
Saat semua orang sedang kebingungan, Lin Feng kemudian berjalan mendekati Tang Hao Yun dengan pedang dewa naga yang telah berada dalam genggaman tangannya, lalu setelah berjalan beberapa langkah, Lin Feng tiba-tiba saja menghilang dari pandangan dan langsung muncul lagi dihadapan Tang Hao Yun.
"Sudah saatnya untuk bertemu dengan anakmu!" ucap Lin Feng, kemudian menebaskan pedangnya.
Slash
Ting!
Lin Feng tersenyum sinis ketika mendengar suara dentingan yang berasal dari pedang dewa naga yang menghantam sesuatu yang keras, ia kemudian mengalihkan pandangannya ke samping kanan dan menemukan seorang pria tua sedang memandangnya dengan tatapan tajam, kemarahan nampak terukir jelas pada wajah keriput pria tua tersebut.
"Akhirnya kau muncul juga, pak tua!" ucap Lin Feng pada pria tua yang sedang menahan pedang dewa naga dengan sebuah tombak perak.
"Aku tidak menyangka jika kau akan melakukan hal nekat seperti ini, apa kau sengaja melakukannya?" tanya Tang Duan Fu, pria tua yang menahan serangan Lin Feng.
"Jika aku tidak melakukan ini, kau pasti akan tetap bersembunyi dibalik bayangan, tapi tidak peduli apakah kau muncul atau tidak, aku akan tetap menghabisinya!" jawab Lin Feng.
"Selama ini, aku sudah banyak bertemu dengan manusia sombong sepertimu, tapi setelah berhadapan denganku, kesombongan mereka langsung menghilang begitu saja, aku penasaran apakah kau akan seperti itu juga atau tidak?" ucap Tang Duan Fu.
"Kalau begitu mari kita coba!" ujar Lin Feng, kemudian menarik pedangnya dan langsung menebaskan pedangnya ke arah leher Tang Duan Fu.
Tang Duan Fu juga menarik tombaknya, lalu ia berputar dan menangkis tebasan pedang Lin Feng dengan tombaknya lagi, namun di saat yang bersamaan, sebuah tendangan yang sangat keras mendarat tepat diperutnya, sehingga membuat Tang Duan Fu terpental kebelakang, tapi serangan tersebut masih belum bisa membuatnya terjatuh ke lantai.
__ADS_1
Tang Duan Fu mengerutkan alisnya, ia benar-benar tidak menyangka jika Lin Feng melakukan dua serangan sekaligus, karena untuk melakukannya tidaklah mudah, setidaknya dibutuhkan keahlian yang luar biasa dan juga konsentrasi tinggi. Namun jika dilihat dari serangan yang dilakukan oleh Lin Feng, bisa dikatakan jika dia sudah terbiasa dan sangat ahli dalam melakukan serangan ganda secara bersamaan.
"Menyerang dengan pedang dan tendangan disaat bersamaan, benar-benar pemuda yang luar biasa, kalau begitu aku harus menghadapinya dengan serius" Tang Duan Fu bergumam dalam hatinya.
Tang Duan Fu kemudian memutar tombaknya, lalu melesat ke arah Lin Feng dan langsung menyerangnya, Tang Duan Fu terlihat sangat mahir dalam menggunakan tombak, karena setiap gerakan dari jurus-jurus yang ia gunakan terlihat sangat indah, bahkan ia tidak terlihat seperti sedang melakukan serangan, melainkan sedang menari bersama tombaknya. Namun, sehebat dan seindah apapun serangannya, Lin Feng tetap berhasil menghindar dan menangkis serangannya dengan mudah.
"Gerakan mu sangat lincah, aku tidak menyangka kau bisa bertahan selama ini saat berhadapan dengan seorang master tombak sepertiku!" ucap Tang Duan Fu sambil terus melakukan serangan.
"Aku tersanjung karena dipuji oleh seorang master, tapi kau harus mati karena telah menghalangiku!" jawab Lin Feng kemudian menunjukkan senyuman khasnya yang sangat mengerikan.
"Cihh! Kau benar-benar pemuda yang tidak tahu diri!" ujar Tang Duan Fu, kemudian menyerang Lin Feng dengan membabi buta.
