My StuPid Girl

My StuPid Girl
55. Cemburu


__ADS_3

Darel menepuk bahu farel dengan pelan, karena melihat wajah sedih dari farel yang menatap Quinsya dan sagara, dua orang itu duduk bersebelahan tapi tidak menempel, karena disana banyak keluarga Quinsya, Gadis itu hanya sibuk menonton sambil memainkan jari sagara, dan semua yang Quinsya lakukan disaksikan farel dan darel yang duduk di belakangnya.


“Dek, ada papi dan mami, jangan pegang pegang cowok yang bukan muhrim” tegur Darel, dia memang tidak mau melihat raut sedih Farel.


“Cuma pegang tangan aja bang, dan tu, papi sama mami biasa aja” ujar Quinsya.


“Ta_” ucapan darel terhenti karena farel menepuk bahu pria itu pelan. Kepala farel menggeleng pelan, memberi kode darel untuk berhenti berbicara.


“Kenapa bang?” tanya amira yang baru duduk disebelah darel habis mengambil snack untuk menonton.


Darel tidak menjawab hanya menggelengkan kepalanya pelan, pria itu membiarkan amira bersandar pada bahunya, lalu darel menoleh pada farel yang hanya menatap nanar layar film.


“Kalau lo mau istirahat duluan sana pergi” bisik darel.


Farel hanya menggelengkan kepala untuk menjawab darel.


.


“menurut papi dia anak yang baik, hanya kurang kasih sayang saja” ujar papi harri yang terus menatap Quinsya dan sagara.


“Ntah lah pi, Rafa masih belum bisa membayangkan menyerahkan caca buat pria itu” gumam rafa pelan.


“emang kenapa? Apa karena masa lalunya?”


“Rafa takut dia mempermainkan perasaan gadis kecil rafa”


Opa harry terkekeh kecil, “Kamu tidak merasa dejavu dengan sagara? Dia hampir mirip seperti kamu, papi yakin putrimu bisa menyembuhkannya, dia keturunan cessa yang sudah terbukti menyembuhkan mu” kekeh Opa harry.


“Benar banget tu pi, sebelum ketemu cessa, rafa itu seperti kutub es gak bisa terjangkau” sahut prince.


“Jangankan terjangkau kalau menyenggol aja kita bakalan jadi beku, sangking mengerikannya dia” tambah dafa.


“Benar tu pi, bahkan xelo sampai buat kamus dari ekspresi datarnya ingin mengatakan apa, karena dia tidak banyak bicara pi” sambung Xelo, pria itu juga ikut karena membawa beberapa pekerjaannya untuk di kerjakan sambil liburan bareng keluarga.


Jarang jarang waktu liburan seperti itu semua keluarga berkumpul.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


“Muse!” panggil Quinsya pada sosok sagara yang baru turun dari kamarnya. Gadis itu sibuk menepuk bangku kosong sebelahnya untuk sagara duduki.

__ADS_1


Saat Sagara mau duduk, farel duluan yang mengambil tempat itu hingga sagara hanya bisa duduk di seberang Quinsya.


“ihhhh abang!” gerutu Quinsya sedikit kesal.


“hahahha ngambek gitu aja, nanti abang kaduin papi dan mami loh, caca Cuma mau nempel sama saga” ledek Farel, sekarang pria itu berusaha bersikap biasa seperti abang yang lainnya di hadapan Quinsya.


“Abang nyebelin!” gerutu Quinsya, gadis itu cemberut sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya dengan cepat.


“Pelan pelan makannya” tegur sagara sambil mengusap punggung tangan Quinsya yang ada di atas meja.


Quinsya yang tadi cemberut langsung tersenyum senang dan mengangguk cepat. “Awww abang!” pekik quinsya sebal, pasalnya farel baru saja mencubitnya dan berlalu pergi dengan tawa palsu. “bang farel nyebelin banget!” tambah Quinsya sambil memicing kesal pada punggung farel yang sudah menghilang.


“Ca, habis ini mau kemana?” tanya Amira tiba-tiba.


