My StuPid Girl

My StuPid Girl
Bonchap 5


__ADS_3

Aryan yang mendapatkan izin dari Istrinya segera naik ke atas tempat tidur tanpa memberikan waktu untuk Elmira membatalkan keinginannya, “Makasih ya” ucap Aryan malu malu.


“hmm” Elmira hanya berdeham untuk menjawab Aryan.


Aryan melihat ke arah Elmira yang masih duduk sambil menunduk menatap tangannya yang saling bertautan.


“EL” panggil Aryan sambil meraih tangan Elmira untuk dia genggam, Elmira sedikit tersentak tapi gadis itu membiarkan Aryan untuk menggenggam tangannya, dia tidak mau dibilang istri durhaka seperti yang dibilang oleh mami cessa dan mommy yuni.


“Y-ya?” jawab Elmira gugup tanpa sadar keringat dingin mulai keluar membasahi pelipis gadis itu, dia bahkan beberapa kali meneguk saliva nya karena merasa kering di tenggorokan.


“Dengarin aku, sekarang tatap mataku” ujar Aryan.


Elmira yang masih malu malu mengangkat kepalanya yang menunduk secara perlahan, ini sudah kedua kalinya dia merasakan tangan besar Aryan yang menyentuh kulitnya, ada sensasi menyengat yang gadis itu rasakan. Jantungnya sudah berdetak tidak karuan semenjak mendengar suara lantang Aryan yang mengijab nya. Elmira pikir jantungnya tidak akan pernah lagi berdetak dengan kencang karena pria, tapi saat melihat Aryan dan mendengar suara pria itu Elmira merasa dia pasti bisa luluh dengan pria tampan itu.


“Aku akan selalu mengatakan ini setiap pagi dan malam hari, Aku mencintaimu Elmira, sangat mencintaimu, jangan ragu akan cintaku, aku tau pernikahan ini seperti di paksa, tapi aku berharap hanya kamu selamanya yang ada di sisiku, tolong belajar mencintaiku, dan maaf memaksamu menikah denganku” ujar Aryan.


Tanpa sadar air mata Elmira keluar gadis itu merasakan kejujuran dan kesungguhan dari ucapan Aryan, dan itu sampai ke hatinya yang terdalam, selama ini tidak pernah ada pria yang terlihat serius berpacaran dengannya bahkan dia sering di selingkuhi karena tidak mau di cium dan memberikan keperawanannya pada pria pria itu, mereka mengatakan cinta tapi hati Elmira masih merasa ragu dengan ucapan yang pria itu ucapkan, namun berbeda dengan Aryan, entah kenapa Elmira yakin pria itu tulus dan benar benar jujur dengan ucapannya.


“Makasih mas, El akan belajar buat mencintai mas, dan maaf mommy meminta mahar sebuah rumah atas nama El” suara Elmira memelan di akhir kalimatnya dia malu sekali dengan permintaan mommy Yuni, Elmira takut keluarga Aryan akan tersinggung dengan ucapan mommy yuni, dan membencinya, sikap mommy yuni inilah yang juga membuat para pria di sekitar El mulai menjauh, karena di anggap mata duitan alias matre.


Aryan tertawa kecil dan tawa itu mampu membuat Elmira semakin terpesona dengan ketampanan pria itu, “Tenang saja, aku tidak masalah, maaf sebenarnya aku sudah mengetahui kehidupan mu dan mommy, bagaimana kalian diusir oleh keluarga kalian, aku sudah mengetahui semuanya, bahkan aku berencana akan membukakan sebuah restoran untuk mommy yuni, agar biar mommy yuni bisa istirahat dia cukup memerintah para karyawannya, jika kamu membolehkan” ujar Aryan.


“Mas- gak ji-jik dengan sikap mommy?” isak Elmira,air mata sudah terus turun dari mata gadis itu.


Aryan tersenyum, dia melepaskan genggaman tangannya untuk menangkup pipi Elmira lalu menghapus air mata gadis itu, “mulai sekarang kamu hanya boleh menangis bahagia, aku melarang mu untuk menangis, katakana semua keinginanmu padaku, selagi aku bisa akan aku penuhi, mau itu keinginan egois atau keinginan yang sangat sulit kamu katakan, beri tahu aku semuanya asal jangan pernah berpikir untuk bercerai dari ku hanya itu permintaanku” ujar Aryan.


