Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-53. Tiba di kota Awan


__ADS_3

Beberapa hari berlalu dengan begitu cepat, Lin Jianheeng dan pasukannya akhirnya sampai di kota Awan, seluruh penduduk kota Awan langsung menjadi gempar karena mereka semua berpikir akan terjadi penyerangan terhadap kota mereka, kegempaan tersebut tentunya mengundang para pasukan kerajaan Awan untuk langsung datang dan menghadang Lin Jianheeng dan pasukannya.


"Berhenti, siapa kalian dan mau apa?" tanya salah satu prajurit.


"Aku adalah patriark keluarga Lin yang ada di kerajaan Zuanshi, kami datang ke sini untuk mengunjungi keluarg Zhao" jawab Lin Jianheeng.


"Ada urusan apa kalian dengan keluarga Zhao?" tanya prajurit tersebut.


"Itu bukan urusanmu, cepat biarkan kami lewat" jawab Lin Duan sinis.


"Duan'er, tenanglah kita ke sini untuk menjemput adikmu, bukan untuk mencari musuh" ujar Lin Jianheeng


**


Sementara itu di istana raja kota, seorang prajurit memasuki aula singgasana dengan tergesa-gesa, kedatangan prajurit tersebut tentunya menimbulkan banyak tanda tanya di hati raja kota dan juga para petinggi istana, terlebih lagi prajurit tersebut datang dengan wajah yang terlihat cemas.


"Prajurit ada apa, kenapa kau terlihat sangat khawatir?" tanya Wang Bing Cao.


"Maaf yang mulia, hamba datang kemari ingin memberikan laporan, saat ini di gerbang kota ada sebuah pasukan yang entah dari mana datangnya, kami curiga pasukan tersebut akan melakukan penyerangan pada kerajaan kita" jawab prajurit tersebut.


"Apa!, berapa banyak jumlah mereka?" tanya Wang Bing Cao.


"Jumlah mereka diperkirakan hanya ada seratus" jawab prajurit tersebut.


"Jendral Wang Chun, siapkan pasukan kita dan ikut aku menemui mereka, kita tunjukkan pada mereka yang telah berani menghina kerajaan kita hanya dengan membawa seratus pasukan" ucap Wang Bing Cao kesal.

__ADS_1


"Para tetua sampaikan kepada setiap patriark keluarga yang ada di kota, minta mereka menyiapkan pasukannya dan langsung perintahkan mereka menuju ke gerbang kota" lanjutnya.


"Baik yang mulia" jawab mereka semua serempak.


Setelah itu para tetua atau petinggi istana langsung pergi meninggalkan aula singgasana dan langsung menuju ke wilayah keluarga bangsawan yang ada di kota Awan, semesta jendral Wang Chun langsung mempersiapkan seluruh pasukan kerajaan Awan.


Sepuluh menit kemudian seluruh pasukan telah berkumpul di halaman istana, lalu Wang Bing Cao langsung memimpin mereka semua untuk langsung bergerak menuju ke gerbang kota, selain itu Wang Bing Cao juga memerintahkan sebagian pasukan untuk tetap berada di kota dam menjaga keamanan para penduduk kota.


"Siapa yang berani dan begitu lancang menyerang kerajaan ku?!" tanya Wang Bing Cao.


"Menyerang?, apa maksudmu?" tanya Lin Jianheeng kaget.


"Ooh, jadi kalian yang mau menyerang kerajaan ku, kalian benar-benar telah meremehkan kerajaan kami karena telah datang menyerang dengan jumlah pasukan yang sedikit" jawab Wang Bing Cao marah.


"Tunggu dulu apa maksudnya ini, kedatangan kami bukan untuk menyerang, tapi untuk mengunjungi keluarga Zhao" jawan Lin Jianheeng.


"Apa kau patriark keluarga Zhao?" tanya Lin Dian sinis.


"Benar sekali, aku adalah patriark keluarga Zhao, Zhao Chun" jawab Zhao Chun lantang.


"Baguslah, kalau begitu langsung saja, kedatangan kami kemari adalah untuk menjemput Lin Hua" ujar Lin Dian.


"Lancang!, berani-beraninya kalian datang kemari hanya untuk membawa istriku pergi!" ucap Zhao Chun kesal.


