My StuPid Girl

My StuPid Girl
70. Berusaha berdamai


__ADS_3

Aditya sudah satu jam berdiam diri di tempat dia duduk setelah mendengar cerita dari asisten rumah tangganya, pria itu ingin sekali mengamuk, sekarang dia tau kenapa putranya bisa bersikap seperti orang lain, karena Aditya telah lupa pada putranya sendiri, pria itu terlalu meratapi kemiskinan yang dulu dia rasakan hingga dia kehilangan sagara, dokter juga pernah mengatakan sakit yang di derita abang sagara kemungkinan akan menurun pada sagara juga, karena itu Aditya berusaha mencari uang yang banyak agar saat penyakit itu datang, dia memiliki uang untuk mengobati putranya.


Aditya sudah kehilangan 2 orang yang sangat dia sayangi, dia tidak ingin kehilangan sagara lagi, makanya setelah kematian istrinya, Aditya semakin giat bekerja, dia terlalu terpuruk dengan kehilangan dua orang yang dia sayangi, sampai dia lupa bahwa putranya yang masih hidup juga merasakan kesedihan yang sama, dia lupa jika putranya juga kehilangan sosok bunda.


Aditya tidak pernah menyangka jika airi akan memperlakukan sagara dengan sangat kejam, pernah beberapa kali Aditya memergoki airi hampir melakukan kekerasan pada sagara, tapi airi mengelak dan mengatakan dia cuma menakut nakuti sagara, dia tidak akan melakukan hal itu pada sagara, Aditya yang cinta mati pada istrinya hanya bisa percaya dengan ucapan istrinya tanpa dia ketahui airi telah berbohong padanya.


Perlahan Aditya berjalan memasuki kamar sagara, untung saja kamar itu tidak terkunci, jadi Aditya bisa memasukinya tanpa kunci cadangan. Aditya menatap setiap sudut kamar sagara, pertama kalinya dia masuk ke dalam kamar itu, selama 16 tahun belum pernah sekalipun Aditya memasuki kamar sagara, bagaimana tema kamar sagara, apa kesukaan sagara dan dari mana dia membeli perlengkapan kamarnya semuanya Aditya tidak mengetahui itu.


Aditya baru menyadari dia telah bersalah pada Sagara, pantas saja sagara tidak pernah mau menurutinya, karena dia sendiri sudah mengacuhkan putranya sendiri.


Tapi walaupun begitu Aditya tetap tidak mau sagara tidak serius dengan belajarnya, dia takut harta kekayaan yang harusnya menjadi hak sagara akan jatuh ke tangan riri dan anaknya yang mengaku sebagai darah dagingnya.


Mata Aditya beralih pada sagara yang terlelap dalam tidurnya, “akan aku pertahankan semua milikmu, aku berjanji nak” ucap Aditya pelan.


...🌲🌲🌲🌲🌲...


Sagara menuruni tangga dengan sedikit terburu-buru karena dia telat bangun.


“Tuan muda! Tidak sarapan!” teriak asisten rumah tangga itu, saat sagara baru menuruni tangga.


Mata sagara melihat Aditya yang duduk di meja makan sambil membaca layar ipad miliknya yang menampilkan dokumen pekerjaan, di temani secangkir kopi dan sandwich.


“Saga gak lapar bik” jawab sagara lalu berlalu begitu saja.


“Apa karena ada aku di sini?” Aditya menurunkan ipad nya dan menatap sagara.

__ADS_1


Sagara hanya menatap ayahnya sekilas lalu bergegas keluar rumah. Hal itu membuat Aditya menghela nafas berat, niat hati ingin berusaha mendekatkan diri dengan sagara tapi putranya itu malah melarikan diri darinya, padahal Aditya tidak sedang marah atau menceramahinya.


“Anu tuan, tuan muda setiap pagi memang tidak pernah sarapan, jadi tuan jangan salah paham” ujar asisten rumah tangga itu begitu melihat wajah Aditya yang berubah sedih.


Aditya menatapnya, “lalu dari mana dia makan? Dia tidak pernah mengeluarkan uangku yang aku kirimkan”.


Asisten rumah tangga yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya pelan, dia tidak tau sama sekali dari mana sagara dapat makanan, karena dia tidak pernah tau sagara memiliki penghasilan.


