
Keesokan harinya, Lin Feng yang telah tertidur selama satu minggu akhirnya membuka kembali matanya, Lin Feng kemudian beranjak dari tempat tidur dan langsung melakukan sedikit gerakan olahraga untuk meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku, Lin Feng melakukan hal-hal seperti yang biasa dia lakukan seperti saat masih di bumi.
Sewaktu masih di bumi, saat bangun pagi Lin Feng akan langsung melakukan Push up, Sit-up, Squat dan beberapa gerakan olahraga lainnya, meskipun di dunia yang sekarang Lin Feng bisa mendapatkan kekuatan tanpa harus melakukan olahraga, namun bagi Lin Feng sendiri, untuk melupakan atau menghilangkan kebiasaan juga bukanlah hal yang mudah, terutama kebiasaan tersebut sangat berguna untuknya.
"Sudah lama aku tidak meregangkan otot-otot tubuhku, karena tubuhku terasa sangat ringan, aku jadi tidak kesulitan melakukan gerakan-gerakan itu, tapi masalahnya apa akan ada efeknya pada tubuh ini" gumam Lin Feng.
Saat Lin Feng sedang berdiri menghadap ke jendela, sambil memandangi suasana di luar istana dari dalam kamarnya, seorang pelayan yang biasa mengurus Lin Feng tiba-tiba saja masuk tanpa mengetuk pintu, Lin Feng yang merasa kesal kemudian menghilang dari tempatnya berdiri dan langsung muncul di hadapan pelayan tersebut.
"Kenapa kau masuk tanpa mengetuk pintu kamar, apa kau pikir kau bisa berbuat seenaknya di kamar orang lain?" tanya Lin Feng sinis.
"Ma-maaf tuan, aku tidak tahu kalau tuan sudah bangun, se-sebenarnya ku adalah pelayan yang selama ini merawat tuan, saat tuan tertidur" jawab pelayan tersebut gemetaran.
"Ya sudah kau boleh pergi sekarang, katakan pada yang lainnya untuk tidak menggangguku, jika aku ingin keluar maka aku bisa keluar sendiri tanpa kalian panggil" ujar Lin Feng.
"Ba-baik tuan" jawab pelayan tersebut kemudian bergegas meninggalkan kamar Lin Feng.
"Sial, padahal ini masih pagi tapi suasana hatiku sudah rusak karena pelayan tersebut" gumam Lin Feng kesal, setelah itu Lin Feng langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sepuluh menit kemudian, Lin Feng keluar lagi dari kamar mandi dengan wajah yang lebih cerah, karena tidak ada pakaian lain lagi, Lin Feng akhirnya hanya mengenakkan pakaian yang telah diberikan oleh Dewi Nuwa, lagipula pakaian tersebut nampak masih sangat bersih dan tidak kotor sedikitpun, padahal sebelumnya, Lin Feng sangat yakin kalau pakaian tersebut telah kotor berlumuran darah.
Setelah selesai berganti pakaian, Lin Feng kemudian berjalan keluar kamar untuk mencari tahu dimana dia berada sekarang, karena sudah tertidur atau pingsan dalam waktu yang cukup lama, Lin Feng jadi tidak mengetahui dia berada dimana sekarang. Namun, setelah melihat-lihat tempat tersebut Lin Feng hanya bisa menebak kalau sekarang dia berada di dalam istana, hanya saja Lin Feng tidak mengetahui istana milik siapa itu.
__ADS_1
"Selamat pagi tuan, yang mulia raja sudah menunggu anda di singgasananya" sapa seorang prajurit menghampiri Lin Feng.
"Baiklah" jawab Lin Feng singkat.
Lin Feng kemudian mengikuti prajurit tersebut menuju ke aula singgasana, namun sebelum itu, Lin Feng terlebih dahulu memasang penutup wajahnya, meskipun mereka semua mungkin sudah melihat wajah Lin Feng, tapi menutup wajah bagian bawahnya sudah menjadi ciri khas Lin Feng sebagai raja pembunuh.
