Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-142. Kita adalah saudara


__ADS_3

Setelah beberapa hari berlalu dan Lin Tian telah kembali pulih seperti semula, akhirnya Lin Feng dan Lin Tian diizinkan untuk kembali ke sekte, namun sebelum itu, Lin Jianheeng berpesan kepada mereka berdua untuk saling menjaga satu sama lain, meskipun mereka bukan saudara kandung, tapi mereka berdua adalah kebanggaan untuk Lin Jianheeng.


Lin Feng juga meminta maaf kepada Lin Tian, karena masalahnya dengan Asosiasi pembunuh bayaran, Lin Tian harus menjadi korban dan harus terluka parah, bahkan hampir saja Lin Tian kehilangan nyawanya, namun Lin Tian mengatakan bahwa Lin Feng tidak harus meminta maaf, karena mau bagaimanapun juga mereka adalah saudara sekarang.


"Kak Feng, mulai sekarang masalahmu adalah masalahku dan masalahku adalah masalahmu juga, jika kau adalah pedang maka aku adalah perisai" ucap Lin Tian.


"Tentu saja saudaraku, mulai sekarang kita akan saling menjaga" ujar Lin Feng.


"Kakek benar-benar senang melihat kalian berdua seperti ini, segeralah berangkat ke sekte, jangan biarkan guru kalian menunggu terlalu lama" kata Lin Jianheeng.


"Baik kakek, kami berangkat" ucap Lin Feng dan Lin Tian serempak. Setelah itu, mereka berdua langsung berangkat menuju ke sekte Phoenix Emas.


***


Setelah sampai di sekte Phoenix Emas, para murid yang sedang melakukan latihan tiba-tiba saja berkumpul dan menghadang jalan Lin Feng dan juga Lin Tian, tatapan mata mereka mengarah langsung kepada Lin Feng, lalu secara serempak mereka semua memberikan hormat kepada Lin Feng.


Lin Feng dan Lin Tian tentunya sangat bingung dengan sikap yang ditunjukkan oleh mereka semua, hingga salah seorang murid maju mendekati Lin Feng dan Lin Tian, lalu menjelaskan tentang apa yang sedang mereka lakukan sekarang.


"Senior, maaf jika sikap kami membuat senior merasa tidak nyaman, kami semua sengaja memberikan hormat kepada senior sebagai tanda permintaan maaf kami, selama ini kami selalu merendahkan senior dan menganggap apa yang senior lakukan hanyalah omong kosong belaka, tapi setelah mengetahui kehebatan senior yang sesungguhnya, mata dan hati kami menjadi terbuka" ucap murid tersebut menjelaskan.

__ADS_1


"Sudahlah, aku tidak terlalu memikirkan masalah itu, lanjutkan saja latihan kalian, aku dan Lin Tian akan kembali ke kediaman guru" jawab Lin Feng.


"Baik senior" jawab para murid serempak.


Setelah itu para murid langsung melanjutkan latihan mereka yang tertunda, semua murid nampak sangat bersemangat dalam latihannya, karena sekarang mereka semua benar-benar telah mengidolakan Lin Feng dan menjadikannya sebagai panutan untuk meningkatkan kekuatan mereka.


Bagaimana tidak, Lin Feng adalah seorang pemuda yang benar-benar luar biasa, padahal umurnya masih bisa dikatakan setara dengan para murid lain, tapi kekuatannya sudah sangat luar biasa, bisa dikatakan bahwa Lin Feng adalah satu-satunya pemuda berumur 16 tahun yang mempu menghabisi begitu banyak pembunuh bayaran.


Tidak hanya itu saja, bahkan Lin Feng telah berhasil menyelamatkan sekte Phoenix Emas dari kehancuran, meskipun saat itu Lin Feng dibantu oleh kekuatan Huise, tapi tetap saja, Lin Feng adalah orang yang sangat berjasa dalam hal tersebut.


"Kak Feng, sepertinya kau sekarang sangat populer di sekte" ucap Lin Tian.


"Sudahlah, aku tidak memperdulikan tentang masalah itu sama sekali" ujar Lin Feng.


