
Ditempat lain yang masih berada di wilayah ibukota kekaisaran, disebuah tempat yang merupakan markas Organisasi Assassin terbesar di kekaisaran Feng, ketua organisasi nampak sedang mengumpulkan semua Assassin untuk membicarakan sesuatu dengan mereka semua.
"Seperti yang sudah kalian ketahui sebelumnya, misi kita kali ini adalah membantu adik kaisar untuk menggulingkan tahta kekaisaran yang sekarang, meskipun sebenarnya kita tidak ada hubungannya dengan masalah kekaisaran, tapi karena kita sudah mendapatkan bayaran yang sangat besar, tentu saja kita harus melakukan misi kali ini" ucap ketua Organisasi.
"Sekarang kita hanya perlu menunggu perintah untuk melakukan serangan, jadi sebelum penyerangan dilaksanakan, jangan ada yang pergi meninggalkan kekaisaran, selain itu orang yang membayar kita juga akan memberikan hadiah kepada kita semua" lanjutnya.
"Maaf ketua, tapi hadiah apa yang ketua maksud?" tanya seorang Assassin.
"Aku sendiri juga tidak mengetahui hadiah apa yang akan dia berikan, tapi yang jelas kita tetap harus menuruti perintahnya" jawab ketua Assassin.
Saat mereka semua sedang membahas misi yang akan mereka lakukan, seorang pria yang menggunakan jubah usang tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka semua, kemunculan pria tersebut tentunya membuat mereka semua merasa kaget, pasalnya aura yang terpancar dari pria misterius tersebut sangatlah besar.
"Selamat datang yang mulia" ucap ketua Organisasi.
"Tidak perlu terlalu sopan, lagipula aku masih belum menjadi kaisar negara Feng" jawab pria misterius tersebut.
"Kalian semua dengarkan, dia adalah orang yang membayar kita untuk melakukan misi ini, jadi mulai sekarang dia adalah orang yang harus kita hormati sampai misi ini selesai" ucap ketua Organisasi.
"Hormat kami yang mulia!" ucap para Assassin serempak, sambil memberikan hormat kepada pria misterius tersebut.
"Terimakasih atas sambutan kalian, kedatanganku kali ini hanya ingin menyaksikan persiapan prajurit ku, selain itu, aku juga ingin memberikan kalian semua hadiah yang sangat berharga" ucap pria misterius.
"Jadi sekarang mari ikuti aku" lanjutnya.
__ADS_1
Pria misterius tersebut langsung mengajak mereka semua menuju ke hutan belantara tempat dia menyembunyikan semua monster dan Beast Spirit yang telah dia kendalikan, para Assassin yang penasaran dengan hadiah yang dimaksud oleh pria misterius tersebut, langsung mengikutinya menuju ke arah hutan.
Sesampainya di kedalaman hutan, para Assassin benar-benar dibuat terkejut saat menyaksikan begitu banyak monster dan Beast Spirit sedang berkumpul di hadapan mereka, bahkan mereka semua langsung berpikir bahwa itu adalah jebakan yang telah di siapkan untuk mereka semua.
"Jangan takut, mereka semua adalah peliharaan ku, jadi mereka tidak akan menyerang kalin tanpa aku perintahkan" ucap pria misterius mengingatkan.
"A-apa yang mulia yakin mereka tidak akan menyerang?" tanya salah seorang Assassin ragu.
"Tenang saja, semuanya sudah ada dalam kendaliku, satu lagi, mereka semua adalah hadiah untuk kalian, silahkan kalian pilih monster atau Beast Spirit yang kalian sukai untuk menjadi bawahan kalian" jawab pria misterius.
"Apa yang mulia bersungguh-sungguh?" tanya Assassin lainnya.
"Aku tidak pernah mengingkari apa yang telah aku katakan, jadi silahkan pilih yang kalian sukai" jawab pria misterius.
Meskipun semua Assassin telah selesai memilih monster atau Beast Spirit untuk mereka masing-masing, namun jumlah dari monster dan Beast Spirit yang belum memiliki tuan masih sangat banyak, karena memang sejak awal jumlah monster dan Beast Spirit tersebut sangatlah banyak.