Sesampainya di aula singgasana, Lin Feng disambut dengan baik oleh raja dan semua orang yang ada di sana, Li Zhan dan teman-temannya juga nampak sedang berada di aula singgasana, semua orang menyambut kedatangan Lin Feng dengan senyuman, namun Lin Feng nampak biasa saja dan tatapannya selalu tajam seperti biasanya.
"Selamat datang Lin Feng, akhirnya kau bangun juga, silahkan duduk" sapa raja kota.
"Ah ya, sebelumnya perkenalkan namaku adalah Li Haochun, penguasa kota Jiesi yang masih berada di bawah kekuasaan kekaisaran Tang, yang berada di benua biru wilayah Utara" ucap Li Haochun memperkenalkan dirinya.
"Aku juga mengucapkan terimakasih karena kau telah menyelamatkan kedua anakku, yaitu Li Zhan dan Li Wei" lanjutnya.
"Pelayan, sediakan minuman terbaik istana untuk Lin Feng" ucap Li Haochun.
"Lin Feng, perkenalkan aku adalah Huang Zhong, patriark keluarga Huang dan ayah Huang Rong, aku juga mengucapkan terimakasih karena kau sudah menyelamatkan anakku" ucap Huang Zhong.
"Aku adalah Wu Bian, patriark keluarga Wu dan ayah Wu Xiang, terimakasih karena sudah menyelamatkan anakku" ujar Wu Bian.
"Patriark sekalian, tidak perlu sungkan seperti itu" jawab Lin Feng.
__ADS_1
Setelah saling mengenal satu sama lain, mereka semua kemudian mengobrol seputar pengalaman mereka masing-masing, selain itu, raja kota juga meminta Lin Feng untuk menceritakan pengalamannya selama berada di hutan para monster, meskipun agak keberatan dengan permintaan tersebut, namun akhirnya Lin Feng menceritakan juga pengalamannya.
Akan tetapi yang Lin Feng ceritakan hanyalah pengalamannya yang biasa-biasa saja, bahkan bisa dikatakan yang Lin Feng ceritakan hanyalah sekedar omong kosong belaka, Lin Feng tentunya tidak ingin menceritakan pengalaman yang sesungguhnya saat berada di hutan para monster, terlebih lagi tentang mendapatkan bunga lotus api dan es.
Meskipun yang Lin Feng ceritakan hanya omong kosong belaka, namun semua orang nampak sangat kagum dengan cerita Lin Feng, mereka semua benar-benar tidak pernah menyangka bahwa Lin Feng adalah pemuda yang sangat hebat, terlebih lagi, Lin Feng adalah satu-satunya orang yang pernah tinggal di hutan para monster dalam waktu yang lama dan berhasil selamat.
"Kau benar-benar pemuda yang sangat hebat, awalnya aku tidak bisa percaya bahwa kau benar-benar tinggal di hutan para monster, tapi karena cerita anakku dan cerita yang aku dengar barusan, sekarang aku benar-benar yakin" ujar Huang Zhong.
"Yang dikatakan patriark Huang memang benar, karena aku awalnya juga tidak mempercayai hal tersebut, tapi setelah mendengar sendiri ceritanya, aku benar-benar merasa yakin sekarang" Wu Bian membenarkan.
"Memangnya aku peduli, lagipula yang aku ceritakan semuanya adalah kebohongan belaka" batin Lin Feng.
"Lin Feng ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepadamu" ucap Li Haochun.
"Apa itu yang mulia?" tanya Lin Feng penasaran.
"Aku ingin kau menjadi pengawal pribadiku, tapi tentunya aku tidak akan memaksa dirimu, kau bebas memilih antara mau atau tidak" jawab Li Haochun.
"Maaf yang mulia, aku benar-benar tidak bisa melakukan hal itu" ujar Lin Feng.
Setelah itu Lin Feng langsung menjelaskan alasan kenapa dia menolak permintaan Li Haochun, Lin Feng menjelaskan bahwa dia adalah orang yang suka dengan kebebasan dan masih belum mau terikat dengan tanggungjawab.
__ADS_1
Selain itu Lin Feng juga menjelaskan bahwa untuk saat ini, dia masih ingin menambah pengalamannya, Lin Feng juga mengatakan bahwa dia akan berhenti saat nanti kakinya sudah sangat lelah untuk berjalan.