Selama hidupnya, Tang Duan Fu sudah berhadapan dengan berbagai macam kultivator, baik dari aliran hitam maupun aliran putih, bahkan hampir semua lawan yang pernah ia hadapi memiliki sifat yang sombong, tapi tidak ada satupun dari mereka yang berhasil membuatnya naik pitam dan pada akhirnya ia berhasil mengalahkan semua lawannya dengan mudah.
Sementara itu, Tang Hao Yun dan para petinggi istana justru sangat terkejut melihat perubahan serangan Tang Duan Fu, ia yang biasanya tenang dan santai saat berhadapan dengan musuh, sekarang justru terlihat sangat gegabah dan tidak mementingkan apapun lagi termasuk pertahanannya, bahkan Tang Hao Yun dan para petinggi istana bisa melihat setiap celah yang terbuka pada serangan Tang Duan Fu dengan sangat jelas.
"Ada apa dengan kakek? Kenapa serangannya terlihat berbeda?" tanya Tang Hao Yun dalam hatinya.
Saat Tang Duan Fu terlihat sangat kesal dan marah, Lin Feng justru terlihat tenang dengan terus menunjukkan senyuman khasnya, ia bahkan sangat senang ketika tahu bahwa Tang Duan Fu justru terprovokasi hanya karena ucapannya. Sementara Tang Duan Fu sendiri, ia justru semakin kesal dan marah ketika melihat senyuman Lin Feng, karena ia menganggap jika senyuman tersebut adalah sebuah hinaan untuknya.
"Bocah sialan! Sampai kapan kau akan terus menghindari serangan ku? Apa kau terlalu takut untuk berhadapan denganku?!" Tang Duan Fu benar-benar tidak bisa mengendalikan amarahnya lagi.
__ADS_1
"Hahahaha! Bukannya aku takut menghadapimu, tapi aku hanya ingin menghormati orang yang lebih tua dariku" jawab Lin Feng, namun perkataannya jelas bukan untuk menghormati, melainkan merendahkan Tang Duan Fu.
Tang Duan Fu tiba-tiba saja terdiam dan menghentikan serangannya, kemudian dari tubuhnya keluar aura intimidasi yang sangat besar, bahkan aura intimidasi tersebut sampai membuat Tang Hao Yun dan para petinggi gemetaran, tapi tidak dengan Lin Feng yang masih terlihat tenang dan santai.
Tidak lama kemudian, Tang Duan Fu mengalirkan energi spiritualnya pada tombak perak di tangan kanannya, sehingga membuat tombak tersebut bergetar dan memancarkan sedikit cahaya berwarna biru. "Tombak penghancur langit!" ujar Tang Duan Fu, ia kemudian melompat ke udara lalu mengayunkan tombaknya dengan sekuat tenaga.
"Kau terlalu meremehkan aku pak tua!" ucap Lin Feng, kemudian menghilang sesaat sebelum tombak tersebut mengenai kepalanya.
Wushh!
Dhuaar!
Ledakan yang cukup besar terjadi ketika tombak tersebut menghantam lantai tempat Lin Feng berdiri sebelumnya, hantaman tombak tersebut berhasil membuat istana berguncang dan lantai yang terkena hantamannya hancur saat itu juga.
"Cihh! Ternyata dia berhasil menghindari serangan ku!" ujar Tang Duan Fu, "tapi aku sudah bisa menebak pergerakan mu, bocah sialan!" lanjutnya, kemudian memutar tubuhnya ke belakang sambil mengayunkan tombaknya lagi.
Wushh!
Dhuaar!
Ledakan kembali terjadi ketika tombak tersebut menghantam Lin Feng yang telah muncul di belakang Tang Duan Fu, atau lebih tepatnya menghantam pedang Lin Feng, karena sebelum tombak tersebut mengenainya, Lin Feng berhasil menahannya dengan menggunakan pedang dewa naga. Meski begitu, Lin Feng tetap terpental cukup jauh dan menabrak dinding istana.
__ADS_1
"Hahahaha! Kau benar-benar bisa membuatku terhibur, pak tua! Tapi maaf, karena aku tidak bisa menemanimu bermain lebih lama lagi!" ucap Lin Feng, lalu menghilang dari pandangan.