Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-227. Penawaran yang menarik


__ADS_3

Lin Feng terdiam mendengar perkataan murid tersebut, tangannya nampak sedikit gemetaran karena menahan amarah yang ingin meledak di dalam dirinya. Sementara itu, para murid tersebut malah semakin tertawa melihat tubuh Lin Feng yang sedikit bergetar, karena mereka semua berpikiran bahwa Lin Feng sedang merasa ketakutan.


Lin Feng mengepalkan tangannya, aura membunuh yang sangat kuat terpancar dari tubuh Lin Feng, sehingga membuat Guo Hong dan teman-temannya sedikit terkejut, beberapa saat kemudian, Lin Feng tiba-tiba saja melangkah maju dan langsung melayangkan pukulan keras dan sangat cepat ke arah murid yang sebelumnya.


Murid yang sebelumnya menghina keluarga Lin Feng, langsung terlempar cukup jauh setelah mendapatkan pukulan telak dari Lin Feng, Guo Hong dan yang lainnya kembali terkejut melihat salah satu teman mereka telah terlempar begitu saja, yang lebih mengejutkan lagi adalah, mereka tidak bisa melihat pukulan Lin Feng.


"Kecepatan macam apa itu, aku bahkan tidak sempat melihat gerakan tangannya" gumam Guo Hong.


"Aku tidak mempermasalahkan kalian yang menghina diriku, meskipun sekarang suasana hatiku sedang buruk, tapi kalian malah menghina keluargaku" ucap Lin Feng.


"Memangnya kenapa kalau kami menghina keluargamu? Pukulan mu sebelumnya hanya beruntung karena dia sedang tidak waspada, tapi itu berbeda denganku" ujar Guo Hong.


"Kalian waspada atau tidak aku sama sekali tidak peduli, karena bagiku kalian semua sama saja" ucap Lin Feng.


"Majulah, akan aku layani kalian dengan senang hati" lanjutnya.


"Cih! Jangan sombong kau sampah!" ujar Guo Hong.


Setelah itu, Guo Hong langsung memerintahkan teman-temannya untuk menyerang Lin Feng, sama seperti budak yang menurut pada perintah tuannya, begitulah mereka mematuhi perintah Guo Hong dan langsung menyerang Lin Feng, padahal mereka tidak mengetahui bahwa mereka telah melakukan kesalahan, karena mematuhi perintah Guo Hong.


Andaikan saja mereka mengetahui bahwa pemuda yang masih berumur belasan tahun tersebut adalah mesin pembunuh, mungkin mereka akan langsung berbalik dan menyerang Guo Hong. Karena, tidak peduli seberapa kuat pun seorang Guo Hong, di hadapan mesin pembunuh mereka tetaplah mangsa yang sangat empuk.


Mereka semua terus melakukan serangan terhadap Lin Feng secara bertubi-tubi, namun sayangnya tidak satupun dari serangan mereka yang berhasil mengenai Lin Feng, berbagai macam gerakan sudah mereka lakukan, bahkan sudah berbagai macam jurus mereka gunakan, tapi tidak ada satupun yang bisa menyentuh Lin Feng.

__ADS_1


"Sial! Kenapa tidak satupun pukulan atau jurus kita yang bisa mengenainya" ujar salah satu dari mereka kesal.


"Tentu saja tidak bisa, karena kalian sangat lambat seperti siput" jawab Lin Feng dengan santai, sambil terus menghindari serangan mereka.


Mendengar perkataan Lin Feng yang menghina mereka, membuat mereka semua menjadi semakin kesal dan marah terhadap Lin Feng, mereka kemudian menambah kecepatan dan kekuatan serangannya. Setelah itu, mereka kembali menyerang Lin Feng dengan membabi buta.


Lin Feng tersenyum sinis melihat mereka yang telah dirasuki oleh amarah, karena sejak awal, memang hal tersebutlah yang diinginkan oleh Lin Feng. Dan memang begitulah cara bertarung Lin Feng, yang selalu membuat musuhnya marah, agar kehilangan kendali akan dirinya sendiri.


