
“Tugas kamu itu hanya belajar saga! Bukan pacar pacaran! Mau jadi apa kamu ! posisi satu saja tidak bisa kamu raih!” omel ayah Aditya.
Sagara menghela nafas sedikit lebih panjang, “lalu, bolehkah saga tanya? Tugas seorang ayah itu apa? Apa tugas seorang ayah itu hanya marah marah gak jelas dan menuntut anaknya untuk mengikuti kehendaknya? Atau hanya memberikan uang tanpa perhatian sedikitpun?” tantang sagara.
“Saga! Kamu masih 16 tahun! Bukan saatnya kamu berpikir tentang wanita, tugas seorang anak itu belajar!” bentak ayah Aditya.
“Sebelum itu harusnya ayah menjawab pertanyaan saga, apa tugas seorang ayah? Apa ayah sudah benar benar melakukan tugas itu? Jangan salahkan saga jika saga tidak bisa mengikuti kemauan ayah, karena saga tidak pernah merasa punya ayah” ucap sagara, setelah itu, sagara pergi meninggalkan ayah Aditya yang terdiam di ruang tamu.
Aditya memegangi jantungnya yang kembali terasa sakit, pria itu duduk untuk menenangkan dirinya, tadi dia di hampiri riri yang berniat membujuk dirinya untuk menikah dengan riri, wanita itu mengatakan bahwa jika sagara hidup tanpa ibu, maka dia akan menjadi anak gak benar, buktinya sagara jalan bersama wanita dan kerjaan anak itu hanya pacar pacaran, sementara Aditya sibuk mencari uang untuk menafkahi hidupnya.
Riri sama sekali tidak tau jika sagara tidak pernah lagi memakai uang ayahnya sejak dia sudah bisa menghasilkan uang sendiri dengan tangannya.
“Apa aku memang harus menikah dengan riri” gumam pelan Aditya.
.
Di dalam kamarnya sagara tertunduk lesu, dia merasa bersalah telah membentak ayah Aditya sebenarnya pria itu masih berharap pelukan kasih sayang dari ayahnya, tapi Aditya tidak pernah tau akan hal itu.
“bagaimana cara aku meminta alasan padanya, kalau setiap bertemu yang dia bicarakan hanya tugas seorang anak” lirih Sagara.
📳
📲“Assalamualaikum” sapa sagara pada si penelpon
📲“Waalaikum salam, muse udah sampai rumah?” suara ceria Quinsya terdengar dari dalam telepon.
📲“Sudah, kenapa?”
📲“Minggu depan muse datang ke acara ulang tahun rina?” tanya Quinsya.
📲“masih belum tau” jawab sagara ambigu.
📲“Hmmm, kalau datang sama caca aja ya, muse udah siapkan hadiahnya belum? Kalau belum gimana samaan caca aja?” tanya Quinsya beruntun.
__ADS_1
📲“Ya udah terserah caca aja” jawab sagara tidak terlalu bersemangat.
📲“Muse~ caca pengen nyanyi!” suara teriakan caca terdengar dari sebrang telepon.
Sagara tanpa sadar langsung menyunggingkan senyumannya.
📲“Nyanyi apa?” tanya sagara.
📲“Hmmm potong bebek angsa masak di kuali, nona minta dansa, dansa empat kali nona_” nyanyian Quinsya terhenti karena mendengar suara tawa sagara.
📲“kenapa harus potong bebek angsa?” tanya sagara di sela tawanya.
📲“Pengen aja, biar muse ketawa” ujar Quinsya, saat mendengar suara sagara tadi quinsya yakin pria itu sedang bersedih atau sedang ada masalah.
Sementara sagara semakin mengembangkan senyum indahnya, gadis alien yang muncul secara tiba tiba dalam hidupnya, bertingkah aneh dan tiba tiba, hanya untuk mendapatkan perhatiannya dan senyuman dirinya, sagara kadang berpikir kenapa quinsya menyukainya, pria yang tidak memiliki sesuatu yang menarik.
📲“makasih, kalau gitu lanjutkan nyanyinya” kekeh sagara.
📲“Gak akan”
Malam itu berlalu hingga sagara dan Quinsya tertidur dengan ponsel yang masih menyala.
...🌿🌿🌿🌿🌿...
