
Sudah beberapa menit berlalu dan sudah begitu banyak ruangan yang dimasuki serta diperiksa oleh Lin Feng, namun sayangnya tidak ada satupun ruangan yang berisi, semua ruangan yang telah diperiksa oleh Lin Feng hanyalah ruangan kosong yang sudah sangat usang, bahkan dinding ruangannya saja sudah banyak yang retak.
Saat ini, Lin Feng sedang berdiri di hadapan ruangan terakhir yang ada di sana, tangan kanannya ia letakkan pada pintu ruangan tersebut, dengan penuh keraguan dan tanpa rasa berharap sedikitpun, Lin Feng kemudian mendorong pintu tersebut sampai terbuka, namun akhirnya Lin Feng bisa merasa senang, karena di dalam ruangan terakhir tersebut terdapat sebuah peti kayu yang cukup besar.
"Akhirnya, meskipun hanya satu tapi setidaknya sudah lebih baik daripada tidak ada sama sekali" gumam Lin Feng, kemudian berjalan menghampiri peti kayu tersebut.
"Semoga saja isinya adalah artefak tingkat tinggi atau setidaknya jurus yang menarik" ucap Lin Feng kemudian membuka kota tersebut.
Tujuan Lin Feng untuk masuk ke dunia kuno memang hanya ada tiga, yang pertama mendapatkan artefak tingkat tinggi yang berguna baginya, yang kedua mendapatkan teknik atau jurus yang hebat dan yang ketiga, mendapatkan sumberdaya untuk meningkatkan kultivasinya, Lin Feng sama sekali tidak mengharapkan bisa mendapatkan harta,
Namun sayangnya, apa yang diharapkan oleh Lin Feng sama sekali tidak sesuai dengan keinginannya, karena di dalam peti kayu tersebut hanya ada sebuah benda aneh berbentuk kotak kecil, dengan tulisan-tulisan serta ukiran aneh pada setiap sisinya, Lin Feng yang nampak kecewa kemudian berniat untuk meninggalkan tempat tersebut, namun langkahnya tiba-tiba terhenti saat teringat sesuatu.
"Tunggu dulu!... Bukankah ukiran serta tulisan pada benda tersebut sangat mirip dengan yang ada di pintu?" gumam Lin Feng.
Lin Feng kemudian berbalik dan mengambil benda tersebut, setelah itu Lin Feng langsung membawa benda misterius tersebut menuju ke pintu besar yang sebelumnya, sesampainya di sana, Lin Feng kemudian memperhatikan setiap pola ukiran yang ada di pintu serta pada benda aneh yang ada di tangannya. Dan benar saja dugaan Lin Feng, ukiran dan tulisannya benar-benar sama.
"Apa jangan-jangan benda ini adalah kunci untuk membuka pintu ini?" gumam Lin Feng.
"Tapi bagaimana cara menggunakannya?" lanjutnya kebingungan.
Lin Feng kemudian mencoba untuk mencari lubang kunci pada pintu besar tersebut, namun sayangnya Lin Feng tidak menemukannya sama sekali, karena agak bingung, Lin Feng kemudian mengarahkan benda aneh yang ada di tangannya ke arah pintu, beberapa saat kemudian, benda aneh di tangan Lin Feng tiba-tiba saja mengeluarkan cahaya dan pintu besar di hadapannya tiba-tiba saja bergetar.
Karena merasa kaget, Lin Feng kemudian melompat kebelakang untuk menjauh dari pintu tersebut, selang beberapa saat, pintu besar yang sebelumnya bergetar kemudian langsung terbuka, namun Lin Feng tidak bisa melihat apa yang ada di balik pintu besar tersebut, karena pandangannya ditutupi oleh kabut yang sangat tebal.
__ADS_1
"Kenapa ada kabut di dalam ruangan? Apa sebenarnya yang ada di dalam sana?" gumam Lin Feng.
"Tuan jangan sampai lengah, aku merasakan perasaan yang sangat tidak nyaman saat pintu tersebut terbuka" ucap Huise.
"Baiklah, terimakasih sudah mengingatkan, aku akan berhati-hati dan selalu waspada" ujar Lin Feng.
Lin Feng kemudian mengeluarkan pedang kayu roh dari cincin penyimpanannya, setelah itu, barulah Lin Feng melangkahkan kakinya dan berjalan masuk kedalam ruangan yang penuh dengan kabut tersebut, Lin Feng juga meningkatkan instingnya agar bisa lebih peka terhadap bahaya.
