Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-233. Pembantaian para bandit


__ADS_3

Setelah mendekati formasi yang melindungi seluruh area markas bandit naga badai, Lin Feng langsung memeriksa ketahanan dari formasi tersebut dan mencoba membandingkan dengan kekuatannya, selang beberapa detik, Lin Feng kembali tersenyum sinis.


"Ketahanan formasi ini memang luar biasa, tapi aku masih bisa menghancurkannya dengan mudah" gumam Lin Feng.


"Tapi sebelum itu, aku harus memastikan kekuatan yang ada di dalam formasi pelindung ini" lanjutnya.


Lin Feng kemudian mencoba merasakan kekuatan orang-orang yang ada di dalam mantra formasi tersebut, namun setelah beberapa menit memeriksa, Lin Feng tetap tidak bisa mengetahuinya, karena energi spiritualnya tidak bisa menembus formasi pertahanan tersebut.


"Sepertinya memang harus dihancurkan terlebih dahulu" gumam Lin Feng kesal.


Lin Feng menghela nafas panjang, setelah itu, Lin Feng langsung mengeluarkan pedang kayu roh dari cincin penyimpanannya, saat Lin Feng hendak menyerang formasi pelindung tersebut dengan pedang kayu roh, Lin Feng tiba-tiba saja menghentikan gerakannya.


"Ada apa tuan? Kenapa tuan tidak jadi menyerangnya?" tanya Huise penasaran.


"Tidak apa-apa Huise, aku hanya sedang memikirkan sesuatu, sekarang kekuatan darah Naga dan Phoenix dalam diriku sudah bangkit sepenuhnya, artinya aku bisa menggunakan dua kekuatan itu bukan?" tanya Lin Feng.


"Benar sekali tuan, dua kekuatan tersebut bisa tuan gunakan" jawab Huise.


"Baiklah, kalau begitu mari kita coba dua kekuatan tersebut" ucap Lin Feng.


Lin Feng kemudian mengangkat kedua tangannya ke atas dan mengalirkan energi spiritual ke kedua tangannya, energi spiritual tersebut terkumpul di atas telapak tangan Lin Feng dan perlahan-lahan membentuk dua kekuatan yang sangat besar, yaitu kekuatan api ditangan kanannya dan kekuatan es ditangan kirinya.


Dua kekuatan tersebut semakin bertambah besar, bahkan sampai membuat udara disekitar tempat tersebut menjadi dingin dan panas, setelah merasa dua kekuatan tersebut cukup besar, Lin Feng kemudian melemparkan kedua kekuatan yang berbentuk bola api dan bongkahan es tersebut ke arah formasi di hadapannya.


Boom!... Dhuar!... Ledakan yang sangat besar terjadi saat kedua kekuatan tersebut menghantam dinding formasi, bersamaan dengan ledakan tersebut, mantra formasi di hadapan Lin Feng nampak mulai retak, yang semakin lama retakan tersebut semakin membesar hingga akhirnya hancur berkeping-keping.

__ADS_1


***


Sementara itu, para bandit yang sedang bersantai di kediaman mereka masing-masing, tiba-tiba saja dikagetkan dengan suara ledakan yang sangat besar, para bandit tersebut kemudian keluar dari kediamannya masing-masing untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.


Ketika mereka sampai di luar kediamannya, mereka semua benar-benar sangat kaget ketika melihat mantra formasi yang selama ini melindungi dan menyembunyikan markas mereka telah dihancurkan. Kemudian, pandangan mereka semua tiba-tiba saja terarah kepada satu orang yang sedang melayang di udara dengan sepasang sayap di punggungnya.


"Siapa yang sangat berani mengganggu ketenangan markas bandit naga badai?!" tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul di hadapan para bandit lainnya.


"Hormat ketua" ucap semua bandit yang ada di sana, ketika melihat kemunculan pria tersebut.


"Katakan! Siapa yang telah menghancurkan mantra formasi yang telah aku ciptakan?!" tanya ketua bandit sinis.


"Aku yang melakukannya" jawab Lin Feng dengan santai dan tenang.


Ketua bandit tersebut kemudian mengalihkan pandangannya ke atas, dia benar-benar kaget ketika melihat Lin Feng yang sedang melayang di udara, ketua bandit juga sangat kaget karena dia tidak bisa melihat tingkatan kekuatan Lin Feng, lalu dengan santainya, ketua bandit tersebut terbang mendekat ke arah Lin Feng.


"Aku tidak akan mengganggu kalian, kalau kalian tidak menggangguku terlebih dahulu" jawab Lin Feng santai.