Tidak lama kemudian para patriark keluarga bangsawan lain yang ada di kota Awan juga datang bersama pasukan mereka, Lin Jianheeng dan pasukannya sangat kaget karena ternyata kedatangan mereka malah mendapatkan sambutan yang sangat tidak ramah.

__ADS_1


Meskipun di hadapan mereka terdapat banyak sekali pasukan yang siap menyerang mereka kapan saja, namun Lin Jianheeng dan pasukannya sama sekali tidak gentar sedikitpun, mereka semua nampak masih bisa berdiri dengan tenang di posisi mereka masing-masing.


"Sepertinya ada kesalahpahaman di sini, aku adalah patriark keluarga Lin yang ada di kota Zuanshi dan namaku adalah Lin Jianheeng, kedatanganku ke kota ini hanyalah untuk menjemput putriku yang bernama Lin Hua yang ada di keluarga Zhao" ucap Lin Jianheeng.


"Aku sama sekali tidak percaya dengan itu, bisa saja kau hanya berbohong dan mengambil kesempatan untuk menyerang kerajaan kami dengan menjadikan istriku sebagai alasannya" jawab Zhao Chun.


"Terserah apa yang mau kau katakan, yang jelas kedatangan kami kemari bukan untuk mencari musuh, kami benar-benar hanya ingin menjemput putriku" ucap Lin Jianheeng tenang.


"Yang mulia, tolong jangan mempercayai mereka semua, bisa saja mereka hanya menggunakan alasan ini untuk memata-matai kerajaan kita" ujar Zhao Chun.


"Apa yang patriark Zhao katakan memang benar, bisa saja ini semua hanyalah akal-akalan kalian untuk memasuki kota dan mencari informasi mengenai kerajaan ku" Wang Bing Cao menimpali.


"Hahahaha, sambutan kalian benar-benar luar biasa, aku datang jauh-jauh kemari hanya untuk menjemput putriku, tapi kalian malah menghadang ku di depan gerbang kota, apa kalian pikir aku takut dengan jumlah kalian yang banyak ini?" ucap Lin Jianheeng.


"Dan kau Zhao Chun, berani-beraninya kau menyebut putriku sebagai istrimu setelah kau berperilaku tidak adil kepadanya, bahkan kau sampai berbuat buruk kepada cucuku, hari ini akan aku pastikan kalian keluarga Zhao mendapatkan akibatnya" lanjutnya.


Wang Bing Cao benar-benar tidak menyangka bahwa Lin Jianheeng sama sekali tidak takut sedikitpun melihat jumlah pasukan kota Awan yang begitu banyak, selain itu Wang Bing Cao mulai berpikir bahwa apa yang di katakan oleh Lin Jianheeng adalah kebenarannya dan mereka datang memang hanya untuk menjemput anggota keluarga mereka.


Meskipun Wang Bing Cao berpikir seperti itu, namun lain halnya dengan Zhao Chun yang malah nampak sedikit cemas, sebab Zhao Chun tidak pernah menyangka bahwa ayah Lin Hua akan datang menemuinya di kerajaan Awan, meskipun begitu Zhao Chun sama sekali tidak merasa takut karena sudah sangat jelas bahwa pasukannya jauh lebih banyak.


Selain itu, mereka saat ini juga berada di kota Awan dan tentunya raja kota dan keluarga bangsawan lainnya tidak akan tinggal diam saja jika terjadi peperangan di kota mereka, terlebih lagi saat peperangan tersebut terjadi langsung di hadapan mereka semua.


"Meskipun kau adalah ayahnya, tapi dia tetaplah istriku dan aku berhak melakukan apapun padanya, sedangkan untuk cucumu itu sangat pantas di perlakukan seperti sampah karena dia adalah sampah yang tidak berguna" ucap Zhao Chun.


"Lancang, berani-beraninya kau menghina keponakan ku di hadapan kami semua, sekarang akan aku pastikan keluargamu hancur" ujar Lin Dian kemudian melompat ke arah Zhao Chun untuk menyerangnya.

__ADS_1


Zhao Chun tidak tinggal diam, dia kemudian ikut melompat untuk menyerang Lin Duan.


BOOOMMMMM!!.


__ADS_2