Elmira mengangguk tanpa sadar gadis itu memeluk tubuh Aryan dan menumpahkan air matanya pada pria itu.

__ADS_1


...🌼🌼🌼🌼🌼...


“Pagi pengantin baru” sapa Quinsya, hari ini Quinsya dan keluarga kecilnya masih menginap di rumah orang tua Quinsya, karena tidak sempat pulang ke rumah mereka.


“Ngapain dek mau ngajak berantem lagi?” tanya Aryan yang sudah waspada duluan melihat dua saudara kembarnya yang sedang menikmati sarapan mereka.


“Yang liat abang, mentang mentang udah nikah berani menjawab, biasanya diam aja” adu Quinsya pada sagara yang sedang menyantap makanannya bersama kedua putra kembarnya.


“udah kasian abang ar, dia kan belum dapat jatah yang, jadi belum bisa dikatakan pengantin baru” ledek Sagara.


“wuuaahhh udah bisa ya adik ipar gue bercanda” sindir Aryan, dia mengambil tempat duduk di sebelah Elmira, gadis itu masih terlihat malu malu berkumpul bersama keluarga barunya.


“Jangan mancing bang, nanti K.O dilawan sama 4 orang sekaligus” ledek papi Rafa. Quinsya, sagara, Azmi dan hana sudah menatap Aryan dan Elmira dengan wajah menantang. Aryan geleng geleng kepala dengan tingkah keluarganya pagi pagi.


“ampun abang minta ampun” ujar Aryan sambil angkat tangan tanda menyerah.


“Sun?” beo Aryan tanpa sadar.


“Gini loh bang” Azmi menarik tengkuk istrinya dan langsung mencium bibir hana di depan para keluarganya.


“Dasar anak gila!” umpat Aryan kesal.


“Cuma mencontohkan ni gini cara nya bang” Quinsya ikutan mencium bibir sagara di depan keluarganya.


Elmira tampak malu plus terkejut melihat keluarga Aryan yang blak blakan cium ciuman di depan orang tua mereka sendiri.


“Papi pergi kerja dulu” Rafa tegak dan mencium wajah hingga bibir Cessa, lalu mencium para cucunya yang masih sibuk bermain dengan makanan mereka. Setelah itu rafa berjalan melewati Aryan dan menepuk bahunya pelan, “Selamat berjuang bang” ucap Rafa sebelum benar benar pergi dari sana.

__ADS_1


Aryan menghela nafas panjang, “haruskah papi juga ikutan mereka” teriak Aryan frustasi.


“Biar semangat bang, ayo dapatkan hati Elmira” tambah Azmi dan hana sebelum mengangkat anak anak mereka pergi dari meja makan.


“Ayo semangat belah duren bro” lanjut sagara dan Quinsya lalu beranjak dari kursi mereka sambil membawa anak mereka masing masing satu.


Mami cessa hanya bisa tertawa liat tingkah suami dan anak anak mereka.


,


Aryan dan Elmira masuk kembali kedalam kamar mereka setelah selesai sarapan, Aryan tampak merasa tampak bersalah pada Elmira dengan kelakuan keluarganya, walau konteks nya bercanda memang sedikit berlebihan untuk menyindir dirinya.


“maaf ya el, keluarga aku buat kamu gak nyaman ya?” tanya Aryan.


El menggelengkan kepalanya pelan, “keluarga mas Aryan lucu, el tau kok mereka gak maksud jahat, el gak apa apa mas” jawab Elmira.


“makasih ya udah mau ngertiin keluarga aku, dan ini untuk kamu” Aryan memberikan sebuah kartu pelajar buat Elmira.


“ini apa mas” Elmira meraih kartu itu dan sedikit terkejut ketika membacanya.


“kemarin mas pernah tanya kan, apa el mau kuliah kesenian, tapi el maunya sekolah bisnis, jadi mas daftarkan kamu ke kampus untuk mengabulkan mimpi el” jelas Aryan.


“mas~ el udah terlalu tua untuk belajar kuliah”


“masih 20 tahun, tidak ada kata terlambat untuk mulai belajar, lagi pula wajah kamu masih muda kok gak ada yang tau kamu 20 tahun” puji Aryan.


“Makasih mas” Elmira memberanikan dirinya mencium pipi Aryan, “makasih buat semua kebaikan mas Aryan” lanjut Elmira.

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻🌻...


__ADS_2