Lin Feng benar-benar nampak kebingungan karena tidak bisa melihat apapun, bahkan Lin Feng sampai tidak tahu dimana keberadaannya saat ini, entah sudah sampai di ujung ruangan ataukah masih berada di tengah ruangan, yang jelas Lin Feng terus melangkahkan kakinya ke arah depan dengan sangat hati-hati.
Selang beberapa menit, dari balik kabut yang sangat tebal tersebut tiba-tiba muncul dua bola cahaya berwarna merah yang cukup terang, raut wajah Lin Feng tiba-tiba berubah menjadi sangat serius saat melihat dua cahaya berwarna merah tersebut, karena Lin Feng mengetahui bahwa cahaya tersebut bukanlah cahaya biasa, melainkan sepasang mata yang sedang menatap dirinya.
Namun masalahnya adalah, Lin Feng sama sekali tidak mengetahui mata apa atau siapa yang sedang menatap dirinya, karena pandangannya terhalangi oleh kabut tebal, yang jelas Lin Feng hanya menyadari bahwa sosok yang tengah menatapnya tersebut adalah sosok yang sangat besar, karena kedua matanya berada di tempat yang tinggi.
Suara yang sangat berat tiba-tiba saja menggema di ruangan tersebut dan memberikan beberapa pertanyaan kepada Lin Feng, namun masalahnya adalah, suara tersebut mengandung energi yang benar-benar sangat besar, bahkan sampai membuat tubuh Lin Feng bergetar karena tekanan yang ia rasakan pada tubuhnya.
"Si-sial! Te-tekanan macam apa ini?" ucap Lin Feng sambil terus berusaha untuk menahan tekanan tersebut, agar tidak sampai terjatuh ataupun berlutut.
"Kenapa kau tidak berlutut dan memohon? Bukankah kalian manusia sangat suka berlutut dan memohon kepada yang lebih kuat?" tanya suara misterius tersebut.
Seketika itu juga, tekanan yang jauh lebih besar langsung menimpa tubuh Lin Feng, jika tekanan yang sebelumnya seperti Lin Feng sedang memikul batu yang sangat besar dan berat, tekanan yang Lin Feng rasakan sekarang, sama saja dengan tubuhnya ditimpa oleh sebuah gunung yang sangat besar.
Tubuh Lin Feng bergetar hebat karena berusaha melawan tekanan yang luar biasa tersebut, tukang-tulangnya seakan-akan ingin remuk saat itu juga, bahkan dari mulut dan hidungnya sampai mengalir darah segar, yang menandakan bahwa Lin Feng mendapatkan luka dalam karena tekanan tersebut.
__ADS_1
"Berlutut dan memohon lah, maka kau tidak akan merasakan tekanan yang berat ini lagi" ucap suara tersebut.
"Ti-tidak! A-aku tidak akan pernah berlutut pada siapapun kecuali ibuku!" jawab Lin Feng.
"Kau adalah manusia pertama yang berkata seperti itu di hadapanku! Jadi, kau harus membuktikan ucapanmu itu!" ujar suara tersebut.
Setelah suara tersebut menghilang, kabut tebal yang menghalangi pandangan Lin Feng juga ikut menghilang secara perlahan-lahan, selang beberapa detik, kabut yang ada di ruangan tersebut benar-benar telah menghilang sepenuhnya.
Lin Feng melebarkan kedua matanya saat mengetahui sepasang mata yang sedari tadi menatapnya, adalah sepasang mata dari sebuah patung yang sangat besar, patung besar tersebut juga terlihat seperti patung seorang raja yang sedang duduk di singgasananya.
"Apa-apaan ini, kenapa patung ini memiliki energi yang sangat besar" gumam Lin Feng.
"Tuan, jangan sampai lengah, patung ini berada di ranah Supreme Emperor tahap puncak!" ucap Huise memberikan peringatan.
"Apa?!" ujar Lin Feng kaget.
(Halo Genk, maaf ya karena jadwal update malah jadi tidak menentu, itu dikarenakan kesibukan Author sehari-hari dan kesehatan Author yang mulai menurun sejak beberapa hari terakhir, biasanya Author selalu nulis pada malam hari, namun karena kesehatan menurun, jadi Author putuskan untuk nulis di siang hari...
Tapi tenang aja, karena tiap hari bakalan tetap update kok, cuma ya kalau ga jam 09:00 mungkin jam 21:00, jadi Author harap kalian semua memakluminya ya🙏🙏
Semoga kita semua selalu diberikan perlindungan dan juga kesehatan oleh tuhan yang maha esa, jangan lupa untuk meninggalkan Like dan juga Vote nya, jika ada saran ataupun pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar...
Akhir kata dari Author, see you next chapter wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh🙏🙏)
__ADS_1