"Mengganggu mu? Aku sama sekali tidak peduli dengan hal itu, yang jelas kau telah mengusik ketenangan kami, jadi kau harus memberikan bayaran yang besar sebagai kompensasi" ucap ketua bandit tersebut.


"Baiklah aku akan membayarnya, tapi dengan nyawa kalian semua" ujar Lin Feng.


"Bocah sombong, jangan bermimpi terlalu tinggi karena kau bisa jatuh kapan saja!" ucap ketua bandit, kemudian menyerang Lin Feng.


Ketua bandit tersebut melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Lin Feng sambil melayangkan pukulan yang sangat cepat dan penuh dengan kekuatan, Lin Feng nampak tidak ingin menghindari serangan tersebut, melainkan langsung membalasnya dengan melakukan serangan yang sama.

__ADS_1


Dhuar!... Ledakan energi spiritual yang cukup besar terjadi saat pukulan mereka berdua beradu, ledakan energi spiritual tersebut juga membuat ketua bandit terdorong mundur, sementara Lin Feng masih nampak berdiri di tempatnya tanpa terdorong sedikitpun.


"Sial! Siapa sebenarnya bocah ini, kenapa kekuatannya sangat besar" gumam ketua bandit, sambil memandangi tangannya yang sedikit bergetar dan terasa sakit.


"Karena kalian sudah menggangguku, maka aku akan memberikan satu kehormatan untuk kalian semua, yaitu menjadi saksi untuk kebangkitan dewa kematian yang selanjutnya" ujar Lin Feng.


Tanpa menghiraukan ketua bandit naga badai, Lin Feng langsung melesat turun ke tanah dan langsung melepaskan aura membunuhnya sampai tahapan maksimal, para bandit yang ada di sana langsung merasakan tekanan yang sangat mengerikan, bahkan mereka sampai kesulitan untuk bernafas.


Setelah itu, Lin Feng langsung mengeluarkan pedang kayu roh dari dalam cincin penyimpanannya, tanpa basa-basi lagi, Lin Feng langsung menyerang para bandit naga badai yang ada di hadapannya. "Tujuh tebasan kematian!" Ujar Lin Feng, kemudian menebaskan pedangnya sebanyak tujuh kali.


Tujuh aura pedang yang sangat besar melesat dengan kecepatan tinggi ke arah pada bandit yang sedang kesulitan bergerak, tujuh aura pedang tersebut menebas dan memotong apapun yang dilaluinya, baik itu para bandit ataupun bangunan yang ada di sana.


Hanya dalam waktu yang sangat singkat, Lin Feng telah berhasil menghabisi hampir semua bandit yang ada di sana, keadaan mereka yang telah mati benar-benar sangat mengerikan, ada yang mati dengan kepala yang terpenggal ataupun tubuh yang terpotong-potong.


Sementara ketua bandit dan beberapa bandit yang tersisa, hanya bisa tercengang dengan tubuh yang gemetaran, tidak ada seorangpun dari mereka yang tidak merasakan ketakutan, bahkan sang ketua bandit sendiri tidak mampu mengontrol rasa takutnya, sehingga membuat tubuhnya gemetaran dan berkeringat dingin.


"Si-siapa sebenarnya bocah ini, kenapa dia sangat kejam, aku saja yan merupakan ketua bandit belum pernah berbuat sekejam ini" gumam ketua bandit dengan tubuh yang masih gemetaran.


Sementara itu, Lin Feng yang baru saja selesai merenggut ratusan nyawa malah nampak kebingungan, seolah-olah dia bukanlah orang yang telah melakukan pembantaian tersebut. "Aneh, kenapa aku tidak merasakan apapun, bukankah seharusnya aura membunuhku langsung berubah menjadi aura kematian?" tanya Lin Feng pada dirinya sendiri.


"Atau jangan-jangan aku harus membunuh mereka semua dan tidak menyisakan satu orangpun" lanjutnya.


Lin Feng kemudian mencoba mengingat kembali cara mengubah aura membunuhnya menjadi aura kematian, namun setelah berpikir cukup lama, Lin Feng tetap tidak menemukan jawaban apapun, padahal semua syarat yang dibutuhkan sudah dia lakukan.


"Sial! Kenapa malah jadi begini? Apa aura membunuhku masih kurang besar?!" gumam Lin Feng kesal.

__ADS_1


"Kalau memang begitu, maka akan aku bunuh saja semua sampah yang ada di sini!" lanjutnya.


__ADS_2