Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-167. Pasukan monster dan Beast Spirit 1


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, di kedalaman hutan yang berada cukup jauh dari ibukota kekaisaran, pria misterius serta para Assassin nampak sedang bersiap-siap, sesuai dengan yang telah mereka rencanakan sebelumnya, hari ini adalah hari dimana mereka akan melakukan penyerangan ke ibukota kekaisaran.


Sebelum mereka berangkat, pria misterius tersebut kembali menjelaskan kepada mereka semua tentang misi utama mereka, yaitu membunuh kaisar beserta istri dan anak-anaknya, serta para petinggi istana yang tidak mau mengikutinya, mereka juga dipersilahkan membunuh siapa saja yang mengganggu mereka, termasuk para penduduk sekalipun.


Pria misterius tersebut juga mengingatkan kepada mereka semua untuk tetap berhati-hati, karena bisa saja kekaisaran telah meminta bantuan dari kerajaan-kerajaan yang masih berada di wilayah kekaisaran Feng, tidak hanya itu saja, mereka juga harus berhati-hati terhadap seseorang yang selalu saja menggagalkan misi mereka selama ini.


"Karena kalian semua sudah siap, maka kita akan berangkat sekarang juga" ucap pria misterius.


"Baik yang mulia!" jawab para Assassin serempak.


Dengan menunggangi monster ataupun Beast Spirit mereka masing-masing, mereka semua kemudian bergerak meninggalkan hutan dan langsung menuju ke ibukota kekaisaran, pasukan tersebut tentunya dipimpin langsung oleh ketua Organisasi Assassin yang bertindak sebagai jendral, dengan Beast Spiritnya yaitu harimau iblis mata tiga.


Jika saja dalam perjalanan tersebut mereka melewati kerajaan ataupun kekaisaran yang lain, mungkin mereka semua akan langsung tunduk di hadapan pria misterius tersebut, karena pasukan yang dibawanya benar-benar sangat mengerikan, bahkan membayangkan untuk berperang dengannya saja mungkin mereka tidak akan berani.


"Sebentar lagi, kekaisaran ini akan benar-benar menjadi milikku" gumam pria misterius tersebut.


***


Sementara itu di ibukota kekaisaran, suasana kota nampak masih ramai dan tenang seperti biasanya, semua orang juga masih melakukan kegiatan mereka masing-masing, karena memang tidak ada seorangpun dari mereka yang mengetahui bahwa bencana besar sedang menuju ke arah mereka, bahkan kaisar sendiri juga tidak mengetahui hal tersebut.


Feng Jing Quo dan semua orang yang ada di istana memang sudah mengetahui akan adanya penyerangan, namun mereka tidak mengetahui kapan penyerangan tersebut akan terjadi, meskipun begitu, Feng Jing Quo tetap memberikan peringatan kepada semua prajurit serta setiap kepala keluarga yang ada di ibukota kekaisaran, untuk berhati-hati dan meningkatkan penjagaan.


Namun karena tidak ada kepastian kapan penyerangan akan terjadi, para kepala keluarga menjadi lalai dan tidak terlalu menghiraukan hal tersebut, karena mereka merasa masih aman-aman saja, kecuali jika memang sudah ada pemberitahuan tentang kapan penyerangan akan terjadi, sehingga mereka semua tetap tenang dan tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh kaisar.

__ADS_1


Di dalam istana, Feng Jing Quo beserta para petinggi istana dan semua orang penting yang ada di ibukota kekaisaran, sedang mengadakan pertemuan, Feng Jing Quo sengaja mengundang mereka semua untuk membicarakan masalah penyerangan yang akan terjadi, namun seperti biasa, hampir semua orang yang ada di sana tidak terlalu menghiraukan hal tersebut.


"Untuk yang kesekian kalinya aku mengingatkan kepada kalian untuk meningkatkan penjagaan, tapi kenapa aku tidak melihat apapun selama beberapa hari ini, apa kalian semua tidak menjalankan perintah ku?" tanya Feng Jing Quo.


"Maaf jika hamba lancang yang mulia, kami semua telah melakukan semua yang diperintahkan oleh yang mulia, akan tetapi, karena tidak kunjung ada serangan, makanya para penduduk kembali melakukan aktivitas mereka seperti biasa" jawab salah seorang kepala keluarga bangsawan.


