
Dalam keadaan marah, Yama langsung melepaskan aura kematian yang jauh lebih mengerikan lagi, lalu ia melesat ke arah Lin Feng dengan kecepatan tinggi dan langsung menyerang Lin Feng dengan kapaknya, pertarungan dahsyat antara dua dewa akhirnya terjadi, keduanya bertarung dengan menggunakan segenap kekuatannya.
Namun tidak ada satupun yang bisa menyaksikan pertarungan mereka, karena kecepatan mereka berdua benar-benar sangat luar biasa, bahkan yang terlihat hanyalah percikan api yang tercipta dari benturan senjata mereka berdua, lalu kilatan cahaya merah yang berasal dari aura Lin Feng, serta suara gemuruh yang terjadi karena benturan serangan keduanya.
Meski kekuatan Yama masih berada jauh di atas kekuatan Lin Feng, tapi Lin Feng masih bisa menutupi kekurangannya itu dengan kecepatannya yang sangat luar biasa, sehingga saat mereka berdua sedang bertarung, kekuatan mereka berdua terlihat benar-benar sangat seimbang, bahkan Lin Feng mampu membuat Yama kewalahan menghadapi serangannya yang sangat cepat dan tidak memiliki celah.
"Bocah sialan ini benar-benar sangat kuat, bahkan aku sampai kewalahan menghadapinya" gumam Yama, sambil terus menahan dan menghindari serangan Lin Feng.
Seiring berjalannya waktu, Yama akhirnya menyadari jika ia tidak akan pernah menang melawan Lin Feng dengan pertarungan secara langsung, oleh karena itu, Yama diam-diam menyiapkan sebuah siasat untuk menjebak Lin Feng dalam ilusi, karena dengan begitu, ia bisa bertarung dengan Lin Feng tanpa harus mengeluarkan tenaga sedikitpun.
Slash!
Tidak lama kemudian, salah satu serangan Lin Feng berhasil memotong tangan kiri Yama, tapi disaat yang bersamaan, tangan kiri Yama yang telah terpotong, tiba-tiba saja terbang ke arah Lin Feng dan mencengkeram lehernya dengan sangat erat. Lin Feng sangat kaget ketika melihat tangan Yama yang telah terpotong bergerak sendiri, ia kemudian mencoba melepaskan cengkeraman tangan Yama dari lehernya tapi sangat sulit.
"Saatnya untuk mati, bocah sialan!" ujar Yama, kemudian mengayunkan kapaknya ke arah Lin Feng.
Lin Feng tidak tinggal diam, meski lehernya masih berada dalam cengkeraman tangan kiri Yama, tapi ia masih bisa melakukan perlawanan. Dengan gerakan yang sangat cepat, Lin Feng menepis kapak Yama dengan pedang emas hitam, namun saat pedangnya bersentuhan dengan kapak Yama, kapak tersebut tiba-tiba saja mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan dan memaksa Lin Feng untuk menutup matanya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, cahaya yang sangat menyilaukan tersebut akhirnya menghilang dan Lin Feng membuka matanya lagi, tapi saat kedua matanya terbuka, Lin Feng langsung terkejut ketika menyadari jika dia sudah berada ditempat yang berbeda, yaitu sebuah tempat yang sangat gelap dan tidak ada cahaya sedikitpun, bahkan Lin Feng tidak bisa melihat dirinya sendiri karena kegelapan tersebut.
"Dimana ini?" tanya Lin Feng pada dirinya sendiri.
"Hahahaha! Selamat datang di duniaku, bocah sialan! Aku akan menyiksamu di sini sampai kau berpikir jika kematian adalah hal yang jauh lebih baik" ucap Yama, suaranya menggema dari berbagai arah.
"Yama, tunjukkan dirimu dan hadapi aku secara langsung, jangan menjadi pengecut seperti ini!" ujar Lin Feng, lalu menciptakan bola api kecil di telapak tangannya agar bisa melihat sekelilingnya.
Namun anehnya, Lin Feng tidak kunjung berhasil menciptakan bola api tersebut, padahal ia sudah mencobanya berkali-kali tapi tetap tidak berhasil, setelah percobaan yang kesekian kalinya, barulah Lin Feng menyadari jika ada sesuatu yang aneh dengan dirinya, yaitu dia tidak bisa merasakan energi spiritualnya sendiri, bahkan bisa dikatakan jika dia sekarang sudah seperti manusia biasa.
