
Sesaat kemudian, Lin Feng muncul kembali di hadapan Tang Duan Fu dan langsung menyerangnya dengan sangat cepat, namun serangan itu masih berhasil ditahan oleh Tang Duan Fu. Akan tetapi, sekarang ia malah nampak kewalahan dan kesulitan menahan serangan Lin Feng, karena serangan Lin Feng sangat berbeda dengan serangan sebelumnya.
Slash!
"Arghh!" Tang Duan Fu berteriak keras, ketika salah satu dari tebasan pedang Lin Feng berhasil memotong tangan kirinya.
"Ada apa pak tua, kenapa kau malah berteriak?" tanya Lin Feng, tidak ada sedikitpun rasa bersalah pada raut wajahnya.
"Si-sial, kenapa serangan bocah ini semakin cepat" ucap Tang Duan Fu dalam hatinya,
Tang Duan Fu yang sebelumnya sudah kewalahan menghadapi serangan Lin Feng, sekarang justru semakin kesulitan menghadapi setiap serangannya, karena Tang Duan Fu harus bertarung dengan satu tangan. Selain itu, konsentrasinya juga mulai terganggu dan tidak bisa fokus lagi pada pertarungan, karena rasa sakit pada tangannya yang terpotong benar-benar mengganggunya.
Sambil terus berusaha menghindar dan menahan serangan Lin Feng, Tang Duan Fu juga berusaha untuk menemukan celah dalam serangan Lin Feng, bukan karena ingin melakukan serangan balasan, melainkan untuk kabur dan mengobati lukanya, agar ia bisa bertarung dengan fokus lagi. Namun sayangnya, ia tidak menemukan adanya celah sedikitpun dalam serangan Lin Feng, serangannya justru semakin cepat setiap saatnya.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Tang Duan Fu di sela-sela pertarungan.
"Apa sekarang kau tertarik untuk mengetahui identitas ku?" jawab Lin Feng.
"Jawab saja, siapa kau sebenarnya?!" ujar Tang Duan Hu.
"Aku adalah dewa kematian!" jawab Lin Feng lalu melompat ke udara, kemudian berputar sambil menebaskan pedangnya.
Slash!
Tang Duan Hu mengerutkan alisnya, ia kemudian mengangkat tombaknya ke udara, lalu memposisikan tombaknya secara horizontal di atas kepalanya, untuk menahan serangan Lin Feng. Namun disaat bersamaan, Lin Feng telah berdiri di hadapannya, sesaat kemudian, tombak Tang Duan Fu terpotong dan jatuh ke lantai istana, yang kemudian diikuti oleh tubuhnya yang telah terbelah menjadi dua.
__ADS_1
Sementara itu, Tang Hao Yun dan para petinggi istana hanya bisa terdiam ketika melihat tubuh Tang Duan Fu yang telah terbelah menjadi dua, tubuh mereka nampak gemetaran karena rasa takut yang mereka rasakan. Selain itu, mereka juga tidak menyangka jika Tang Duan Fu akan kalah dan mati dalam pertarungan tersebut, padahal tingkat kultivasi Tang Duan Fu berada jauh di atas mereka semua.
Seberapa kuat pemuda ini sebenarnya? Satu pertanyaan yang sama muncul dibenak Tang Hao Yun dan para petinggi istana, mereka semua benar-benar tidak bisa percaya jika pemuda yang terlihat masih berumur 20 tahun itu mampu mengalahkan Tang Duan Fu dengan begitu mudah, jika sebelumnya ia berhasil mengalahkan Tang Ming, mereka tentu masih bisa menerima, karena mungkin saja kekuatannya berada dia atas Tang Ming dan hal itu masih masuk akal.
Tapi sekarang, ia justru mengalahkan Tang Duan Fu yang jauh lebih kuat dari mereka semua dengan sangat mudah, tentu saja mereka tidak bisa menerima kenyataan tersebut begitu saja, karena menurut mereka, sangat tidak mungkin seorang pemuda berumur 20 tahun memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat, dibandingkan dengan Tang Duan Fu yang telah hidup sangat lama.
"Maafkan aku karena telah membuat anda menunggu, kaisar yang terhormat" ucap Lin Feng, lalu mendekati Tang Hao Yun.
"Ka-kau mau apa?!" tanya Tang Hao Yun gemetaran.
