My StuPid Girl

My StuPid Girl
83. Bawa ke Pengadilan


__ADS_3

makasih buat dukungan pecinta novel ini, author kasih bonus satu lagi deh.


Tapi jangan lupa like, komen, hadiah vote dan bintang lima nya ya, biar author bisa up lebih banyak tiap hari


Terima kasih semua


...🎋🎋🎋🎋🎋...


“Katakan apa yang mau tante bicarakan” kata sagara datar.


Tante riri bukannya mulai bercerita, wanita itu malah menatap Quinsya yang makan ice cream yang sangat banyak, tante riri sedikit risih melihat cara makan Quinsya.


“Bisakah gadis ini duduk di tempat yang berbeda dengan kita, aku ingin bicara empat mata denganmu” kata tante riri, pandangan matanya masih menatap quinsya dengan remeh.


“Tan abaikan saja caca, caca gak bakalan ganggu, kalau caca pergi muse gak bakalan mau bicara sama tante” sanggah Quinsya sambil terus menikmati ice creamnya.


“benar, cepat bicara atau aku akan pergi bersama gadis ini” sambung sagara.


“baiklah, aku akan bicara” Tante riri akhirnya mengangguk setuju dengan keputusan sagara. “Saga, bisakah kamu membantu tante dan putra tante untuk mendapatkan keadilan, tante mohon bujuk ayahmu untuk mengakui putra tante, kasian dia, setiap hari harus mendapatkan hinaan dari teman temannya karena ayahmu tidak mau mengakuinya sebagai anak” Riri memulai dramanya, awalnya dia tidak ingin menghasut sagara seperti itu, tapi mendengar dari mata matanya yang bekerja di rumah sagara, Riri akhirnya mengambil keputusan untuk mulai membujuk sagara.


“emang kemana bapak aslinya tan, kalau benar dia anak ayah, dia pasti langsung di akui ayah” kata sagara dengan santai.


Quinsya mengulum senyumnya sambil terus makan, dia sebenarnya mendengar semua pembicaraan kedua orang itu, bukan hanya acuh.

__ADS_1


“Ayahmu! Dialah yang menghamili ku! Tapi dia tidak mau mengakuinya karena tidak mau membuatmu sedih, hiks hiks” Riri memulai sandiwara air matanya.


Sagara yang melihat itu sama sekali tidak merasa kasihan, perasaan pria itu sudah beku untuk orang lain, tapi berbeda jika dengan Quinsya, gadis itu yang berhasil mencairkannya.


“lalu, tante mau minta apa?”


“Bantu tante saga, tante sudah menunjukkan tes DNA tapi ayahmu tetap tidak mau mengakui anak tante, hiks hiks” isak Riri.


Quinsya mengambil tisu didekatnya untuk membersihkan mulutnya, “Tan, caca punya ide, agar keinginan tante tercapai” cetus Quinsya, alisnya naik turun menandakan dia sedang memikirkan ide jahil.


“Apa? Kamu bisa bantu? Kamu mau membujuk saga buat bantu tante?” Tante riri tersenyum senang sambil menggenggam tangan Quinsya dengan antusias.


Quinsya dengan cepat melepaskan tangan tante riri dan malah menggenggam tangan sagara.


“Kalian berdua terlihat serasi” puji tante riri agar Quinsya membantunya. “jadi apa rencananya cantik?” tanya tante riri.


Riri langsung terdiam mendengar ucapan Quinsya, bisa bahaya jika ketahuan dokumen yang dia tunjukkan itu adalah palsu, Riri kemungkinan akan gagal dengan semua rencana yang sudah dia siapkan. ‘Apa hakim bisa di suap?’ batin Riri.


“Tante tenang saja, seorang hakim tidak bisa di suap, kalaupun bisa tante tenang aja keluarga caca kenal baik dengan pemerintahan, jadi pasti itu akan sangat sulit” ujar Quinsya lagi, dia seperti bisa membaca pikiran tante riri.


