My StuPid Girl

My StuPid Girl
79. Sekretaris Baru


__ADS_3

Amira tidak berhasil menemukan darel karena pria itu sedang dinas keluar kota. Gadis itu mengumpat kesal karena Darel tidak ada di kantor daddy king, sekarang dia memilih untuk pergi ke kantor Farel yang memang usaha yang dua saudara kembar itu buat dari uang mereka sendiri, yaitu kantor arsitek dan kontraktor.


“Permisi apa abang farel ada?” tanya Amira pada sekretaris yang belum pernah dia temui itu.


“Ada kak, apa kakak sudah buat janji dengan tuan Farel?” tanya si sekretaris.


Tanpa menjawab Amira langsung masuk tanpa permisi ke dalam ruangan farel.


“Ehhh Kak!” pekik sekretaris itu karena Amira yang menyelonong masuk. Mata sekretaris itu melotot melihat amira yang sekarang berada dalam pelukan Farel. “maaf pak, saya_”


“Tidak apa, kamu keluar aja” perintah farel sambil mengisyaratkan pada sekretarisnya itu untuk pergi.


Amira sudah menangis sambil memeluk Farel.


“Kenapa adik abang ini nangis?” tanya farel sambil mengelus puncak kepala Amira dengan lembut.


“Abang darel jahat! Dia ingkar sama janjinya!” isak Amira dalam pelukan farel.


Farel menghela nafas berat, dia tau amira akan mengamuk jika tau rencana Darel yang akan menikah dengan kekasihnya yang baru beberapa bulan dia temui, dia tau saudara kembarnya itu sengaja menikah cepat karena takut perasaanya pada amira semakin kuat, dia tidak mau merusak hubungan persaudaraan dengan keluarga bagaskara, keluarga itu sudah sangat baik mau membesarkan mereka dan menganggap mereka anak kandung.


“Abang udah besar dek, adek gak bisa selamanya melarang abang buat mendapatkan pasangan hidupnya” Farel berusaha memberi penjelasan.


“Tapia bang udah janji, boleh pacaran kalau mira juga udah pacaran! Abang darel jahat!” adu amira pada abang keduanya itu, tangisnya semakin pecah mengingat darel yang akan menikah.


“Bukan sekarang, paling 2 tahun lagi darel menikah, dia Cuma memperkenalkan calonnya pada mommy, bukan menikah dalam waktu dekat ini dek” ujar Farel berusaha meredam tangis Amira.


Ternyata berhasil Tangis mira yang tadinya kencang kini tinggal isakan saja, “Benaran?” isak Amira sambil menatap Farel.


Farel mengangguk cepat, “iya, mira percaya kan sama abang, udah jangan nangis lagi, udah makan siang belum?” tanya farel.


Amira menggelengkan kepalanya, “belum tadi caca tahan amira buat makan, karena dia mau buat pesta untuk sagara” gerutu Amira.


Mendengar nama saingannya Farel tersenyum pahit, “ya udah kita makan yuk, abang lapar ini, bentar lagi juga abang udah mau pulang ke rumah”.


“kenapa gak makan di rumah aja, caca udah masak banyak buat pesta kejutan sagara” ujar amira yang sekarang sudah tidak menangis.


“Abang lagi pengen makan KFC, mira mau ikut?” tanya farel.


“hmm…boleh deh, sekalian abang cerita tentang calon istri abang darel” jawab amira.


Farel mengangguk lalu menggandeng adiknya itu.

__ADS_1


.


Kedua orang itu keluar dari ruang kerja Farel, “Vera, kamu sudah boleh pulang, saya sudah selesai kerja” ujar Farel pada sekretaris cantik yang duduk di mejanya.


“baik pak” angguk Vera pelan, mata gadis itu menatap pada tangan Amira dan farel yang bergandengan.


“kamu mau ikut kami makan bareng?” tawar farel sebelum melanjutkan langkahnya.


Amira menatap sekretaris cantik farel, lalu mengulum senyum begitu melihat raut wajah sekretaris cantik itu yang tampak memancarkan sinar cemburu.


“Gak usah pak, saya sudah makan siang, ini bekal saya pak” Vera menunjukkan kotak bekalnya yang sudah kosong.


“baiklah saya pergi, tolong bereskan meja saya ya” perintah farel, lalu berlalu pergi.