Sekuat apapun orang tersebut atau sehebat apapun dirinya, ketika amarah sudah memenuhi diri seseorang, maka seluruh tubuhnya hanya akan dikendalikan oleh amarah, sekilas memang serangannya nampak sangat kuat, namun juga terdapat banyak celah pada dirinya.


Akibatnya, energi spiritual bisa saja digunakan secara berlebihan tanpa sadar, orang yang dikuasai amarah juga akan menyerang tanpa memikirkan apapun, yang justru akan membuat dirinya semakin mudah lelah dan kehilangan tenaga, tentu saja hal tersebut sangat menguntungkan bagi orang yang melawannya.


"Melihat mereka yang sekarang, aku jadi ingat dengan diriku yang dulu berada di bumi, dimana aku sama sekali tidak bisa mengontrol amarahku sendiri dan akhirnya hanya akan ada kekalahan" gumam Lin Feng.


Sambil menghindari salah satu pukulan yang melesat ke arahnya, Lin Feng langsung melesat dengan cepat sambil mendaratkan satu pukulan telak pada salah satu murid, setelah itu, Lin Feng kembali melesat dengan sangat cepat dan menyerang murid lainnya.


Lin Feng terus melakukan serangan seperti itu secara berulang-ulang, hingga akhirnya mereka semua tumbang dan tidak sadarkan diri, lalu dengan santainya Lin Feng berjalan melewati mereka semua dan kemudian mendekati Guo Hong yang nampak sedang bengong.


"Cih! Kau hebat juga bisa membuat mereka tidak sadarkan diri hanya dalam beberapa detik" ucap Guo Hong.


"Lalu sekarang apa?" tanya Lin Feng sinis.


"Jangan merasa hebat hanya karena kau telah mengalahkan mereka semua, biar aku katakan dengan jelas, antara kau dan aku itu sangat berbeda, karena aku ibaratkan burung yang terbang bebas di langit, sementara dirimu hanya semut yang bersembunyi di dalam tanah sambil menatap tingginya langit" jawab Guo Hong .

__ADS_1


"Kata-katamu memang bagus, tapi perlu kau ketahui, aku adalah orang yang lebih suka bertindak daripada berbicara" ucap Lin Feng.


Beberapa saat kemudian, para murid sekte tiba-tiba saja datang dan memenuhi tempat tersebut, mereka semua datang karena penasaran dengan suara pertarungan sebelumnya, namun sampai di sana, mereka nampak kaget ketika melihat ada beberapa murid yang sudah tak sadarkan diri.


Tidak hanya para murid saja yang berdatangan, bahkan para tetua dan semua orang-orang penting sekte pedang suci datang ke tempat tersebut, karena penasaran dengan suara pertarungan sebelumnya, sama seperti para murid sekte, mereka juga sama kagetnya saat melihat pemandangan di hadapan mereka.


"Guo Hong, sebenarnya apa yang kau lakukan, kenapa kau malah membangunkan naga yang sedang tertidur" batin tetua Yun Zhang.


"Anak ini lagi, kenapa dia selalu membuat masalah, tidak... sepertinya bukan dia yang membuat masalah, aku yakin yang memulainya adalah Guo Hong" gumam tetua Liang Qin.


"Para tetua dan kalian semuanya, aku sangat yakin kalian datang karena suara pertarungan sebelumnya, jadi aku benar-benar minta maaf untuk itu" ucap Guo Hong.


"Tapi karena kalian sudah datang, maka aku ingin kalian semua menjadi saksi pertarungan ku dengan sampah ini, kalau dia kalah, maka dia harus bersujud di hadapanku dan menjadi anj*ng peliharaan ku" lanjutnya.


"Lalu bagaimana jika kau kalah?" tanya Lin Feng sinis.


"Kau bisa meminta apapun padaku, tapi itupun kalau kau berhasil menang" jawab Guo Hong.


"Penawaran yang menarik" ucap Lin Feng, kemudian tersenyum sinis.


"Kalau begitu, kalian berdua harus bertarung di arena pertarungan, agar kalian bisa bertarung dengan bebas dan tempat ini tidak akan menerima dampaknya" ujar tetua Yun Zhang.


"Aku setuju!" ujar mereka berdua serempak.

__ADS_1


__ADS_2