Sementara sagara menahan tawanya dengan semua ucapan quinsya, dia senang ada yang bisa membantah ucapan tante riri, tidak seperti bunda airi yang percaya 100 persen pada tante riri.


Saat itu sagara masih kecil, jadi sagara menganggap tantenya adalah orang baik, tapi lama kelamaan dia tidak suka dengan tante riri yang suka menghasut bunda airi, sagara akhirnya sadar jika tante riri bukan orang baik setelah memergoki tante riri dengan ayah Aditya bersama di sebuah ruangan dengan pakaian atas yang sudah terbuka.

__ADS_1


“Ahh- i- itu tidak perlu, masak urusan begini saja pakai ke persidangan, aku bisa malu dihadapan public karena punya anak sebelum menikah” elak tante riri.


“Yahhhh~ padahal itu ide yang paling bagus loh tan, Oh iya!” quinsya cepat cepat mengeluarkan kartu nama pengacara fajri yang selalu ada di dalam dompetnya, “Ini pengacara keluarga caca, tante taukan dia pengacara yang hebat dan sangat terkenal, jika tante memang benar, om fajri pasti akan membela keadilan, tapi jangan berbohong di depan om fajri karena dia tidak bisa di bohongi” lanjut Quinsya.


Tante riri menatap horror gadis disebelah sagara, awalnya dia berfikir gadis di sebelah sagara adalah gadis miskin yang mendekati sagara karena dia kaya, dan karena itu tante riri berpikir bisa membujuknya untuk membantu dirinya, tapi yang ada dia malah dikejutkan dengan ide dari gadis itu, dan juga tentang seberapa kaya gadis itu, siapa yang tidak mengenal pengacara fajri, semua kasus yang dia ambil hampir seluruhnya berhasil, dan diketahui bayarannya sangat mahal, dan jika menjadi pengacara sebuah keluarga maka sudah di pastikan dia berasal dari keluarga bangsawan.


“Ti-tidak perlu nak, tante tidak punya uang sebanyak itu untuk membayar pengacara itu, lagi pula tante tidak mau membawa ke pengadilan, bukan hanya tante, tapi ayah sagara akan malu juga” elak tante riri.


“Ohhh~ oke deh” Quinsya mengangguk anggukkan kepala dan lanjut memakan ice cream nya.


Sagara mengelus sekilas puncak kepala Quinsya lalu menatap tante riri dengan datar, “jadi tante maunya apa? Sudah diberi ide tapi tante menolaknya” kata sagara.


“Kamu bicara sama ayah kamu, bujuk dia agar mau menikahi tante, bukankah hubunganmu dengan ayahmu sudah membaik” bujuk tante riri.


“Tidak bisa” jawab sagara singkat.


“saga! Kamu tidak kasian dengan adikmu, walau dia beda ibu, tapi kalian satu ayah, kenapa kamu tidak mau membantu tante, tante janji akan memperlakukanmu seperti putra tante, tante mohon saga”.


“Tan, saga tidak bisa bukan karena tidak mau membantu tante” celetuk Quinsya, “coba tante ada di sisi saga, saga sudah berkali kali membujuk tapi ayah sagara tetap tidak mau menerima anak tante, yang ada, hubungan sagara dan ayahnya akan semakin buruk karena berdebat tentang tante saja, makanya ikuti aja usul caca, itu cara yang paling ampuh membuat ayah sagara mengakui anak tante” tambah Quinsya.


Tante riri menatap Quinsya kesal, karena gadis itu beberapa kali mematahkan ucapannya, hingga dia tidak bisa berkata kata. “Kamu tidak perlu ikut campur! Ini urusan keluarga ku dan sagara! Kamu hanya orang luar” sindir tante riri.


‘brak’ sagara menggebrak meja mereka, dan membuat tante riri serta quinsya terkejut.

__ADS_1


“Jangan berbicara dengan nada tinggi pada gadisku! Berusahalah sendiri aku tidak dapat membantu apapun” ucap sagara, sambil menarik tangan quinsya dengan pelan agar pergi dari hadapan tante riri.


...🎄🎄🎄🎄🎄...


__ADS_2