
Para murid tersebut nampak tersenyum sinis mendengar jawaban tetua Liu Changhai, memang sejak awal mereka datang dengan niat yang tidak baik dan setelah mendengar perkataan tetua Liu Changhai, niat tidak baik mereka malah semakin menjadi-jadi dan mereka sekarang mempunyai alasan yang besar untuk mengatakan hal-hal tidak baik terhadap sang raja malam.
"Kenapa tetua berkata seperti itu, apakah tetua merasa malu karena rumor yang beredar itu hanyalah omong kosong yang terlalu di besar-besarkan?" tanya salah seorang murid.
"Kalau kalian tidak tau apa-apa, sebaiknya jangan asal bicara saja!" ujar Lin Tian.
"Senior, kenapa anda sangat marah, kami hanya membicarakan faktanya, jika memang sang raja malam sehebat yang dirumorkan, lalu kenapa dia malah pergi setelah peperangan?, bukankah itu hanyalah alasannya saja?" tanya murid tersebut.
"Itu karena.."
"Sudah cukup, sebaiknya kalian kembali" ujar tetua Liu Changhai.
"Tetua kenapa anda.."
"Apa kalian benar-benar tidak menghormati aku lagi sebagai tetua!" ujar tetua Liu Changhai marah.
__ADS_1
Para murid tersebut terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi, tidak lama kemudian merekapun pergi dari tempat tersebut, mereka semua pergi dalam keadaan kesal dan merasa tidak puas sama sekali, sebab mereka lagi-lagi gagal mendapatkan jawaban yang jelas untuk pertanyaannya. Setelah itu, para murid tersebut langsung pergi mencari informasi mengenai raja malam kepasa guru atau tetua sekte yang lainnya.
Para murid tersebut benar-benar tidak mau menyerah dan tidak akan pernah berhenti sebelum mereka semua mendapatkan kebenaran tentang raja malam yang menurut mereka hanyalah rumor yang terlalu di besar-besarkan, bahkan mereka semua benar-benar menganggap bahwa raja malam hanyalah omong kosong belaka yang sebenarnya tidak pernah ada atau hanyalah mitos yang di buat-buat.
**
Sementara itu di kedalaman hutan para monster, Lin Feng nampak masih duduk dengan santai di mulut gua sambil memakan buah apel yang sebelumnya sudah ia petik, serta memandang keindahan pemandangan hutan para monster, hutan para monster sebenarnya adalah hutan yang sangat indah dan sangat subur, namun di balik keindahan tersebut terdapat ancaman yang sama sekali tidak bisa dipandang sebelah mata.
Karena keindahan dan kesuburannya, hutan para monster juga sering disebut sebagai surganya para monster dan sumberdaya, hutan para monster terkadang juga disebut sebagai hutan kematian, sebab setiap kultivator yang mencoba untuk masuk dan mencari sumberdaya di hutan tersebut, tidak ada yang berhasil kembali dan semuanya mati dimakan oleh para monster.
Lin Feng benar-benar merasa bosan karena tidak ada yang bisa diajak untuk bicara di kedalaman hutan tersebut, meskipun sebenarnya Lin Feng bisa masuk ke ruang jiwanya dan mengobrol dengan Jin Zhan Shi, tapi Lin Feng tidak bisa berlama-lama berada di ruang jiwa, karena menurutnya ruang jiwa adalah tempat yang membosankan.
Tidak lama kemudian, Lin Feng tiba-tiba saja teringat dengan pesan yang pernah disampaikan oleh dewi Nuwa kepadanya, yaitu Lin Feng harus mencari bunga lotus api dan es untuk memperkuat dirinya serta menyembuhkan luka yang sedang ia alami sekarang, saat ini keadaan Lin Feng memang sangat sehat dan terlihat baik-baik saja, bahkan Lin Feng sama sekali tidak terlihat seperti orang yang sedang terluka.
Jika hanya fokus pada apa yang terlihat oleh mata saja, mungkin Lin Feng memang baik-baik saja bahkan sangat baik, namun jika diperiksa menggunakan energi Qi, maka akan bisa dirasakan atau diketahui bahwa Lin Feng sedang mengalami luka yang sangat parah, yaitu energi kehidupannya mulai menghilang secara perlahan-lahan, selain itu jiwa Lin Feng juga mendapatkan luka yang parah akibat penggabungan antara jiwanya dan jiwa Huise.
__ADS_1
"Sebaiknya aku mulai mencari bunga itu, jika tidak mungkin aku tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi" gumam Lin Feng.
Setelah itu Lin Feng langsung melesat masuk ke kedalaman hutan untuk mencari dimana keberadaan bunga lotus api dan es, karena hanya bunga lotus tersebut yang bisa membantu Lin Feng untuk mengobati luka yang ada pada jiwanya, serta mengembalikan aura kehidupannya yang perlahan-lahan mulai menghilang, bunga lotus api dan es sama halnya dengan Yin dan Yang, siang dan malam, jiwa dan raga.
Oleh karena itu juga, hanya bunga lotus api dan es saja yang bisa mengembalik aura kehidupan Lin Feng, sebenarnya masih ada yang bisa mengobati luka yang sedang di alami oleh Lin Feng sekarang, yaitu air kehidupan yang hanya ada di dunia para peri, namun menemukan air kehidupan sangatlah sulit jika dibandingkan dengan menemukan lotus api dan es, jangankan untuk menemukan air kehidupan bahkan menemukan dunia para peri saja sudah sangat sulit dan hampir mustahil.
Sebelum melanjutkan perjalanan mencari bunga lotus api dan es, Lin Feng terlebih dahulu mencari ranting atau dahan pohon yang keras dan kuat, yang nantinya akan Lin Feng gunakan sebagai pedang, karena untuk saat ini, Lin Feng tidak memiliki senjata lagi, selain pedang emas yang ada di ruang jiwanya, namun tetap saja tidak ada gunanya, sebab Lin Feng masih belum mampu menggunakan pedang tersebut.
"Sepertinya dahan ini sangat keras dan kuat, jika aku gunakan sebagai pedang mungkin tidak akan mudah patah" gumam Lin Feng.
Setelah merasa yakin dengan dahan pohon yang cukup keras tersebut, Lin Feng kemudian melanjutkan perjalanannya masuk ke kedalam hutan untuk mencari bunga lotus api dan es, namun tentunya perjalanan Lin Feng tidak akan mudah dan berjalan lancar, karena para monster yang ada di hutan tersebut tidak akan pernah mau melepaskan seorang manusia yang merupakan makanan untuk mereka semua.
Belum sampai setengah jam Lin Feng berlari dengan kecepatan tinggi masuk ke kedalaman hutan, Lin Feng sudah di hadang lagi oleh sekelompok monster serigala, namun sekelompok monster serigala yang menghadang Lin Feng sekarang terlihat sangat berbeda dengan kelompok monster serigala yang sebelumnya, sebab monster serigala yang sekarang berada di hadapan Lin Feng, memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih besar dengan bulunya yang berwarna abu-abu cerah.
"Berani-beraninya kalian menghadang jalanku, maka hanya ada satu hukuman yang pantas untuk kalian, mati!" ujar Lin Feng kemudian melesat maju menyerang para serigala tersebut.
__ADS_1
Lin Feng tidak mau lagi bermain-main yang hanya akan menunda perjalanannya, jadi Lin Feng langsung menyerang para serigala tersebut dengan sangat serius.