"Hahahaha! Kenapa kau malah bingung, apa karena kau tidak memiliki energi spiritual?" tanya Yama, namun sosoknya masih belum terlihat oleh Lin Feng.
"Apa ini perbuatan mu?" tanya Lin Feng sinis.
"Aku tidak melakukan apapun, aku hanya ingin menunjukkan padamu, kalau kau itu adalah manusia biasa yang tidak mungkin bisa melawan dewa!" jawab Yama.
Tidak lama kemudian, di tempat yang semula hanya ada kegelapan, tiba-tiba saja muncul kobaran api yang cukup besar dan menerangi seluruh tempat gelap tersebut, seketika itu juga, Lin Feng akhirnya bisa melihat Yama yang berdiri tidak terlalu jauh di hadapannya, namun keanehan lagi-lagi terjadi, karena di hadapan Lin Feng saat ini ada tiga Yama dan ketiganya memiliki aura yang sama, lalu ukuran mereka bertiga juga sangat besar.
__ADS_1
"Sebaiknya kau tunduk kepadaku sekarang, karena kau tidak akan bisa melawanku tanpa kekuatan" ucap Yama dengan nada sombong.
"Jangan harap!" ujar Lin Feng, kemudian berlari ke arah Yama.
Meski sudah menyadari jika dia bukan seorang kultivator dan tidak memiliki energi spiritual lagi, tapi Lin Feng masih belum mau menyerah, karena ia masih bisa menghadapi Yama secara langsung, karena ia bukanlah manusia biasa, melainkan seorang raja pembunuh yang sudah sangat berpengalaman. Jadi, kalaupun dia tidak memiliki energi spiritual lagi, tapi ia masih memiliki pengalaman dalam bertarung secara langsung, lalu jika ditambah dengan pengalamannya sewaktu di bumi, tentu ia masih tidak bisa dipandang sebelah mata.
"Hahahaha! Kau memang memiliki keberanian yang luar biasa bocah!" ujar Yama, kemudian menyerang Lin Feng dengan energi spiritualnya.
Energi spiritual Yama melesat dengan kecepatan tinggi seperti anak panas yang dilepaskan dari busurnya, ketika energi spiritual yang membentuk tombak tersebut hampir mengenainya, Lin Feng langsung melompat dan berputar di udara untuk menghindari serangan tersebut, setelah berhasil menghindari serangan Yama, Lin Feng berlari lagi dengan kecepatan yang lumayan tinggi.
Yama nampak sedikit terkesan karena Lin Feng berhasil menghindari serangannya, tapi ia masih belum ingin berhenti untuk menyerang Lin Feng, lalu ia menciptakannya ratusan tombak yang tercipta dari energi kegelapan, kemudian melemparkannya ke arah Lin Feng. Ratusan tombak tersebut melesat dengan kecepatan tinggi dan langsung menghujani Lin Feng, tapi Lin Feng tidak menghentikan langkahnya sedikitpun, ia justru menambah kecepatannya sambil terus berusaha menghindari ratusan tombak tersebut.
Setelah berhasil menghindari ratusan tombak energi kegelapan tersebut, Lin Feng akhirnya sampai di hadapan Yama dan langsung melompat untuk menyerangnya, namun karena ukuran Yama sangat besar, Lin Feng hanya bisa melompat sampai pertengahan lutut Yama, tapi ketika Lin Feng hendak menyerangnya, Yama langsung menggerakkan kakinya dan menendang Lin Feng dengan sangat keras.
Lin Feng yang sekarang bukan seorang kultivator lagi, tentu tidak bisa menahan ataupun menghindari tendangan Yama, sehingga tendangan tersebut berhasil mengenainya dengan telak dan membuat Lin Feng terlempar puluhan meter jauhnya. "Si-sial, aku yang sekarang memang bukan tandingannya" ucap Lin Feng, sambil berusaha menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
"Ti-tidak, aku tidak boleh menyerah!" ujarnya, menyemangati dirinya sendiri, lalu ia berusaha untuk bangkit untuk menyerang Yama lagi, tapi belum sempat ia berdiri, rantai yang juga tercipta dari energi kegelapan tiba-tiba saja muncul dan membelenggu tubuhnya.
__ADS_1