“baik pak” jawab Vera.


.


“bang, tadi sekretaris baru abang?” tanya Amira.


“iya kenapa?”


“cantik ya, kemana yang lama bang?” tanya amira lagi.


“kalau yang ini suka godain abang gak?” Amira menatap farel dengan penasaran sambil mengulum senyumnya.


Farel menjentik kening amira pelan, “jangan mikir yang aneh aneh dek, abang gak ada rasa sama dia” tegur farel.


“Kenapa bang? Cantik loh, tadi dia cemburu loh liat mira gandengan sama abang” goda amira.


Farel geleng geleng kepala, dia sedang tidak mau memikirkan tentang percintaan, karena perasaannya sedang kacau akibat Quinsya. “Jangan mulai dek! Nanti nangis kalau abang dekat sama cewek lain, seperti abang darel” sindir farel.


“kalau minta persetujuan dulu sama mira boleh kok! Jangan tiba tiba seperti abang darel, liat aja kalau abang darel udah pulang dari dinas nya, akan mira kerjain!” ujar amira.


“jadi kalau sama yang tadi abang boleh pacaran dengan dia?” tanya farel.


Amira mengangguk cepat, “boleh, kakaknya cantik dan manis nampaknya juga baik, Mira setuju kalau abang sama sekretaris itu”.


“ya udah nanti abang pikir pikir dulu” kekeh farel.


“jangan hanya di pikir bang, kasian itu kakak cantiknya, langsung aja di lamar bang” goda Amira.

__ADS_1


“Kamu ini, emang dia suka sama abang?” farel terkekeh kecil.


“Dari matanya sih Nampak ketulusannya bang, mira yakin dia kakak yang baik, mira pengen punya kakak ipar sebaik itu bang, buruan di gaet ya bang”.


Farel geleng geleng kepala, “kalau abang dipaksa buat cari cewek kalau abang darel kenapa tidak boleh?”


Mood Amira yang tadinya senang berubah down ketika kembali membicarakan Darel, “soalnya abang darel udah janji sama mira, kalau abang kan gak pernah janji sama mira” gerutu mira kesal.


Farel tersenyum dan mengusap kepala amira dengan lembut, “Iya iya, jangan down gitu dong, abang gak bicara tentang darel lagi”.


...🐉🐉🐉🐉🐉...


‘Udah dimana?’


Sagara membaca pesan yang baru saja di kirim oleh Quinsya pada dirinya. Pria itu baru saja bersiap siap untuk pergi ke rumah Quinsya.


‘Baru selesai mandi, ni mau jalan’ Jawab sagara.


.


“Ayah, sagara pamit mau ke rumah teman” pamit sagara pada ayah Aditya yang sedang bekerja di ruang kerja yang ada di rumahnya. Semenjak pembicaraan antara ayah dan anak, hubungan keduanya perlahan mulai membaik, sagara mulai bisa memaafkan kesalahan ayah Aditya, karena pria itu juga mulai menunjukkan perubahannya.


“Iya, pulangnya jangan terlalu malam, apa kata orang kalau pulang dari rumah cewek malam malam” nasehat ayah Aditya.


“Iya yah, saga pamit” ulang sagara sebelum berlalu pergi.


Tidak lama sagara pergi pembantu rumah itu masuk ke dalam ruang kerja Aditya.


“Tuan besar, anu, maaf ganggu waktunya” ucap pembantu itu.


“Iya bi, ada apa?”


“Tuan besar tidak ingat ya? Hari ini tuan muda berulang tahun” pembantu itu mengingatkan pada tuan rumahnya bahwa putra dari tuan rumah itu sedang berulang tahun.


“Apa?! Ya ampun saya gak tau bik, kenapa gak bibik ingatkan sejak beberapa hari yang lalu” ucap Aditya sedikit kesal.


“Saya pikir tuan besar ingat, maafkan bibi tuan”


“gak apa bik, hmm buatkan makan malam kesukaan saga bik, saya akan pergi keluar sebentar” Aditya langsung membereskan pekerjaannya dan buru buru keluar dengan tujuan mencari hadiah buat sagara.


“Baik tuan” jawab pembantu itu.

__ADS_1


...🍀🍀🍀🍀🍀...


__ADS_2