"Hahahaha! Aku tidak mau apa-apa, aku hanya ingin membuatmu bertemu dengan anakmu" jawab Lin Feng, kemudian melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Tang Hao Yun.
Slash!
Setelah sampai di hadapan Tang Hao Yun, Lin Feng langsung membunuhnya dengan cara yang sama seperti membunuh Tang Ming, setelah selesai merenggut nyawa kaisar Tang, Lin Feng kemudian melanjutkan aksinya dengan membunuh para petinggi istana.
"Apa kau membunuh semuanya?" tanya Lin Feng.
"Tidak tuan, aku hanya membunuh mereka yang berhubungan dengan kaisar Tang, lalu aku juga membunuh mereka yang berani mengancam keluarga tuan, sementara mereka yang tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa, aku membiarkan mereka pergi" jawab Huise.
"Baguslah, sekarang mari kita kembali" ucap Lin Feng.
"Baik tuan!" jawab Huise.
***
__ADS_1
Waktu kembali berlalu dengan cepat, berita tentang runtuhnya kekuasaan kaisar Tang juga telah menyebar ke seluruh benua Utara, namun tidak ada seorangpun yang percaya jika yang meruntuhkan kekuasaan kaisar Tang adalah seorang pemuda dan seorang bawahannya, mereka semua justru beranggapan jika yang menghancurkan kekuasaan kaisar Tang adalah suatu organisasi yang membenci kaisar Tang.
Berita tentang runtuhnya kekuasaan kaisar Tang juga telah menyebar ke seluruh benua biru, kaisar Luo hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika mendengar berita tersebut, karena ia sudah tahu siapa yang melakukannya, begitu juga dengan kaisar Feng, serta orang-orang yang sebelumnya bertemu dengan kaisar Tang di benua tengah, khususnya keluarga Lin.
"Hahahaha! Cucuku benar-benar sangat luar biasa, aku tidak menyangka jika urusan yang belum selesai itu adalah urusan dengan kaisar Tang" ucap Lin Jianheeng.
"Ayah benar, kami juga tidak menyangka jika dia benar-benar mendatangi benua Utara dan menghancurkan kekaisaran Tang" Lin Duan menambahkan.
"Tapi aku tetap tidak suka dengan perbuatannya, saat dia kembali nanti aku akan menghukumnya!" ujar Lin Hua.
"Hua'er, anakmu sudah besar, dia tentunya mengetahui apa yang ha..." Lin Jianheeng tiba-tiba saja menghentikan perkataannya ketika mendapatkan tatapan tajam dari Lin Hua.
Di benua selatan.
Berita tentang runtuhnya kekuasaan kaisar Tang juga terdengar sampai ke telinga Yuan Chun Zhe, yang sekarang telah menjadi kaisar lagi menggantikan anaknya Yuan Haochun. Yuan Chun Zhe nampak sangat bahagia mendengar berita tersebut, meski tidak ada seorangpun yang mengetahui siapa pemuda yang menghancurkan kekaisaran Tang, tapi ia sangat yakin jika pemuda itu adalah cucunya, yaitu Lin Feng.
"Ayah, kenapa kau sangat bahagia?" tanya Yuan Haochun.
"Tentu saja aku sangat bahagia, karena cucuku baru saja menghancurkan satu kekaisaran seorang diri, tidak sepertimu yang hanya bisa membuat masalah!" jawab Yuan Chun Zhe.
"Maaf ayah, sekarang ayah tidak perlu khawatir lagi, karena aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi" ucap Yuan Haochun.
"Bagus kalau kau sudah sadar, jika kau berbuat masalah lagi, maka aku sendiri yang akan membunuhmu!" ujar Yuan Chun Zhe.
Setelah itu, Yuan Chun Zhe tiba-tiba saja menghela nafas panjang. "Andaikan saja dia mau menjadi kaisar, maka seluruh kekaisaran Yuan ini akan aku serahkan padanya" ucapnya pelan.
__ADS_1
(Assalamu'alaikum semuanya, maaf ya hari ini cuma bisa update satu chapter, karena hari ini Author agak sedikit sibuk, tapi tenang aja, besok bakalan dilebihin updatenya, kalo ga 3 ya 4 chapter, bisa jadi 5 chapter sekaligus, tunggu aja ya...😁
Akhir kata wassalamu'alaikum warahmatullahi wabaraokatuh, see you next chapter, Bai Bai)