“Apa bibi tau uang siapa yang dia gunakan untuk membeli computer yang ada di kamarnya?”tanya Aditya, karena Aditya sempat melihat 3 buah layar komputer di dalam kamar sagara bukanlah murah, sementara sagara tidak pernah menggunakan uang pemberiannya.


Kembali asisten rumah tangga itu menggelengkan kepalanya, “saya hanya tau tuan muda membeli itu dan memasangnya sendiri tuan” jawabnya.


“Baiklah” ucap Aditya pasrah.


“Bagaimana kalau saya tanyakan saja tuan?” usul bibi itu.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


“Paaaa-gi muse. . .” ucapan Quinsya terdengar sedih di akhir, gadis itu kesal karena sekarang ada segunung makanan di meja sagara, biasanya setiap pagi dialah yang memberikan sarapan untuk sagara, jika bukan dia mami cessa yang menyiapkan itu.


Sagara mengulum senyum melihat tampang bete Quinsya, pria itu menengadahkan tangannya pada Quinsya. “mana sarapanku, partner” pinta sagara.


“masih butuh? Itu udah ada banyak! Berjibun malahan” sindir Quinsya sebal.


Sagara mengeluarkan kantong plastic gede dalam tasnya dan memasukkan semua makanan yang ada di mejanya dalam kantong plastic itu, baru melangkah ke tempat pembuangan sampah, untuk membuang semua makanan itu.

__ADS_1


“Kenapa gak dikasihkan ke anak jalanan aja” usul Quinsya.


“rencananya pengen gitu sih, tapi takut di dalam nya ada obat atau jampi jampi, kasian anak jalanan yang makan, kalau gini mereka pasti menyesal telah memberikan” ujar sagara, “Lalu mana sarapanku?” sagara kembali menengadahkan tangan pada Quinsya.


Quinsya tersenyum senang, sagara sama sekali tidak tertarik dengan berbagai macam makanan lezat yang ada, malah menunggu dirinya yang setiap pagi membuatkan sarapan, jika Aditya tau mungkin pria itu akan marah pada quinsya karena berhasil menguasai perut sagara.


Dengan senang hati Quinsya memberikan bekal yang dia bawa dan dua buah botol minuman, satu untuknya dan satunya lagi untuk sagara. “Hari ini sandwich tuna mayo” seru Quinsya bersemangat memperkenalkan sarapannya pada sagara.


“Ini dia yang ditunggu tunggu” ujar sagara, pria itu langsung menghabiskan bekal pemberian Quinsya hanya dalam hitungan menit.


“Tadi bukannya ada banyak makanan bro” seru azmi, sambil menepuk bahu sagara pelan.


“Yang tadi banyak jampi jampinya, pasti gak enak” ujar sagara.


Azmi tertawa kencang dan kembali menepuk nepuk bahu sagara, “yang benar aja, kasian orang orang yang kasih, mereka kan mau ngikuti cara adik gue, buat dekati elo, lah elo nya malah buang ke tong sampah, hahahha” ujar azmi dengan suara kencang, sengaja memang, dia bermaksud menyindir para wanita yang ada di kelas bahwa sudah dapat dilihat pemenangnya, antara mereka dengan adik kembarnya.


Beberapa wanita yang ada didepan kelas yang sudah membawa beberapa tentengan di tangan langsung terdiam begitu mendengar ucapan azmi, mata mereka kini beralih pada plastic besar yang berisi banyak makanan yang sudah teronggok di tempat sampah. Mundur teratur para gadis gadis itu, melihat apa yang sagara lakukan.


Tapi berbeda dengan Tina dia maju pantang mundur, seperti Quinsya yang tidak pernah mundur.


“Saga!” panggil Tina, wanita itu sudah dengan tampilan full make up dan pakaian sekolah yang tampak tidak seperti pakaian sekolah.


Sagara hanya melihat sekilas lalu sibuk meminum jus buah yang sudah quinsya buatkan untuknya.


“Saga!” panggil tina sekali lagi karena sagara tidak menjawabnya.

__ADS_1


...🍀🍀🍀🍀🍀...


__ADS_2