My StuPid Girl

My StuPid Girl
119. Istri Polos plus Lugu


__ADS_3

“Sayang, sini duduk dekat sini” pinta sagara sambil menepuk tempat tidur kosong disebelahnya.


Quinsya menggelengkan kepalanya, “gak mau caca masih marah sama muse, muse lebih berpengalaman, pasti pernah melakukannya” umpat Quinsya kesal.


“kemari sayang, ingat kata papi surga istri di telapak kaki suami, mau tambah dosa gak menuruti apa kata suami” ancam sagara.


Quinsya mendengus sebal tapi akhirnya gadis itu duduk di tempat yang sagara perintahkan dengan wajah cemberut. Sementara sagara mengulum senyum sekarang dia tau kelemahan istri kecilnya yaitu dosa, Quinsya akan menurut saat dia mengancam seperti itu, padahal sagara hanya berniat mengetes saja.


“mau apa!” gerutu Quinsya, wajah gadis itu masih cemberut karena sebal dengan sagara.


Sagara kembali mengulum senyum, “mau main masak masakkan” canda sagara.


“Main sendiri sana” Gerutu Quinsya


“Mana bisa buat adonannya sendiri sayang, gak bakalan jadi adonannya” canda sagara lagi.


Wajah Quinsya masih cemberut walau sagara sudah bercanda, dia masih kesal dengan pemikirannya sendiri.


Suara helaan nafas panjang sagara terdengar sedikit berat, dia tau istrinya itu masih 18 tahun dan tidak tau banyak tentang hubungan suami istri tapi ngebet banget pengen jadi suami istri, entah sagara bersyukur atau bersedih di hadapkan dengan situasi ini. Pantas papi rafa meminta dirinya untuk mengajari Quinsya dengan cara yang lembut, jika tidak mungkin istri kecilnya itu akan lari atau marah marah gak jelas.


Dengan pelan sagara mengelus puncak kepala Quinsya, “dengar sayangku, soal tadi yang di rumah sakit_”


“mau marah? Kan ayah sama papi keluarga, gak ada yang dirahasiakan di antara keluarga” belum sempat sagara melanjutkan ucapannya Quinsya sudah lebih dulu memotong ucapan sagara.

__ADS_1


Pria itu hanya bisa tersenyum dan mengelus dada untuk mengajarkan istrinya yang sangat polos dan lugu.


Kepala sagara mengangguk pelan tangannya masih sibuk mengelus puncak kepala Quinsya dengan lembut, “iya kamu benar sayang, tapi kamu baru aja mengata ngatai suami kamu, dosa loh kalau mengata ngatai suami, jadi kalau kedepannya jangan pernah membicarakan hal seperti itu di depan keluarga ya” jelas sagara dengan nada yang lembut.


“Tapi caca gak ngata ngatain muse, caca tau kok gak boleh cerita masalah suami istri ke orang orang, caca gak menjelekkan muse” wajah Quinsya yang tadinya cemberut berubah menjadi mendung berawan.


“Baiklah, tapi lain kali jangan seperti itu lagi ya sayangku” ujar sagara pasrah, istrinya memang tidak bisa disalahkan, gadis itu sangat sulit untuk diberi penjelasan tapi sagara tidak marah dengan sifatnya itu, justru itulah daya tarik dari seorang Quinsya, sagara juga sudah berjanji akan menerima semua kekurangan istrinya.


“eng” Quinsya menganggukkan kepalanya pelan, dia akhirnya sadar dia telah salah. “tapi caca masih marah sama muse” lanjut Quinsya.


“marah kenapa?”


“Muse sangat ahli, pasti udah pernah praktek kan?” kata quinsya sambil menunduk sedih.


Quinsya tampak berpikir, mengingat setiap ucapan mami cessa dan papi rafa lalu ucapan sagara, sementara sagara hanya diam memperhatikan wajah serius Quinsya yang sedang berpikir, wajar gadis nya sangat lugu dan polos, dia hidup dalam keluarga yang sangat menjaga dirinya, dia juga sering keluar masuk rumah sakit jadi jarang mendapatkan Pendidikan di sekolah, gadis itu juga sering bolos sebelum bertemu dengannya.


“Apa sakit? Kan lubang caca kecil, i-itu jamur muse besar” ucap Quinsya ragu.


Sagara kembali mengulum senyum dan mendekatkan wajahnya pada Quinsya memberikan ciuman pada bibir Quinsya secara lembut, namun berubah menjadi sedikit ganas. “Kita praktekkan saja sayang, jangan dipikirkan sakitnya” ujar sagara disela ciuman yang dia berikan.


Tubuh sagara sedikit di dorong oleh Quinsya, “Tapi caca belum pandai caranya” ucap Quinsya dengan polosnya.


Sagara kembali tertawa kecil dan mencium sekilas bibir Quinsya, kini pria itu naik keatas tubuh Quinsya untuk mengukung gadis itu agar tidak bisa lari. “Kamu hanya perlu diam dan ikuti nalurimu sayangku, nanti kamu juga akan mengerti” setelah berkata begitu sagara mulai mencium bibir Quinsya turun ke leher dan perlahan tangan pria itu mulai membuka baju yang Quinsya kenakan hingga hanya tersisa bawahan Quinsya.

__ADS_1


Tangan Quinsya yang merasa badannya mulai terekspos mulai menutupi bagian gunung kembarnya secara otomatis.


“Kenapa ditutupi sayang?” tanya sagara lembut.


“Ma-malu” cicit Quinsya.


Sagara tersenyum kecil melihat tingkah Quinsya, “sama suami jangan malu, biar kan aku melihatnya”.


Akhirnya Quinsya pasrah, dia mengikuti ucapan sagara dan membiarkan sagara melihat dirinya, sementara gadis itu melihat kesamping karena sangat malu.


'Cup’ Sagara mencium kening Quinsya dan membuat kedua orang itu saling berpandangan, “Terima kasih sayang, kamu sangat indah” bisik sagara, Quinsya sendiri semakin tersipu malu. “aku buka semua ya” izin sagara, takutnya istrinya itu akan ketakutan jika dia langsung melepaskan begitu saja.


Kepala gadis itu mengangguk pelan tanda setuju. Hanya dalam hitungan menit kedua pasutri itu sudah tidak mengenakan apapun. Mata Quinsya sedikit melotot melihat kearah bagian sagara yang menonjol. Dia memang sudah memegangnya tapi belum melihat secara langsung, sekaranglah pertama kalinya Quinsya melihat bentuk tubuh pria dan bagian menonjol pria yang sudah dewasa.


‘glek’ tanpa sadar Quinsya meneguk saliva nya, sangking gugup dan malu.


“Tenang sayang, semuanya akan baik baik saja” bisik sagara, seperti sebuah obat penenang kata kata sagara membuat Quinsya menjadi tenang, gadis itu mulai membiarkan sagara yang mulai menciumi leher hingga gunung kembarnya.


Kata kata mami cessa langsung muncul dalam kepalanya, ‘adek malu dan merasa geli tapi lama lama ada sesuatu dalam diri adek yang menginginkan lebih, lalu lebihnya seperti apa? Adek ingin sekali merasakan hal yang tidak pernah adek inginkan’ ucapan itu tiba tiba muncul dalam kepala Quinsya. Gadis itu tersenyum saat sudah tau apa yang dimaksud oleh mami cessa.


dua orang itu mulai di mabuk asmara bersama di kamar hotel yang masih mereka tempati


...💐💐💐💐💐...

__ADS_1


__ADS_2