
Setelah memeriksa sumberdaya yang didapatnya dari hadiah perayaan hari kelahirannya, Lin Feng kemudian mengeluarkan semua sumberdaya tersebut dari cincin penyimpanannya, lalu Lin Feng menghela nafas panjang dan mulai menyerap semua energi spiritual dari sumbernya tersebut.
Energi spiritual yang cukup besar keluar dari setiap sumberdaya di hadapan Lin Feng, kemudian masuk kedalam tubuhnya secara perlahan-lahan dan mulai memenuhi Dantian-nya. Bersamaan dengan itu, udara di sekitar Lin Feng bertiup dengan kencang, sehingga membuat rerumputan dan dahan pohon bergoyang.
Sementara Lin Feng sedang berkultivasi, Huise kemudian keluar dari ruang jiwa Lin Feng, agar bisa memastikan tidak ada yang mengganggu tuannya berkultivasi. Semenjak kekuatannya bertambah besar dan wujudnya berubah seperti manusia, Huise bisa dengan bebas keluar masuk ruang jiwa Lin Feng, bahkan tanpa perintah dari Lin Feng.
"Maafkan aku tuan, karena telah keluar tanpa seizin mu, tapi aku harus memastikan tempat ini benar-benar aman, agar tuan bisa berkultivasi dengan tenang" Huise berkata pelam, kemudian menghilang dari pandangan.
Setelah beranjak dari tempat Lin Feng berkultivasi, Huise kemudian muncul lagi di atas hutan yang cukup besar tersebut, lalu Huise melepaskan auranya agar semua hewan buas ataupun Beast Spirit yang ada di sana pergi.
Akan tetapi, Huise malah mendapatkan perlawanan, karena ada yang melepaskan aura yang cukup besar dengan maksud untuk menantangnya. Huise tentu saja tidak ingin diam saja saat ada yang mencoba untuk menantangnya dan tanpa pikir panjang, Huise kemudian melesat terbang ke arah aura tersebut.
***
Di sisi lain hutan, yang berjarak tidak terlalu jauh dari tempat Lin Feng yang sedang berkultivasi. Seorang pria paruh baya nampak sedang duduk dengan santai sambil menikmati daging bakar di tangannya, suasana hutan yang damai membuat pria tersebut merasakan kenyamanan dalam dirinya.
Tapi sayangnya, kenyamanan yang ia rasakan tidak berlangsung lama, karena beberapa saat kemudian, ada aura yang sangat besar yang menerpa tubuhnya. Pria tersebut tersenyum sinis, karena dia mengetahui bahwa aura besar itu dilepaskan dengan sengaja oleh seseorang, hanya untuk menunjukkan eksistensinya.
"Cihh! Kau pikir aku akan takut hanya dengan aura seperti ini?!" pria tersebut bergumam dalam hatinya, kemudian melepaskan auranya untuk menantang siapapun yang telah mengusik ketenangannya.
Tidak lama setelah pria tersebut melepaskan auranya yang cukup besar, Huise tiba-tiba saja muncul tidak jauh dari pria tersebut, tentunya dengan tatapan matanya yang tajam dan tidak bersahabat sama sekali.
"Hoo! Jadi kau yang sengaja melepaskan aura di hutan ini? Apa kau melakukan itu untuk menunjukkan kehebatan mu?!" pria tersebut bertanya dengan suara santai, tapi pandangannya benar-benar sedang merendahkan Huise.
"Bukan urusanmu! Tapi karena kau telah berani menantang ku secara terang-terangan, maka aku akan melayani mu sampai kau puas!" jawab Huise.
"Hahahaha! Kau terlalu sombong anak muda, tapi tidak masalah, karena aku juga ingin bertarung!" ujar pria tersebut, kemudian melesat dengan cepat ke arah Huise.
Setelah berada tepat di hadapan Huise, pria tersebut langsung menyerang wajah Huise dengan tinjunya. Namun sayangnya, Huise berhasil menahan serangan pria tersebut dengan mudah, tepat ketika pukulan pria tersebut hampir mengenai wajahnya.
__ADS_1
Pria tersebut tersentak kaget, karena tidak menyangka bahwa Huise bisa menahan pukulannya dari jarak yang sangat dekat, lalu pria tersebut memutar tubuhnya dengan sigap, sambil melayangkan tendangan ke arah Huise. Tapi lagi-lagi, serangan itu berhasil ditahan oleh Huise dengan sangat mudah.
Karena dua serangan beruntunnya berhasil di tahan dengan mudah oleh Huise, pria tersebut kemudian bergerak mundur dengan raut wajah yang nampak kesal, lalu ia mengeluarkan sebilah pedang yang cukup besar dari cincin penyimpanannya dan bergerak maju untuk menyerang Huise lagi.