"Bukankah sebelumnya sudah aku katakan? Serangan ini memang tidak tahu kapan akan terjadi, tapi tentunya kalian harus tetap meningkatkan penjagaan dan juga keamanan" ujar Feng Jing Quo kesal.


BOOOOMMM!!!


Tidak lama kemudian dari arah gerbang kota terdengar ledakan yang sangat besar yang membuat mereka semua sangat terkejut, selang beberapa menit datang seorang prajurit dengan tergesa-gesa, tubuhnya nampak bergetar serta wajahnya terlihat sangat pucat, yang menandakan bahwa prajurit tersebut sedang ketakutan.


"La-lapor yang mulia, dari arah gerbang istana datang pasukan monster dengan jumlah yang sangat banyak, bahkan sekarang mereka telah berhasil menghancurkan gerbang dan masuk ke ibukota" ucap prajurit tersebut memberikan laporan.


"Be-benar sekali yang mulia" jawab prajurit tersebut.


"Kenapa baru memberikan laporan sekarang? Apa kalian tidak menyadari kedatangan pasukan monster tersebut?!" tanya Feng Jing Quo marah.


Prajurit tersebut hanya bisa terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Feng Jing Quo, pasalnya mereka memang tidak mengatahui kedatangan para monster tersebut, karena sebelumnya mereka sedang sibuk mengobrol dan bersantai di dekat gerbang, bahkan beberapa diantara mereka ada yang tidak berjaga di tempatnya.


Tidak lama kemudian, datang dua orang prajurit lainnya, keadaan mereka juga tidak ada ubahnya seperti prajurit yang datang lebih dulu dari mereka berdua, hanya saja mereka bukanlah prajurit yang bertugas untuk menjaga gerbang ibukota kekaisaran.


"Lapor yang mulia, dari arah selatan ibukota terlihat pasukan monster yang sangat banyak, sepertinya mereka akan menyerang ibukota" ucap prajurit tersebut memberikan laporan.

__ADS_1


"Begitu juga dari arah timur yang mulia, pasukan monster dalam jumlah besar sedang menuju ke ibukota kekaisaran" ucap prajurit lainnya.


"Sial, sudah tidak ada waktu lagi, jendral! Bawa para pasukan untuk menyerbu para monster tersebut, utamakan untuk menyerang monster yang sudah memasuki ibukota" ujar Feng Jing Quo memberikan perintah.


"Baik yang mulia" jawab sang jendral, kemudian pergi dari tempat tersebut.


"Lalu kalian semua, segera kembali ke wilayah kalian masing-masing dan persiapkan pasukan kalian untuk melindungi ibukota kekaisaran!" ucap Feng Jing Quo tegas.


"Baik yang mulia!" jawab mereka semua serempak, kemudian pergi ke wilayah keluarga mereka masing-masing.


Setelah semua orang pergi untuk bersiap-siap, Feng Jing Quo kemudian mengatakan kepada Lin Feng dan tetua Liu Changhai untuk tetap berada di istana sementara waktu, karena menurutnya para prajurit kekaisaran masih bisa mengatasi pasukan monster tersebut, selain itu, Feng Jing Quo juga merasa yakin bahwa musuh yang sebenarnya masih belum muncul.


"Yang mulia, sebaiknya anda juga bersiap-siap sekarang, karena musuh bisa saja langsung menyerang ke istana" ucap tetua Liu Changhai.


"Anda benar tetua, kalau begitu aku akan pergi bersiap-siap sekarang" ujar Feng Jing Quo.


"Ada apa Feng'er? Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya tetua Liu Changhai.


"Bukan apa-apa guru, aku hanya masih memikirkan tentang pembicaraan kita yang waktu itu" jawab Lin Feng.


"Sudahlah, jangan terlalu kau pikirkan masalah itu, karena yang terpenting bagi kita sekarang adalah menyelamatkan kekaisaran ini" ucap tetua Liu Changhai.


"Meskipun guru berkata seperti itu, tapi aku tetap akan mencari tahu tentang semuanya, terutama tentang para monster dan Beast Spirit yang menyerang ibukota kekaisaran ini" ujar Lin Feng.

__ADS_1


__ADS_2