Ulang tahun yang Rina adakan akhirnya mulai juga gadis itu sangat bersemangat dengan pesta ulang tahunnya kali ini karena berharap sagara akan muncul.
Kenyataannya sagara dan itu bukan harapan Rina lagi, tapi pria itu datang sebagai pasangan Quinsya, pria itu juga tidak membawa bunga atau hadiah, yang membawa adalah Quinsya.
Sagara terlihat sangat tampan berdiri disebelah Quinsya, begitu juga dengan Quinsya, gadis itu terlihat cantik dan mampu mengambil perhatian beberapa pria, bahkan ada saudara sepupu Rina yang mulai tertarik dengan Quinsya.
“Rin, itu sahabat elo? Yang pakai baju hitam itu” Tanya Fadi, saudara sepupu Rina.
“Iya, lo suka? Mau gue kenalin dengan dia?” tanya balik Rina penuh semangat, karena menurut Rina, Fadi saudaranya cukup ganteng dan mungkin mampu membuat Quinsya jatuh cinta, jika begitu Rina tidak perlu susah susah lagi menjauhkan Quinsya dari sagara.
__ADS_1
“Boleh tu, tapi kayaknya udah punya pacar deh” tebak fadi, karena melihat sagara yang sangat menjaga Quinsya di sebelahnya, pria itu bahkan merangkul Quinsya dengan erat.
“Bukan pacarnya, mereka Cuma sahabatan aja, gak ada hubungan lebih, lo masih bisa mendekat kok” hasut Rina, agar Fadi berani mendekati Quinsya.
“Lo maksa gue karena pengen ambil cowok yang di sebelahnya ya? Boleh juga taktik lo, tapi tenang aja, para wanita yang masuk kedalam jeratan gue gak bakal bisa lepas dari gue” bisik Fadi penuh percaya diri.
Rina mengangguk dan tersenyum senang, “Oke kita deal” putus Rina dan Fadi.
“Caca! Amira!” panggil Rina pada dua orang gadis yang sejak tadi mencari dirinya.
Quinsya dan amira berjalan pelan mendekati Rina bersama pasangan mereka, hari ini Amira datang ditemani saudaranya Darel sementara Almeer, Aryan dan Azmi tidak datang karena mereka terlalu malas ikut, ketiga pria itu hanya menyerahkan penjagaan saudara kembar mereka pada pasangannya.
“Happy Birthday Rin, ini semoga lo suka” Ujar Amira sambil menyerahkan kado yang lumayan besar pada Rina.
“Makasih amira” ucap Rina.
“Selamat ulang tahun Rin, ini dari gue dan muse” Quinsya juga ikutan menyerahkan hadiah yang telah dia bawa.
Hampir saja Rina berdecak kesal karena mendengar sagara memberikan hadiah bersama Quinsya padahal dia berharap sagara memberikan hadiah untuk dirinya sendiri.
“Makasih ca, dan” Rina menatap mata sagara, “Saga makasih banyak udah mau datang dan memberikan hadiah buat ku” ucap Rina penuh perhatian, mata wanita itu menatap sagara dengan pandangan memuja.
“Gue Cuma numpang nama aja sama caca” jawab sagara datar.
Amira dan darel mengulum senyum mendengar ucapan sagara, sementara Rina sudah memerah seperti tomat, malu karena telah salah paham.
“Ahh iya tidak apa, lo datang aja sudah kebahagian buat gue” ujar Rina. Fadi yang berada disebelah rina segera mencolek lengan gadis itu agar tersadar dari lamunannya dan segera memperkenalkan dirinya pada Quinsya dan amira, tadi dia tidak melihat amira, ternyata gadis itu cantik juga, sebagai jiwa playboy fadi sangat tertarik untuk menggoda dua wanita itu. “Oh iya, kenalin ini saudara gue, kebetulan dia kuliah di Canada lagi liburan musim dingin di sini”.
“Hai, nama gue fadi” fadi menjulurkan tangannya pada Quinsya, tapi gadis itu hanya menatap tangan fadi dan sama sekali tidak tertarik menjabat tangannya, lebih tepatnya Quinsya tidak mau melepaskan lengan sagara.
“Fadi ini teman gue namanya caca, dan ini amira” Rina yang ada di sana langsung menginterupsi suasana canggung akibat Quinsya yang diam saja setelah fadi mengajaknya kenalan.
...🍀🍀🍀🍀🍀...
__ADS_1