"Tebasan Guntur Penghancur Gunung!" ucap pria tersebut sambil mengayunkan pedang besarnya pada Huise.
Bersamaan dengan gerakan pedang besar pria tersebut, nampak ada kilatan cahaya biru yang terlihat seperti petir dengan aura kekuatan yang cukup besar. Lalu saat pedang besar itu hampir mengenai dirinya, Huise mengangkat tangannya dengan santai, kemudian menahan pedang itu dengan telapak tangannya.
"Hahahaha! Kau benar-benar bodoh, apa kau pikir kau bisa menahan serangan ku ini!" ujar pria tersebut, ketika mengetahui apa yang Huise lakukan.
DHUUAAARRRR!!
Ledakan besar terjadi saat pedang tersebut mengenai telapak tangan Huise, bersamaan dengan ledakan besar tersebut, hal yang sangat mengejutkan juga terjadi, yang membuat pria tersebut hanya bisa tercengang dan mematung.
Yang terjadi setelah ledakan besar tersebut adalah, pedang besar yang seharusnya digunakan untuk menyerang dan membunuh Huise, justru malah hancur berkeping-keping dan yang mengejutkan lagi adalah, tangan Huise nampak baik-baik saja setelah menahan pedang besar tersebut.
"Ti-tidak mungkin! Ba-bagaimana itu bisa terjadi!" pria tersebut gemetar ketakutan dan tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
"Ti-tidak! Ja-jangan bunuh aku, a-aku adalah tetua dari sekte Tengkorak Iblis!" pria tersebut kesulitan berkata-kata, karena Huise mencengkeram lehernya dengan kuat.
"Aku sama sekali tidak peduli!" ujar Huise, kemudian membunuh pria tersebut dengan sisa pedangnya yang telah hancur.
"Jangankan sekte kalian, bahkan dewa saja tidak akan aku maafkan jika berani mengusik ketenangan tuanku!" ucap Huise sini, kemudian mengambil cincin penyimpanan pria tersebut, lalu terbang kembali ke tempat Lin Feng berkultivasi.
***
Setelah berjam-jam berlalu, Lin Feng akhirnya berhasil menyerap semua energi spiritual yang terkandung dalam semua sumberdaya di hadapannya. Saat ini Dantian Lin Feng dipenuhi oleh energi spiritual dan kultivasinya akan segera meningkat.
BOOM!
__ADS_1
BOOM!
Beberapa saat kemudian, terdengar suara ledakan teredam dari tubuh Lin Feng, yang menandakan bahwa kultivasinya telah meningkat. Meskipun begitu, Lin Feng masih tetap berkultivasi untuk menstabilkan fondasi kultivasinya yang sekarang telah berada di ranah Nirvana tingkat tujuh.
Setelah setengah jam kembali berlalu, Lin Feng akhirnya menyelesaikan kultivasinya, kemudian membuka matanya dan menatap Huise yang sekarang sedang berlutut tepat di hadapannya.
"Apa kau bersenang-senang?" tanya Lin Feng.
"Maafkan aku tuan" jawab Huise.
"Kenapa harus minta maaf? Kau telah melakukan hal yang tepat dan aku benar-benar senang dengan itu" ucap Lin Feng.
"Terimakasih tuan!" ujar Huise.
Sebenarnya, Lin Feng memang sempat merasa terganggu saat merasakan ada aura lain yang menerpa tubuhnya, tapi Lin Feng lebih memilih untuk tidak menghiraukannya, karena Lin Feng percaya bahwa Huise bisa mengatasinya dengan baik.
"Jadi, apa kau bersenang-senang?" tanya Lin Feng lagi.
"Pengganggu itu sama sekali tidak bisa membuatku senang tuan, tapi sepertinya akan ada masalah" ucap Huise.
"Masalah apa?" tanya Lin Feng.
"Pengganggu itu mengatakan kalau dia adalah salah satu tetua dari sekte Tengkorak Iblis, lalu aku hanya menemukan ini di tangannya" jawab Huise, kemudian menyerahkan cincin penyimpanan yang telah ia ambil kepada Lin Feng.
"Tidak masalah! Jika mereka mengganggu lagi, maka aku akan memusnahkan sekte mereka!" ujar Lin Feng, lalu mengambil cincin di tangan Huise.
(Assalamu'alaikum semuanya, maaf ya hari ini cuma bisa update satu chapter, karena hati ini Author benar-benar sibuk.
"Thor kenapa cuma dua chapter, biasanya kan 3?"
__ADS_1
Author : Iya biasanya memang tiga, tapi sekarang author nulis dua novel sekaligus, lalu Author juga punya kesibukan di RL, jadi bisanya cuma dua Chapter, tapi kalau ada waktu luang, pasti akan update 3 atau lebih.
Sekian dari author, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh, see you next chapter, baibai...