My StuPid Girl

My StuPid Girl
12. Fitnah


__ADS_3

Setelah melihat Quinsya menganggukkan kepalanya Aryan baru melepaskan bekapannya dari mulut Quinsya.


Quinsya tersenyum senang dan langsung duduk disebelah Sagara, kebetulan sekali kursi sebelah sagara kosong.


Sementara itu Aryan dan Azmi memilih duduk di belakang Sagara dan Quinsya.


“Muse, caca boleh duduk di sini kan?”


“hmm” Sagara hanya menjawab dengan dehaman, sebenarnya itu adalah salah satu keajaiban karena saga mau menjawab, beberapa mata kini menatap Quinsya yang tersenyum cerah dan sagara yang masih dengan wajah dinginnya.


“Hari ini karena kita sudah ada janji ulangan, mohon semuanya hanya meninggalkan alat tulis di atas meja, bagi murid baru jawab saja sebisa kalian, bapak memaklumi jika kalian tidak bisa menjawabnya” ujar pak rudi.


“Baik pak” jawab Aryan dan azmi bersamaan.


Sementara Quinsya masih bertopang dagu menatap Saga, tidak peduli dengan pandangan mata yang masih menatapnya. Sagara sendiri tidak peduli entah kenapa dia tidak terlalu merasa rishi padahal bisa dibilang kelakuan Quinsya itu sangat menyebalkan.


“Muse kok ganteng banget ya__kk sakit bang” ringis Quinsya karena kepalanya baru saja di jitak Aryan. “apaan sih bang” protes Quinsya.


“Aryan, Quinsya bisa kita mulai ulangannya sekarang?”


“Bisa pak, lanjut aja” ujar Aryan. “cepat keluarkan kotak pensil kamu ca” peringat Aryan dengan suara pelan.


“Ihh! Iya iya” Quinsya membuka tas sekolahnya mengeluarkan buku gambar pertamanya, lalu mengeluarkan kacamata, lalu kuas kuasnya, lalu cat untuk melukis, Caca sudah mengeluarkan semua isi tasnya, Sagara sampai bengong melihat semua barang tidak berguna yang ada di atas meja Quinsya, sementara Quinsya menoleh kebelakang dan nyengir memperlihatkan gigi putihnya, “caca lupa bawa kotak pensil, hehehe”.


Aryan dan azmi memukul kening mereka masing masing, Aryan yang lebih dulu mengambil pena dan pensil dari dalam kotak pensilnya. “nah pakai”.


“Makasih abang ganteng” Quinsya kembali memasukkan semua barang-barang yang tadi dia keluarkan setelah itu dia menatap Sagara dengan wajah polos, “muse kenapa tatap caca gitu? Terpesona ya” goda caca.


Aryan hendak kembali memukul kepala Caca, tapi gadis itu lebih dulu melindungi kepala berharga nya “Gak lagi bang, caca Cuma bercanda! Hehehe abis muse natapnya biki_” ucapan caca terhenti karena Aryan kembali memberi peringatan pada Quinsya, “iya iya tutup mulut nih” tanbah Quinsya dengan memperagakan sedang mengunci mulutnya dan membuang kunci itu jauh jauh.


Sagara tanpa sadar tersenyum kecil melihat pertengkaran kedua saudara itu, apa lagi gadis alien disebelahnya sangat menggemaskan.


Sayang Quinsya tidak melihat senyum yang hanya muncul beberapa detik itu, karena saat Quinsya kembali melihat kearah sagara, senyum itu sudah hilang berganti dengan tampan datar Sagara.


.

__ADS_1


10 menit telah berlalu sejak ulangan dimulai, Semua siswa dan siswi tampak sibuk mengerjakan soal yang diberikan sementara Quinsya, jarang-jarang dia masih membuka mata di saat orang sedang serius, hal itu disebabkan Quinsya sedang melukis di balik lembar yang kosong, hanya bermodalkan pensil yang diberikan Aryan serta kertas soal yang dibelakangnya kosong. Gadis itu asik melukis sambil menatap sagara.


Awalnya saga tidak tau, karena pria itu sibuk menjawab soal dengan serius jadi dia tidak sadar gadis disebelahnya bukan mengisi lembar jawaban, tapi malah melukis dirinya.


“Apa yang lo lakuin?” bisik Sagara pada Quinsya.


“sttttss jangan gerak, lagi bagus posenya” balas Quinsya dengan berbisik juga.


