia inginkan.


Vera sedikit terdiam saat melihat seorang pria merangkul lengan Quinsya, “tampan banget, pasti pacarnya, wajar sih, yang cewek cantik yang cowok tampan” batin Vera sebelum pergi meninggalkan Quinsya dan sagara yang masih berada di tempat itu.


.


“dari mana aja sih lo?” tanya sahabat vera.


“Gue bingung buat adik gue mesti cari cat air yang mana, jadi gue nanya orang, biar bisa dapat ide” kekeh Vera.


“Ngapa gak nanya petugasnya aja, kan dia bisa memberikan banyak pilihan” ujar sahabat vera.


“gak mau, gue udah sering di tipu sama sales sales, jadi gue mesti tanya pakarnya” ujar vera.


“emang lo yakin yang lo tanyain pakar banget dalam urusan itu?” sindir sahabat vera.


“Yakin banget, tu liat, dia aja beli sampai sebanyak itu, yuk kita bayar, gue udah dapat yang gue cari”


“Ver, cowoknya ganteng banget ya, itu ceweknya beli cat banyak banget ya vee” bisik sahabat Vera, karena keduanya saat ini sedang mengantri menunggu di belakang Quinsya dan sagara.

__ADS_1


...💐💐💐💐💐...


__ADS_2