"Kenapa kau tidak ikut memilih?" tanya pria misterius kepada ketua Organisasi.
"Apa aku juga diperbolehkan untuk memilih?" tanya ketua Organisasi penasaran.
"Tentu saja, kenapa tidak? Tapi diantara semua monster dan Beast Spirit yang ada di sini tidak ada yang cocok denganmu, karena itu pula, aku telah menyiapkan yang khusus untukmu" jawab pria misterius.
Pria misterius tersebut kemudian menjentikkan jari tangannya, lalu dari arah kedalaman hutan terdengar suara langkah kaki yang sangat berat, aura yang sangat besar juga langsung memenuhi tempat tersebut, bahkan para monster dan Beast Spirit yang ada di sana nampak sangat ketakutan.
__ADS_1
Tidak lama kemudian dari kedalaman hutan muncul seekor harimau yang berukuran sangat besar, tinggi dari harimau tersebut hampir mencapai tiga meter dan panjang tubuh yang melebihi lima meter, tidak hanya ukuran tubuhnya yang sangat besar, bahkan auranya juga sangat besar dan sangat mengintimidasi.
"i-ini..."
"Dia adalah harimau iblis mata tiga, yang memiliki kekuatan di ranah Nirvana dan dia adalah peliharaan yang sangat sesuai untukmu" ujar pria misterius memotong ucapan ketua Organisasi.
"Terimakasih yang mulia, mulai sekarang aku menyatakan bahwa Organisasi Assassin kekaisaran Feng akan tunduk di bawah perintah yang mulia, aku juga berjanji akan selalu mengabdi pada yang mulia" ucap ketua Organisasi sambil berlutut di hadapan pria misterius.
"Kami bersumpah setia kepada yang mulia!" ujar Assassin yang lainnya.
"Hahahaha, bagus inilah yang aku inginkan! Dengan berada di bawah perintahku, aku menjamin kalian semua akan mendapatkan semua yang kalian inginkan" ucap pria misterius tertawa lantang.
Setelah itu, pria misterius tersebut mulai menjelaskan kepada mereka semua tentang rencananya dan kapan mereka akan melakukan serangan, para Assassin mendengarkan penjelasan dari pria misterius tersebut dengan sangat baik, mereka semua juga nampak sangat senang dan merasa beruntung karena telah menerima misi dari pria misterius tersebut.
***
Setelah beberapa hari kembali berlalu, akhirnya Lin Feng dan yang lainnya telah sampai di ibukota kekaisaran, kedatangan mereka di sambut dengan sangat meriah oleh para penduduk ibukota kekaisaran, para penduduk berkumpul dan berbaris disepanjang jalan sambil melemparkan bunga ke arah kereta kuda permaisuri.
Melihat sambutan yang sangat meriah tersebut membuat Lin Tian merasa sangat kagum, pasalnya selama ini Lin Tian tidak pernah melihat sambutan yang seperti itu, meskipun dia sekarang hanyalah sekedar pengawal, namun Lin Tian merasa sangat bangga karena telah berhasil melakukan tugasnya dengan baik.
Berbeda dengan Lin Tian yang merasa kagum dan bangga dengan sambutan meriah tersebut, Lin Feng malah nampak merasa sangat tidak nyaman dengan sambutan tersebut, pasalnya, Lin Feng adalah orang yang tidak terlalu menyukai keramaian dan lebih suka menyendiri, namun Lin Feng tetap berusaha untuk bersikap tenang dan tidak menghiraukan sambutan tersebut.
Setelah melewati jalanan ibukota, mereka akhirnya sampai di istana kekaisaran, para prajurit penjaga gerbang istana langsung membuka gerbang saat melihat kedatangan kereta kuda permaisuri, sedangkan para prajurit yang ada di dalam gerbang, langsung berbaris rapi untuk menyambut kedatangan permaisuri dan anak-anaknya.
__ADS_1