Kepala sagara sedikit menoleh kebelakang untuk memberi peringatan pada kedua abang kembar Quinsya, tapi yang ada kedua pria dibelakangnya hanya mengangkat jempol, serta mengatakan tidak apa.


“alien” batin sagara dari pada pusing memikirkan alien cantik disebelahnya Sagara kembali mengerjakan soalnya masih belum dia selesaikan.


Tanpa sadar jam pelajaran berakhir dan pertanda semua lembar jawaban sudah dikumpulkan.


‘teng teng teng’ bunyi bel sekolah yang menandakan jam pelajaran sudah berhenti.


“Oke sip” gumam Quinsya senang. Lukisan sagara telah berhasil dia buat dan lukisan itu sangat indah walau hanya menggunakan pensil.


Sagara yang mendengar suara Quinsya, menoleh untuk melihat apa yang terjadi, matanya sedikit melotot saat melihat potret dirinya yang sedang serius menyelesaikan lembar jawaban yang sedang Quinsya Lukis.


“lo gak jawab ulangan tadi?” tanpa sadar mulut Sagara mengeluarkan pertanyaan pada alien cantik didepannya.


Quinsya menggelengkan kepala, “terlalu banyak angka, caca pusing” jawab Quinsya santai sekali, dia hanya mengumpulkan lembar jawaban kosong yang sudah berisi lukisan indah sagara dibelakangnya.


Tanpa sagara sadari pria itu terbengong mendengar jawaban Quinsya, pria itu tersadar saat Azmi menepuk bahunya. “lo berbakat jadi model bro” puji Azmi yang sudah melihat lukisan Quinsya.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


“Nasi goreng, siomay, mie ayam” ucap Quinsya pada Azmi yang hendak memesan makan siang mereka.


“habis dek?” tanpa sadar Azmi menatap Quinsya dengan mata sinis.


“Abis, sana cepat belikan” rengek Quinsya, gadis itu sudah tegak dari meja kantin.


“mau kemana?” tahan Aryan saat Quinsya hendak beranjak pergi.

__ADS_1


“tu, muse caca” Quinsya menunjuk Sagara yang baru memasuki kantin dan duduk menyendiri.


Aryan hanya bisa pasrah meninggalkan adiknya yang mendekati Sagara yang sedang menunggu antrian untuk memilih makanan.


“Ar! Itu gak apa?” tunjuk Ameer pada Quinsya yang mirip anak autis.


“gak apa paling bentar lagi normal” jawab Aryan singkat.


“Saga itu idola di sekolah ini, takut gue nanti si caca dikerjain oleh penggemar saga” ungkap Ameer.


Aryan hanya bertopang dagu, “gue gak yakin mereka bisa menghadapi alien seperti caca” ujar Aryan sambil terus melihat kearah Quinsya.


.


“Muse!” panggil Quinsya, gadis itu sudah tersenyum lebar tegak disebelah sagara.


Sagara hanya menoleh sekilas dan tidak mengeluarkan suara sedikitpun.


“awas muse” Reflek sagara mundur mengikuti peringatan dari Quinsya.


‘brak’ didepan sagara baru saja ada siswi yang terjatuh, gadis itu sudah basah karena air yang tadi dia bawa tumpah.


Quinsya hanya mengedipkan mata pada gadis yang sudah marah di depannya.


Tadi siswi itu hendak mendorong Quinsya dan menumpahkan minuman dingin ditangannya kea rah Quinsya, tapi bukanlah Quinsya namanya jika tidak bisa melawan atau mengerjai balik.


“Ya ampun, kok bisa jatuh” pekik Quinsya sambil berjongkok menghadap gadis yang terjatuh tadi. Kantin itu mulai heboh karena ada orang yang jatuh Sebagian ada yang tertawa dan Sebagian ada yang bersikap biasa dan kasihan. “muse gak kena tumpahannya kan?”


“gak__” Sagara langsung menutup mulutnya kembali, sudah dua kali mulutnya tanpa sadar mengeluarkan jawaban atau suara, kecuali untuk urusan paling penting.


“Saga bantuin gue hiks hiks, tu anak jahat banget, dia sengaja buat gue terjatuh” tuduh gadis yang jatuh tadi, beberapa temannya sudah mendekati kerumunan sagara dan Quinsya.


“Woi anak baru, berani cari masalah lo?!” pekik salah satu teman siswi yang jatuh.


...🌾🌾🌾🌾🌾...

__ADS_1


__ADS_2