“Mau jalan berdua sama muse” jawab Quinsya dengan santainya.


“Kak, ikut dong vio sama bulan mau jalan jalan juga” pinta violet dengan wajah memelas.


“No no no!” jawab Quinsya tegas. “Kalian sana ajak para kesatria dan pangeran buat jalan” Quinsya menunjuk Almeer, Aryan dan azmi satu persatu.


“Gue bilang sama papi lo Cuma mau berduaan sama saga” ancam azmi, pria itu masih sibuk bermain game di ponsel sambil sesekali mengambil makanan untuk mulutnya.


“Bang az, itu pacarnya kak caca ya?” Violet menunjuk sagara karena penasaran.


“Bukan” jawab azmi singkat.


“lah, kok nempel banget kayak perangko” celetuk Bulan.


“Udah jangan dipikirkan anak kecil gak perlu tau, sekarang kalian mau kemana, ayo abang temani” Azmi sudah menutup ponselnya dan bersiap siap untuk pergi.


“Kak mira ikut juga gak?” tanya Violet.


Amira menggelengkan kepalanya pelan, “kakak mau jalan jalan bareng bang darel, iya kan bang?” Amira menatap darel meminta persetujuan, agar pria itu menyetujuinya.


“Hmmm” deham darel sambil mengangguk.


...🌲🌲🌲🌲🌲...


Darel dan Amira jalan berdua menggunakan motor yang ada di vila opa ali, keduanya menikmati menatap pemandangan di sekitar pantai sambil mengendarai motor.

__ADS_1


Darel berhenti disalah satu tempat pembelian buah kelapa. Membantu adiknya itu untuk melepaskan helm dan menariknya duduk di salah satu bangku.


“Mira dan caca gak lagi marahan kan?” tanya darel, waktu sidang Amira dan Quinsya pria itu tidak ada karena sibuk menggantikan posisi daddy king.


“gak kok bang, mira udah gak marah lagi sama caca” jawab amira terdengar santai.


“Lalu kenapa caca gak mau ajak mira jalan?” tanya darel lagi.


“Yah~ abang, kayak gak tau sendiri, emang abang bisa tebak apa yang ada di otak caca, bukan berarti kami bertengkar kalau kami tidak jalan bareng” ujar Amira, “caca udah pernah cerita, dia berusaha keras untuk ujian agar bisa jalan berdua saja dengan sagara, jadi wajar dia Cuma mau jalan berdua sama sagara” lanjut amira.


“Tu cowok kalau di mata amira gimana?”


Amira mengerutkan keningnya bingung, “gimana apanya? Gak ngerti mira bang” tanya balik Amira.


“Amira gak naksir sagara?” selidik Darel.


Amira tertawa keras sambil geleng geleng kepala, “kok abang bisa mikir gitu?”


“dia kan ganteng, banyak yang menyukai pria itu di sekolah, apa mira salah satunya?”


Amira kembali menggelengkan kepala, “gak lah bang! Ganteng sih ganteng tapi pelit senyum sama bicara, udah jelas mira juga gak banyak bicara, yang ada kalau kami berdua disatukan bakal jadi kayak kuburan”


Darel mengangguk setuju, pria itu menatap lekat mata amira, “emang cowok tipe ideal kakak tu seperti apa?” amira di keluarganya sering dipanggil kakak karena dia yang paling tertua diantara semua cewek yang ada di keluarga bagaskara.


“hmmm… ada deh” elak Amira, dia tidak mau menjawab ucapan darel, karena takut ketahuan.


“ayolah abang penasaran ini, masak adek abang belum pernah cerita tentang cowok dengan abang” desak darel.


“seperti daddy king”bohong amira.


“yang lebih spesifik dong, contohnya wajah atau apa deh” tanya darel lagi.


“hmm kalau gitu, yang seper_”


“DAREL!” pekikan suara wanita dari belakang amira telah menghentikan ucapan gadis itu, darel dan amira sama sama menoleh ke arah asal suara.


“Chika?” tanpa sadar Darel menggumamkan nama gadis yang memanggil namanya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2