"Tentu saja aku akan meningkatkan kekuatanku, saat berhadapan dengan para pembunuh bayaran sebelumnya aku benar-benar mendapatkan kesulitan" jawab Lin Feng.


Setelah agak lama berjalan, akhirnya mereka berdua sampai di kediaman tetua Liu Changhai, namun setelah mereka berada di sana mereka tidak menemukan tetua Liu Changhai dimana pun, hingga akhirnya mereka berdua memutuskan untuk berkultivasi agar bisa meningkatkan kekuatan mereka.


Lin Feng dan Lin Tian kemudian pergi ke kediaman mereka yang berada di sebelah kediaman tetua Liu Changhai, lalu Lin Feng memberikan beberapa inti kristal jiwa tingkat tinggi kepada Lin Tian, inti kristal jiwa tersebut adalah inti kristal jiwa yang didapatkan oleh Lin Feng dengan mengalahkan monster saat dihutan para monster.

__ADS_1


"Kak Feng, apa ini tidak terlalu banyak?" tanya Lin Tian.


"Jangan cerewet dan serap energinya sekarang juga" jawab Lin Feng kemudian mengeluarkan inti kristal jiwa lainnya.


Lin Tian benar-benar kaget melihat jumlah inti kristal jiwa yang dimiliki oleh Lin Feng, padahal awalnya Lin Tian ingin mengembalikan sebagian inti kristal jiwa tersebut, namun setelah melihat Lin Feng mengeluarkan kristal yang lainnya, Lin Tian langsung mengurungkan niatnya.


Setelah mendapatkan tempat dan posisi yang nyaman untuk duduk berkultivasi, mereka berdua kemudian langsung menyerap energi yang terkandung di dalam inti kristal jiwa tersebut, suasana di kediaman mereka kembali menjadi sepi, namun energi yang ada di dalam kediaman mereka berdua terasa sangat padat.


Tidak lama kemudian, tetua Liu Changhai yang baru saja kembali dari aula pertemuan sekte, langsung bergegas menghampiri kediaman kedua muridnya saat merasakan energi yang sangat padat yang berasal dari sana, setelah sampai di kediaman kedua muridnya, tetua Liu Changhai langsung tersenyum senang saat melihat kedua muridnya yang sedang berkultivasi.


"Mereka berdua benar-benar murid yang spesial, aku benar-benar sangat beruntung karena telah mengangkat mereka berdua sebagai murid" gumam tetua Liu Changhai.


Setelah mengetahui bahwa kedua muridnya telah kembali dan sekarang sedang berkultivasi, tetua Liu Changhai langsung pergi meninggalkan tempat tersebut karena tidak ingin mengganggu konsentrasi kedua muridnya.


Akan tetapi setelah sampai di kediamannya, tetua Liu Changhai langsung menunjukkan ekspresi wajah murung, karena dia tidak menemukan adanya makanan di sana, padahal tetua Liu Changhai sangat berharap akan ada makanan setelah kembali, tapi nyatanya malah tidak ada sama sekali.


Yang lebih menyedihkan lagi adalah, tetua Liu Changhai tentunya mengetahui bahwa inti kristal jiwa yang sedang di serap kedua muridnya adalah inti kristal jiwa tingkat tinggi, pastinya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyerap energi yang terkandung di dalam inti kristal jiwa tersebut, jadi selama itu pula tetua Liu Changhai tidak akan bisa memakan masakan kedua muridnya.


"Aku senang karena mereka telah kembali, aku bahkan merasa bangga saat melihat mereka berdua sedang berkultivasi bersama, tapi aku langsung geram karena mereka tidak menyiapkan makanan terlebih dahulu untukku" gumam tetua Liu Changhai kesal.

__ADS_1


Karena tidak menemukan apapun di kediamannya, tetua Liu Changhai kemudian memutuskan untuk kembali ke aula pertemuan sekte, karena di sana dia bisa bertemu dan mengobrol bersama tetua lainnya untuk menghilangkan rasa bosan, tidak hanya itu saja, bahkan di sana dia bisa minum arak dan makan dengan gratis.


"Sepertinya selama beberapa hari kedepan aku akan terus datang ke aula pertemuan" ucap tetua Liu Changhai sambil terus melanjutkan langkah kakinya.


__ADS_2